
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞
" Kenapa berhenti disini kak? " Tanya mita saat tomi menghentikan mobil nya di sebuah taman.
Tomi sengaja menghentikan mobil nya di sebuah taman karena dia ingin bicara sesuatu kepada mita. Saat ini jantung tomi berdetak semakin tidak karuan, berasa mau copot.
" Hemmm... turun yuk " Ajak tomi.
Hahhh... ?
" Kak tomi ngajak aku turun ? Terus kita mau kemana ?" Tanya arumi heran.
" Sudah ayok ikut saja ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. " Ucap tomi memaksa.
" Tapi kak ini sudah jam 10 malam, aku tidak mau pulang kemalaman. Kalau kakak mau membicarakan sesuatu katakan saja disini " Ucap mita lagi.
Haaaahhh..
Tomi membuang nafas dengan berat, seperti nya apa yang di katakan mita ada benar nya juga. Memang sudah malam dan tidak baik untuk wanita di luaran sampai malam begini.
" Mita ... aku mencintaimu " Ucap tomi langsung mengutarakan isi hati nya sebelum menjalankan mobil nya.
" Mau kah kamu menjadi pacar ku ?" Tanya tomi dengan serius.
Apa ?
Kak tomi menambak ku ? Kak tomi mengutarakan isi hati nya kepada ku.
Mita hanya bengong namun sibuk dengan fikiran nya sendiri , banyak pertanyaan dalam benak nya yang ingin dia tanyakan kepada tomi. Namun dia bingung harus mulai darimana.
" Mit..mita.. kenapa kamu diam ? " Tanya tomi.
" Ehh...kak eemm... tadi kak tomi serius ?" Tanya mita memastikan.
" Saya serius Mita seru "Tomi dengan tenang.
Mita tampak diam saja karena dia juga bingung harus menjawab bagaimana ungkapan hati tomi yang membuat nya syok dan berdebar. Namun dalam hati nya mita memang mencintai dan menyukai tomi.
" Apa itu bener Serius Kak Mita hanya takut Kak Tomi hanya mempermainkan perasaan Mita saja." Ucap mita serius.
__ADS_1
" Aku serius Mita apa perlu kamu membelah dadaku" Ucap tomi sambil memandang mita dengan lekat.
Mita menggelengkan kepalanya lalu tersenyum manis kepada Tomi. Mita sangat bahagia akhirnya apa yang selama ini dia inginkan diucapkan oleh Tomi.
" Mita mau menjadi pacar ak Tomi jangankan cuman pacar menjadi calon istri kak Tomi pun minta mau bila perlu kita menikah besok kak" Ucap mita sambil terkekeh.
" Kamu serius Mita mau menjadi istriku?" Tanya tomi .
" Aku serius kak bila perlu 7 rius deh." Jawab mita singkat.
" Berarti malam ini kita deal ya kita sudah pacaran" Ucap tomi serius.
" Iya Kak deal " Ucap mita singkat.
Tomi pun menghidupkan mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan Mita pulang ke kontrakannya. malam ini Mita dan Tomi resmi berpacaran dan mereka saling tersenyum bahagia.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit mobil Tomi berhenti tepat di depan kontrakan Mita. Mita pun turun dari mobil dan langsung masuk ke kontrakannya sebelumnya dia juga sudah berpamitan kepada Tomi.
*******
Siang ini Karin dan bayi nya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit anak buah Brian sudah menjemput Karin dari setengah jam yang lalu. Karin dibawa pulang ke rumah utama tepatnya di Pendopo belakang rumah utama Brian.
" Mbak Karin biar saya bawakan saja tasnya" Ucap pelayan rumah brian.
" Iya sama-sama mbak Karin kalau perlu apa-apa jangan malu-malu untuk bicara sama saya atau pelayan yang lainnya ya mbak" Ucap pelayan dengan ramah.
" Iya Mbak terima kasih" Jawab karin singkat.
Karen pun sudah masuk ke dalam kamarnya bersama bayinya pelayan yang tadi mengikutin Karin pun sudah keluar dari kamar Karin. terima memperhatikan bayinya, dan bayi itu sangat mirip sekali dengan Andra sang ayah bayi.
" Maafkan Mama ya na kamu terpaksa lahir tanpa adanya seorang ayah tapi mama janji suatu saat nanti kamu pasti akan bahagia itu bersama mama. Mama tidak tahu Sekarang papamu ada di mana entah dia masih hidup atau dia sudah mati Mama tidak tahu dan mama tidak mau menanyakannya kepada Tuhan Brian karena hal itu pasti akan menyakitkan" Ucap karin sambil mengusap kepala anak nya.
" Jadilah anak yang kuat dan pribadi yang baik ya nak" Ucap karin lalu mencium pipi anak nya.
