Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Masakan brian


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Mama asti datang ke apartemen menemui arumi untuk membicarakan tentang ketua baru di beruang putih. Mama asti tetap meminta arumi menggantikan nya, tidak harus sekarang juga tapi menunggu arumi sudah melahirkan dan siap.


" Mama sangat berharap kamu bisa menggantikan mama, karena tidak ada orang lain yang mama percaya selain kamu sayang. Suami mu menyerahkan semua keputusan kepada mama " Ucap mama asti serius.


" Tapi ma, arumi tidak tahu apa - apa soal yang begituan. Arumi tidak bisa bela diri ma " Arumi terus menolak dengan cara yang halus.


" Soal itu gampang setelah kamu melahirkan kamu bisa belajar bela diri. Mama sendiri yang akan mengajarkan mu. Dulu mama juga tidak bisa apa - apa tetapi kakek brian lah yang menjadikan mama sampai seperti ini. Kamu harus yakin dengan kemampuan kamu, tidak ada yang tidak mungkin kalau kamu mau berusaha " Ucap mama asti terus menyakinkan arumi.


Arumi bingung, dia sama sekali tidak tertarik dengan dunia mafia seperti itu. Apalagi dia bertahan hanya sampai anak yang di kandung nya lahir, setelah itu dia akan meminta cerai dan menjauh dari kehidupan brian. Tapi permintaan mama asti menjadi dilema untuk nya, mama asti wanita yang baik dan penyayang.


" Maaf ma.. arumi tidak bisa memberi kepastian sekarang. " Jawab arumi.


" Mama akan sabar menunggu jawaban siap darimu Sayang " Seru mama asti sambil membelai rambut arumi yang lurus dan wangi.


Arumi tersenyum dan mengangguk, hati nya saat ini benar - benar bingung. Haruskah dia menerima tawaran dari mama mertua nya dan tetap bertahan di samping brian. ?


" Bagaimana kabar calon cucu mama di dalam sini? Dia baik - baik saja kan? Apa ada makanan yang kamu inginkan ?" Tanya mama asti sambil mengusap perut arumi yang masih rata.


" Alhamdulillah baik dan sehat ma. Tapi, emmh.... " Arumi menjeda ucapan nya karena malu untuk mengatakan kepada mama mertua nya.


" Ada apa sayang ? katakan sama mama ?" Seru mama asti lembut.


" Sudah dari kemarin aku menginginkan makan ayam semuar ma. " Ucap arumi jujur sambil menundukkan kepala nya karena malu.


Mama asti tersenyum mendengar penuturan arumi , dia bisa memaklumi keinginan menantu nya yang lagi hamil itu.


" Kenapa tidak bilang sayang ? Ada brian dia bisa kamu suruh membelikan di restoran atau mau mama masakin, sekarang ?" Seru mama asti antisius.


Arumi mengigit bibir bawah nya sambil menggelengkan kepala nya. Karena bukan soal beli membeli masalah nya ada hal lain yang dia inginkan.


" Kenapa ?" Tanya mama asti heran.


" Emhh... aku mau ayam semur masakan tuan brian ma " Jawab arumi jujur.


Mama asti tertawa lebar mendengar pengakuan dari sang menantu. Ternyata menantu nya mengidam masakan dari brian, mama asti tahu bagaimana rumah tangga brian dan arumi jadi dia tahu pasti arumi takut dan sungkan untuk meminta langsung kepada brian.

__ADS_1


" Jadi calon cucu ku ini menginginkan makanan masakan Papa nya? Pintar banget calon cucu oma, masih dalam.perut sudah bisa membuat papa nya menderita. Hahaaa... baiklah sayang kamu tenang saja biar mama yang meminta brian untuk memasak nya " Seru nama asti masih terus tertawa.


" Jangan ma ! Nanti tuan brian marah " Seru arumi takut.


" Kamu tidak perlu takut, yang di dalam perut nya itu anak nya. Kalau dia tidak mau mama akan pecat dia jadi anak" Seru mama Asti.


Mama asti dan arumi keluar dari kamar dan menghampiri brian dan papa nya yang sedang bermain catur di ruang tengah.


" Brian ! Saat ini anak kamu menginginkan masakan dari tangan kamu. Iya arumi mengidam ayam semur buatan kamu, sekarang juga kamu masak untuk dia " Ucap mama asti langsung.


Hah , memasak ?


Ayam semur ?


Brian langsung melongo dan memandangi arumi dari atas sampai bawah. Dia sendiri masuk dapur saja jarang, apalagi di suruh masak mana dia bisa ?


" Brian tidak bisa masak ma ?" Seru brian mencoba menolak nya.


" Harus bisa, ini untuk anak mu. Kalau tidak kamu turuti anak mu akan ileran, apa kamu mau anak kamu ileran ? " Ucap mama asti setengah marah.


" Ma.. tidak apa - apa kalau Tuan brian tidak bisa. Arumi nanti beli saja atau masak sendiri. " Ucap arumi.


" Nah tuh mama dengar arumi saja tidak masalah kalau aku tidak bisa. Kenapa mama memaksa ?" Seru brian.


