
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
" Brian memecat mu sayang ?" Tanya ziko.
Setelah di pecat , laura langsung pulang ke rumah sewanya dan langsung menghubungi ziko untuk datang ke rumah. Pekerjaan ziko memang tidak terlalu sibuk sehingga ziko pun langsung menemui laura.
" Iya " Jawab laura kesal.
" Ya sudah kamu tidak usah bekerja lagi, di kantor ku juga tidak ada lowongan pekerjaan. Lagi pula tanpa kamu bekerja pun aku sudah mencukupi semua kebutuhan mu sayang " Seru ziko.
Hufftt..
Laura hanya mendengus dengan kesal, ini bukan soal uang atau materi. Dia bekerja di perusahaan brian niat nya ingin lebih dekat dengan brian agar brian bisa berpaling dari adik nya. Tapi ternyata semua rencana laura gagal, semuanya tidak semudah seperti yang laura bayangkan.
" Sudahlah aku malas membahas brian, dia memang adik ipar kurangajar dan tidak tahu diri " Seru laura masih kesal.
" Iya sudah kita tidak usah membahas brian lagi. Sekarang kita bahas soal kita saja, oh iya sayang besok bisa kan kita pergi menemui orang tua ku. Aku sudah membicarakan tentang dirimu dan mereka langsung meminta aku membawa mu ke rumah " Ucap ziko sambil menciumi tangan laura.
Mata laura melirik malas ke arah ziko, sebenar nya kalau bukan karena demi terlihat baik di depan arumi dan orang tuanya dia malas berhubungan dengan ziko. Lagi pula sekarang hidup dia pun sudah di tanggung ziko, laura hanya memanfaatkan uang ziko saja.
" Iya sayang " Jawab laura dengan malas.
" Kok tidak semangat sih ? apa kamu tidak senang bertemu dengan orang tua ku ? Bukan nya kamu yang menginginkan pernikahan kita di percepat, jadi aku pun harus cepat mengenalkan mu kepada orang tua ku. " Seru ziko.
" Aku senang kok sayang, tapi aku kan butuh pakaian baru. Masak bertemu calon mertua aku pakai baju ala kadar nya" Ucap laura pura - pura tersenyum manis.
" Kalau soal itu mudah sayang, nanti kita belanja baju baru yang banyak untuk mu. Tapi sebelum nya seperti biasa, kamu harus memanjakan ku dulu. Sudah 3 hari kamu tidak memanjakan ku" Ucap ziko sambil memainkan alis nya.
Sebenar nya laura malas, karena saat ini fikiran nya sedang tidak mood. Semua gara - gara pemecatan yang baru saja dia alami. Seperti tidak ada semangat untuk beraktifitas.
* Huhhh... aku malas banget mau bermain dengan ziko, tapi aku pun tidak mungkin menolak nya. Yang ada dia pasti akan marah dan semua keperluan ku akan di abaikan nya * Gumam laura dalam batin nya.
" Iya sayang, ya sudah yuk kita bermain di kamar saja. " Seru laura akhir nya mengiyakan ajakan ziko.
Ziko pun langsung bersemangat, dia menggendong laura dan membawa nya ke kamar. Ziko merebahkan laura begitu saja dan langsung melepaskan pakain nya dan melempar nya kesembarang arah. Akhir nya apa yang ziko inginkan terpenuhi juga, mereka bermain sampai dua jam. Waktu yang cukup lama, sampai mereka sama - sama kelelahan .
*******
Keesokan hari nya ziko menjemput laura di rumah yang di tempati orang tua laura. Orang tua laura memang masih berada di kota, atas permintaan arumi. Karena arumi dua bulan lagi akan melahirkan. Selain itu pernikahan laura dan ziko pun akan di laksanakan di kota jadi mereka memilih tinggal di kota untuk sementara waktu. Dan urusan ladang sudah di percayakan kepada tetangga disana.
" Laura, ingat saat bertemu dengan orang tua nya ziko nanti kamu harus bisa jaga sikap. Bertutur sapalah yang lembut, bapak dan ibu hanya berharap semoga orang tua ziko bisa menetima mu seperti ziko yang mau menerima kamu apa adanya ?" Ucap ibu wati menasehati laura.
__ADS_1
" Yang di katakan ibu mu benar laura " Tambah pak suryo membenarkan perkataan istri nya.
" Iya pak , buk " Jawab laura singkat dan terus mengunyah sarapan nya.
Ziko akan menjemput nya jam 10 nanti, jadi masih banyak waktu untuk laura bersiap - siap. Mau tidak mau laura harus tampil maksimal agar orang tua ziko menyukai nya dan menyetujui rencana pernikahan mereka.
" Ziko mau datang jam berapa?" Tanya pak suryo.
" Jam 10 pak " Jawab laura singkat.
" Apa kamu tidak mau membawa sesuatu untuk buah tangan calon mertua mu laura ?" Tanya ibu wati.
" Soal itu gampang nanti bisa beli di jalan. " Jawab laura dengan mudah.
Setelah sarapan laura kembali masuk ke dalam kamar nya untuk bersiap - siap, padahal baru jam tujuh pagi laura sudah mulai mempersiapkan dirinya. Sedangkan di dapur ibu wati sedang membuat kue untuk di bawa laura menemui calon mertua nya nanti. Beruntung bahan - bahan kue masih lengkap. Ibu wati membuatkan kue brownies keju untuk calon besan nya.
