
.
.
.
💞💞💞💞💞
Dina , mita beserta dua lelaki jomblo bagas dan tomi, mereka pergi meninggalkan arumi dan brian. Sebenar nya arumi lebih senang ke dua teman nya ikut merayakan ulang tahun nya dan makan malam bersama dengan nya. Tapi arumi tahu suami nya saat ini pasti hanya ingin merayakan makan malam romantis dengan nya.
Tiba - tiba lampu taman yang tadi nya terang benderang kini sudah berganti lampu taman yang redup. Brian dan arumi sudah duduk di meja makan yang sudah di siapkan. Makan malam kali ini benar - benar romantis, di iringi suara alunan biola yang sangat merdu.
" Apa kamu bahagia ?" Tanya brian sebelum menyuapkan sepotong daging ke mulut nya.
" Aku bahagia sekali." Jawab arumi dengan senyum mengembang.
Tidak dapat di pungkiri malam ini arumi benar - benar bahagia, apalagi malam ini dia merayakan ulang tahun nya dengan makan malam romantis dengan suami nya. Seumur hidup arumi baru kali ini ulang tahun di rayakan seperti ini, walaupun hanya berdua dengan suami nya.
" Terimakasih sudah memberikan kejutan ini untuk ku. " Ucap arumi lagi.
" Apa pun akan aku lakukan untuk membahagiakan mu dan calon anak kita. " Ucap brian dengan senyum manis nya.
Acara makan malam berjalan dengan lancar, arumi dan brian pun berdansa di bawah cahaya remang di iringi dengan alunan musik yang sangat romantis.
Dari kejauhan dua pasangan jomblo menyaksikan ke romantisan antara arumi dan brian. Jiwa jomblo mereka meronta - ronta melihat ke romantisan sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu.
" So sweet banget sih. Kapan aku mempunyai pasangan yang bisa romantis seperti Tuan brian, masih ada gak sih pria setampan suami arumi. " Seru mita sambil memeluk lengan dina dengan erat.
" Jangan seperti ini dong mit, risih tau " Gerutu dina melepaskan tangan mita. Dia geli karena mita memeluk lengan nya dengan erat.
" Isshh ... gitu aja gak boleh sih din. Aku juga mau romantis - romantisan seperti arumi. " Gerutu mita.
" Kalau mau romantis - romantisan jangan sama aku dong. Itu ada dua pria jomblo nganggur, sama mereka saja sana. " Ucap dina sambil melirik ke arah tomi dan bagas yang duduk di samping mereka berdua.
Tomi dan bagas langsung saling adu pandangan, mereka berdua menggelengkan kepala bersamaan. Entah apa yang ada di fikiran mereka sampai mereka bisa kompak seperti itu.
" Siapa yang mau sama dia, ogah banget " Seru mita .
" Ehh... siapa juga yang mau sama cewek bar - bar seperti kamu. Aku juga ogah, di luar sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan lebih segala nya dari kamu. Jangan kepedean kamu. " Seru tomi membuat mita semakin kesal.
" Kamu jangan sombong, aku juga tidak mau sama kamu. Seandainya di dunia ini stok pria sudah habis aku juga tetap tidak mau sama kamu, kecuali kalau terpaksa. Terpaksa untuk memiliki keturunan. " Seru mita membuat dina dan bagas ingin tertawa.
" Kalau pun terpaksa aku juga ogah sama kamu, yang ada anak ku nanti akan seperti kamu. " Seru tomi menolak mita.
" Sok tampan." Gerutu mita kesal.
__ADS_1
" Memang aku tampan, kamu nya saja yang tidak menyadari aku tampan. " Jawab tomi dengan percaya diri nya.
" Hoeeekk... wajah seperti itu di bilang tampan. Bangun dulu dari mimpi mu bung, apa di rumah kamu tidak punya kaca ? kalau tidak punya nanti aku pinjamin kaca yang besar. Habis itu kamu ngaca, tampan tidak wajah kamu itu, wajah pas - pasan saja bangga" Seru mita tak kalah pedas membalas tomi.
Melihat tomi dan mita terus berdebat, membuat bagas dan dina pusing. Mereka pun diam - diam meninggalkan dan membiarkan diu orang aneh itu untuk berdebat. Bagas dan dina memilih menjauh dan jalan - jalan di sekitaran resto.
" Pusing aku mendengar perdebatan mereka " Ucap bagas memulai obrolan dengan dina.
" Mita memang begitu kak, tapi dia anak nya baik kok. Kalau tidak ada dia , hari - hari terasa sepi " Ucap dina sambil terkekeh.
" Cocok dia sama tomi, tomi juga orang nya cerewet. Mulut nya sudah seperti ibu - ibu komplek kalau sudah ngoceh " Ucap bagas lagi.
" Siapa tahu mereka berjodoh ya kak " Seru dina sambil mengulas senyum.
" Begitupun dengan kita, semoga kita juga berjodoh " Ucap bagas tiba - tiba.
Deg..
Dina langsung terdiam, wajah nya memerah karena malu. Baru pertama kali ini ada pria yang dekat bahkan menggoda nya seperti ini. Selama ini dia selalu menjaga jarak dengan para laki - laki karen takut sakit hati.
" Dina kamu sudah punya pacar ?" Tanya bagas.
" Emm.. belum kak " Jawab dina gugup.