Melihat perdebatan antara Istri dan anak nya membuat tuan alexander punya ide untuk ikut membantu mewujudkan ngidam nya sang menantu.


Mama asti tahu apa maksud dari kedipan mata dari suami nya, dia pun mengikuti permainan sang suami.


" Iya benar pa, jadi anak itu nanti tidak akan mengenali brian sebagai papanya " Seru mama asti.


Brian langsung menatap mama dan papanya, seakan dia terpengaruh dengan perkataan orang tua nya itu.


* Enak saja ! Dia benih ku ya harus mengenali aku sebagai papanya dong, kenapa tidak mengenali ku. Pokok nya anak itu harus mengenali ku tidak boleh tidak * Gumam brian.


" Baiklah brian akan memasak, tapi kasih tahu apa saja yang harus brian siap kan. Brian tidak mau anak itu ileran apalagi tidak mengenali brian sebagai papa nya, enak saja mau dibawa ke luar negeri, terus brian sama arumi bagaimana ? Brian yang menanam benih mama sama papa yang mau merawat nya. Oh tidak bisa " Gerutu brian.


Ada getaran dalam hati arumi saat brian mau memasak untuk nya, apalagi brian mengatakan jika anak itu harus mengenal nya sebagai orang tua nya.


" Apa di dapur ada bahan - bahan nya sayang ?" Tanya mama asti.


" Ada ma, kemarin arumi sudah beli " Jawab arumi.


Brian dan mama nya langsung ke dapur, di ikuti arumi dari belakang. Setelah sampai dapur mama asti membantu brian menyiapkan peralatan dan bumbu - bumbu yang akan di gunakan.

__ADS_1


" Nah ini alat - alat nya sudah ada dan semua bumbu sudah ada tinggal kamu memasak nya. " Ucap mama asti.


" Untuk takaran nya bagaimana ma ?" Tanya brian bingung.


" Terserah kamu. Kamu kira - kira saja sesuai selera kamu atau kamu bisa melihat takaran nya dari video tutorial memasak di ponsel kamu. Pokok nya harus yang enak biar anak kamu senang. " Seru mama asti.


* Huhhf...dasar menyusahkan saja. Wanita hamil ada - ada saja yang diminta. Beruntung cuma memasak bagaimana kalau aku di suruh memanjat pohon kelapa atau pohon mangga yang tinggi. * Gumam brian dalam hati nya.


Brian mulai kegiatan memasak nya, pertama dia mencuci ayam dengan menggunakan jeruk nipis lalu di tiriskan. Selanjut nya brian mengukur takaran bumbu yang akan diapakai,brian sama sekali tidak melihat tutorial di video dia hanya mengira - ngira saja.


Arumi memandangi tubuh kekar brian dari belakang, dia kagum dengan brian. Seorang tuan brian alexander sang mafia yang di takuti dan sang raja di dunia bisnis mau turun tangan ke dapur untuk memasak makanan yang di inginkan istri nya.


* Apa hal seperti ini bisa selamanya aku dapatkan ?* Ucap arumi dalam hati.


Setelah menunggu hampir 40 menit masakan brian pun sudah jadi dan bentuk dapur pun sudah tidak karuan seperti baru di guncang oleh gempa. Peralatan dapur dan bumbu - bumbu berantakan dimana - mana.


" Kalau tidak enak jangan salahkan brian " Seru brian.


" Tergantung. Kalau tidak enak nya masih bisa dimakan ya tidak apa, kalau tidak enak nya tidak bisa dimakan kamu harus memasak yang baru " Ucap tuan alexander mengerjai brian.


Kini mereka ber empat sudah berada di meja makan dan bersiap menikmati ayam semur masakan bria. Perdana brian memasak, dia sendiri tidak yakin bagaimana dengan rasa nya karena memang dia tidak mencicipi nya terlebih dahulu.


" Lumayan " Ucap mama asti.


" Ini enak banget ma " Seru arumi yang langsung mengambil dua potong paha ayam.


" Enak juga bri " Seru tuan alexander.


Brian tidak percaya jika masakan nya enak dan bis di makan, dia mengira ketig orang di hadapan nya hanya membohongi nya saja. Dia pun mengambil satu potong dan mengiris nya dengan sendok dan mencicipinya.


Benar saja masakan nya benar - benar enak dan bisa dimakan, brian pun langsung mengambil nasi dan memakan nya dengan ayam semur buatan nya.


" Kenapa jadi kita ikut makan ? padahal kan arumi yang mengidam ?" Seru mama asti.


" Brian lapar lagi pula ini sudah jam makan siang " Jawab nya dengan mulut penuh makanan.


" Tidak apa - apa ma, ini banyak mana bisa arumi menghabiskan nya sendiri " Ucap arumi.


Brian hanya mengangguk setuju dengan perkataan arumi. Mama dan papa nya hanya menggeleng melihat tingkah anak nya.


********


SIAP - SIAP UNTUK BAB SELANJUT NYA ❤❤

__ADS_1


LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2