Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Sabrina belum tahu


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Sabrina tidak ada pilihan lain selain memghubungi nomor ponsel Arumi. Dia masih belum tahu jika marvel sudah bersama Arumi lagi. Selama beberapa hari ini sabrina masih mengira marvel di tangan Andra.


" Aku harus meminta marvel dari tangan Andra. Anak itu akan aku gunakan untuk mendapatkan uang dari brian dan arumi." Gumam sabrina.


" Aku akan menghubungi Arumi, iya arumi. Saat ini pasti dia sedang menangisi anak nya yang tidak ada bersamanya. Dasar wanita bodoh " Seru sabrina dengan senyum nya yang bodoh.


[ Hallo.... Siapa ini ?] Tanya arumi dari seberang sana.


[ Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Hemmm... Bagaimana kabar mu hari ini nona arumi..?] Tanya sabrina.


[ Kabar ku baik dan sangat baik. ]. Jawab arumi


Arumi tahu saat ini siapa yang mengjubungi nya,pasti sabrina alias laura.


* Kamu kira aku wanita yang bodoh. Justru kamu yang bodoh Sabrina. Sekarang tidak adalagi hubungan adik kakak di antara kita,* Gumam arumi.


[ Apa kamu tidak mengkhawatirkan anak mu ? Dasar perempuan bodoh !!]


[ Mengkhawatirkan ? Memang nya ada apa dengan anak ku ?]


[ Hahaaa... Haaahaaa... Dasar wanita bodoh! Atau mungkin kamu sudah gila karena kehilangan anak mu?]


[ Aku gila ? Aku bodoh ? Hahaaaa.... Kata - kata itu lebih pantas untuk mu wanita ular. Kamu itu yang bodoh !! Anak ku baik-baik saja bahkan saat ini dia sedang dalam pangkuan nenek nya. Kalau jadi penjahat jangan bodoh, biar tidak di bodoh-bodohi. ]


[ Kurangajar !! Kamu mengatai ku bodoh ? Kamu jangan berbohong, sudah jelas - jelas anak mu ada pada ku. Apa kamu lupa jika anak mu sudah aku culik dari 3 hari yang lalu. ]


[ Itu kemarin, tapi sekarng dia sudah kembali lagi dalam pelukan ku. Sabrina - sabrina jika mau jadi penjahat lihat - lihat dulu lawan yang kamu hadapi.]


[ Kamu tahu apa sabrina ?]

__ADS_1


[ Bahkan siapa kamu yang sebenarnya aku tahu. Laura ! ]


Tut... Tut... Tut...


Sambungan telepon langsung di putus secara sepihak oleh Arumi tanpa menunggu jawaban dari Arumi.


" Brengsek... !!! Berarti andra sudah membohongi ku ! Dia sudah menyerahkan anak itu kepada arumi lagi. Ini tidak bisa di biarkan, aku harus bertemu dengan andra " Seru Mala kesal.


*******


" Telepon dari sabrina sayang ?" Tanya brian yang sedari tadi hanya menyimak obrolan arumi dengan sang penelpon.


Arumi dan brian ada di ruang keluarga sedang bersantai , sedangkan marvel bersama neneknya entah pergi kemana. Kedua pasang sahabat nya sedang jalan - jalan ke pematang sawah menikmati keindahan padi yang sudah mulai menguning.


" Iya hubby... Wanita bodoh itu ternyata belum tahu jika marvel sudah sama kita lagi. " Ucap arumi terkekeh.


" Penjahat amatiran ya begitu. Tidak bisa membedakan mana kawan dan mana yang lawan.." Seru brian sambil menciumi rambut Arumi..


" Hubby kita susulin rombongan kak tomi yuk. Aku kesini mau liburan, jadi tidak mau membahas masalah sabrina dan aku tidak mau hanya berdiam diri di rumah begini " Seru arumi mengalihkan pembicaraan karena dia tidak mau membahas sabrina lagi.