Dina masih saja diam, dia hanya menganggap pasti bagas hanya bercanda. Mana ada orang nembak dengan cara seperti ini.
" Din.. kalau boleh jujur aku jatuh cinta dengan mu saat pandangan pertama. Saat pertama kali kita ketemu di rumah sakit, saat kamu menjenguk arumi" Ucap bagas bicara dengan jujur.
" Apaan sih kak jangan bercanda " Ucap dina malu - malu masih menganggap ucapan bagas adalah candaan belaka.
Bagas mendekati dina lalu menggenggam tangan dina dengan lembut. Saat ini jantung dina sudah tidak karuan, berdetak tidak beraturan. Dina benar - benar gugup.
" Aku serius dina, aku jatuh cinta kepada mu. Maukah kamu menjadi istri ku?" Tanya bagas serius, bukan menjadi pacar tapi langsung mengatakan menjadikan istri nya.
" Kak bagas bercanda nya gak lucu" Jawab dina.
" Aku tidak bercanda din, aku serius. Apa wajah ku terlihat seperti sedang bercanda, aku mencintai mu. Maaf kalau semua ini terlalu cepat untuk mu, tapi aku memang harus mengatakan nya sebelum ada orang lain yang mendahului aku. Aku ingin jawaban mu sekarang juga, jika iya katakan iya dan jika tidak katakan tidak. Walaupun kamu menolak ku, tidak akan menganggu persahabatan kita. Mau kan kalau misal jadi sahabat ku ?" Tanya bagas membuat dina semakin bingung.
* Bagaimana sih orang ini? Jadi pacar, istri atau jadi sahabat nya? aku kan bingung mau jawab nya * Gumam dina dalam hati nya.
" Maksud kak bagas ini bagaimana sih ? tadi nembak dina sekarang kok menjadikan dina sahabat ? Kan bikin bingung " Seru dina cemberut.
Bagas tertawa sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Dia sendiri juga bingung dengan kata - kata nya maklum kelamaan jomblo jadi tidak ada kata - kata romantis.
" Aku ingin menjadikan mu istri ku, maukah kamu menjadi istri ku ?" Ucap bagas lagi .
__ADS_1
" Sebenar nya... emm.. dina juga jatuh cinta dengan kak bagas. Dina mau menjadi pacar dan calon istri kak bagas " Jawab dina malu - malu.
Karena terlalu bahagia nya, bagas reflek langsung memeluk dina dengan erat dan mencium pucuk kepala dina. Dina sendiri hanya melongo dengan perlakuan yang di berikan oleh bagas.
" Terimakasih dina, terimakasih. Akhirnya kamu mau menerima cinta ku. Aku berjanji secepat nya aku akan melamar mu" Seru bagas serius.
" Dina masih ingin kuliah kak. Dina minta kak bagas jangan bilang - bilang tentang hubungan kita ini. Dina mau ini jadi rahasia kita berdua saja. " Ucap dina.
Bagas mengangguk paham, dina pasti menjaga perasaan mita sahabat nya. Dia antara mereka bertiga memang hanya mita yang belum memiliki pasangan. Tapi tidak masalah bagi bagas, yang terpenting dina sudah menerima cinta nya.
Malam sudah semakin larut, bagas dan dina menghampiri tomi dan mita lagi. Kini ke dua nya sudah tidak berdebat justru sama - sama serius sambil memainkan ponsel nya masing - masing.
" Kalian ngapain ?" Tanya bagaa mengagetkan tomi dan mita.
" Sst.. diam aku lagi serius " Jawab tomi.
" Ahhh... kalah lagi kan. Dan aku pemenang nya, bawa sini uang nya " Seru mita dengan gembira nya.
Bagas dan dina baru menyadari jika mita dan tomi baru saja main game dan tomi ternyata kalah. Terlihat dari wajah nya yang kusut seperti pakaian yang belum di setrika.
" Mana nomor rekening kamu ? Biar aku transfer saja, aku tidak ada uang kas " Seru tomi kesal.
" Ok " Jawab mita sambil mengacungkan jempol tangan nya.
Setelah mita memberitahu nomor rekening nya , tomi langsung mentrasfer uang 3 juta ke rekening mita sebagai bayaran main game nya yang kalah.
" Kalian darimana saja sih ?" Tanya tomi.
" Kami tadi dari jalan - jalan, males disini melihat orang yang berdebat. Sudah seperti ibu - ibu komplek yang sedang memarahi anak nya. Daripada telinga kami sakit mending kami jalan - jalan " Jawab bagas tidak sepenuh nya berbohong.
" Ya sudah ayuk kita pulang. Brian sama arumi juga sudah pulang, terpaksa aku menemani dia main game sambil nungguin kalian. Hilang sudah uang ku 3 juta" Seru tomi kesal.
" Jangan pelit - pelit kenapa, kan kamu yang bilang kalau aku bisa ngalahin kamu. Kamu akan kasih aku uang 3 juta, nah terbukti kamu kalah kan ? jadi sportif dong jangan menyesal seperti ini. " Seru mita sambil memasukan ponsel nya di dalam tas nya.
" Iya - iya " Jawab tomi.
Akhirnya mereka berempat pun pulang dengan memgendarai mobil bagas, karen tomi tadi datang bareng brian jadi dia tidak membawa mobil.
*******
Babang bagas gercep juga ya 🤭🤭🤭
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1