
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Brian dan tomi sudah lebih dulu sampai di tempat yang sudah di janjikan, setelah menunggu hampir tiga puluh menit akhirnya karin datang. Karin memakai baju yang jauh dari fashion nya. Kali ini karin menggunakan baju hamil yang sangat besar, kaca mata hitam dan selendang dia pakai untuk menutupi kepala nya.
" Kamu beneran karin ?" Tanya tomi kaget melihat wanita yang masuk ke dalam private room yang sudah di pesan nya.
" Iya ini aku karin, aku sengaja berpenampilan seperti ini agar anak buah andra tidak mengenali ku. Karena aku yakin anak buah andra pasti ada yang memata - matai ku karena andra dan laura tahu jika aku tahu semua rencana mereka " Ucap karin menjelaskan.
Brian dan tomi mengangguk paham, tidak mau berlama - lama lagi. Brian langsung minta karin untuk memberitahu dimana andra membawa arumi. Lalu karin pun menceritakan semua yang sudah dia ketahui, rekaman percakapan andra dan laura pun sudah dia berikan, alamat dimana andra membawa karin pun sudah dia berikan kepada tomi dan brian.
" Apa kamu bisa di percaya ? Secara kamu ini orang nya andra bahkan kamu bersekongkol membuat perusahaan ku bangkrut kan ? " Seru brian penuh selidik.
Bagaimanapun brian tahu jika karin sangat membenci arumi dan dirinya. Apalagi karin juga sudah bergabung di perusahaan andra dan pernah berencana membuat perusahaan brian bangkrut.
" Aku memang pernah tidak menyukai arumi, karena dia aku di pecat dari perusahaan Tuan. Bahkan aku juga pernah membantu andra untuk membuat perusahaan tuan bangkrut. Tapi setelah aku tahu andra bersama laura yang ternyata kakak kandung arumi merencanakan penculikan arumi aku tidak setuju, bahkan arumi juga punya bayi yang masih minum Asi nya. Bagaimana pun aku seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu, aku tidak tega melihat anak kecil di pisahkan dari ibu nya " Ucap karin menjelaskan dengan jujur.
Brian dan tomi mencoba mencari kebohongan pada diri karin, tapi mereka tidak menemukan nya dan mereka yakin jika karin pasti jujur.
" Baik.. kali ini aku percaya dengan mu. Semoga info yang kamu berikan ini akurat. Aku harus membayar mu berapa atas info ini, aku tidak mau punya hutang budi kepada siapa pun " Ucap brian angkuh.
Karin menggekengkan kepala nya karena bukan uang yang di harapkan nya, tetapi sebuah perlindungan dari brian.
"Aku tidak meminta bayaran Tuan, Tapi aku mohon lindungi aku dan calon bayi ku Tuan . Jujur aku takut jika andra dan laura membunuh ku dan menyakiti anak dalam kandungan ku ini. Walau sebenar nya andra menginginkan anak ini. " Ucap karin sambil mengatupkan kedua tangan nya.
" Baik... kalau soal itu aku tidak masalah. Mulai hari ini kamu dalam lindungan ku. Tomi... tolong antarkan karin ke rumah utama, untuk sementara waktu biar dia tinggal di sana. Hanya rumah itu yang aman " Ucap brian.
Tomi pun langsung melaksanakan perintah brian, tanpa berlama - lama karin langsung mengikuti tomi. Karin tidak mengambil barang - barang yang ada di rumah nya agar anak buah andra tidak curiga. Brian juga ikut dengan mobil yang di kendarai tomi, karena mereka tadi datang mengendarai mobil brian.
" Kamu aman di rumah ini, semoga kamu bisa di percaya " Ucap mama asti waspada.
" Iya Nyonya " Jawab karin sungkan karena langsung berhadapan dengan Nyonya Alexander.
" Ma, kami langsung pergi. Tetap awasi dia, jika dia melakukan kebohongan langsung habisi saja dia " Ucap brian mirik karin.
Karin takut dan hanya menundukkan kepala nya saja, dia benar - benar ketakutan jika dia benar di bunuh oleh brian ataupun mama nya.
" Kalian cepat selamatkan menantu ku, kasihan marvel dia rewel terus dari semalam makanya tadi mama bawa marvel kerumah ini,sementara biar tinggal sama mama. Mertua mu juga sebentar lagi sampai sini , dia tidak jadi pulang karena arumi belum di temukan " Ucap mama asti.
" Baik ma " Jawab brian .
********
__ADS_1
"Buka pintu nya.. Buka... !! Hubby tolong buka pintu nya aku mau keluar. !!" Teriak arumi dari dalam kamar tempat dia di sekap.
Saat arumi terbangun dia sudah berada di ruangan yang asing dan pintu nya pun terkunci. Arumi terus menjerit - jerit. Namun tidak ada satu orang pun yang datang untuk membukakan pintu.
Brakkk
Braakk
Arumi terus memukul pintu agar di buka, benar saja usaha nya tidak sia - sia karena pintu terbuka dan arumi terkejut siapa orang yang membuka pintu.
" Kak laura" Seru arumi.
