Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Keguguran


__ADS_3

.


.


.


Kini brian sudah ada di rumah sakit, brian menunggu di luar ruang UGD. Brian terus bertanya - tanya apa benar arumi hamil anak nya ? atau arumi sengaja membohongi nya ?


Dokter keluar dari UGD dan menghampiri brian, dokter Bagas mengajak brian masuk ke dalam ruangan nya. Brian tahu pasti ada sesuatu yang penting hingga bagas harus membawa nya masuk ke dalam ruangan nya.


" Siapa wanita itu ? apa salah satu korban kebrutalan mu ?" Tanya bagas penuh selidik.


" Maksud kamu apa gas ? " Tanya brian pura - pura tidak tahu.


" Wanita itu ke guguran brian !! Apa anak yang di kandung nya itu anak mu ?" Tanya bagas.


Bagas adalah sahabat brian. Brian, bagas dan tomi mereka dulu tumbuh bersama. Orang tua bagas dulu adalah sahabat papa brian. Namun saat bagas duduk di bangku kuliah orang tua nya meninggal dan meninggalkan banyak hutang. Hampir saja bagas berhenti kuliah, namun hal itu tidak terjadi karena brian membiayai kuliah bagas sampai selesai. Sampai bagas menjadi seorang dokter.


" Aku tidak tahu jika dia hamil. Tapi apa itu anak ku ?" Tanya brian.


" Kamu jangan gila Bri. Sudah jelas - jelas wanita itu salah satu wanita mu. Masih tanya soal anak apa kamu lupa saat melakukan nya ?" Ucap bagas kesal.


" Aku baru sekali melakukan dengan nya sekitar satu bulan yang lalu. Sama tadi malam sekali. Saat itu dia masih virgin " Ucap brian jujur.


" Gila... gila.. kamu gila bri. Wanita itu pasti wanita baik - baik, kamu sudah merusak masa depan nya. Tolong bri berubah lah, jangan terus mempermainkan wanita. Wanita itu tidak semua sama bri, beda dengan bella sialan itu " Ucap bagas terlihat emosi.


Brakk


Briab menggebrak meja yang ada di hadapan nya, dia paling tidak suka ada orang yang membicarakan masa lalu nya. Brian menatap bagas tajam seakan siap untuk menghabisi bagas.


" Kamu tidak perlu ikut campur urusan ku ! dan jangan kamu bahas lagi soal masa lalu ku. Disini tugas mu hanya untuk mengobati pasien, cepat kamu obati wanita itu dan jangan banyak tanya. Masalah ini hanya kamu yang tahu, jika sampai orang tua ku tahu kamu akan menanggung akibat nya dan rumah sakit ini yang akan jadi jaminan nya "Ucap brian penuh penekanan. Brian pun meninggalkan ruangan bagas.


Bagas menatap kepergian brian dengan iba, karena cinta di masa lalu nya brian bisa berubah sekejam itu. Bahkan tidak memperdulikan nasehat dari teman nya lagi.

__ADS_1


* Semoga suatu saat nanti ada wanita yang bisa membuka pintu hati mu lagi dan bisa mengobati luka mu yang terlalu dalam itu * Gumam bagas.


Brian pergi meninggalkan rumah sakit tanpa melihat keadaan arumi terlebih dahulu. Namun bagas sudah meminta perawat untuk menjaga arumi 24jam.


" Apa benar anak yang di kandung wanita itu anak ku ? Dan anak itu sekarang sudah tiada ? Tidak.. aku tidak boleh lemah, dan tidak bisa percaya begitu saja. Aku akan menanyakan nya kepada wanita sialan itu setelah dia keluar dari rumah sakit. " Ucap brian saat dalam perjalanan menuju apartemen nya.


******


Sedangkan di tempat lain mita dan dina dari semalam mencoba menghubungi ponsel arumi namun tetap tidak ada jawaban. Kedua sahabat arumi sangat menghawatirkan arumi.


" Kenapa ponsel arumi tidak bisa di hubungi ya mit ? Dari semalam kita sudah menghubungi nya tetap saja tidak ada jawaban. Kita harus mencari nya kemana lagi mit?" Ucap dina yang terlihat cemas.


