
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Braakkkk....
Pintu penyekapan di tendang oleh brian dan hancur berkeping - keping. Para penculik bayaran tadi langdung sigap dengan posisi nya masing - masing. Mata mereka memandang lurus ke arah brian.
Deg..
Tuan brian ?
Salah satu dari penculik itu mengenali siapa brian yang sesungguh nya. Kaki nya pun gemetaran dan wajah nya langsung pucat pasi. Anak buah brian ada di luar bersama tomi sedang menghadapi komplotan penculik di luar sana.
" Tuan Brian " Seru salah satu penculik itu yang di ketahui sebagai ketua nya.
" Cihhh ternyata hanya tikus kecil yang ingin bermain dengan ku. " Seru brian.
" Maaf Tuan ini ada apa ? Kenapa anda tiba - tiba menyerang kami? Apa kami ada salah ? Sudah lama kami tidak mengganggu keluarga alexander, boss besar kami juga sudah tidak pernah lagi mengganggu anda " Ucap ketua penculik itu.
Bugh..
Bugh..
Brian langsung memberi pukulan di perut sang ketua penculik.
" Hari ini kamu sudah mengganggu keluarga alexander lagi. Aku pastikan Tengkorak macan akan hancur lebur. Aku tidak perduli lagi saat boss kalian memohon " Seru brian bringas.
" Apa salah kami tuan ?" Tanya sang ketua yang memang belum mengetahui kesalahan nya.
Bugh
Bugh..
Ketua penculik itu meringis kesakitan, dan 5 teman nya hanya diam melihat karena di larang untuk melawan brian.
" Dasar bodoh !!! Wanita yang kau culik itu ISTRI KU !!! Nona Muda Akexander. " Teriak brian lantang.
Jdeerrrr
Para penculik itu pun langsung terkejut , kaki mereka gemeteran. Masalah besar telah menghampiri nya.
__ADS_1
" Maaf tuan. Kami tidak tahu jika wanita itu istri tuan . Kami hanya di suruh oleh seseorang saja tuan, kami hanya orang bayaran . Nona muda ada di ruangan itu tuan." Seru penculik dengan penuh penyesalan. Suara nya pun terdengar bergetar karena menahan takut.
" Tidak ada ampun untuk kalian !!" Teriak brian lantang.
Tomi dan 3 anak buah nya kini sudah masuk dan memvantu brian.
" Hajar mereka dan bila perlu bunuh mereka. " Seru brian dengan tatapan membunuh.
Para penculik itu semakin ketakutan, tidak ada cara lain selain melawan meskipun mereka akan kalah. Anak buah brian semua terlatih dan pandai bela diri.
Sedangkan brian langsung menuju pintu yang di tunjuk oleh penculik tadi. Tepat di depan pintu brian mendengar ada suara - suara aneh, brian semakin mendekatkan telinga nya ke pintu. Dia hafal betul suara apa yang terdengar itu.
Deg ..
* Apa itu suara arumi sedang bermain dengan salah satu penculik..? Aku akan mencoba melihat nya * Gumam brian.
Brianmebuka pintu dan dia pun melihat seorang wanita dan pria sedang begumul di atas lantai. Sedangkan mata nya menangkap seorang wanita yang terikat di kursi dan menundukkan kepala nya.
" Ternyata si j@L@n9 itu yang sedang bermain. Arumi tunggu aku akan menolong mu sekarang biarkan dulu j@L@n9 itu bermain" Seru brian menatap sinis lalu dia memanggil satu anak buah nya untuk merekam kegiatan bella.
Bella tidak menyadari jika dia saat ini sudah menjadi tontonan brian dan anak buah nya. Dia begitu menikmati permainan nya dengan seorang lelaki yang berbadan tegap itu.
D3s@h@n demi d3s@h@n keluar dari mulut bella dan lawan main nya.
" Ahhh... ahhh. . sebentar beb, aku juga ingin mengeluarkan nya. Emmmhhh " Seru bella dengan suara tersengal - sengal.
" Sayang kamu memang sangat luar biasa, walaupun kamu bukan perawan aku sangat menyukai nya. Punya mu cukup nikmat " Seru lelaki itu sambil terus menghajar milik rosa.