" Kira - kira laura di terima tidak ya buk sama orang tua ziko?" Tanya pak suryo sambil membantu istrinya.
" Kalau bapak tanya sama ibu, jawaban ibu tidak tahu pak. Semoga saja semua sesuai harapan kita ya pak " Ucap ibu wati pasrah.
" Iya buk " Jawab pak suryo.
Setelah hampir satu jam lebih ibu wati berkutat di dapur dua loyang brownis keju sudah selesai. Satu loyang sudah di masuk kan kedalam kotak kue untuk di bawa laura. Dan satu loyang lagi untuk cemilan di rumah, kebetulan mereka semua memang menyukai brownis keju buatan ibu wati.
" Laura itu ziko sudah datang " Panggil ibu wati dari depan pintu kamar laura
Ceklekkk....
" Kamu cantik sekali laura" Seru ibu wati.
" Iya dong bu. Tapi mek up nya menurut laura kurang tebal ya bu " Seru laura.
" Tidak laura,begini justru lebih bagus. Sudah sana cepat temui nak ziko. Dia sudah lama menunggu, dan itu kue yang ibu letakkan di atas meja jangan lupa di bawa" Seru ibu wati.
" Ibu buat kue ? laura kan sudah bilang kalau nanti laura beli saja. Lagi pula belum tentu orang tua ziko mau dengan kue kampungan buk. Ibu ini mau bikin aku malu ya " Ucap laura kesal.
Ibu wati langsung terdiam , ternyata laura belum sepenuh nya berubah. Sifat sombong nya masih saja tertanam dalam diri nya. Ibu wati tidak mau ribut, akhirnya dia pun mengalah.
" Ya sudah kue nya kamu tinggal saja " Seru ibu wati.
Laura berjalan ke depan menemui ziko yang sedang mengobrol dengan pak suryo di temani secangkir teh dan satu piring kue buatan ibu wati.
" Kita berangkat sekarang saja " Seru laura yang baru saja datang.
" Iya...pak, buk saya bawa laura dulu ya. " Seru ziko meminta izin.
" Iya nak ,hati - hati di jalan " Ucap pak suryo.
__ADS_1
" Iya pak , buk..oh iya terimakasih atas kue nya, kue buatan ibu enak banget " Ucap ziko jujur.
" Loh buk..mana kue yang mau di bawa laura untuk calon besan ? kok tidak di bawa kesini ?" Tanya pak suryo.
Ibu wati diam sesaat,dia tidak mungkin bilang jika laura tidak mau membawa kue kampungan buatan nya. Pasti laura akan marah dan malu di hadapan ziko.
Tanpa di duga laura langsung mengambil kue yang ada di atas meja makan dan membawa nya keluar. Akhir nya kue itu pun jadi di bawa laura.
Mobil yang di kendarai ziko sudah sampai di rumah ziko, ke dua orang tua ziko sudah menunggu kedatangan ziko dan calon istri yang akan ziko kenalkan. Mama ziko sudah meminta pelayan untuk memasak lebih banyak, karena mereka juga akan makan siang bersama.
" Itu suara mobil ziko " Seru pak burhan, papa ziko.
" Iya pa " Jawab fani , mama ziko.
Mereka menunggu di ruang keluarga , ziko dan laura pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang keluarga dimana kedua orang tua nya menunggu kedatangan nya.
" Mama,papa.... " Seru ziko terlihat bahagia.
" Ziko kamu sudah membawa calon istri mu ke rumah, mama sangat senang sekali sayang. Ternyata anak mama doyan perempuan juga " Seru mama ziko tanpa melihat ke arah laura.
" Iya dong ma, ziko ini lelaki normal ma " Seru ziko.
Namun tiba - tiba tatapan mama ziko beralih ke arah laura dan raut wajah bahagia mama ziko seketika berubah.
Deg...
Sepertinya mama ziko mengenali laura, tatapan mata nya sangat tajam menatap laura. Sedangka laura tersenyum sebaik mungkin.
* Ini tidak mungkin ? Tapi kenapa wajah nya mirip sekali ? Apa calon istri anak ku ini wanita murahan? Wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga adik ku 3 tahun yang lalu, tidak salah lagi memang dia wanita itu * Mama ziko membatin dalam hati nya.
" Siapa nama mu ?" Tanya mama ziko.
" Laura tante " Jawab laura dengan senyum malu - malu.
Deg...
Laura ?
* Ternyata benar dia wanita yang sama. Aku tidak mungkin menikahkan anak ku dengan wanita murahan seperti ini. Mau di taruh mana muka ku jika keluarga besar tahu siapa luna yang sebenar nya* Gumam mama ziko lagi.
" Ma kok diam saja sih,bawa duduk dulu calon mantu kita. Kasihan loh baru datang " Ucap pak burhan menyadarkan mama ziko dari lamunan.
" Tidak !!! Dia tidak akan menjadi menantu di keluarga kita!!" Ucap mama ziko dengan lantang.
**********
Laura kasihan banget sih 🤭🤭
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