
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Ada yang lebih berhak mendapatkan apa yang di miliki oleh andra, ya anak karin lah yang berhak menerima harta yang di miliki andra. Sampai sekarang sabrina alias laura masih mencari keberadaan karin untuk melenyapkan anak karin. Walaupun karin tidak di nikahi oleh andra tetapi ada karin memiliki anak dari andra. Dan anak itu menjadi ancaman bagi sabrina, bahkan sabrina sendiri juga belum tahu keberadaan andra masih hidup atau sudah mati.
" Aku harus mencari tahu keberadaan andra dan karin. Tapi aku tidak mau melibat kan niko, jika dia tahu aku mencari keberadaan andra pasti dia akan curiga. Karena yang dia tahu andra ada di suatu tempat dan tidak mau di ganggu. " Gumam sabrina pelan.
" Anak dalam kandungan karin itu anak nya andra, aku tidak mau suatu saat karin dan anak nya menghancurkan hidup ku dan mengambil semua yang aku miliki. Semua ini sudah menjadi milik ku tidak ada satu orang pun yang boleh mengambilnya !!" Seru sabrina .
Tok Tok Tok....
Pintu ruangan sabrina di ketuk dari luar.
" Masuk " Seru sabrina dari dalam ruangan nya.
Sekertaris sabrina masuk ke dalam ruangan sabrina dan menyetahkan berkas - berkas yang sudah di periksa oleh niko, sabrina tinggal menandatangani nya saja.
"Kenapa kamu yang membawa berkas - berkas ini ? Memang nya kemana niko ?" Tanya sabrina menatap tidak suka kepada sekertaris nya.
" Maaf Bu.. pak niko sedang menemui klien di ruang meeting jadi beliau menitipkan ini kepada saya " Ucap sekertaris sabrina.
Sabrina sudah tidak bertanya lagi, dia langsung membubuhkan tanda tangan nya di atas berkas - berkas uang ada di hadapan nya.
" Ada lagi ?" Tanya sabrina.
" Tidak ada bu " Jawab sekertaris sabrina dengan singkat.
" Ya sudah kamu cepat keluar " Ucap sabrina sambil mengibaskan tangan nya.
Sekertaris sabrina pun langsung keluar dengan wajah masam, wajah - wajah tidak menyukai sikap sabrina sebagai seorang pemimpin perusahaan.
* Huhhh... pantas saja pak niko malas bertemu dengan nya, orang nya nyebelin dan ngeselin. Pemimpin perusahaan tapi bodoh, beruntung ketemu assisten seperti pak niko yang sabar dan dedikasi ke perusahaan patut di apresiasi * Gumam sekertaris sabrina.
Sedangkan di perusahaan BA group brian dan tomi sedang berdiskusi tentang wanita yang bernama maria sabrina, brian mencurigai jika sabrina punya niat jahat untuk arumi.
" Kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu ? Padahal baru sekali kamu bertemu dengan nya ?" Tanya tomi dengan heran.
__ADS_1
" Aku bisa melihat dari tatapan mata nya , kamu lebih tahu aku jadi jangan kamu tanya kan lagi alasan nya " Jawab brian dengan pasti.
" Aku seperti pernah melihat nya , begitupun dengan arumi. Insting kami mengatakan jika sabrina itu adalah laura " Ucap brian dengan yakin.
Tomi menyimak semua yang di sampaikan oleh brian, setelah brian selesai berbicara tomi pun langsung menyampaikan pendapat nya untuk menyelidiki sabrina . Bisa di tanyakan langsung kepada andra , apalagi andra memang masih dalam tahanan markas nya.
" Kita bisa tanyakan langsung kepada Andra. Jika memang wanita itu laura kita harus mencari bukti - bukti nya terlebih dahulu. " Ucap tomi menyampaikan pendapat nya.
" Baik secepat nya kita temui pria brengsek itu !!" Ucap brian kesal mengingat andra.
" Ok " Jawab brian singkat.
Ting Ting
Bunyi notifikasi dari ponsel brian.
[ Hubby kak karin ada di rumah sakit , dia baru saja melahirkan ] pesan di kirim oleh arumi.
" Karin ada di rumah sakit ,dia melahirkan " Ucap brian memberitahu tomi.
" Rumah sakit mana ?" Tanya tomi.
