
.
.
.
💞💞💞💞💞
" Kenapa kamu tidak bilang jika kamu hamil ? apa kamu sengaja ingin menyembunyikan kehamilan mu dari ku ? Haahhh ... !!" Sentak brian.
Sedari tadi bagas dan tomi ada di luar kamar rawat arumi , mengintai brian. Mereka takut jika brian akan menyakiti arumi karena kehamilan nya. Saat brian meninggalkan ruangan bagas tadi mereka langsung mengikuti brian.
" Saya tidak bohong tuan. Saya juga baru tahu kalau saya hamil. " Jawab arumi takut - takut.
" Jaga kehamilan mu. Kalau terjadi apa - apa dengan bayi itu aku tidak akan memafkan mu. " Ucap brian
Di luar bagas dan tomi saling beradu pandang, mereka seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
" Seperti nya brian menerima kehadiran bayi dalam kandungan arumi " Ucap tomi.
" Mereka itu sebenar nya saling mencintai, tapi gengsi untuk mengungkapkan nya. Apalagi si pria kulkas dingin itu, sudah jelas - jelas dia jatuh cinta tapi tidak mengakui nya. Dasar kulkas " Ucap bagas.
Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan ruang perawatan arumi.
Arumi dan brian di dalam sana saling diam, mereka bingung apalagi yang ingin mereka bicarakan. Tidak ada bahan pembicaraan lagi brian pun memilih pergi dari ruangan arumi.
" Aku keluar dulu. Jika perlu apa - apa panggil perawat pakai alat ini " Seru brian.
" Iya tuan " Jawab arumi singkat.
Brian lalu keluar dan meninggalkan arumi sendirian, dia memilih naik ke atas gedung rumah sakit dan duduk di sana sambil menyalakan rokok nya. Saat keluar dari kamar arumi suasana di luar sudah gelap dan memang sudah pukul tujuh malam.
Brian masih bingung dengan perasaan nya kepada arumi, trauma soal cinta di masa lalu membuat brian seakan tidak percaya dengan yang nama nya cinta.
" Kalau kamu mencintai nya akui saja, jangan kamu mengakui disaat dia sudah pergi meninggalkan mu. " Ucap bagas yang datang secara tiba - tiba dan sudah duduk di samping brian.
Tomi tidak ikut karena dia masih ada urusan yang harus tomi kerjakan.
__ADS_1
Urusan yang lebih penting dari segala - gala nya.
" Mana tomi ?" Tanya brian mencoba mengakihkan pembicaraan.
" Tidak usah mengalihkan pembicaraan " Seru bagas.
Brian diam kembali sambil melihat kelangit yang gelap. Pandangan nya terus melihat ke atas seperti ada sebuah jawaban di atas sana.
" Aku masih takut untuk mencintai wanita gas. Dua kali gagal menikah dan di khianati membuat aku muak dengan yang nama nya cinta. Cinta hanya kata kiasan yang bisa membuat hidup ku hancur, karena cinta hidup ku menjadi seperti ini. " Seru brian.
" Seperti nya arumi wanita yang tepat untuk mu bri, dia wanita yang baik. Tidak perduli kamu itu siapa, apa pernah dia meminta kamu membelikan sesuatu barang yang mewah. Seperti perhiasan, berlian atau yang lain nya? Tidak kan ?" Ucap bagas mencoba menasehati brian karena sepertinya mood brian sedang baik.
Brian menggelengkan kepala nya, dia membenarkan ucapan bagas jika arumi wanita yang berbeda dan tidak banyak menuntut.
*****
Dua hari arumi di rawat di rumah sakit, dua hari pula brian selalu menemani arumi di rumah sakit. Selama dua hari ini brian sudah mulai bersikap lembut kepada arumi dia tidak membentak atau pun memarahi arumi.
" Siang ini kamu sudah boleh pulang. " Ucap brian.
