
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
" Bri, ada yang ingin aku sampaikan kepada mu. Tapi tolong jangan marah dulu. " Ucap tomi yang masuk ke ruangan brian tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Brian mengernyitkan kening nya, karena tidak biasa nya tomi bicara seserius itu di kantor. Pasti ada masalah pribadi yang ingin dia sampaikan, sampai dia datang tergesa - gesa dan tidak mrngetuk pintu.
" Cepat katakan " Seru brian menanggapi tomi.
" Bella kembali di kota ini " Ucap tomi sangat jelas dan padat.
Brakk
Brian menggebrak meja kerja nya hingga tomi terkejut, karena suara gebrakan nya cukup kuat. Sudah dapat di pastikan jika tangan brian kesakitan. Namun sepertinya itu tidak di rasakan oleh brian. Nafas brian tersrngal - sengal dan ke dua tangan nya mengepal.
" Kamu sudah janji tidak akan marah, aku hanya menyampaikan apa yang mereka lihat " Ucap tomi.
Mereka ?
Brian bingung siapa yang di maksud mereka oleh tomi, apa tomi selama ini meminta orang - orang nya untuk mematai - matai bella.
" Mereka siapa ?" Tanya brian dengan suara dingin nya.
Suara nya terdengar sangat menakutkan, kalau bukan tomi atau bagas yang berhadapan dengan brian sudah di pastikan akan kencing di celana mendengar suara brian yang begitu dingin.
" Anak buah ku tanpa sengaja melihat bella ada di bandara pagi tadi." Ucap tomi.
" Kau suruh anak buah mu untuk mengawasi semua gerak - gerik bella. Aku tidak mau dia mengganggu hidup ku lagi, kau tahu bella itu wanita yang licik aku tidak akan membiarkan dia merusak kehidupan ku lagi. " Ucap brian dengan serius.
" Kamu yakin tidak mau bersama nya lagi ? Dia datang pasti untuk mu, karena apa yang dia inginkan sekarang sudah tercapai, dia sudah menjadi model top. " Ucap tomi ingin lebih tahu lagi. Setahu tomi brian sangat mencintai bella.
Bugh...
Buku yang lumayan tebal mendarat tepat di perut tomi, tomi meringis kesakitan.
" Kenapa kamu melempar buku tebal itu tepat di perut ku. ? " Tanya tomi tidak terima dengan perlakuan brian.
" Brisik.. cepat sekarang keluar dari ruangan ku dan perintahkan anak buah mu untuk mengawasi bella. Jangan sampai dia mengetahui pernikahan ku dengan arumi. Aku tidak mau bella mengganggu kehidupan arumi " Ucap brian jujur.
__ADS_1
What ?
Brian memikir kan tentang keselamatan arumi ? Apakah brian sudah jatuh cinta dengan arumi ? Wah - wah seperti nya akan tambah seru.
" Kamu sudah jatuh cinta dengan arumi ? Tapi wajar sih, arumi kan istri mu. Oh iya kamu kan bisa memerintahkan langsung kepada anak buah kamu tapi kenapa hatus melalui aku. ? " Ucap tomi sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Lalu apa guna nya kamu kalau aku menyuruh mereka langsung ? Makan gaji buta kamu ? Untung kamu adi ku, kalau bukan adik ku sudah ku habisi kamu dari dulu. " Seru brian.
Tomi pun langsung melenggang pergi meninggalkan ruangan brian, dia tahu saat ini brian sedang marah dan bukan waktu yang tepat untuk bercanda dengan brian.
[Kamu awasi bella jangan sampai dia menganggu Tuan brian, ini perintah langsung dari tuan brian. ] Seru tomi menghubungi anak buah nya.
[ Tapi tuan.. Non bella sudah berada di gedung perusahaan BA Group ]
[ Sial ]
Tomi langsung mematikan sambungan telepon nya dan langsung turun ke lantai bawah untuk melihat bella. Sebisa mungkin tomi akan menghalangi bella ketemu brian. Tomi tidak mau jika brian termakan rayuan bella kembali.
*****
Bella berjalan dengan elegant menuju lift yang akan membawa nya menuju ke lantai 27 tempat ruangan brian berada. Banyak pasang mata menatap kagum ke arah bella, bella cantik, tinggi putih dan wajah nya sangat mulus.
Dengan gaya sombong nya bella terus berjalan menuju lift, tanpa menghiraukan sapaan dari beberapa karyawan. Para karyawan tahu nya bella adalah tunangan tuan brian, mereka tidak tahu jika bella dan brian sudah sempat akan menikah tetapi gagal.
" Sayang ..... " Seru bella saat membuka pintu ruangan brian.
Deg
Brian diam terpaku sambil melihat lurus ke arah pintu, bella berdiri di depan pintu sambil tersenyum manis ke arah nya. Bella semakin cantik dan seksi, brian seakan terpana melihat kecantikan bella. Wajah Bella lebih tirus dan hidung terlihat lebih mancung.
