
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
Bella tetap berusaha menemui brian di kantor, tapi tomi sudah mengintruksikan kepada security agar mengusir bella jika bella kembali datang ke perusahaan. Dan bensr saja hari ini bella datang kembali dan security pun dengan tegas mengusir nya.
" Satpam gila !! Aku ini calon istri bos mu ! Kenapa kamu mengusir ku ?" Teriak bella tidak terima karena kedatangan nya di sambut pengusiran dari para security.
" Maaf Non ini perintah langsung dari tuan tomi, jika anda datang anda tidak boleh masuk karena tuan brian tidak mau bertemu dengan anda " Ucap srcurity.
Bella terus memukul - mukul satpam yang menghalangi nya masuk. Dia tetap berusaha untuk masuk, tetapi akhir nya bella pun menyerah karena tenaga nya tidak cukup untuk melawan ke duq security yang berbadan kekar .
" Tunggu saja pembalasan ku security sialan !! Jika aku sudah menjadi nyonya brian alexander aku pastikan kalian akan aku pecat. Camkan itu !!" Bentak bella lalu pergi menjauh dari gedung perusahaan milik brian.
Bella berdiri di pinggir jalan sambil mencari taksi, dia tidak membawa mobil sendiri. Karena tadi berniat mengajak brian jalan dan makan siang bersama dengan mengendarai mobil mewah brian. Tetapi ternyata semua gagal total.
" Ini semua gara - gara tomi sialan itu !! Lihat saja akan aku buat perhitungan dengan nya. Dasar tomi brengsek " Seru bella berteriak.
Anak buah tomi terus mengikuti bella dan memvidio apa yang barusan di lakukan bella dan mengirim nya kepada tomi. Tomi tertawa melihat vidio yang dikirimkan oleh anak buah nya. Di dalam video terlihat bella yang kesal dan memaki diri nya.
" Aku tidak akan membiarkan wanita seperti bella menghancurkan hidup kak brian lagi. Aku tahu bella itu hanya menginginkan harta kak brian saja " Seru tomi geram sambil mengepalkan tangan nya.
[ Tom ke ruangan ku sekarang !] Seru brian dalam sambungan telepon.
Belum juga tomi menjawab brian sudah mematikan sambungan telepon nya secara sepihak. Namun tomi langsung menuju ruangan brian.
" Ada apa kak?" Tanya tomi saat sudah berada di ruang kerja brian.
" Kebiasaan tidak ketuk pintu dulu, dan apa tadi kamu memanggil ku kak ? Ada setan apa yang merasuki mu Tom ?" Tanya brian beruntun.
" Setan cewek cantik, kamu kakak ku kan ? Jadi wajar aku memanggil mu dengan sebutan kak. Kamu ini memang aneh bri "Gerutu tomi.
" Iya aku tahu tapi tidak biasa nya kamu memanggil ku kak, saat - saat tertentu saja kamu memanggil ku kak. Tapi ya sudahlah terserah kamu, mulut-mulut kamu juga tidak merugikan ku juga " Ucap brian sambil menutup berkas nya.
__ADS_1
Tomi terlihat kesal mendengar ucapan brian, selain arogant brian juga mulut nya terlalu pedas jika berbicara.
" Ada apa kamu memanggil ku ? " Tanya tomi.
" Aku ingin meminta mu untuk mengantarkan ku ke rumah sakit " Jawab brian.
" Memang mau ngapain di rumah sakit ? Tidak biasa nya kamu minta antar seperti ini. Atau jangan - jangan kamu sakit ?" Tanya tomi mulai khawatir.
" Aku tidak tahu, yang jelas akhir - akhir ini jantung ku sering berdebar dan detak jantung ku terlalu cepat. Aku takut ada masalah di jantung ku, agar tidak terlalu fatal aku ingin memeriksakan jantung ku " Ucap brian berterus terang.
Tomi mendengarkan penjelasan brian dengan serius, dia juga menghawatirkan kesehatan brian. Apalagi selama ini brian kurang memperhatikan kesehatan nya, semenjak di tinggalkan bella, brian sering meminum minuman keras dan pola makan yang tidak teratur.
" Ayok kita ke rumah sakit sekarang " Ajak tomi serius.
Briab mengangguk lalu membereskan berkas - berkas nya lalu bangkit dari kursi kebesaran nya dan berjalan ke luar menuju parkiran mobil nya.
[ Kosongkan jadwal mu, brian menuju rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan nya ] Seru tomi menghubungi bagas.
[ Kebiasaan tidak menjadwalkan dari awal ] Gerutu bagas.