" Iya om " Jawab arumi singkat
Saat arumi dan brian saling diam tiba - tiba pintu ruangan arumi di rawat terbuka dan masuk sepasang wanita dan pria paruh baya yang selama ini ingin brian hindari karena jika bertemu selalu menikah dan cucu yang mereka tanyakan.
" Mama , papa " Seru brian kaget melihat kedatangan orang tua nya secara tiba - tiba.
* Pasti ulah si adik sialan tomi * Gerutu brian kesal.
Mendengar brian memanggil mama dan papa pada orang yang baru saja datang membuat arumi terkejut. Karena yang datang adalah mama dan papa brian, arumi takut jika mereka datang untuk menyakiti dirinya dan calon anak nya.
" Hallo sayang kamu apa kabar ?" Seru mama brian sambil berjalan ke arah arumi lalu memeluk arumi dengan hangat.
" Apa kandungan mu baik - baik saja ? apa si pria dingin ini menyakitimu ?" Tanya mama brian.
Arumi hanya bengong sambil menggekengkan kepala nya dia tidak menyangka jika mama brian menyambut nya dengan sangat hangat dan ramah.
" Kenapa kamu menikah tidak bilang - bilang, bahkan istri mu hamil pun kamu tidak mengabari orang tua mu dasar anak durhaka. Mau kamu aku kutuk jadi batu ?" Seru mama brian.
__ADS_1
" Aku tidak bilang juga mama dan papa tahu sendiri. Karena mata - mata kalian selalu ada bersama ku, jadi apa pun yang aku lakukan pasti dia akan melaporkan kepada kalian " Seru brian datar.
Papa brian hanya menatap kelakuan ibu dan anak yang sedang berdebat itu. Papa brian memang tidak banyak bicara, sifat nya tidak jauh beda dengan brian.
*****
Arumi sudah berada di apartemen brian , orang tua brian juga ikut ke apartemen dan akan bermalam di apartemen brian.
" Mama papa menginap di rumah sama tomi saja, disini sempit tidak ada kamar lagi." Ucap brian tidak suka saat mama nya bilang akan menginap.
" Hai... kamar di apartemen ini ada dua. Satu kalian tempati dan satu untuk kami. Kalian kan sudah menikah jadi kalian tidur bisa seranjang, apalagi saat ini arumi sedang hamil kamu harus menjaga nya " Ucap mama brian.
" Terserah kalian saja !!" Ucap brian lalu pergi keluar dari apartemen.
Kini tinggal arumi bersama kedua orang tua brian, papa brian memilih masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Mama brian dari awal tomi mengirim foto pernikahan brian dan arumi , dia sudah mengetahui jika wanita pilihan brian tidak salah.
" Arumi kamu mau makan apa nak ? Biar ibu masak untuk kamu ?" Tanya mama brian.
" Tidak perlu repot - repot tante, aku belum lapar. Nanti kalau lapar biar saya masak sendiri. Tante istirahat saja, pasti tante capek." Ucap arumi memanggil mama mertua nya dengan sebutan tante.
" Jangan panggil tante dong aku kan mama mertua mu, mama nya brian jadi aku juga mama kamu. Masak mama mertua di panggil tante tidak sopan dong " Seru mama brian.
Arumi menanggapinya dengan senyum ramah nya, dia sangat senang di pertemukan dengan orang sebaik mama brian. Mama brian juga orang nya humbel dan tipe wanita yang banyak bicara jadi di saat berdua seperti ini tidak akan canggung.
l
" Mama mau arumi buatkan teh atau kopi ?" Tanya arumi
" Tidak nak.. kamu sedang hamil muda jadi lebih baik kamu diam saja atau kamu masuk kamar dan istirahat saja nak biar badan mu segar dan tidak gampang capek.
Arumi menggelengkan kepala nya, dua hari di rumah sakit sudah terus - terusan berbaring justru membuat badan nya sakit semua karena kurang gerak.
******
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA. SERTA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤
__ADS_1