Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Arumi hamil


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Deg


Jjddeerrrr


" Apa aku hamil ?" Seru arumi sambil memegang tespeck yang menunjukan dua garis merah.


Bagaikan di sambar petir di pagi hari saat arumi mengetahui jika dirinya hamil. Beberapa hari ini arumi sering muntah dan terus mual, dia ingat jika belum kedatangan tamu bulanan nya. Teringat kejadian satu bulan yang lalu arumi langsung pergi ke apotik dan membeli tes kehamilan.


Arumi tertunduk di lantai kamar mandi sambil menangis dan di tangan nya masih memegang tespeck. Arumi menangis sejadi - jadi nya, dia tidak mau hamil di saat kuliah nya belum selesai apalagi hamil dengan pria yang tidak di kenal.


" Ibu, bapak !! Maaf kan rumi, rumi sudah melakukan kesalahan besar. Tapi ini bukan kemauan rumi, rumi di perkosa oleh lelaki bejat itu " Ucap arumi dalam tangis nya.


" Apa aku harus mencari pria itu dan meminta nya untuk bertanggung jawab. Tapi apa dia mau, tidak .. tidak aku tidak akan menemui lelaki brengsek itu, aku tidak mau kejadian malam itu terulang lagi " Gumam arumi.


Arumi bangkit dan kembali duduk di atas kasur sambil terus memikirkan cara bagaimana agar kehamilan nya tidak di ketahui oleh orang. Apalagi arumi masih sekolah dengan beasiswa, arumi tidak mau beasiswa nya di cabut oleh pihak kampus.


Saat dia dalam kebingungan tiba - tiba ponselnya berdering ada panggilan masuk di ponsel arumi. Arumi melihat ponsel nya dan disana tertulis nama " Bapak " memanggil.


[ Hallo... Assalamualaikum pak ] Sapa arumi


[ Waalaikumsalam nak, bagaimana kabar mu ?] Tanya bapak arumi.


[ Alhamdulillah rumi sehat pak, oh iya bapak sama ibu sehat kan ? Rumi kangen bapak ibu ]


[ Alhamdulillah bapak dan ibu sehat, ini ibu mu ada di sebelah bapak. Dia mau bicara dengan mu ]


[ Hallo,. rumi ! Kamu sehat nak?]


[ Rumi sehat bu, kata bapak ibu mau bicara dengan rumi ? Masalah apa bu ?]


[ Iya rum, ibu cuma mau bilang kamu tidak usah mengirim uang lagi ke kampung. Lebih baik uang kamu simpan untuk keperluan kamu, ibu sama bapak alhamdulillah ada hasil panen jagung sedikit dari menggarap sawah nya pak imam. ]


[ Alhamdulillah ya bu rumi ikut senang mendengar nya ]

__ADS_1


[ Rum, kamu benar tidak apa - apa kan nak ? kamu baik - baik saja ? Ibu beberapa hari ini terus kefikiran kamu rum, ibu takut terjadi sesuatu kepada mu rum. Ibu sering bermimpi tentang kamu rum, ibu selalu memimpikan kamu sedang menangis ]


Deg


Arumi teringat jika dia memang sedang tidak baik - baik saja, ada sesuatu besar sudah terjadi pada diri arumi. Tetapi arumi menutupi nya dan tidak mungkin untuk memberitahu ke dua orang tua nya, orang tua nya pasti akan sedih dan membenci nya.


[ Rumi baik - baik saja bu, rumi sehat dan tak kurang apa pun. Ibu sama bapak jaga kesehatan ya, pokok nya tidak boleh kecapean ]


[ Iya rum, ya sudah ibu tutup telepon nya ya. Assalamualaikum ]


[ Waalaikumsalam bu ]


Tangis arumi langsung pecah, sedari tadi dia menahan agar tidak menangis.


" Maaf kan rumi buk " Seru arumi.


Ikatan batin antara ibu dan anak itu benar ada nya, ikatan itu begitu kuat sehingga apa pun yang terjadi dengan anak nya seorang ibu bisa merasakan nya.


******


" Nanti ada pengusaha yang akan makan malam di ruang VIP saya minta arumi dan citra yang melayani mereka " Ucap amar sang manager cafe.


" Saat di ruang VIP nanti kamu jangan kecentilan, kerjakan saja yang menjadi tugas mu" Ucap citra ketus.


Dari dulu citra memang tidak suka dengan arumi, pembawaan arumi yang santai dan baik serta peduli dengan karyawan yang lain membuat arumi di senangi oleh para karyawan. Namun semua itu membuat citra iri sehingga citra sangat membenci arumi.


