
.
.
.
.
ππππππππ
Andra benar datang menemui Sabrina di rumah yang sudah mereka janjikan. Andra datang dengan senyum cerah nya karena dia sudah merencanakan sesuatu untuk sabrina.
" Sayang ternyata kamu datang juga ?" Seru sabrina dengan suara di buat manja.
" Aku kan sudah berjanji untuk menemui mu sudah pasti aku akan datang. Aku haus bisakah kamu membuatkan ku minuman yang menyegarkan " Seru Andra sambil mengusap pipi lembut Sarina.
" Tumben kamu minta buatkan minuman segar, biasa nya minum alkohol. ?" Tanya Sabrina.
" Aku haus sayang, kamu kan tahu aku habis perjalanan jauh karena menyembunyikan anak itu. Alkohol itu nanti pasti aku minum sebelum aku melahap mu. Oh iya apa kamu sudah meminta tebusan kepada brian ? " Tanya Andra lagi.
" Aku belum menghungungi nya, nanti setelah permainan panas kita, aku akan menghubungi brian dan arumi. Kamu tunggu disini ya, aku akan membuatkan minuman segar untuk mu. Malam ini rumah sengaja aku kosongkan hanya ada kit berdua , agar malam panjang kita tidak akan ada yang mengganggu. " Ucap Sabrina menberitahu alasan jik rumah ini terasa lebih sepi.
Andra hanya mengangguk dan tersenyum penuh makna sambil memandang Sabrina yang berjalan menuju dapur untuk membuatkan Andra minuman segar sesuai dengan yang diminta oleh Andra.
" Ini minuman nya sayang. Dan ini buat aku" Seru sabrina lalu duduk di samping Andra.
Sabrina yang memang sudah mengenakan pakain seksi membuat Andra hanya menelan saliva nya sendiri. Bagaimana tidak, baju transparan yang di pakai sabrina membuat bagian - bagian terlarang nya terekspose dengan jelas.
" Sayang apa ada makanan yang bisa untuk mengganjal perut ku ?" Tanya Andra beralasan.
" Kamu belum makan sayang ?" Tanya Sabrina dengan heran.
" Belum dan mana bisa kita bermain dengan keadaan perut ku lapar begini" Ucap Andra pura - pura sambil mengusap perutnya.
" Kalau makanan seperti nasi dan lauk pauk tidak ada sayang,tapi ada kue. Apa kamu mau kue ?" Tanya Sabrina.
" Boleh daripada tidak ada sama sekali " Ucap Andra dengan senyum licik.
Sabrina ke dapur dan mengambil kue untuk Andra. Saat sabrina ke dapur Andra memasukan sesuatu kedalam minuman milik Sabrina.
__ADS_1
* Dengan begini aku akan mendapatkan apa yang sudah kamu ambil dari ku. Dasar wanita ular , wanita licik * Gumam andra dalam hatinya.
" Ini sayang " Seru Sabrina sambil meletakkan satu piring cake.
" Terimakasih sayang " Jawab Andra pura - pura bersikap manis.
Sabrina tersenyum lalu dia mengambil minuman nya dan meneguk nya sampai habis. Melihat Sabrina meminum minuman itu sampai tandas, membuat Andra tersenyum senang.
" Satu... Dua.. Tiga.. " Seru Andra dengan pelan.
Tiba - tiba Sabrina merasakan pusing yang luar biasa dan dia pun mengantuk. Padahal dia tadi sore sudah sempat tidur sambil menunggu Andra tetapi kenapa malam ini justru dia mengantuk.
" Kamu kenapa sayang ?" Tanya andra pura- pura perduli.
" Kepalaku pusing dan aku mengantuk sayang " Jawab sabrina sambil memegangi kepala nya yang terasa sakit dan mulut nya pun terus menguap.
Andra tadi memasukan obat tidur kedalam minuman Sabrina dengan dosis tinggi sanpai kepala sabrina terasa pusing yang luar biasa.
* Bagus..obat itu sudah bekerja dengan maksimal. * Gumam Andra dalam hatinya
" Baiklah sayang kita ke kamar saja yuk, aku justru tidak tahan lagi untuk segera bermain dengan mu " Bisik Andra di telinga Sabrina.
Sabrina hanya mengangguk pelan , candra membimbing sabrina masuk ke dalam kamar. Tidak lupa candra mengeluarkan sesuatu dari balik kemeja nya yang sedari tadi dia sembunyikan.
Andra harus bergerak cepat sebelum Sabrina benar - benar terlelap . Bahkan efek obat itu akan bertahan sampai besok siang.
" Aku mengantuk,apa yang ingin kamu minta " Seru sabrina dengan mata yang sudah terpejam.
" Aku butuh tanda tangan mu untuk kerja sama dengan perusahaan teman ku, berhubung sekarang kamu sudah menjadi CEO di perusahaan ku jadi semua harus denga tanda tangan mu.." Ucap Andr busuk.
