Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Babby marvel pulang


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


" Bagaimana hasil penyidikan mu ?" Tanya andra.


Laura dan andra baru saja menyelesaikan makan malam nya dan saat ini sedang bersantai di depan ruang Tv sambil menikmati teh manis buatan laura.


" Besok siang arumi dan anak nya sudah bisa di bawa pulang. Sepertinya akan lebih mudah beraksi saat di rumah , karena lebih luasa. Di rumah sakit kamar arumi di kawal dengan ketat " Jawab laura berpendapat.


" Dimanapun aku tidak masalah karena yang aku butuhkan adalah arumi, aku sudah tidak sabar untuk memiliki wanita cantik itu. Kecantikan arumi itu alami tanpa mek up pun dia tetap cantik " Ucap andra membayangkan arumi ada di dekat nya.


Tidak perduli ada laura di samping nya,andra tetap memuji arumi. Semua itu membuat laura kesal,biar pun dia tidak punya hubungan percintaan dengan andra tetapi perkataan andra tetap saja tidak di sukai laura apalagi yang andra puji itu rival nya.


" Kamu boleh mengambil arumi dan terserah mau kamu apakan dia. Tapi satu, jangan kamu sakiti anak arumi. Aku tidak mau menyakiti bayi itu, dulu aku hampir saja nencelakai bayi dalam kandungan arumi. Tapi setelah tadi aku melihat dan menggendong nya , aku merasa bersalah sudah pernah berniat melenyapkan nya " Ucap laura terdengar ada penyesalan.


" Kamu tenang saja, aku tidak akan menyakiti bayi itu. " Seru andra dengan tenang.


" Aku percaya padamu " Jawab laura singkat.


" Emmm... sayang aku ke kamar duluan ya, aku capek banget. Bolehkan aku tidur lebih awal ?" Tanya laura sedikit ragu.


Andra memang selalu minta di temani menonton Tv terkadang juga menonton film kesukaan nya dan laura akan duduk di samping nya sampai larut malam, laura kalau boleh memilih lebih baik dia dugem daripada begadang tapi cuma memandangi layar TV.


" Iya tidur lah... Setelah ini aku juga mau ke ruang kerja ku dulu. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" Ucap andra.


" Baiklah, kalau begitu aku ke kamar ya " Seru laura.


Laura sebenar nya tidaklah mengantuk, dia sengaja menjauh dari andra karena dia sedari tadi ingin menghubungi ziko. Tidak tahu kenapa laura terus ingat dan ingat dengan ziko, seperti laura benar - benar mencintai ziko. Tapi jika benar laura jatuh cinta kepada ziko, cinta laura tidak akan terbalaskan.


* Uhh... kenapa sih dengan fikiran ku ini, setiap saat selalu ziko yang di ingat. Jangan - jangan aku benar jatuh cinta dengan nya* Gumam laura.


Laura merebahkan tubuh nya di atas kasur lalu mengambil ponsel dalam kantong piyama nya.Laura berusaha menghubungi ziko namun sampai panggilan ke 5 kali tidak ada jawaban dari ziko.


" Sial sepertinya dia sengaja tidak mau menganggkat telepon ku." Seru laura kesal.

__ADS_1


Laura pun mengirimka pesan singkat melalui aplikasi berwarna hijau.


[ Ziko angkat telepon nya . Ada yang ingin aku bicarakan padamu ]


[ Ziko besok temui aku di cafe XX jam 10 pagi ]


Dua pesan sudah laura kirimkan tapi belum ada balasan dari ziko. Sampai akhirnya laura pun tertidur, malam ini tidak ada adegan ranjang dengan andra karena andra pun sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


*******


Siang ini arumi dan bayi nya sudah di perbolehkan pulang, brian sengaja tidak masuk kantor karena dia ingin menemani anak dan istri nya pulang. Mama asti dan ke dua mertua brian sudah menunggu di rumah brian. Dan untuk papa alex pagi tadi dia ada pertemuan dengan rekan bisnis nya.


" Sayang apa sudah semua nya ?" Tanya brian memastikan jika tidak ada barang yang tertinggal.


" Sudah hubby. Kak sheila sudah membereskan semua nya. Sini hubbu biar marvel aku yang gendong, kamu bawa tas nya saja " Ucap arumi.


" Ada pengawal yang membawa barang - barang ini sayang. Kamu duduk saja di kursi roda sambil memangku marvel dan aku yang mendorong kursi roda nya " Ucap brian.