" Aku juga tidak tahu nin. Apa arumi di culik ya din ? Kalau sampai sore arumi tidak ada kabar kita harus melaporkan ke kantor polisi" Saran mita.


" Iya kamu benar mit" Jawab dina.


Dina dan mita terus mencari keberadaan arumi, setiap tempat yang dulu pernah mereka kunjungi tidak luput dari mereka.


" Ponsel siapa ini butut amat " Ucap brian memegang ponsel arumi.


Brian mencoba menghidupkan ponsel arumi, ada beberapa pesan yang masuk. Dan brian pun membuka dan membaca nya.


[ Arumi kamu dimana?]


[ Rum kok kostan kamu gelap, kamu dimana ]


[ Balas rum ]


[ Tadi aku minta kamu tunggu di parkiran, saat aku keluar kamu sudah tidak ada. Aku kira kamu pulang dulan, tapi kok kamar kamu masih gelap ]


[ Rum, jangan bikin aku khawatir. Kita di kota ini tidak ada saudara, semua ada di kampumg. Jadi kamu kemana ?]


Dan masih banyak lagi pesan yang masuk dan tidak brian baca. Brian memilih untuk membalas pesan itu dengan singkat, agar teman arumi berhenti menghubungi arumi setidak nya agar tidak lapor polisi tentang hilang nya arumi.

__ADS_1


[ Maaf aku tiba - tiba semalam dapat telepon dari kampung, orang tua ku sakit jadi aku langsung pulang tanpa mengabari mu. ]


Brian mengetik balasan seperti itu lalu mengirim nya ks kontak yang bernama mita.


" Dengan begini teman nya tidak akan bingung dan tidak akan curiga " Seru brian tersenyum puas.


Brian kembali membuka ponsel arumi, di buka nya galery dan terlihat foto - foto arumi. Ada foto saat arumi SMP , SMA dan ada foto - foto selfie arumi. Ada juga foto sepasang pria dan wanita paruh baya yang brian yakini itu ke dua orang tua arumi.


" Ternyata dia cantik juga, hemm.. siapa tadi nama nya..Arumi ? iya tadi chatt teman nya panggil arumi. Nama yang cukup bagus. Aku harus bisa membuat dia menjadi teman ranjang ku." Ucap brian.


[ Boss kamu kenapa tidak ke kantor ? adameetin penting yang harus kamu ikuti. Meeting dengan tuan namoto dari jepang sekitar 35 menit lagi ] Pesan dari tomi.


" Sial kenapa aku bisa lupa jika pagi ini ada pertemuan dengan tusn namoto. " Gerutu brian.


[ Aku masih di apartemen. Aku akan bersiap ke kantor, kalau dia tidak mau menunggu ku biarkan saja. Dan batalkan saja kerjasama dengan perusahaan nya, uang ku tidak akan habis untuk membayar pinalty nya]


Brian tidak membalas dengan pesan singkat tetapi langsung menelpon tomi. Belum juga tomi menjawab ucapan brian, brian langsung mematikan nya.


" Kenapa fikiran ku tertuju kepada wanita itu terus ? ini tidak bisa di biarkan, aku harus mencari obat agar wanita itu tidak menganggu fikiran ku terus. Oh iya apa aku hubungi wanita yang waktu itu, tapi dia ada di luar kota. Baiklah aku hubugi dia untuk datang ke kota ini. Siapa yang akan menolak uang dan pesona Brian Alexander. " Ucap brian penuh percaya diri.


[ Hallo ] Suara dari seberang telepon sana.


[ Kalau kamu mau uang datanglah ke Kota XX aku tunggu di Hotel prima nomor 345 jam tujuh malam ]


[ Anda siapa ]


[ Brian ]


Brian langsung mematikan sambungan telepon sebelum lawan bicara nya mengatakan sesuatu.


" Tidak ada rotan akar pun jadi, wanita yang sama tidak masalah yang penting hasrat tersalurkan " Ucap brian.


******

__ADS_1


Terus dukung novel author ya kak.❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2