" Tempat arumi magang " Seru brian fokus pada ponsel nya.
[ Anter 2 pengawal untuk menjaja kak karin . Aku takut ada yang ingin menyakiti kak karin dan anak nya.]
[ Iya aku akan mengirimkan nya ]
[ Terimakasih hubby ]
[ Sama - sama istri ku]
********
Dokter yudi terlihat menghawatirkan keadaan karin , entah mengapa dia benar - benar khawatir. Sampai akhirnya setelah selesai jam praktek nya dokter yudi langsung menemui karin di ruang rawat nya.
" Karin " Seru dokter yudi dengan suara lembut nya.
Deg
Karin langsung terdiam mendengar suara seseorang pria yang sangat tidak asing di telinga nya. Dia pun langsung mencari sumber suara dan ternyata ada di samping nya.
__ADS_1
" Mas yudi " Seru karin terkejut.
" Kamu kenapa ada disini ? " Tanya karin juga gugup.
" Ini rumah sakit dan aku sekarang bertugas di rumah sakit ini dari dua tahun yang lalu. " Jawab dokter yudi.
Karin dan dokter yudi sebenarnya saling mengenal bahkan mereka juga sempat menjalin hubungan asmara namun orang tua dokter yudi tidak menerima karin karena dokter yudi sudah di jodohkan dengan berlian. Dan hubungan cinta dokter yudi dan karin kandas 3 tahun yang lalu.
" Tolong pergi dari sini mas !" Seru karin dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
" Karin... maafkan aku. Aku hanya ingin melihat dan mengetahui keadaan mu, maafkan aku karin " Ucap dokter yudi.
" Tidak ada yang perlu di maafkan mas, hubungan kita sudah berakhir 3 tahun yang lalu. Dan sekarang pasti kamu sudah bahagia dengan wanita pilihan orang tua mu, jadi tolong mas jangan pernah muncul lagi di hadapan ku. " Ucap karin dengan tegas.
" Aku belum menikahi wanita pilihan orang tua ku karin, aku tidak mencintai nya. Aku hanya mencintai kamu , hanya kamu wanita yang sampai sekarang ada di hati ku. Karin apa kamu lupa jika malam itu aku sudah melakukan kesalahan yang fatal kepada mu, hanya demi dirimu bertahan di samping ku aku telah merengut apa yang sudah kau jaga. Kejadian 3 tahun lalu sampai sekarang masih terus membayangi ku, tolong maafkan aku karin. " Ucap yudi penuh sesal.
Tidak dapat di pungkiri jika karin juga masih menyimpan cinta untuk dokter yudi. Namun sekarang semua nya sudah berbeda.
" Aku sudah memaafkan mu, dan soal malam itu aku pun sudah melupakan nya. Sekarang tolong segera tinggalkan aku sendiri, aku tidak mau lagi melihat mu. Dan satu lagi, aku sudah punya anak jadi kamu pasti tahu kalau aku pasti sudah bersuami " Ucap karin berbohong agar dokter yudi tidak mendekatinya lagi.
" Aku tahu karin tapi izinkan aku untuk bicara sebentar lagi, ada yang ingin aku bicarakan karin " Ucap dokter yudi.
" Maaf... tolong segera tinggalkan tempat ini !!" Seru karin sedikit meninggikan suara nya.
Dokter yudi tidak bisa berbuat apa - apa lagi, dia takut keadaan karin akan drop apalagi dia baru saja melahirkan. Akhirnya dengan kecewa dokter yudi keluar dari ruangan karin, saat dokter yudi keluar ternyata arumi juga ingin ke ruangan karin.
" Loh dokter yudi ngapain ?" Tanya arumi heran.
" Oh... tidak apa - apa tadi salah masuk saja, kamu sendiri ngapain ada di sini ?" Tanya dokter yudi balik.
" Saya mau lihat mbak yang tadi habis melahirkan " Jawab arumi santai.
" Oh... ya sudah. Silahkan masuk " Seru dokter yudi lalu melangkah pergi menjauh dari ruang perawatan karin.
Arumi menatap curiga ke arah dokter yudi, apalagi raut wajah dokter yudi terlihat sangat sedih, seperti sedang merasakan kesedihan yang mendalam.
*******
Mampir di karya terbaru AUTHOR ya kak " PERJODOHAN PENGGANTI "
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE , BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤️❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️