" Aku kuat jalan hubby tidak perlu memakai kursi roda. " Tolak arumi.


" Tidak ada penolakan , cuma sampai parkiran saja." Jawab brian pasti.


Arumi hanya mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan suami nya, menolak pun percuma karena tetap saja akan di lakukan brian.


Menempuh perjalanan sekitar empat puluh lina menit, mobil brian sudah sampai di halaman rumah. Sheila turun dari mobil dan langsung menurunkan barang- barang arumi dan marvel.


" Selamat datang di rumah cucu oma yang ganteng nya melebihi papa nya " Ucap mama asti sengaja membuat brian kesal.


" Selamat datang cucu nenek. Yuk rum di bawa masuk, kasihan di luar panas " Seru ibu wati.


" Iya buk.. terimakasih oma dan nenek sudah menyambut kedatangan marvel " Ucap arumi menirukan suara anak kecil.


Arumi di ikuti brian dan yang lain nya masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah sudah di hias sedemikian rupa seperti mau ada acara ulang tahun. Di dalam sudah ada ke dua sahabat arumi. Dina dan mita yang berdiri sambil membawa segerombol balon warna -warni.


" Dina, mita... kalian disini juga ? " Tanya arumi terlihat senang melihat ke dua sahabat nya juga ada di rumah nya.


" Selamat datang babby marvel yang ganteng. Ini ada dua aunty, ini aunty mita dan ini aunty dina. Kami berdua akan selalu menjaga mu seperti mama mu " Ucap mita tak menjawab pertanyaan arumi malah sibuk mengoceh dengan babby marvel.


" Iya rum, kami memang sengaja datang kesini untuk menyambut kedatangan mu dan babby marvel" Jawab dina.

__ADS_1


" Tapi tidak perlu seperti ini juga kali Din. Dan ini apa bawa balon segala, kamu kira mau jualan balon. " Canda arumi sambil terkekeh.


" Ini semua ide nya tante asti. " Seru mita sambil melirik ke arah mama asti.


" Terimakasih ma " Ucap arumi tidak enak ternyata ide gila ini dari mama asti.


Arumi jadi merasa tidak enak , mana tadi sudah melontarkan candaan tentang dagang balon. Beruntung mama asti tidak marah.


" Sini marvel biar ibu gendong rum, kamu duduk dulu. " Ucap ibu wati mengambil marvel dalam gendongan arumi.


Arumi mengangguk lalu memberikan marvel kepada ibu nya. Barang - barang arumi dan marvel sudah di letakkan di kamar oleh sheila. Brian ikut duduk di samping arumi, membuat dina dan mita sungkan untuk mrngobrol dengan arumi.


" Bri, kamu ikut mama sebentar. Ada yang ingin mama bicarakan " Ucap mama asti.


Seperti nya mama asti memang sengaja mengajak brian menjauh. Karena dia tahu apa yang ada di fikiran kedua sahabat menantu nya.


" Eh rum sakit tidak saat melahirkan ?" Tanya mita kepo.


" Sedikit.. selebih nya nikmat yang tidak bisa ku ungkapkan dengan kata - kata" Ucap arumi dengan senyum mengingat perjuangan nya tiga hari yang lalu.


" Tapi kata orang - orang sakit rum " Ucap mita lagi.


" Hussstt... mulut kamu itu bisa tidak tanya yang lain. Setiap orang itu beda - beda mit, ada yang bilang sakit ada juga yang bilang tidak, kalau mau membuktikan nya sendiri kamu harus hamil dulu " Ucap dina.


Hahaaa haaa...


Arumi tiba - tiba tertawa cukup keras. Dia lupa jika di rumah nya saat ini sudah ada bayi. Tiba - tiba dia menghentikan tawa nya karena ingat ada bayi dan ada mamamertua serta orang tua nya juga.


" Rum.. di jaga itu tertawanya. Jangan di samakan seperti saat di kostan Rum " Seru mita mengingatkan.


" Iya tadi aku lupa. Soal nya lucu Mit... dina sih yang lucu " Seru arumi sambil terkekeh.


Cukup lama mereka berbincang, dan akhirnya dina dan mita pamit pulang karena memang mereka sudah dari pagi ada di rumah arumi ikut mempersiapkan dekorasi penyambutan babby marvel.


*******


LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2