Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Hanya masuk angin


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Malam ini arumi berada di apartement brian mengerjakan tugas nya sebagai istri brian. Walaupun arumi istrinya brian tetap menganggap nya wanita pemuas ranjang nya saja. Sebenarnya sudah ada benih - benih cinta antara ke dua nya namun mereka sama - sama tidak mau mengakui nya.


" Malam ini kamu mau menginap atau pulang dengan kedua orang tua mu ?" Tanya brian saat sudah selesai dengan aktifitas ranjang nya.


" Pulang saja om, ehh tuan.." Jawab arumi ragu - ragu.


" Sopir akan mengantar mu " Ucap brian lalu turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


Arumi memakai kembali pakaian nya dan bersiap pulang ke rumah yang di tempati orang tua nya. Tanpa menunggu brian selesai dari kamar mandi arumi langsung pergi begitu saja.


* Betapa hina nya diri ku. * Gumam arumi.


" Langsung pulang non ?" Tanya sopir.


" Iya pak " Jawab arumi singkat.


Mobil yang membawa arumi mulai keluar dari halaman parkiran apartemen dan membelah jalanan. Malam sudah larut, keadaan jalan sudah lumayan sepi.


" Sudah sampai non " Ucap pak sopir.


" Oh iya pak, terimakasih " Jawab arumi lalu turun dari mobil.


Arumi masuk ke dalam rumah, rumah lampu sudah di matikan dan sudah sepi. Kedua orang tua arumi pasti sudah tidur. Perjalanan dari desa ke kota lumayan jauh , membuat mereka kelelahan.


******


Hoek Hoek Hoek


Pagi - pagi sekali arumi mual dan muntah - muntah, badan nya lemas dan keluar keringat dingin serta kepala nya juga sangat pusing. Ibu wati yang mendapati arumi muntah pun sangat khawatir.


" Kamu sakit rum ?" Tanya ibu wati.

__ADS_1


" Tidak tahu bu, mungkin karena semalam pulang nya terlalu malam jadi arumi masuk angin bu. Di tambah semalam arumi lupa untuk makan malam. " Ucap arumi jujur.


" Kamu duduk sini dulu ya biar ibu buatkan teh hangat untuk kamu " Ucap ibu siti menuntun arumi duduk di kursi yang ada di dekat meja makan.


* Ini tanda - tanda nya seperti awal kehamilan ku dulu. Tapi aku tidak mungkin hamil karena aku rutin minum pil penunda kehamilan. Ini mungkin karena masuk angin saja lagi pula semalam aku memang tidak makan malam * Arumi bermonolog pada dirinya sendiri.


" Ini minum teh nya rum." Ucap ibu wati sambil mrnyodorkan segelas teh hangat di depan arumi.


" Terimakasih bu " Ucap arumi.


Ibu wati meninggalkan arumi di dapur, dia melanjutkan pekerjaan nya kembali. Ibu wati tadi sedang menyapu ruang tamu dan mendengar arumi muntah - muntah kangsung menghampiri arumi di dapur.


" Eh rum ibu mu mana ?" Tanya pak suryo yang baru saja masuk dari arah belakang.


" Ibu ada di depan pak lagi menyapu. Loh bapak dapat darimana buah rambutan ini ? Masih pagi loh pak jangan makan rambutan dulu, ingat asam lambung nya nanti kumat " Ucap arumi mengingatkan bapak nya.


" Itu bapak dari kebun belakang. Masak kamu yang tinggal disini tidak tahi kalau pohon rambutan nya buah. Iya ini untuk dimakan nanti siang kok rum " ucap pak suryo lalu meletakkan segerombol rambutan di pojokan dapur.


Mata arumi berbinar melihat buah rambutan yang merah - merah, sampai arumi menelan saliva nya sendiri. Tiba - tiba arumi sangat menginginkan buah rambutan itu. Dia menunggu ayah nya keluar baru dia akan mengambil rambutan itu.


" Bapak kedepan dulu ya rum, mau lihat ibu mu " Ucap pak suryo.


" Iya pak " Jawab arumi singkat.


* Kenapa aku jadi mrnyukai rambutan ini padahal dulu aku sama sekali tidak suka dengan buah rambutan. Apa karena ini rambutan kota jadi aku pun menyukai nya * Gumam arumi terlihat bingung.


Sementara itu di sebuah rumah kontrakan sedang terjadi adegan panas antara laura dan ziko. Semalam ziko mrnginap di rumah kontrakan laura, dan seperti biasa jika mereka bersama tidak akan lepas dari kegiatan olah raga ranjang.


