Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Brian cemburu


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Para tetangga sangat senang karena mendapat oleh - oleh dari arumi dan brian. Sebagian tetangga memang sudah tahu jika arumi sudah menikah di kota, orang tua arumi sengaja memberitahu para tetangga agar suatu saat jika arumi pulang tidak menjadi fitnah.


" Wah ini suami arumi, ganteng dan gagah " Ucap para tetangga memuji brian.


Mengetahui arumi dan suami nya pulang ke kampung para tetangga langsung berdatangan ke rumah orang tua arumi untuk berkenalan dengan suami arumi. Dan atas inisiatif ibu arumi, mereka juga membagikan barang yang di beli oleh brian.


" Arumi , nak brian terimakasih ya oleh - oleh nya. " Seru ibu - ibu.


" Iya bu sama - sama " hanya arumi saja yang menjawab sapaan dari ibu - ibu.


Soal brian ? hemmm jangan di tanya lagi. Dia hanya duduk di samping arumi sambil sesekali tersenyum . Brian memang bukan tipe orang yang banyak bicara, mungkin karena belum terbiasa berkumpul dengan orang - orang kampung juga. Maklum dia kan pengusah dan mafia kalangan atas.


" Kok nak brian diam saja sih ?" Tanya ibu yanti.


" Nak brian masih malu - malu itu, beginilah nak kalau hidup di kampung. Mulut ibu - ibu memang begini" Tambah bu tatik.


" Emmhhh... suami saya memang pemalu bu " Seru arumi ikut menimpali.


Waktu magrib sudah hampir tiba, para tetangga yang kebanyakan ibu - ibu itu pun sudah pulang ke rumah nya masing - masing.


" Brian cepat mandi nanti ikut bapak ke masjid , kita sholat magrib di masjid saja " Ajak pak suryo mengagetkan brian.


Ke masjid ?


Sholat?


Sudah berapa tahun brian tidak pernah ke masjid dan sholat, padahal dulu saat masih zaman sekolah brian anak yang pandai mengaji.


* Apa aku masih bisa bacaan sholat ?* Gumam brian pada dirinya sendiri.


" Iya pak , brian mandi dulu ya pak " Jawab brian.


Brian masuk ke dalam kamar dan di dalam kamar ada arumi yang sedang menyiapkan baju ganti untuk brian.


" Bapak mengajak tuan ke masjid?"Tanya arumi .


" Iya, mana handuk aku mau mandi. " Seru brian meminta handuk.


Arumi memberikan handuk untuk brian. Brian bingung karena di kamar arumi tidak ada kamar mandi. Arumi mengetahui raut wajah brian yang bingung pun hanya bisa tertawa, tentunya hanya tertawa dalam hati nya saja.


" Kamar mandi nya ada di belakang rumah tuan ?" Seru arumi memberitahu.


Arumi pun keluar kamar dan mengantarkan brian ke kamar mandi. Setelah sampai belakang rumah dia terkejut melihat kamar mandi yang tanpa atap.


" Mandi disini ?" Tanya brian sambil menunjuk ke arah kamar mandi.

__ADS_1


" Iya, ini lah keadaan kamar mandi di kampung. Rata - rata memang masih seperti ini. Ini sudah bagus karena tidak perlu menimba air, karena sudah pakai mesin air. Apa mau mandi air hangat ? biar saya rebuskan air dulu ?" Tanya arumi.


Brian menggeleng sambil terus memandangi kamar mandi yang menurut nya sangat aneh dan horor. Horor karena takut ada yang mengintip.


Brian pun langsung masuk ke kamar mandi yang pintu nya hanya terbuat dari bambu dan tanpa tutup di bagian atap nya. Mau bagaimana lagi , tidak ada pilihan lain selain tetap menggunakan kamar mandi yang ada.


Arumi pun langsung ke dapur membantu ibu nya untuk memasak. Malam ini ibu arumi akan memasak sayur tumis kangkung, sambal teri dan telur ceplok.


" Rum, bapak dan suami mu kok belum pulang ya ,?" Tanya ibu sambil melirik jam yang tertempel di dinding.


" Mungkin sebentar lagi bu " Jawab arumi sambil menuangkan air putih ke dalam gelas.


Benar saja tidak menunggu lama brian dan pak suryo sudah pulang. Mereka berempat langsung makan malam dengan menu sederhana.


* Ternyata makan dengan lauk seperti ini enak juga. Bahkan aku sampai dua kali nambah * Gumam brian dalam hati nya.


Selesai makan malam brian izin masuk kamar untuk beristirahat. Karena badan nya memang sangat lelah, tadi siang tidur nya terganggu karena para warga berdatangan.


Plakk... plaakk... plaakkk


Brian terus - terusan memukuli nyamuk yang hinggap di tubuh nya.


