Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Pindah haluan


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Hari sudah pagi, sabrina bangun dengan tubuh yang sakit - sakit semua. Badan nya terasa sakit semua akibat permainan nya dengan gito semalam. Sabrina bangun dan mendapati tubuh nya dalam keadaan polos dan tanda merah sudah memenuhi bagian depan tubuh nya. Baju tidur yang dia kenakan semalam terongok di lantai begitu saja.


Sabrina tersenyum senang karena dia mengira jika Andra lah yang semalam melakukan nya. Padahal semalam yang menggarap sabrina adalah gito si tukang kebun nya sendiri.


" Banyak sekali tanda merah ini ? Pasti semalam andra sangat liar, hemm... tapi kenapa aku tidak ingat apa - apa . Semalam aku memang merasakan permainan itu, tapi kenapa aku seakan lupa sosok Andra yang bekerja di atas ku. Bagaimana agresif dan liar nya dia aku tidak ingat. Tapi tidak masalah yang penting Andra puas sehingga dia tidak akan banyak menuntut perusahaan nya " Ucap Sabrina.


Sabrina tidak tahu jika semua yang dia ambil dari andra saat ini sudah kembali menjadi milik andra lagi. Tunggu saja kehancuran mu Sabrina yang licik.


Sabrina turun dari ranjang tanpa mengenakan apa - apa, dia masuk ke kamar mandi dan mengisi bathup dengan air hangat dan aromaterapi. Sabrina ingin berendam untuk merileks kan tubuh dan otot - otonya.


" Kenapa tubuh ku bau sekali ya ? Keringat ku tidak bau begini, ini bukan bau keringat andra juga. Ahh... yang namanya keringat tidak penting, yang lebih penting andra semalam puas, sekarang lebih baik aku berendam agar otot - otot tubuh ku rileks. " Seru sabrina masuk kedalam bathup.


Cukup lama sabrina berendam, setelah dirasa cukup sabrina menyudahi berendam nya. Sabrina mengenakan pakaian yang modis dan seksi dengan memoles wajah nya dengan mek up yang cukup tebal. Setelah selesai sabrina keluar dari kamar lalu menuju meja makan.


" Aku mau sarapan di taman belakang saja, bawakan jus alpukat dan makanan ke taman. " Seru Sabrina memerintah.


Padahal ini sudah bukan jam nya sarapan lagi, karena sudah hampir jam 11 siang. Sabrina langsung menuju tamab belakang dan duduk di kursi sambil menunggu makanan nya di antar.


" Baru bangun non ?" Sapa gito sambil senyum - senyum..


" Bukan urusan kamu, sana urus saja pekerjaan mu. " Seru sabrina ketus mengusir gito.


" Sepertinya non sabrina capek banget ? Memang nya habis kerja lembur ya Non ?" Tanya gito lagi tidak perduli dengan pengusiran Sabrina tadi.


" Kamu ini kenapa sih? Janga banyak bertanya, sana - sana aku mual melihat tampang jelek mu dan tubuh gendut mu itu. Sana pergi aku mau makan , jangan merusak nafsu makan ku " Seru sabrina lagi dengan ketus.


* Biar jelek begini semalam aku berhasil menggarap mu sampai berjam - jam Nona sabrina yang cantik. Bahkan kamu juga sampai berkali - kali sampai puncak permainan, bekas merah di tubuh mu itu hasil karya ku. Biar pun aku jelek begini, keperjakaan ku sudah hilang bersama mu. Semoga saja tumbuh benih ku di rahim mu itu* Gumam gito dengan senyum bahagia nya .

__ADS_1


" Heeehhh.... kenapa masih di situ? Cepat pergi sana dan kerjakan yang sudah menjadi tugas mu. Potong rumput yang di sebelah sana. Malah senyum - senyum sendiri dasar tidak jelas " Ucap sabrina dengan kesal.


* Huuhhh... dasar sombong. Bagaimana kalau kamu tahu jika semalam aku yang sudah menggarap mu. Apa kamu masih bisa sombong begini ? Suruh potong rumput, rumput di sawah sepetak mu itu juga harus sudah di potong. Sudah mulai lebat dan panjang - panjang, apa mau sekalian aku potong* Gerutu gito dengan kesal.


" Iya Non, selamat makan Non. Makan yang banyak ya biar sehat " Seru gito lalu pergi meninggalkan sabrina.


Sabrina menatap sinis si tukang kebun nya itu yang menurut nya hari ini sangat aneh. Namun tidak sabrina pusingkan, menurut nya hanya tukang kebun dan itu tidak terlalu penting.


*********


Arumi hari ini datang ke rumah sakit, karena hari ini hari terakhir dia magang. Arumi datang ke rumah sakit dengan di antar sang suami tercinta nya, Brian.