Laura tersenyum sinis ke arah arumi, dia memandang arumi dari atas sampai bawah. Arumi masih terlihat rapi dan baju nya pun masih utuh tidak ada yang sobek atau pun rusak.
* Ternyata andra benar belum memakai arumi * Gumam laura dalam hatinya.
" Kenapa ? kaget melihat aku ada disini ?" Tanya laura dengan sinis.
" Kak laura juga ada disini ? Kita ada dimana ini kak ? dan kenapa pintu kamar tadi di kunci ? Mana marvel dan brian kak ?" Tanya arumi secara beruntun.
Arumi belum menyadari jika laura dan andra sudah menculik nya.
" Apa ? Kamu tanya brian dan anak mu ? Hahahaha " Laura tertawa dengan keras.
" Kak ini ada apa ?" Tanya arumi.
" Aoww... sakit kak !! " Ringis arumi.
" Dengar baik - baik adik ku yang malang. Kamu saat ini berada jauh dari kota, dan suami tercinta mu itu tidak akan bisa menemukan mu. Dengan begitu dia akan menjadi gila dan hancur karena istri tercinta nya tidak dapat di temukan " Seru laura dengan lantang.
Deg..
Arumi baru menyadari jika saat ini dia ada dalam tempat penyekapan. Ternyata kakak nya sama sekali tidak berubah, penyesalan dan kebaikan yang selama ini dia tunjukan adalah sebuah kebohongan belaka.
" Kak... maksud kak laura apa ?" Tanya arumi memperjelas semua nya.
" Apa perlu aku katakan lagi ? Baiklah karena aku baik hati akan aku katakan , kamu saat ini ada di sebuah desa yang sangat jauh dari kota dan sebentar lagi kamu akan menikah dengan andra. Sebelum kamu menikah aku akan menyiksa mu " Ucap laura dengan serius.
Apa ?
Menikah ?
Arumi semakin tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, dia akan menikah ? Dengan siapa? Bahkan dia sudah bersuami ?
" Jangan gila kak laura !!" Bentak arumi membuat laura semakin menarik rambut arumi sampai arumi kesakitan bahkan sudah ada rambut arumi yang terlepas.
" Iya aku memang gila dan kamu penyebab aku gila !! Lihat saja arumi, aku akan membuat hidup mu seperti di neraka. Tak akan aku biarkan kamu hidup bahagia dengan brian, aku benci brian... aku benci brian !! Gara - gara dia aku di buang di pulai terpencil bahkan aku sudah seperti piala bergilir !!" Teriak laura dengan lantang.
__ADS_1
" Kakak sendiri yang menjadikan diri kakak piala bergilir. Bukan nya itu memang pekerjaan kakak kan ? Jangan menyalahkan orang lain kak, aku selama ini diam saja bukan aku tidak tahu dengan kelakuan kakak. Bahkan kakak gagal menikah pun aku tahu, jangab berpura - pura lagi kak. Sekali murahan tetap saja murahan " Ucap arumi penuh keberanian.
Laura langsung melepaskan tarikan rambut arumi, kini dia beralih di depan arumi.
Plakk
Plakk
Dua tamparan mendarat di pipi arumi, dengan senyum penuh kemenangan laura menatap sinis arumi.
" Ini balasan untuk adik tidak tahu diri seperti mu. Silahkan kamu teriak karena tidak akan ada yang menolong mu " Ucap laura dengan amarah yang sudah memuncak.
Andra memang sedang tidak ada di rumah itu, tepat nya andra ada di ruangan bawah tanah sedang berlatih dan menyiapkan segala nya. Bagaimana pun andra tetap mengantisipasi untuk hal - hal yang tidak di ingin kan.
" Ruangan ini kedap suara dan tidak ada suami mu di sini " Ucap laura.
" Suami ku memang tidak ada disini tapi hati nya ada disini" Tunjuk arumi ke arah dadanya.
" Cihh...percaya diri sekali kamu. Buktinya dari semalam sampai hari ini suami mu tidak menemukan mu. Atau jangan - jangan suami mu memang sudah tidak perduli lagi dengan mu. Hanya anak mu saja yang dia perdulikan ..Hahaa... kasihan sekali kamu arumi " Seru laura tertawa dengan keras.
Arumi pun langsung terdiam, dia memikirkan apa yang di katakan laura. Apa benar jika suami nya tidak perduli dengan nya dan hanya menginginkan anak nya saja.
" Aku percaya suami ku akan datang menolong ku " Jawab arumi dengan santai.
" Wanita tidak tahu diri " Seru laura dan mengangkat tangan nya namun dengan sigap arumi menangkap tangan laura.
Dan...
Bughh....
Arumi menendang perut laura cukup kuat sampai laura terpental dan menghantam lemari. Laura meringis kesakitan karena tendangan arumi.
" Aku memang diam kak , dan aku tidak melawan mu. Tapi kali ini aku tidak mau mengalah lagi,sini kak bangun lawan aku. Sekarang kita bukanlah saudara lagi tapi kini kita menjadi musuh kak.. Ayoo bangun kak lawan aku !! " Teriak arumi dengan lantang.
" Lawan aku LAURA.... !!!! "
Plaak
Plakk
**********
Laura sudah membangunkan singa yang tertidur. Sebentar lagi habis kau laura.
LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1