" Emmmmhhhhhhh...... Aaahhh " L3n9uh@n panjang akhirnya keluar dari mulut mereka berdua.
" Terimakasih sayang . Kamu sudah memuaskan ku. " Seru bella dengan memeluk pria yang masih ada di atas nya.
" Iya sayang ku. Kapan pun kamu membutuhkan ku aku akan siap sedia " Seru lelaki yang bersama bella
Prok.. Prok.. Prok .
Tepuk tangan menggema dalam ruangan yang kedap suara itu. Brian berjalan mendekati mereka berdua dengan tepuk tangan seperti sedang memenangkan sesuatu.
" Brian !!" Seru bella .
Sedangkan pria yang tadi bermain dengan bella langsung turun dari tubuh bella dan menyingkir dan buru - buru mengenakan pakaian nya. Bella hanya diam di tempat dengan keadaan tak berpakaian sedikit pun.
" Wahh aku tidak menyangka jika disini ada l@cur yang sedang menjajakan tubuh nya. Benar - benar fantastis " Seru brian .
Mata brian menatap ke arah arumi yang terikat di kursi, brian melihat ada bekas luka di pipi arumi.Brian semakin marah ingin rasa nya dia membunuh bella sekarang juga.
__ADS_1
" Kalian bawa mereka berdua ke dalam tahanan kita. Biarkan saja mereka satu sel !" Seru brian lantang.
Anak buah brian membawa bella yang masih saja tidak berpakaian dan pria yang hanya memakai celana kolor nya saja. Brian pun langsung melepas kan ikatan arumi dan menggendong arumi keluar.
* Arumi maafkan aku, aku janji mulai hari ini aku akan menjaga mu dan calon bayi kita* gumam brian sambil berjalan menggendong arumi.
*******
Bugh..
Bugh..
Tanpa ampun mama brian memukuli anak nya sendiri, dia sangat marah melihat kondisi arumi yang banyak luka bekas sabetan ikat pinggang di sekujur tubuh nya. Beruntung orang tua arumi pagi tadi sudah kembali ke kampung. Kalau sampai orang tua arumi mengetahui masalah ini brian pasti tidak akan di maafkan.
" Kemana saja kamu ? Kenapa istri mu bisa sampai seperti itu ? Apa kamu sibuk dengan para j@l@n9 mu di luaran sana sampai kamu tidak secepat nya mencari keberadaan arumi. " Bentak mama asti dengan penuh amarah.
" Lihat apa yang terjadi dengan arumi ! Semua ini karena ulah mu, karena kamu terlalu lama berfikir. Coba kalau dari kemarin - kemarin kamu habisi bella, kejadian ini tidak akan terulang lagi. " Seru mama asti.
Brian hanya diam tidak membalas pukulan ibu nya dan tidak menjawab ucapan ibu nya.
" Jangan kamu kira mama tidak tahu dengan kelakuan bejat mu yang masih sering bermain dengan para j@l@n9 di luaran sana,bahkan kamu membawa nya ke apartement mama pun tahu brian !! Jangan sampai kamu menyesal karena arumi akan pergi meninggalkan mu. " Seru mama asti menatap tajam ke arah brian.
Tatapan mama asti seperti burung elang yang siap menerkam musuh nya dan mencabik - cabik musuh nya.
" Mama akan membawa arumi keluar negeri agar dia bisa aman dari bajingan seperti mu. Arumi itu istri mu bukan budak ranjang mu Brian !! "
Bugh
Bugh.
Mama asti kembali memukuli brian. Dia benar - benar marah dan murka kepada brian. Seandainya brian bukan anak nya pasti sudah di habisi nya.
" Maaf ma.. Tolong jangan bawa arumi pergi. Brian yang lebih berhak atas arumi. Brian akan mencoba memperlakukan arumi dengan baik " Seru brian.
" Apa ucapab mu itu bisa di percaya ?" Tanya mama asti.
" Brian akan berusaha ma " Jawab brian terlihat seperti anak kecil yang sedang memohon.
Brian di luar sana memang terkenal dingin dan arogant , bahkan siapa pun yang melakukan kesalahan akan brisn hajar tanpa ampun. Tapi berbeda saat di depan sang mama, di depan mama nya brian seperti semut yang kapan pun bisa di injak dan bisa di musnahkan tanpa ampun.
********
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1