
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Dua minggu kemudian
Oeekk... Oeekk... Oeeekk
Tangisan bayi terdengar nyaring dari dalam ruang bersalin, membuat kelegaan hati para orang tua yang sedang menunggu di luar ruangan. Orang tua brian dan ke dua mertua nya merasa lega karena bayi dalam kandungan arumi sudah lahir.
" Alhamdulillah pak kita sudah resmi menjadi nenek " Seru ibu wati dengan bahagia nya.
" Iya buk. Bapak juga senang dan bahagia " Jawab pak suryo lega.
" Cucu kita sudah lahir pak , buk... Pa cucu kita sudah lahir. " Ucap girang mema asti. Sedangkan Tuan alexander duduk sambil tersenyum, dia memang seperti itu tidak bisa mengekpresikan kebahagiaan nya.
Ceklek...
Pintu ruang bersalin terbuka dan keluarlah dokter dan brian bersamaan. Wajah brian terlihat seperti orang kelelahan padahal arumi yang berjuang. Keeingat membanjiri tubuh brian, bahkan wajah brian pun terlihat sedikit pucat.
Tanpa berkata - kata brisn langsung memeluk mama nya dengan erat.
" Maafkan brian Ma.. Maaf kalau brian selama ini suka membantah bahkan membuat mama marah. Brian minta maaf ma " Seru brian dengan mata berkaca - kaca.
" Ini ada apa bri ? Kenapa tiba - tiba kamu seperti ini ? Apa yang terjadi? menantu dan cucu mama tidak apa - apa kan ?" Tanya mama asti beruntun.
" Mereka baik - baik saja Ma. Anak brian jagoan dan dia sehat. Baru kali ini brian melihat seorang ibu melahirkan, bertaruh dengan nyawa demi sang buah hati. Ternyata melahirkan itu penuh perjuangan ma, maaf... maafkan brian. " Seru brian kembali memeluk mama asti.
Mama asti dan semua yang ada di situ baru mengerti maksud dari sikap brian. Setelah melihat perjuangan arumi melahirkan membuat brian sangat menyesal pernah marah bahkan tidak memperdulikan ucapan sang mama.
" Sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana perjuangan seorang wanita yang melahirkan ? Nyawa nya dia pertaruhkan demi anak nya ? Mama harap jangan sekalipun kamu menyakiti istri mu, perlakukan dia dengan baik. " Ucap mama asti penuh kelembutan.
" Iya ma " Jawab brian singkat lalu mengusap air mata nya.
Namun tiba - tiba tomi datang dan menertawakan sikap brian barusan.
__ADS_1
" Haa haaa... Brian alexander ternyata bisa menangis juga. Lucu juga ya kalau sedang menangis, lihat nih tadi aku videoin loh. " Seru tomi sambil menunjukan ponsel nya.
" Awas kamu !!" Seru brian kesal sambil menatap tajam tomi .
Semua sedang berbahagia karena kelahiran cucu pertama keluarga alexander. Arumi dan bayi nya sudah di pindahkan ke kamar rawat, tentu nya kamar VVIP yang khusus di pakai untuk keluarga alexander. Arumi juga sudah terlihat lebih sehat dan segar.
" Mau kamu kasih nama siapa anak ini bri?" Tanya tomi.
" Ohh... iya hampir lupa. Mama juga belum tahu siapa nama anak kamu bri ?" Seru mama asti.
Brian menatap ke arah istri nya, arumi hanya menggeleng karena memang dia belum menyiapkan nama untuk anak nya.
" Marvel Alexander " Ucap brian pasti.
" Wahhh nama yang bagus, bagaimana bu besan ? " Ucap mama asti.
" Bagus bu.. Cocok sama bayi ganteng ini " Jawab ibu wati.
Semua keluarga setuju dan menyukai nama pemberian brian. Mulai hari ini arumi dan brian resmi menjadi seorang ayah dan ibu. Lengkap sudah kebahagiaan kedua nya.
*******
Meskipun laura tetap tidak pernah membalas pesan nya, ibu wati masih sering menanyakan kabar laura lewat pesan singkat. Seperti hal nya hari ini ibu wati mengirimi pesan laura memberi kabar jika arumi melahirkan.
" Kamu kenapa sayang kok kelihatan nya bahagia sekali ?" Tanya andra yang baru saja selesai mandi.
" Mmm... ini sayang , arumi sudah melahirkan. Sepertinya rencana kita akan segera kita laksanakan. Oh iya bagaimana dengan pendekatan mu kepada arumi?" Tanya laura sambil memperhatikan brian yang sedang memakai baju.
" Bagus.. setelah dia melahirkan rencana kita akan segera kita laksanakan. Aku sudah tidak sabar ingin memiliki wanita itu, setelah itu brian akan hancur sehancur - hancur nya. Sudah beberapa hari ini aku tidak melakukan pendekatan, karena adik mu itu sudah tidak masuk kuliah, tapi aku masih terus mengirimkan bunga kesukaan nya. Tapi dia tidak tahu jika bunga itu dari ku. " Ucap andra bercerita.