" Sayang kamu kaget ya ? Aku datang karena aku merindukan mu " Seru bella sambil berjalan mendekati kursi kebesaran brian.
Brian masih saja diam duduk di kursi nya, kesadaran brian seperti terhipnotis dengan kedatangan bella. Bella sudah berada di samping brian dan memeluk brian.
" Aku kangen, apa kamu tidak kangen aku " Suara bella sedikit berbisik.
" Bell.. Bella. Kamu ngapain ada disini ?" Ucap brian yang mulai sadar dari keterkejutan nya.
" Kenapa kamu tanya nya seperti itu sayang ? Aku datang kesini karena merindukan mu. Hampir dua tahun kita tidak bertemu, aku sangat merindukan mu. Merindukan aroma tubuh mu dan merindukan saat kita saling berbagi peluh di atas ranjang " Ucap bella berbisik di telinga brian.
Brian akui dia juga sangat merindukan semua yang di ucapkan bella. Bella lah wanita pertama yang sudah brian tiduri, dengan bella lah brian bisa merasakan nikmat nya sebuah percintaan. Hingga bella pergi meninggalkan nya di saat pernikahan sudah ada di depan mata. Karena bella juga brian menjadi lelaki yang arogant dan suka bermain dengan banyak wanita.
" Bella tolong jangan seperti ini . Aku masih banyak pekerjaan " Ucap brian.
" Sayang kamu mengusir ku ?" Tanya bella dengan wajah di buat cemberut.
__ADS_1
Sedangkan di lantai bawah tomi memarahi dirinya sendiri karena bisa kecolongan. Saat ini tomi langsung menuju lantai 27 dimana ruangan brian berada.
Tomi berjalan dengan cepat, dia ingin segera sampai di ruangan brian dan mengusir bella.
" Bri.... " Seru tomi sambil membuka pintu ruangan brian.
Tomi menatap tajam ke arah bella, bella tidak memperdulikan tomi dia terus memeluk brian dari samping.
" Kenapa kamu membiarkan wanita licik ini masuk ke ruangan mu ?" Seru tomi tidak suka dengan kehadiran bella.
" Aku tidak menyuruh nya masuk tapi dia sendiri yang masuk kesini. Kamu cepat usir dia dari ruangan ku sebelum aku benar - benar memecat mu !" Seru brian tegas.
Bella tidak terima brian mengusir nya, bella semakin mempererat pelukan nya.
" Brian sayang kenapa kamu ingin mengusir ku ? Aku baru datang bri, apa kamu tidak merindukan ku ?" Ucap bella terus merayu brian.
" Tom apa kamu hanya ingin berdiam diri saja di situ ?" Tanya brian.
Tomi pun langsung menghampiri bella dan menarik tangan bella dengan paksa. Sebisa mungkin tomi tidak mau menggunakan kekerasan, mengingat bella seorang wanita.
" Lepaskan !! Aku bisa keluar sendiri tanpa kamu paksa " Seru bella kasar.
" Segera keluar sebelum aku menarik mu dengan paksa " Seru tomi.
Bella menatap brian seakan meminta pertolongam brian agar dia tidak di usir, tapi brian tidak perduli. Brian kembali fokus dengan berkas - berkas nya. Melihat brian yang sama sekali tidak memperdulikan nya, akhirnya bella pergi keluar dari ruangan brian.
" Awas kamu tom kalau aku menikah dengan brian kamu orang pertama yang akan aku pecat !!" Ucap bella sebelun keluar dari ruangan brian.
" Jangan mimpi !" Jawab tomi ketus.
Bella benar - benar sudah keluar dari ruangan brian, tomi lalu duduk di kursi seberang meja kerja brian.
" Kenapa kamu membiarkan dia masuk, seharus nya tadi kamu langsung mengusir nya tanpa harus mrnunggu ku " Ucap tomi.
" Dia datang dan tiba - tiba masuk ke ruangan ku, aku sudah mengusir nya tapi dia tidak pergi juga " Jawab brian.
" Aku hanya takut kamu tetmakan oleh rayuan nya kembali. Ingat betapa sakit dan menderita nya hidup mu saat dia meninggalkan mu, sekarang di saat kamu sudah mulai bangkit lagi dia datang dan berusaha mendekati mu lagi. Jangan buat dia menghancurkan hidup mu lagi bri " Ucap tomi lalu pergi meninggalkan brian.
Brian diam mematung setelah mendengar ucapan dari tomi, apa yang di katakan tomi memang benar. Dia harus tegas kepada bella, jangan sampai bella menghancurkan kebahagiaan nya lagi.
******
Makin seru kan ? Jangan lupa terus dukung karya Author ya kak ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1