
.
.
.
ππππππ
" Arumi ...." Seru mita dan dina yang datang menjenguk arumi.
Mereka berdua tahu jika arumi di rawat di rumah sakit dari brian. Brian sengaja mengjubungi dua teman istri nya itu agar bisa menemani dan menghibur arumi , sedangkan brian ada urusan di markas. Dia ingin memberi hukuman untuk sang wanita licik, Laura.
" Mita, dina... kok kalian tahu aku ada disini ? Aku belum memberitahu kalian loh , kalian tahu darimana ?" Tanya arumi menyambut kedatangan teman nya dengan bahagia.
" Aku yang meminta mereka datang kesini. Mereka hari ini akan menemani mu di sini. Dan untuk pengawal mu aku masih akan mencarikan yang lebih baik lagi dari yang kemarin, sementara biar mereka yang menemani mu disini. Tapi di luar tetap ada pengawal yang menjaga kalian " Seru brian bicara dengan serius.
Arumi justru memikirkan cara bagaimana jika alina dan sheila tidak di hukum. Dia tahu pasti brian akan menghukum dua pengawal cantik nya itu. Arumi memcari ide agar alina dan sheila bisa datang hari ini juga.
" Aku tidak mau pengawal yang lain, aku mau kak alina dan kak sheila saja. Karena aku sudah nyaman dengan mereka,kalau harus di ganti aku tidak tahu bisa nyaman dengan nya atau tidak. Kalau bukan kak sheila dan alina lebih baik tidak usah ada pengawal " Ucap arumi dengan memasang wajah cemberut.
" Tidak bisa. Alina dan sheila akan aku hukum dan akan sudah aku pecat, kamu akan mempunyai dua pengawal yang lebih handal dari mereka berdua " Brian tetap bersikeras.
" Aku tidak mau kalau bukan kak alina dan kak sheila. Bukan hanya aku saja yang nyaman tapi calon anak yang disini juga merasa nyaman dengan mereka berdua. Kamu tidak mau ka kalau sampai aku stress dan berpengaruh dengan kandungan ku. Pokok nya aku mau kak alina dan sheila ada di sini sekarang, ini atas permintaan bayi ini. Kalau tidak di turuti awas dia ileran " Ucap arumi dengan wajah pura - pura sedih
Mita dan dina melongo melihat sikap arumi yang berubah seratus delapan puluh derajat. Berubah menjadi manja dan seperti anak kecil yang sedang merengek minta di belikan mainan.
Huuffftt..
Brian menghela nafas dengan berat, dia tidak bisa menolak keinginan arumi apalagi sudah membawa - bawa nama sang bayi.
" Baiklah nanti mereka akan datang kesini. Kalu begitu aku pergi dulu, setelah urusan ku selesai aku akan menemani mu di sini. Dan kalian berdua temani arumi dengan benar" Ucap brian beralih menatap mita dan dina bergantian.
" Baik tuan " Seru mita dan dina serempak.
Setelah itu brian pun keluar dari ruang perawatan arumi dia sudah menyiapkan dua pengawal yang berjaga - jaga di depan pintu ruang perawatan arumi.
******
Markas beruang hitam
" Sayang tolong cepat lepaskan aku dari sini. Mereka menyiksa ku, aku ini calon istri mu kan. Mereka tidak percaya justru mereka menertawakan ku dan semakin menyiksa ku. Badan ku sakit semua, cepat lepaskan aku dari sini sayang " Seru laura penuh percaya diri menganggap diri nya calon Nyonya muda di keluarga di keluarga alexander.
Brian hanya menatap dari luar jeruji besi, tatapan brian tajam bak pisau yang siap menghujam jantung lawan nya.
" Kenapa kamu diam sayang ? Cepat katakan pada mereka kalau aku ini calon istri mu, dan suruh mereka mengeluarkan ku dari tempat terkutuk ini " Seru laura lagi.
__ADS_1
" Diam !!" Teriak brian.