" Sayang apa aku perlu menemani mu di hari terakhir magang mu ini ?" Tanya brian saat mobil sudah sampai di halaman rumah sakit.


" Tidak hubby... Hari ini sepertinya aku akan pulang cepat. Karena dokter yudi sudah mengganti ku dengan assisten lama nya, hari ini aku datang hanya untuk berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada pihak rumah sakit. " Ucap arumi.


" Hemmm... Sudah mau turun ?" Tanya brian .


" Iya hubby. Ada apa lagi hubby ?" Tanya arumi tidak jadi membuka pintu mobil.


" Sayang... Aku sudah tidak tahan. Dia sedari tadi bangun terus, aku tidak mungkin ke kantor dalam keadaan begini " Ucap brian dengan suara tersengal - sengal.


Pandangan Arumi langsung tertuju ke arah bawah sana, benar saja di bawah sana sudah ada yang bangun dan berdiri dengan tegak. Arumi kasihan melihat suami nya yang tersiksa karena menahan hasrat.


" Kita cari tempat jangan di mobil seperti ini. " Ucap arumi dengan serius.


" Terimakasih sayang. Kita ke hotel yang tidak jauh dari rumah sakit ini. " Seru brian dengan senyum sumringah nya.


Brian langsung tancap gas dan menuju hotel terdekat, di sekitar rumah sakit tempat arumi magang memang ada hotel milik Brian. Setelah 5 menit arumi dan brian sudah sampai hotel. Brian memarkirkan mobil nya dengan cepat, setelah mobil terparkir brian dan arumi masuk ke dalam hotel dan langsung menuju kamar yang biasa di tempati brian jika dia datang.


" Hubby, ini hotel milik mu juga?" Tanya Arumi.


" Iya sayang " Jawab brian sambil membuka pintu kamar nya.


Pintu terbuka, brian dan arumi masuk dan brian mengunci kembali pintu kamar nya. Brian mulai melancarkan aksinya dan arumi hanya mengikuti dan menikmati permainan yang di berikan brian.

__ADS_1


" Sayang sebenarnya dari semalam aku menginginkan nya, tapi karena semalam marvel tidur dengan kita jadi aku menahan nya " Ucap brian sambil terus bergerak.


" Eeemm.... Kenapa tidak minta saat di rumah tadi hubby. Sebenarnya aku juga sangat menginginkan nya hubby.. Eemmm " Seru arumi dengan suara tersengal karena menahan sesuatu.


" Disini kita bisa main sampai siang sayang " Seru brian mempercepat gerakan nya.


" Iya hubby... Lakukanlah aku juga sangat menyukai nya hubby. " Ucap arumi mengikuti pergerakan brian.


Arumi sudah pandai mengimbangi permainan brian, dia hanya ingin suami puas dengan pelayanan nya sehingga tidak akan bosan. Kini posisi sudah berubah dengan arumi yang memimpin permainan. Arumi benar - benar memanjakan dan memuaskan brian, permainan mereka cukup panjang.


Mereka berdua sudah sama - sama mandi keringat , semakin lama arumi semakin agresif.


" Hubbyy..... Emmmmmhhh" Seru Arumi saat dia sudah sampai di puncak permainan nya.


Brian kembali memimpin, dia kasihan melihat arumi yang sudah dua kali sampai puncak sedangkan dia sekalipun belum. Brian tidak kenal lelah dia terus bergerak dan bergerak sampai dia juga sampai pada puncak permainan nya.


" Aarrrgggghhh..... " Suara brian m3n993r@n9 dengan panjang.


Brian dan Arumi sama - sama lelah dan bermandikan keringat. Mereka berbaring di atas kasur, brian memeluk dan mencium kening istrinya dengan mesra dan lembut. Dia sangat senang dan puas dengan permainan mereka hari ini.


" Terimakasih sayang " Seru brian sambil mencium kening arumi.


" Sama - sama hubby. Aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari hidup mu hubby. Aku berharap selama nya kita akan bersama dan hidup bahagia. Menualah bersama ku Hubby " Ucap Arumi memeluk brian dengan erat.


" Pasti... Pasti sayang. Selamanya kita akan bersama dan menua bersama. Semoga di dalam sini akan segera tumbuh adik untuk marvel." Seru brian sambil mengusap perut Arumi.


Akhirnya mereka pun mengulang lagi permainan mereka selama satu jam. Setelah selesai mereka mandi dan bersiap kembali ke tempat aktifitas mereka masing - masing. Brian mengantar arumi kembali ke rumah sakit yang sebenarnya tadi pagi sudah berada di halaman rumah sakit tapi harus pindah tempat karena sesuatu yang minta untuk dimanjakan dulu.


********


TOLONG RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


KLIK LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2