" Ah.. Sayang kenapa semakin hari kamu semakin pandai dan lincah. Aku semakin tidak bisa lepas dari permainan mu sayang" Seru ziko sambil meremas rambut laura.


Laura sedang mengerjakan sesuatu di bawah sana, dia sangat menikmati daging tanpa tulang itu. Tidak ada bosan - bosan nya dia terus saja melahap nya.


Des@h@n ziko menggema di ruangan itu. Mereka tidak melakukan nya di kamar, tetapi di sofa ruang tv.


" Terus sayang... terus.. hhhaa sebentar lagi sampai puncak nya " Racau ziko sambil memejamkan mata nya.


" Ahhh " Akhirnya ziko sampai pada pelepasan pertama nya.


Laura membersihkan nya sampai bersih tanpa ada rasa jijik sedikit pun.

__ADS_1


" Sayang punya ku juga mau di manjakan " Seru laura dengan suara mendayu - dayu di telinga ziko.


Ziko mengangguk lalu merebahkan laura di atas meja dengan kaki menjuntai ke bawah. Ziko langsung melancarkan aksi nya, tanpa jijil ziko juga melakukan seperti yang di lakukan laura tadi.


Ziko memainkan lidah nya di area yang sangat sensitif, membuat laura semakin mabuk kepayang di buat nya. Badan laura menegang dan akhirnya laura pun sampai di puncak permainan.


" Sayangggg.... Ahhh Emhh.. Kamu memang luar biasa sayang " Seru laura sambil menekan kepala ziko.


Ziko kini sudah merubah posisi nya kini mereka sudah saling berhadapan dengan laura masih tetap di atas meja. Ziko menekan milik nya dan langsung menggerakkan nya dengan sangat agresif. Suara mereka berdua saling beradu dan bersahut - sahutan. Cukup lama mereka melakukan kegiatan olah raga pagi di atas meja .


Suara des@h@n laura dan ziko menggema di ruangan itu, mereka benar - benar hanyut dalam permainan nya. Tidak ada kata bosan bagi mereka berdua, padahal semalam mereka sudah bermain selama 3 jam. Namun pagi hari nya mereka tetap melakukan nya kembali.


" Argh.... " L3n9uh@n panjang kedua nya mengakhiri permainan mereka di pagi itu.


" Sayang kamu benar - benar luar biasa. Bisa membuat ku banjir keringat di pagi hari. " Seru laura sambil membela wajah ziko yang masih ada di atas nya.


" Iya sayang ini juga karena kamu bisa mengimbangi permainan ku. Aku tidak pernah bosan untuk bermain dengan mu. Aku ingin lagi dan lagi. Apakah kamu menginginkan nya lagi ?" Seru ziko yang g@ir@h nya kembali lagi.


Laura hanya mengangguk kan kepalanya sambil menggigit bibir nya.


Ziko pun memainkan nya kembali, pusaka nya memang tadi belum di keluar dari sarung nya. Dengan posisi yang masih sama,ziko dan laura mengulangi permainan nya. Beruntung meja itu terbuat dari kayu jati sehingga kuat menopang tubuh mereka berdua.


" Sayang... sayang.... aku, aku tidak tahan lagi. " Seru laura dengan suara tertahan.


" Kita lepaskan sama - sama sayang. Tunggu sebentar lagi" Ucap ziko di sela - sela permainan nya.


Akhirnya mereka sampai di pelepasan nya secara bersama. L3n9uh@n panjang kembali menggema di ruangan itu. Ziko menjatuh kan tubuh nya di atas sofa yang tidak jauh dari meja tempat bermain nya. Sedangkan laura masih tetap terbaring lemah di atas meja.


" Kita mandi sayang " Ajak laura.


" Sebentar lagi sayang, aku masih terlalu lelah dan letih . Kamu duluan nanti aku menyusul " Seru ziko.


" Baiklah aku mandi dulu ya, jangan lupa untuk segera menyusul ku ke kamar mandi. " Ucap laura sambil mengusap daging tanpa tulang yang sudah tertidur.


******


SEMOGA BAB INI LULUS DENGAN BAIK ❤


TETAP DUKUNG SEMUA NOVEL AUTHOR YA KAK, TANPA DUKUNGAN DARI PEMBACA , AUTHOR BUKANLAH SIAPA - SIAPA 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2