Suara brian menggelegar seperti petir di siang hari, laura ketakutan sampai dia mundur beberapa langkah. Dalam ketakutan nya laura tetap mencari akal agar bisa cepat keluar dari sana.
" Apa kamu melupakan janji mu, kamu berjanji akan melamar ku dan menikahi ku. Kamu lupa itu sayang ? Bahkan kita sudah menghabiskan waktu kita di ranjang, kita saling berbagi peluh dalam kenikmatan yang sama. Aku janji aku akan menjadi istri yang baik dan menjadi istri yang selalu memuaskan mu di ranjang. Apa kamu tidak menginginkan tubuh ku yang seksi ini " Ucap laura sambil menurunkan dres nya sampai pinggan.
Sehingga bagian atas tubuh laura terekspose dengan jelas. Dan dua buah kembar menyumbul dari sarang nya. Membuat siapa pun yang melihat nya akan membangkitkan jiwa kelakian nya. Brian sebagai lelaki normal tentu saja menginginkan nya, tapi akal sehat nya masih berguna.
" Pasti kamu menginginkan nya kan brian sayang ?" Ucap laura mendekat ke jeruji besi dan kini dress nya sudah turun sampai lantai hanya menyisakan pakaian dalam nya saja yang menutupi aset nya.
Laura tidak perduli dengan tubuh nya yang memar akibat hukuman yang di berikan oleh anak buah brian. Bahkan wajah nya pun sudah tampak membiru dan sudut bibir nya pun pecah. Itu belum seberapa, sebentar lagi brian akan memberikan luka yang teramat sangat menyiksa nya dan tidak akan pernah laura lupakan seumur hidup nya. Bukan luka di tubuh yang akan brian berikan, tapi luka yang tak berbekas.
" Buka pintu nya dan keluar kan dia" Ucap brian dengan suara bariton nya.
" Baik Tuan " Ucap pengawal.
Laura tersenyum senang, akhirnya dia bisa bebas juga daei jeruji besi terkutuk itu. Dengan percaya diri nya dia langsung berlari dan memeluk brian. Dia tidak perduli dengan tubuh nya yang hampir saja polos, tujuan utama nya saat ini adalah brian, iya hanya ingin memeluk brian.
" Aku yakin kamu pasti akan datang dan membawa ku keluar dari tempat ini. Ayok sayang kita keluar dari sini, kita ke istana mu. Aku sudah tidak sabar ingin menjadi Nyonya muda keluarga alexander " Ucap laura dengan bahagia nya.
Dia belum menyadari jika masalah baru segera menghampiri nya.
" Ohh iya mereka kan anak buah mu, tapi mereka sudah menyiksa ku. Aku minta kamu hukum mereka dan bila perlu kamu bunuh saja dia karena sudah berani menyiksa calon istri mu ini " Ucap laura lagi.
Plaakk
Plaakk
" Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu !! " Sentak brian lantang.
" Sayang kenapa kamu memukul ku dan marah ? Lihat bibirku luka kan ?" Laura masih saja mencoba merayu brian.
" Jangan panggil aku sayang. !! Kamu tidak pantas memanggil ku dengan kata sayang !! Aku jijik mendengar kata itu keluar dari mulut mu. " Ucap brian menatap tajam laura.
Tidak ada cara lain selain meluluhkan hati brian dan membangkitkan jiwa kelakian nya. Laura langsung melepaskan pakaian dalam nya tepat di hadapan brian, kali ini laura sudah benar - benar tidak memakai sehelai benang pun.
Semua pengawal yang melihat nya hanya bisa menelan saliva nya sendiri. Namun brian justru jijik melihat kelakuan rosa.
" Apa dengan seperti ini kamu masih menolak ku ?" Ucap laura berdiri di depan brian dengan tangan dia kalungkan di leher brian.
* Wanita ini benar - benar gila, sama sekali tidak ada malu. Di hadapan orang sebanyak ini dia mempermalukan diri nya sendir. Bagaimana jika bapak dan ibu tahu kelakuan anak nya. Benar - benar wanita menjijikan * Gumam brian dalam hati nya.