Andra langsung membuka lembar demi lembar kertas yang harus di tanda tangani oleh Sabrina. Dengan sabar andra membimbing Sabrina menandatangai semua lembar demi lembar kertas putih yang sudah lama di persiapkan oleh andra.
Setelah selesai menandatangani berkas milik Andra, Sabrinapun langsung terlentang di atas kasur. Bahkan area sensitif nya terlihat karena pakaian yang di kenakan sabrina tersingkap ke atas.
" Gila dia hanya memakai pakaian tipis ini tanpa mengenakan pakaian dalam lagi. Kalau aku tidak ingin berubah untuk lebih baik, sudah pasti malam ini dia akan aku garap sampai pagi. Tapi aku tidak seperti Andra yang dulu lagi. Hemm... Semua berkas ini sudah dia tanda tangani dan semua yang aku miliki sudah kembali di tangan ku lagi. Dulu kamu mendapatkan nya dengab cara curang , aku pun mengambilnya kembali dengan cara yang lebih curang." Seru Andra sambil memandangi tubuh Sabrina.
Andra melepas pakaian Sabrina dan melemparnya ke sembarang arah. Saat ini sabrina sudah polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh nya. Dengan begitu andra langsung mengambil foto Sabrina sebanyak mungkin dan dengan gaya yang berbeda - beda. Sudah seperti foto model,sabrina tidur pulas di foto oleh andra dan andra pu yang menentukan gayanya.
" Dengan begini kamu tidak akan bisa berkutik lagi Sabrina, hemm... tunggu saja malam ini kamu pasti akan mersakan malam panjang mu seperti yang kamu harapkan. Tapi bukan dengan ku, kamu akan bermain dengan tukang kebun mu sendiri..Haaa... hahaaa beruntung tadi saat datang aku bertemu dengan dia saat dia mau pulang " Seru andra denga senang.
__ADS_1
" Kamu masuklah" Seru Andra.
Dan masuklah lak gito seorang perjaka Tua yang belu pernah menikah , dan saat ini usia nya sudah 40 tahun. Kulitnya gelap dan wajah nya juga menghitam karena sering terpapar sinar matahari dan tubuh nya yang gembul dan pendek membuat dia sering di panggil si boncel oleh teman - teman nya.
" Tuan kenapa Non sabrina tidak memakai baju ?" Tanya gito tidak paham.
" Tidak perlu banyak tanya, sekarang kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan kepadanya. Dia tidak akan terbangung dan kamu bebas melakukan nya sampai pagi. " Ucap andra dengan serius.
" Benera tuan ? Saya bisa menikmati tubuh seksi dan putih mulus itu secara gratis ?" Tanya gito.
" Lakukanlah sebelum aku berubah fikiran, dan aku akan memvideo dari sini " Seru Andra sinis.
Tanpa menunggu lama Gito pun langsung melepaskan pakaian nya sampai tak tersisa. Padahal seharian gito juga belum mandi, entah sudah bau seperti apa keringatnya karena seharian membereskan taman.
" Akhirnya aku bisa meniduri majikan ku yang sombong, sudah lama aku menantikan saat seperti ini " Ucap gito sambil menciumi tubuh Sabrina dengan meninggalkan bekas merah nya.
Semua kejadian di rekam dan di saksikan langsung oleh andra.
Gito mulai menciumi milik Sabria sampai sabrina mengeliat tapi tetap saja di tidak bangun.
" Ahhhh.... " Suara gito terdengar merasakan keenakan,karena kini sudah terbenam di dalam sana.
Dengan agresif dan liar nya gito terus menggarap Sabrina. Meskipun mata sabrina terpejam dia juga menimmati permainan yang di berikan oleh gito. Andra sendiri kini duduk sambil merekam semua kejadian yang ada di hadapan nya.
* Pria ini benar - benar gila, sudah berapa kali saja dia sampai puncak tapi tidak lelah juga. Sabrina juga sangat bodoh * Gumam andra dalam hatinya.
Dalam keadaan mata terpejam dengan setengah tidur sabrina pun bisa merasakan puncak permainan sampai 3 kali. Setelah dua jam bermain gito pun kelelahan dan langsung berbaring di samping sabrina sambil memeluk sabrina dengan erat.
" Sekarang kamu boleh pergi " Ucap andra setelah mematikan rekaman videonya.
" Iya Tuan,terimakasih sudah memberikan saya kesempatan bermain dengan Non sabrina... Lain kali jika membutuhkan ku cari saja saya Tuan " Ucap gito sambil tersenyum lebar.
" Hemmmm....." Jawab andra hanya berdehem saja.
Gito keluar dari kamar sabrina dengan wajah sumringah nya karena sudah mendalatkan apa yang selama ini dia inginkan.
*******
Rate bintang 5 nya kak πβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1
LIKE,KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA πβ€οΈ
TERIMAKASIHπβ€οΈβ€οΈ