" Tapi apa kamu yakin rencana kita akan berhasil ?" Tanya laura sedikit ragu dengan rencana yang di buat andra.
Laura tahu jika andra orang nya gegabah, semua di lakukan tanpa perhitungan terlebih dahulu. Sama dengan adik nya, Anton. Andra hanya mengikuti hawa nafsu nya saja.
" Kamu meragukan rencana yang sudah aku buat?" Tanya andra sambil mencengkram lengan laura.
" Aoouuww... sakit, lepaskan !" Seru laura terkejut dengan perlakuan andra yang kasar.
" Oh.. sorry aku kelepasan. Aku memang tidak suka jika ada yang meragukan apa yang sudah aku rencana kan. Sekalipun itu orang tua ku sendiri. Kamu datanglah melihat adik mu, pura - pura datang karena ingin melihat keponakan mu. Dan kamu lakukan apa yang aku intruksikan, apa kamu paham sayang ?" Ucap andra dengan serius menatap wajah arumi lekat.
__ADS_1
Laura mengangguk paham dengan apa yang di katakan andra. Laura bersiap untuk ke rumah sakit menjenguk arumi dan anak nya.
" Kamu mau pergi juga ? Bukan nya hari ini libur sayang?" Tanya laura yang melihat andra juga sudah rapi bahkan baju yang dia pakai sudah di ganti.
" Iya... Aku ada urusan ! Persiapkan dirimu untuk nanti malam bertempur di atas ranjang dengan ku. " Jawab andra dengan senyum menggoda laura, lalu menyambar kunci mobil yang ada di atas nakas.
Sebelum pergi dia mencium bibir laura sekilas, bagi laura tidak masalah andra bohong atau tidak . Karena hubungan mereka memang tidak ada kata cinta, mereka hanya bekerja sama untuk mencapai apa yang mereka ingin kan. Bahkan hubungan ranjang atas dasar saling membutuhkan saja, namun untuk urusan uang andra selalu memberi lebih untuk laura. Bahkan laura juga sudag di berikan mobil dan tinggal di apartemen mewah milik andra.
" Disana pasti masih ada bapak , ibuk dan mertua arumi. Lebih baik aku jalan - jalan saja dulu, aku tidak mau bertemu dengan mereka. Bagi ku bertemu dengan mereka adalah sebuah musibah, tatapan mata mama mertua arumi juga sangat menakutkan. Seperti mau menerkam ku saja " Seru laura sambil fokus menyetir mobil nya.
Mobil laura berbelok ke salah satu mall, dia ingin membeli hadiah untuk anak arumi. Di depan arumi laura tetap pura - pura baik seolah tidak terjadi sesuatu dan seolah dia tidak menaruh dendam kepada adik nya itu.
" Ihh... ketemu kamu lagi ". Seru karin yang juga ada di toko perlengkapan bayi.
" Kamu ngapain disini ? Pasti kamu ngikutin aku ya ?" Seru laura kesal.
" Sorry ya aku tidak mengikuti mu, tujuan ku memang ke toko ini. Tidak lihat apa kalau aku hamil, sudah pasti aku ke toko ini mau mencari perlengkapan bayi ? Kamu sendiri ngapain di sini?" Tanya balik karin dengan ketus .
Laura malah menatap sinis ke arah karin, lalu pergi menjauhi karin dan kembali memilih barang yang akan dia beli untuk hadiah anak arumi tanpa memperdulikan tatapan karin.
* Cihhh sombong banget sih wanita itu. Aku ingin tahu sebenar nya siapa sih dia , bisa sesombong itu. * Seru karin dengan kesal.
" Kenapa harus ketemu wanita hamil itu lagi sih ? Dua kali ketemu dia bikin mood ku tidak baik. " Gumam laura pelan sambil memilih - milih baju bayi yang akan dia beli untuk hadiah anak arumi.
" Sepertinya ini bagus " Ucap laura mengambil dua stel baju dan membawa nya ke kasir.
" Total nya 1, 5 juta kak " Jawab kasir ramah.
Keuangan laura memang sudah membaik dan itu semua berkat andra, andra yang sudah memfasilitasi hidup laura.
" Pakai kartu kredit saja ya mbak" Seru laura sambil memberikan kartu nya kepada kasir.
" Iya kak, sebentar ya " Jawab kasir ramah.
Setelah proses pembayaran selesai laura pun meninggalkan meja kasir dan langsung keluar menuju parkiran dimana mobil nya terparkir. Karin yang sedari tadi memperhatikan laura sangat penasaran siapa laura yang sebenar nya ?
********
Like, komentar, vote, favorite, berikan hadiah nya serta rate bintang 5 nya ya kak 🙏❤❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