Brian langsung mendorong tubuh laura sampai dia tersungkur di lantai .
" Aouwww... sakit sayang. Kamu kasar sekali sih, apa kamu sudah tidak sabar lagi untuk melakukan nya. Apa kita mau melakukan nya di sini sayang ?" Senyum laura semakin membuat brian jijik.
__ADS_1
" Boleh !! Apa kamu sudah tidak tahan ingin merasakan permainan panjang, apa kamu juga ingin bermain disini ?" Tanya brian sambil menatap sinis laura.
Laura langsung bangkit dan tersenyum senang, pucuk di cinta ulam pun tiba. Akhirnya apa yang di inginkan laura akan tercapai juga. Bermain panjang dengan brian, hati laura bersorak gembira.
" Tunggu dulu, ini beneran kamu yang akan bercinta dengan ku kan ? Dan kenapa waktu itu bukan kamu tapi dua begundal yang tidak jelas? " Ucap laura ingat dengan video yang pernah dia rekam.
" Kamu merekam nya ?" Tanya brian pura - pura tidak tahu.
" Emmhh... iya aku merekam nya, hanya untuk kenang - kenangan saja . " Jawab bohong laura.
Padahal brian sudah tahu jika video itu sengaja laura pertontonkan di hadapan arumi. Dasar wanita licik.
" Sudah lupakan soal itu. Apa kamu ingin memulai nya sekarang. " Ucap brian sambil mengintruksi ke arah salah satu anak buah nya.
Anak buah brian mengangguk dan langsung mengambilkan kursi untuk brian. Brian duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh anak buah nya. Brian duduk dengan menyilangkan kaki nya dan menghidupkan rokok nya.
" Siap - siap kita akan mulai sekarang " Ucap brian sambil tersenyum licik. Namun laura tidak menyadari nya justru dia mengangguk dengan senang.
Brian memberi kode dengan melambaikan tangan nya ke udara. Anak buah brian sepuluh orang langsung maju mendekati laura dan langsung merebahkan laura di lantai yang dingin.
" Apa - Apaan ini ? Kenapa kalian memperlakukan ku seperti ini. !!" Teriak laura sekuat tenaganya.
" Ini kan yang kamu inginkan perempuan l@cur , j@l@n9.Aku hanya mengabulkan apa yang kamu inginkan, dan ini juga balasan atas apa yang sudah kamu lakukan terhadap istri ku. Kalian semua, lakukan tugas kalian dan buat wanita itu sampai dia benar - benar puas. " Seru brian.
" Tidak.. brengsek !! Aouuwww sakit " Teriak laura.
Sepuluh anak buah brian menggilir laura dengan cukup brutal. Mereka benar - benar melakukan nya dengan sangat kasar. Sepuluh orang itu melakukan nya secara bergantian. Bahkan adegan itu di rekam oleh anak buah brian.
Teriakan laura sama sekali tidak membuat brian iba, suara - suara dΒ£s@h@n dari mulut para anak buah brian memenuhi ruangan.
* Ini hukuman yang tidak meninggalkan luka, tapi bisa mengguncang kejiwaan mu. Jangan main - main dengan ku wanita j@l@n9 * Gumam brian dalam hati nya.
Brian bangkit dari duduk nya , dia membiarkan anak buah nya yang kelaparan itu menyantap laura sampai mereka kenyang.
" Lempar wanita itu ke pulau terpencil dan pastikan dia tidak bisa keluar dari sana " Perintah brian kepada seto.
" Siap tuan " Jawab seto menganggukkan kepala nya.
Brian pergi meninggalkan markas, hati nya benar - benar lega sudah memberi hukuman untuk laura. Hukuman yang tidak melukai tubuh laura tetapi melukai dan mengguncang kejiwaan laura.
******
Sudah pas belum hukuman untuk laura ?
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA β€β€β€
__ADS_1
TERIMAKASIHππ β€β€