" Disini aku itu bekerja bukan untuk kecentilan " Jawab arumi.


" Awas kamu ya !" Seru citra lalu pergi meninggalkan arumi.


" Kenapa nenek lampir itu rum ?" Tanya mita menghampiri arumi.


" Biasalah dia dari dulu memang tidak suka dengan ku. Oh iya malam ini aku dapat tugas untuk melayani tamu VIP tapi sama si citra itu " Ucap arumi.


" Iya kamu harus waspada sama mak lampir itu jangan sampai dia mengerjai mu dan dapat merugikan mu. " Ucap mita memperingatkan arumi.


Saat malam tiba, arumi dan citra sudah berada di ruangan VIP menunggu pengusaha yang akan makan malam di ruangan itu.


" Kamu tunggu di dalam sini biar saya yang menyambut kedatangan Tuan Brian di depan pintu " Ucap citra dengan ketus.


Arumi dan citra sudah tahu jika Tuan Brian Alexander yang akan makan malam. Tetapi arumi tidak tahu jika Brian adalah pria yang sudah mengambil kesucian nya. Jika dia tahu sudah pasti arumi akan menolak tugas nya malam ini.

__ADS_1


" Selamat malam Tuan Brian " Sapa citra menyambut kedatangan brian.


Brian datang bersama tomi dan dua rekan bisnis nya, citra mengumbar senyum semanis mungkin untuk menarik perhatian brian. Sedangkan arumi diam mematung di tempat nya, tubuh arumi gemetaran seakan tubuh nya akan luruh ke lantai.


Ternyata Tuan Brian yang di maksud adalah pria bejat yang sudah mengambil kesucian nya dengan paksa , hingga tumbuh janin di dalam rahim nya.


Brian memandang sekilas ke arah arumi yang menundukkan kepala nya, brian bisa mengenali arumi dengan baik. Senyum tipis terukir di bibir seksi brian.


* Ternyata kamu bekerja disini * Gumam brian dalam hati nya.


" Kenapa kamu diam mematung ? seharus nya kamu tuangkan minum untuk mereka !" Seru citra berbisik di telinga arumi.


Arumi memberanikan diri nya untuk menuangkan minuman ke dalam gelas untuk ke empat tamu nya. Dengan tangan sedikit bergetar arumi mulai menuangkan minuman.


" Kita bertemu lagi gadis kecil " Bisik brian di telinga arumi.


Arumi bergerdik ngeri mendengar suara brian, suara brian mengingatkan nya kepada kejadian satu bulan yang lalu. Arumi berdiri kembali di tempat nya masih terus menundukkam kepala nya.


" Apa tuan mau langsung makan ? Biar kami siapkan semua nya " Ucap citra dengan senyum ramah yang di buat semanis mungkin.


" Iya kamu siapkan semua nya dan biarkan dia disini untuk melayani kami " Ucap brian dengan suara datar nya.


" Baik tuan " Jawab citra sedikit kecewa karena brian lebih memilih arumi untuk melayani mereka.


Dengan rasa kecewa nya citra keluar dari ruangan VIP sambil melirik sinis ke arah arumi. Citra keluar dan menuju dapur untuk memberitahu koki agar segera menyiapkan makan malam untuk tamu VIP.


" Kamu duduklah di kursi itu, jangan berdiri terus nanti kaki mu bisa kram. Makanan nya juga belum datang. " Seru tomi sambil menunjuk kursi yang ada di dekat pintu.


" Tidak tuan, biar saya berdiri disini saja. Ini sudah menjadi tugas saya " ucap arumi.


Setelah menunggu lima belas menit makanan sudah mulai berdatangan. Citra datang dengan dua pelayan lain nya, arumi membantu citra menyusun makanan di atas meja.


" Sudah siap semua nya tuan silahkan makan. Jika masih perlu sesuatu panggil saja kami, kami ada disini khusus melayani makan malam tuan - tuan semua " Ucap arumi dengan sopan sambil membungkukkan badan nya.


Brian , tomi dan ke dua rekan kerja nya mulai makan, sesekali mereka berbincang tentang pekerjaan. Brian pun mencari celah untuk bisa mencuri pandang ke arah arumi. Sesaat tatapan mata brian dan arumi bertemu, arumi salah tingkah dan mencoba mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


*****


Dukung terus karya Author ya kak, agar Author semakin semangat untuk menulis bab - bab terbaru ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2