
.
.
.
💞💞💞💞💞
Mobil brian sudah masuk perkampungan tempat tinggal arumi, kampung arumi termasuk kampung yang sudah cukup padat penduduk nya. Jarak rumah warga dan warga lain nya hanya berjarak 3 sampai 4 meter saja. Rata - rata bangunan yang hanya semi permanen.
" Ini rumah orang tua mu ?" Tanya brian menunjuk rumah semi permanen yang dinding setengah nya masih papan biasa.
" Iya ini rumah orang tua ku " Jawab arumi.
Brian memandangi rumah yang ada di depan nya, rumah yang tidak besar tapi cukup terlihat sangat nyaman dan asri.
Pintu rumah pun terbuka dan keluarlah sang ibu dari dalam rumah. Ibu wati terus memperhatikan orang yang ada di dalam mobil, karena kaca gelap jadi ibu wati tidak tahu siapa yang datang.
" Turun tuan, itu ibu sudah penasaran " Seru arumi lalu membuka pintu mobil dan turun dari mobil.
" Arumi " Seru ibu wati sangat senang akhirnyq anak perempuan nya bisa pulang juga.
Padahal baru sekitar tiga minggu yang lalu mereka bertemu saat di kota .Tapi rasa rindu mereka sudah seperti tidak bertemu bertahun - tahun.
" Kamu pulang nak ? Kamu sama siapa ?" Tanya ibu memeluk arumi sambil melihat ke arah mobil.
" Arumi sama tuan brian buk " Jawab arumi.
Brian pun turun dari mobil dan langsung menghampiri ibu mertua nya. Brian menyalami ibu mertua nya dan mencium tangan nya dengan sopan. Arumi terkejut dengan apa yang di lakukan brian, karena saat bertemu dengan ibu nya beberapa minggu yang lalu brian masih terlihat kaku dan arogant.
" Nak brian , ayuk kita masuk dulu di luar panas " Seru ibu wati membawa anak dan menantu nya masuk ke dalam rumah.
Arumi masuk ke dalam rumah, dan mendapati rumah nya masih seperti dulu. Sama sekali tidak ada yang berubah, hanya sekarang sudah ada telivisi saja. Padahal terakhir dia pulang Tv itu belum ada.
" Bapak kemana bu?" Tanya arumi.
" Bapak ada di masjid, lagi sholoat dzuhur. Sebentar lagi pasti pulang. Oh iya nak brian mau minum teh atau kopi " Tanya ibu wati kepada menantu nya.
" Teh saja bu " Jawab brian.
__ADS_1
Sedangkan arumi sudah masuk ke dalam kamar nya, dan membawa koper brian masuk. Brian duduk sendirian di ruang tamu dia memandang sekeliling ruangan dengan seksama, brian duduk di kursi kayu tanpa busa. Di rumah ini hanya ada kursi kayu , tidak ada sofa mewah seperti milik brian.
* Ternyata yang dikatanya tidak bohong, rumah nya memang kecil dan sempit. Tapi terasa nyaman. * Gumam brian.
" Loh ada nak brian !" Seru pak suryo yang baru saja pulang dari masjid.
" Iya pak " Jawab brian langsung menyalami bapak mertua nya
Pak suryo pun duduk di kursi kayu samping brian, menemani sang menantu. Mereka terlibat percakapan kecil dan ibu wati pun datang dari dapur membawakan dua gelas teh untuk brian dan pak suryo.
" Arumi mana buk ?" Tanya pak suryo.
" Ada di kamar pak, mungkin kecapean dia. Biasa lagi hamil muda memang gampang capek. Apalagi perjalanan cukup jauh pak. " Seru ibu wati.
Brian baru ingat jika oleh - oleh yang di bawa nya belum di turunkan dari mobil. Saat arumi tertidur tadi brian sempatkan mampir di mini market untuk membeli oleh - oleh. Brian tidak tahu apa saja yang pantas untuk di bawa ke rumah mertua nya sehingga dia membeli apa saja yang dia mau. Ada beras, minyak makan, gula, teh, kopi , ditergen dan segala macam keperluan sumur ada juga mie instan dan makanan ringan.
" Nak brian mau kemana ?" Tanya kedua orang tua arumi berbarengan.
" Ada yang tertinggal di mobil pak " Jawab brian.
Brian langsung menuju mobil dan menurunkan semua barang yang sudah dia beli, dia bolak - balik sendirisn menurunkan semua oleh - oleh yang dia bawa.
" Tidak bu. Ini oleh - oleh untuk bapak dan ibu. " Jawab brian singkat.