" Kok nyamuk nya banyak sekali" Seru brian sambil memukul nyamuk.


" Banyak nyamun tuan ?" Tanya arumi masuk kedalam kamar.


" Sudah tahu malah tanya " Jawab brian kesal.


Arumi mendekat dan mengambil kelambu yang terikat di dinding dan memasang nya dengan mengaitkan tali di ujung - ujung nya dengan paku yang sudah menempel di dinding.


" Kamu juga tidur dusini " Pinta brian.


" Tapi ranjang ini sempit tuan, nanti tuan tidak bisa tidur" Tolak arumi secara halus.


" Tidak apa - apa, cepat masuk dan tidur. Jangan lupa kunci pintu. " Seru brian tak bisa di bantah.


Arumi mengangguk dan dia pun menutup pintu kamar dan mengunci nya lalu dia naik ke atas ranjang yang sempit itu.


" Mulai besok jangan panggil alu tuan. Aku suami mu bukan tuan mu, terserah kamu mau memanggil ku apa " Seru brian protes.


" Iya " Jawab arumi singkat.


Karena badan yang memang kelelahan akibat perjalanan jauh. Brian langsung terlelap, beruntung malam ini cuaca tidak panas sehingga brian tidak kegerahan.


* Huuhhh... akhirnya tidur juga dia * Gumam arumi dalam hati nya.


********


Selesai sarapan arumi mengajak brian jalan - jalan di area persawahan. Arumi sangat merindukan saat - saat dia ikut membantu orang tua nya memanen padi dan jagung. Orang tua arumi saat ini sudah tidak mempunyai sawah lagi, mereka hanya menggarap sawah milik orang dan hasil nya akan di bagi dua.


" Kalau tuan capek, tuan bisa duduk di bawah pohon itu. Dulu aku sering duduk di situ saat aku kelelahan saat membsntu bapak panen padi atau pun jagung " Seru arumi menunjuk ke arah pohon yang rindang.


" Aku bukan tuan mu " Seru brian ketus.

__ADS_1


Hufftt...


Arumi lupa jika brian sudah meminta nya untuk tidak memanggil nya tuan.


" Maaf.. aku lupa " Seru arumi singkat.


Arumi dan brian terus berjalan menyusuri jalan persawahan. Brian sendiri sangat menyukai suasana di kampung ini, hamparan sawah yang luas dan udara yang sejuk membuat suasana hati brian tenang.


" Arumi !!" Panggil seseorang menyapa arumi.


" Kang reno " Seru arumi tersenyum senang.


Reno adalah pemuda desa lebih tepat nya kakak kelas arumi yang saat ini menjadi seorang PNS dan mengajar di salah satu sekolah dasar di kampung arumi.


" Kamu kapan datang ?" Tanya reno menghampiri arumi dan membiarkan motor nya di pinggir jalan.


" Kemarin siang kang " Jawab arumi dengan senyum mengembang.


Brian menatap intetaksi antara arumi dan kang reno dengan tajam, dia tidak menyukai arumi dekat - dekat dengan pria lain selain dirinya.


" Kamu makin cantik saja " Seru reno memuji arumi.


Mendengar arumi di puji oleh pria lain darah brian tiba - tiba mendidih.


" Bisa saja kang reno ini " Seru arumi malu - malu.


Ehhemmm... Ehhemmm


Brian sengaja berdehem agar arumi tahu jika masih ada brian di samping nya. Tatapan reno langsung berlih menatap brian dengan penuh tanda tanya.


" Emhhh... kang reno kenalkan ini kak brian, dia.. dia suami ku " Seru arumi akhirnya mengenalkan brian sebagai suami nya.


Raut wajah reno langsung berubah masam, senyum yang tadi nya menghiasi bibir nya kini telah hilang.


" Oh suami kamu ?. Jadi kabar soal pernikahan kamu dengan orang kota itu beneran ?" Tanya reno seperti tidak percaya dengan arumi.


" Benar, saya brian suami sah arumi !!" Seru brian memperkenalkan diri nya.


Arumi sebenarnya tidak enak mengenalkan brian kepada reno, bagaimana pun arumi tahu bahwa reno pernah mencintainya bahkan pernah mengungkapkan isi hati nya kepada arumi saat arumi masih duduk di kelas 1 SMA dan saat itu reno kelas tiga SMA.


" Iya kang benar " Seru arumi tersenyum yang di paksakan.


" Selamat ya rum. Semoga kalian selalu bahagia. " Ucap reno dengan perasaan yang hancur


Selesai menyapa arumi , reno kembali melajukan motor nya menuju sekolahan tempat nya mengabdikan diri.


" Kita pulang " Seru brian yang mood nya sudah jelek.


********


Brian cemburu nih, 🤭🤭


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2