
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
* Ini rumah arumi ? Bagus dan mewah, mana bertingkat juga. Enak banget ya hidup arumi. *
Laura dan kedua orang tua nya sudah sampai di rumah baru arumi. Mereka langsung masuk karena memang penjaga gerbang sudah mengenali orang tua arumi dan brian pun sudah mengintruksikan jika mertua nya akan datang.
" Rumah arumi besar ya pak ?" Tanya ibu wati.
" Alhamdulillah sekarang arumi sudah bahagia dengan suami nya bu, nak brian juga sangat menyayangi arumi bu " Ucap pak suryo.
Tanpa mereka ketahui jika anak mereka yang satu nya lagi, laura. Laura saat ini sedang mengerutu dalam hati nya karena kedua orang tua nya masih saja membanggakan arumi dan selalu memuji arumi. Laura hanya menatap sinis ke arah orang tua nya.
Tiba - tiba pintu utama terbuka dan keluarlah arumi dengan senyum mengembang menyambut kedatangan kedua orang tua nya.
" Bapak , ibu, ..... mbak laura " Seru arumi saat menyadari ada laura juga yang ikut datang berkunjung ke rumah nya.
" Iya rum " Seru laura pura - pura tersenyum ramah
" Kakak mu ingin ikut menemui mu Rum, dia sekarang sudah berubah rum. Dia datang kesini untuk meminta maaf kepada mu dan suami mu. " Ucap ibu wati sambil melepaskan pelukan nya.
Pak suryo hanya diam saja dan membiarkan sang istri yang menjelaskan kepada arumi. Sebenar nya hati kecil pak suryo masih belum yakin jika laura sudah berubah 10p persen. Dia tahu betul bagaimana watak dan sifat laura dari kecil, bahkan saat ingin meracuni arumi pun pak suryo tahu dan tidak pernah bercerita kepada istrinya dan anak nya.
" Hemm...kita masuk saja dulu bu. Nanti kita bicara di dalam saja " Ucap arumi sambil menggandeng ibu nya masuk ke dalam.
Mereka pun masuk dan langsung di ajak arumi masuk ke dalam kamar mereka masing - masing. Arumi meminta ke dua orang tua nya untuk beristirahat terlebih dahulu agar tidak kecapean.
" Ibu dan bapak istirahat dulu ya, setelah itu nanti baru kita mengobrol. Bapak sama ibu pasti capek kan, atau mau makan dulu bu?" Tanya arumi.
" Nanti saja rum , ibu masih kenyang kok. Ya sudah kalau begitu bapak sama ibu istirahat saja, kamu juga istirahat ya " Ucap ibu wati.
" Iya pak buk " Jawab arumi singkat.
Setelah keluar dari kamar ke dua orang tua nya arumi langsung menghampiri kamar laura yang berada tepat di samping kamar orang tua nya.
Ceklekk...
__ADS_1
Pintu kamar laura di buka arumi dan arumi pun langsung masuk mencari keberadaan laura yang ternyata laura ada di dalam kamar mandi.
" Eh.. arumi bikin kaget saja kamu rum. " Seru laura saat baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati arumi sudah duduk di pinggir ranjang nya.
" Apa tujuan kak laura datang ke sini ?" Tanya arumi langsung tanpa basa - basi.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu rum ? Kakak kesini karena kakak ingin minta maaf sama kamu, apa kamu tidak ingin memaafkan kakak. Kakak akui kakak memang banyak salah, tapi saat ini kakak benar - benar sudah menyesal rum. Mari kita perbaiki hubungan kakak beradik kita yang retak ini " Ucap laura sambil memasang wajah menyesal.
Arumi hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan sang kakak. Sebenarnya dia pun sudah memaafkan laura, tapi bukan berarti arumi percaya begitu saja dengan mulut manis laura. Arumi hanya ingin tahu maksud laura masuk ke dalam rumah nya, pasti ada sesuatu yang sedang direncanakan laura.
* Memaafkan tapi bukan berarti aku akan percaya begitu saja kak. Baiklah aku akan ikuti permainan mu, siapa di antara kita yang akan tumbang* Gumam arumi dari dalam hati nya.
" Aku sudah memaafkan mu kak, aku hanya berharap semoga maaf mu kali ini tulus dan bukan karena sesuatu hal. Janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Ucap arumi.
" Iya rum terimakasih, aku tidak akan mengulanginya kembali. Aku menyesal rum dan benar - benar menyesal. Aku ingin menjadi orang yang lebih baik lagi." Ucap laura dengan memasang wajah sedih penuh penyesalan.