" Ayo hubby... Kalau kamu tidak mau aku berangakat sendiri. Dan ingat tidak ada jatah olah raga malam selama seminggu bahkan bisa sampai satu bulan." Ancam arumi.


Ancaman arumi berhasil menarik brian, dia paling tidak bisa jika tidak berolah raga malam. Apalagi sampai seminggu bahkan satu bulan, bisa karatan benda pusaka nya jika libur terlalu lama.


" Iya ayok kita susulin mereka " Seru brian


" Bentar hubby aku ambil sweater dulu. Biar aku tidak kepanasan dan kedinginan." Seru Arumi.


Setelah mengambil sweater arumi dan brian berangkat menyusul teman - teman nya. Sepanjang perjalanan banyak warga yang menegur arumi baik pria maupun wanita. Dan itu membuat brian menjadi tidak suka.


" Kenapa kamu harus tersenyum kepada mereka ?" Seru brian tidak suka.


" Mereka menyapa dan tersenyum jadi aku juga harus membalas nya. Kalau tidak aku balas pasti aku di anggap sombong. Hidup di desa itu memang begini , penduduk nya ramah - ramah tidak seperti di kota. Tinggal satu komplek tapi pada masa bodo warga nya " Seru arumi membandingkan tinggal di kampung dan komplek perumahan nya.


" Tapi tidak harus semua orang kamu jawab begitu sapaan nya " Jawab brian yang sedang cemburu.


" Harus aku jawab karena aku tidak lupa asal ku yang dari kampung. " Jawab arumi dengan tenang.

__ADS_1


" Iya deh iya..." Seru brian lebih memilih mengah.


Mereka pun sudah sampai di sawah di mana padi - padi yang sudah mulai menguning. Terlihat dua pasang sahabat nya itu sedang mengabadikan momen dengan kamera ponsel nya.


" Akhirnya kamu kesini juga boss " Seru tomi melirik brian yang muka nya seperti benang kusut.


" Iya nih...dari tadi di tungguin baru nongol juga " Seru Bagas ikut berkomentar.


" Bosan di rumah terus " Jawab brian.


" Lagian liburan tapi di rumah saja.Nikmati dong libuaran nya.


Brian hanya diam saja sambil melirik tajam ke arah dua sahabat nya itu. Kalau tidak ada arumi pasti sudah di amuk - amuk itu dua sahabat nya.


" Tadi sabrina menghubungi arumi memberitahu jika marvel diaculik. Mungkin dia baru bangun dari tidur sehingga dia masih setengah bermimpi. " Seru brian.


" Wanita ular itu memang tidak ada takut nya. Kapan dulu dia itu tobat nya, apa dia tidak takut masuk neraka. Ada saja cara dia untuk membuat orang marah. Dia itu seperti wanita segudang akal dan cara licik. " Ucap tomi dengan kesal.


Mereka para pria sudah tidak lagi memperhatikan para wanita nya yang sedang berfoto ria mengabadikan moment - monent langka.


" Apa andr sudah kembali memimpin perusahaan nya ?" Tanya bagas.


" Sepertinya sudah , Anak itu gerak dengan cepat. Aku salut sama dia , semua di kerjakan dalam sekejap. Beruntung dia sudah kejalan yang benar jadi sabrina tidak akan bisa mempengaruhi andra lagi. " Ucap tomi menyampaikan pendapat nya.


" Selanjutnya bagaimana langkah kamu menghadapi sabrina itu. Apa kamu akan diam saja sambil menonton tangan andra yang bergerak membalas semua nya. " Tanya bagas ingin tahu rencana brian.


" Hhuuuuhhh... Aku sudah tidak mau tahu dengan wanita ular itu. Andra langsung yang akan menyelesaikan nya . Aku tidak mau mengotori tangan ku untuk menyakiti wanita bodoh itu. Terlalu bersih tangan ini untuk membalas wanita gila itu." Ucap brian geram.


Tidak dapat di pungkiri sebenarnya brian ingin sekali membunuh sabrina dengan tangan nya sendiri dan membuat tubuh nya ke dalam kolam buaya peliharaan nya.


********


RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2