Tomi langsung mematikan sambungan telepon nya dan fokus mengendarai mobil.
*****
Brian tampak biasa saja dengan pertanyaan formal dari bagas. Justru tomi yang sedari tadi hanya menahan tawa nya. Sebenarnya tomi tahu jika brian tidaklah sakit, dia hanya ingin bagas mengetahui jika brian jatuh cinta dengan seseorang. Sudah bisa tomi pastikan jika jantung brian sering berdebar karena jatuh cinta dengan arumi.
" Jantung ku sering berdebar dan berdetak lebih cepat dari biasa nya. Coba kamu cek jantung ku sebelum lebih fatal lagi. " Seru brian terlihat serius berbicara.
" Sudah berapa lama ?" Tanya bagas memastikan.
" Sudah seminggu ini setiap ada di apartemen jantung ini selalu berdebar. Apa ini karena wanita itu sering membuat ku marah jadi jantung ku bermasalah. " Ucap brian mencari alasan.
" Memang apa yang kamu rasakan saat dengan wanita itu yang tak lain adalah istri mu " Tanya bagas mulai tahu permasalahan brian.
" Saat ada di dekat nya jantung ku berdebar dan berdetak lebih cepat. Seperti nya aku tidak bisa terus - terusan dekat dengan wanita itu, bikin aku sakit jantung saja " Ucap brian.
Haha haha haha
Akhirnya tawa bagas dan tomi pecah juga, sedari tadi mereka berdua sudah ingin tertawa tapi masih bisa di tahan namun akhirnya tawa itu pecah juga. Brian menatap bingung kepada kedua sahabat nya, dia heran kenapa sahabat nya menertawakan nya. Brian justru mengira jika bagas dan tomi bahagia dengan penyakit yang di derita brian.
__ADS_1
" Kalian menertawakan ku ? Kalian senang aku penyakitan ? Kurangajar kalian !! Aku akan menghabisi kalian berdua, tidak perduli kalian sahabat ku atau adi ku !!" Sentak brian dengan nada bicara marah.
Tomi dan bagas langsung menghentikan tawa nya. Mereka takut membuat brian marah. Kalau brian marah bisa hancur semua nya.
" Kami tidak menertawakan mu. Maaf.. kami hanya bahagia. Kamu tahu kenapa jantung mu bisa seperti itu ? Kamu mau tahu jawaban nya ?" Tanya bagas sambil menepuk punggung brian.
" Apa ? " Tanya brian singkat dan jelas.
" Kamu itu sedang jatuh cinta dengan arumi. Jadi tidak ada penyakit yang serius pada jantung mu " Ucap bagas memberitahu brian.
Jatuh cinta ? Arumi ?
" Aku jatuh cinta dengan wanita sialab itu ?" Seru brian tidak percaya.
" Iya kamu jatuh cinta dengan wanita yang berstatus istri mu itu. Kalau kamu tidak percaya nanti kamu bisa buktikan sendiri saat bersama nya apa jantung mu berdebar lagi. Oh iya kalau sekarang bagaimana kondisi jantung mu ?" Tanya bagas.
Brian terdiam dia tidak merasakan apa - apa pada jantung nya, semua normal seperti biasa.
" Jantung ku berdetak normal " Jawab brian.
Bagas dan tomi saling pandang dan tersenyum, apa yang mereka fikirkan sama. Jika brian memang sedang jatuh cinta. Tomi mendekati brian dan duduk di samping brian lalu menepuk punggung brian.
" Tidak salah lagi jika kamu sudah jatuh cinta dengan arumi. " Seru tomi.
" Mana mungkin aku jatuh cinta dengan wanita sialan itu ? Dia bukan kriteria ku, wanita itu jauh dari standar ku " Ucap brian mencoba menolak kata hati nya sendiri.
" Ya sudah , kalau begitu semua terserah kamu. Lagi pula jantung mu sehat dan tidak ada masalah " Seru bagas.
Brian langsung menyambar kunci yang tomi letakkan di atas meja di ruangan bagas. Brian pergi begitu saja tanpa bilang dia akan kemana . Sedangkan tomi dan bagas hanya biasa saja, hal seperti itu sudah biasa terjadi. Brian akan bersikap seperti itu jika ada masalah berhubungan dengan cinta dan wanita.
*****
Akui saja babang brian jika kamu jatuh cinta dengan arumi, tidak usah gengsi ❤❤
LIKE, KOMEN , VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤
AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT UNTUK UP DAN MENULIS ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏
__ADS_1