Laura pun memeluk arumi dan begitupun arumi juga membalas pelukan sang kakak. Pelukan seperti ini lah yang dari dulu arumi inginkan dari seorang kakak, tapi pelukan kali ini bukan antara kakak dan adik tapi antara kakak dan musuh nya. Laura pasti tetap menganggap arumi musuh nya.
" Kak laura istirahat saja dulu, aku akan ke dapur memberitahu pelayan untuk menyiapkan makan siang untuk kita semua. " Seru arumi sambil melepaskan pelukan nya.
" Iya rum, terimakasih kamu sudah memaafkan aku. " Jawab laura
" Yes... akhir nya arumi memaafkan ku. Dengan begitu aku tinggal meminta maaf kepada brian. Pasti brian juga memaafkan ku " Seru laura dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi.
Drett... Drettt.. Dreett
Ponsel laura bergetar ada panggilan masuk, laura pun langsung mengangkat telepon nya . Ternyata adalah panggilan dari ziko.
[ Hallo sayang ] Seru laura .
[ Sayang kamu sudah di kota X lagi kan ?Bagaimana perjalanan nya? ] Tanya ziko.
Ziko orang yang sudah membiayai keberangkatan laura dan kedua orang tua nya, tadi nya orang tua laura ingin menaiki bus saja, namun ziko sudah terlanjur membi 3 tiket untuk laura dan kedua orang tua laura. Jadi mereka bertiga pun menaiki pesawat yang sudah ziko pesan kan.
[ Iya sayang aku sudah sampai di kota X , tapi aku tidak di rumah kontrakan tapi aku ada di rumah arumi. Bapak dan ibu meminta ku untuk ikut menginap di sini ]
[ Oh tidak masalah, baiklah kalau begitu aku tutup telepon nya. Jika sudah kembali ke rumah kontrakan segera hubungi aku sayang, karena aku sangat merindukan mu]
[ Iya sayang, byee... ]
Laura langsung memutus sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari ziko.
__ADS_1
" Ziko ? Hemmm... dia baik dan lumayan kaya. Bahkan dia royal. Sepertinya aku masih terus membutuh kan ziko untuk melancarkan semua rencana ku. Mungkin aku akan pura - pura mencintai ziko dan menerima lamaran nya waktu itu, agar mereka semua percaya jika aku sudah berubah dan tidak mengharapkan brian lagi." Ucap laura sambil nemutar - mutar ponsel di tangan nya.
" Hemm.. ide laura memang briliant !" Seru laura lalu menghempaskan tubuh nya di atas kasur empuk.
Sementara itu di dalam kamar nya arumi sedang menghubungi suami nya memberi kabar jika orang tua nya sudah sampai.
[ Mereka sedang beristirahat di kamar hubby. Pasti mereka lelah dan capek. Oh iya nanti pulang nya jangan malam - malam ya hubby, kita makan malam bersama. Aku juga akan meminta mama dan papa datang untuk makan malam bersama- sama ] Ucap arumi penuh semangat.
[ Iya sayang nanti sebelum magrib aku sudah sampai rumah. Sayang mau di bawakan apa ?]
[ Kali ini tidak mau di bawakan apa - apa tapi mau nya hubby cepat pulang ]
[ Ihh.. sudah mulai pandai menggombal ,]
[ Hubby kan yang ngajarin. Emm...hubby ada yang ingin aku sampaikan lagi. Kak laura ikut menginap di rumah kita ]
[ Iya sayang tidak apa- apa. Asal dia tidak bikin ulah aku tidak melarang nya ]
Padahal dalam hatinya dia sangat membenci laura dan sangat ingin menghukum laura seberat - berat nya. Namun kali ini brian masih memberi kebebasan untuk laura, brian akan pura- pura baik kepada laura.
[ Ya sudah telepon nya aku tutup ya hubby , bye... jangan lupa pulang cepat ]
[ Iya sayang ,bye..]
Tuuttt...tutt...tuttt
Sambungan telepon pun arumi tutup, arumi kembali keluar dari kamar dan menuju dapur kembali untuk mengambil minum, karen air minum di kamarnya sudah habis.
" Nona arumi membutuhkan sesuatu ?" Tanya salah pelayan yang ada di dapur.
" Tidak kak, saya hanya ingin mengambil minum saja kok. Sudah kalian lanjutkan saja memasak nya, aku bisa mengambil nya sendiri kok " Ucap arumi dengan ramah.
" Emm... baik lah non " Ucap pelayan dengan terpaksa.
******
Maaf baru bisa up kak 🙏
Mohon tetap dukung karya author ya kak. Rate bintang 5 nya jangan lupa 🙏❤
TERIMAKASIH.
__ADS_1