Kedua orang tua arumi saling beradu pandang, mereka ingin tertawa tapi tidak enak. Takut menyinggung menantu nya. Barang - barang yang di bawa brian cukup banyak bisa cukup untuk 3 bulan kedepan apalagi orang tua arumi hanya tinggal berdua.
" Pak , buk ini apa ? Bapak ibu mau buka warung ?" Tanya arumi yang baru saja keluar kamar.
" Ini bawaan nak brian rum, memang kamu tidak tahu.?" Tanya ibu siti.
* Kapan dia beli barang - barang ini, apa saat aku tertidur tadi . * Gumam arumi.
" Kalau tidak habis nanti di bagikan saja ke tetangga bu , hitung - hitung kita berbagi. " Ucap arumi.
Brian tidak masalah jika barang - barang itu sebagian di bagikan ke tetangga. Karena memang dia beli terlalu banyak, habis hampir 5 juta.
" Biarkan dulu barang - barang ini disini. Sekarang kita makan siang dulu yuk, pasti kalian lapar kan ? Tapi maaf ya nak. Ibu hanya bisa masak makanan sederhana, tidak tahu kalau kamu mau datang. Kalau kasih kabar kan bisa ibu potongin ayam" Seru ibu wati jujur.
" Tidak apa - apa buk " Jawab brian.
__ADS_1
Mereka berempat pun langsung duduk di bawah dengan beralaskan tikar . Brian terlihat menikmati makan siang nya sampai dia pun menambah. Padahal hanya sayur asam, tempe goreng dan sambal terasi dan kerupuk.
" Nak brian baru pertama ya makan makanan seperti ini ? Maklum nak di kampung makan seperti ini sudah biasa. Mana duduk nya harus lesehan, tidak ada meja makan seperti rumah nak brian." Tanya ibu wati.
" Iya bu tidak apa - apa. Tapi ini enak banget bu. " Jawab brian serius.
* Aneh kenapa dia doyan makanan kampung seperti ini, aku fikir dia akan minta makanan yang lain. Ternyata dia pemakan segala nya juga * Gumam arumi sambil menatap brian yang makan dengan lahap.
" Rum kamu juga makan yang banyak, habis ini ajak nak brian istirahat. Pasti dia capek sudah mengendarai mobil sendiri dari kota sampai sini. " Ucap pak suryo.
" Iya pak " Jawab arumi singkat.
Makan siang mereka pun selesai, arumi membantu membereskan piring dan gelas kotor. Sedangkan brian sudah arumi suruh masuk kamar untuk berganti pakaian dan beristirahat.
" Rum , kata lek parjo kemarin lusa dia melihat kakak mu laura. Lek parjo kan seminggu sekali ke kota untuk mengirim sayuran ke pelanggan nya. Tapi saat lek parjo memanggil kakak mu, dia seperti tidak mengenali lek parjo " Ucap ibu wati saat sedang mencuci piring dengan arumi.
* Apa aku bilang ibu ya kalau kemarin aku juga bertemu kak laura * Gumam arumi.
" Buk, emhh... Kemarin siang arumi juga ketemu kak laura. Arumi sudah meminta nya untuk pulang tapi kak laura bilang masih sibuk. Kapan - kapan dia akan pulang " Ucap arumi sedikit berbohong tentang laura agar hati ibu nya tenang.
Padahal laura tidak pernah mengatakan jika dia akan pulang.
" Ibu kangen dengan kakak mu Rum,sudah tiga tahun kakak mu tidak ada kabar. " Ucap ibu wati dengan mata berkaca - Kaca.
" Sudah bu jangan bersedih, sekarang ada arumi. Arumi pulang karena arumi kangen dengan bapak dan ibu. Arumi janji akan membawa kak laura pulang secepat nya " Ucap arumi lalu memeluk ibu nya dengan erat.
Ibu dan anak itu pun saling berpelukan, dari arah pintu brian tidak sengaja mendengar pembicaraan antara arumi dan ibu nya.
* Laura ? Wanita itu ternyata sudah lama tidak pulang bahkan tidak memberikan kabar kepada bapak dan ibu. Hemmm.... aku harus berhati - hati dengan wanita itu, jangan sampai wanita itu menghancurkan rumah tangga ku dengan arumi. Kenapa dulu aku menjadikan nya wanita pemuas ranjang ku ? Bagaimana jika arumi dan keluarga nya tahu aku pernah berkencan dengan laura * Gumam brian dalam hati nya.
Brian kembali masuk ke kamar arumi dan berbaring di kasur kecil dan terasa keras. Nama nya saja kasur teyali tidak ada empuk nya sama sekali.
*******
Hari ini crazy up ❤❤❤❤
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤
__ADS_1