Karin teringat pertemuannya dengan dokter Yudi di rumah sakit. Karin tidak mau lagi berurusan dengan dokter Yudi apalagi orang tua dokter Yudi. orang tua dokter Yudi sangat menentang hubungan Karin dan dokter Yudi.
* Kenapa Mas Yudi ada di rumah sakit itu, apa dia memang sudah bertugas di rumah sakit itu. Ini tidak bisa dibiarkan aku tidak boleh bertemu dengannya lagi* Gumam karin dalam hati nya.
Tok Tok Tok
Pintu kamar Karin diketuk dari luar oleh seseorang.
" Masuk saja pintunya tidak dikunci" Seru karin dari dalam .
" Mbak Karin ini saya bawakan makan siang untuk Mbak Karin. Mbak Karin kan baru saja melahirkan harus banyak makan makanan yang bergizi agar air ASI Mbak Karin mengalir dengan bagus. " Ucap pelayan dengan ramah.
__ADS_1
" Terima kasih mbak sebenarnya tidak perlu diantar segala nanti kalau lapar Karin pasti mengambil sendiri ke dapur , kalau begini kan merepotkan mbak maaf ya mbak. Oh ya mbak apa Nyonya Asti sudah pulang?" Tanya karin.
" Nyonya belum pulang mbak , sudah ya ini makanannya saya letakkan di sini segera dimakan mumpung masih hangat. Dan sama sekali tidak merepotkan saya ataupun yang lainnya mbak . Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling tolong-menolong. Oh iya Mbak anaknya cakep banget loh mau dikasih nama siapa mbak ?" Tanya pelayan dengan lembut sambil memegang pipi anak karin.
Karin hanya menggeleng karena dia memang belum tahu mau dikasih nama siapa anaknya itu , dia sama sekali belum menyiapkan nama untuk anaknya.
" Belum tahu mbak saya belum kepikiran apa mbak punya stok nama yang bagus.?" Tanya karin sambil tersenyum.
" Loh kok malah nanya saya sih mbak saya mana tahu nama-nama yang bagus hehehe " Ucap pelayan dengan senyum ramah nya.
" Gehehee iya juga ya mbak" seru Karin terkekeh .
Pelayan itu pun keluar dari kamar Karin dan kembali lagi ke dapur untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat tertunda. Sebenarnya dia juga sangat kasihan sama Karin , karena Karin selama ini hanya hidup seorang diri tanpa adanya suami.
" Akan aku kasih nama siapa anak ini ya aku sendiri saja bingung" Gumam karin.
" Kamu sangat mirip sekali dengan papa mu nak, berdoa saja ya nak siapa tahu suatu saat nanti kamu bisa bertemu dengan papamu. " Ucap karin lagi.
Di tempat lain saat ini Arumi dan Bryan sedang menikmati masa liburannya , berhubung hari minggu jadu arumi dan brian tidak di sibukkan dengan pekerjaan nya.
" Hubby ,, apakah kita jadi ke kampung ?" Tanya arumi sambil bergelanyut manja di lengan suami nya.
" Iya sayang.. kamu kapan bisa nya ?" Tanya brian .
" Hemmm... selesai magang saja ya sayang, selesai magang nanti ada waktu seminggu untuk libur " Jawab arumi.
" Hemmm... Sayang jangan gerak-gerak lagi dong lihat tuh yang di bawah sudah bangun lagi" Seru brian sambil menahan sesuatu yang sudah kembali berontak.
Arumi hanya melongo karena baru setengah jam yang lalu mereka melakukannya. Padahal hari suda siang bolong tapi brian dan arumi masih bergelut di kamarnya. Brian benar-benar tidak membiarkan Armi turun dari ranjang, jangankan turun dari ranjang memakai baju pun tidak dibiarkan.
" Hubby ah... " Arumi kembali menikmati permainan brian.
" Kamu cukup menikmati saja sayang, kalau kamu lelah Biarkan saya yang bekerja. jangan ditahan-tahan keluarkan saja suaramu aku lebih menyukaimu apa adanya" Ucap brian kembali melancarkan aksi nya.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya saja sembari memejamkan matanya dan menikmatin segala sentuhan dan permainan yang diberikan oleh Bian. Brian memang luar biasa, padahal mereka bermain sudah dari 4 jam yang lalu dan hanya berhenti sesaat saja.
" Hubby... hubby... aah" Racau arumi dengan serak.
Brian terus mengerjakan tugas nya dan tidak memperdulikan racauan yang keluar dari mulut arumi. Itu semua justru membuat brian semakin bersemangat untuk terus dan terus berolah raga.
********
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️❤️
TERIMAKASIH. 🙏❤️❤️❤️
__ADS_1