
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
Tidak ada yang tahu kapan rasa itu bisa tumbuh, arumi mulai menyadari jika jantung nya sering berdebar saat bersama bria. Apakah itu cinta? Namun rasa itu tertutup dengan rasa benci nya. Antara cinta dan benci tumbuh menjadi satu sehingga sulit untuk membedakan mana cinta dan mana benci.
" Apa kamu yang memasak semua ini ?" Tanya brian saat mendapati nasi goreng di atas meja makan.
" Iya om " jawab arumi.
" Kamu tidak perlu repot - repot memasak untuk ku. Karena aku tidak mau memakan nya, kamu disini itu bukan untuk memasak tapi untuk memuaskan ku di atas ranjang. Paham !!" ucap brian tegas.
" Paham om " Ucap arumi sambil menganguk kan kepala nya.
" Cepat siap - siap aku antar kamu ke kampus " Seru brian.
Arumi langsung berlari ke kamar nya untuk mengambil tas dan buku nya. Tidak menunggu lama arumi sudah kembali dan bersiap berangkat ke kampus. Brian dan arumi turun dengan menggunakan lift, mereka turun tepat di basement khusus untuk parkir mobil.
" Om benar mau mengantar ku ?" Tanya arumi saat dalam perjalanan.
" Kamu kira aku pembohong !!" Seru brian tidak suka dengan pertanyaan arumi.
Arumi langsung diam membisu, dia tidak mau membuat brian marah. Apalagi saat ini brian sedang mengendarai mobil, bisa bahaya jika brian marah.
" Sudah sampai. Apa kamu tidak mau turun ?" Tanya brian mengagetkan arumi.
" Eh iya..maaf. Terimakasih om sudah mengantar ku." Ucap arumi langsung turun dari mobil.
Tanpa menjawab brian langsung melajukan lagi mobil nya menuju perusahaan nya. Hari ini banyak pekerjaan yang sudah menanti brian, dan seperti nya malam ini brian akan pulang malam.
Kebiasaan buruk brian sudah mulai berkurang. Semenjak menikah dengan arumi, brian sudah jarang bermain dengan wanita. Tethitung selama menikah dengan arumi baru sekali brian bermain dengan wanita malam. Sekarang setelah dari perusahaan brian akan langsung pulang ke apartemen dan meminta jatah nya kepada arumi.
Dulu jangan kan pulang, tidur pun brian sering di hotel. Sepulang dari kantor dia langsung menuju hotel untuk menemui wanita bayaran nya.
" Siapa itu ? Sugar daddy kamu ?" Tanya sisil sinis kepada arumi.
__ADS_1
" Bukan " Jawab singkat arumi.
" Bohong !! Mana ada maling yang mengaku. Sekarang kamu sering di antar oleh mobil terus, atau jangan- jangan kamu itu memang menjadi wanita simpanan pria hidung belang?" Ucap sisil menghina arumi.
" Itu taksi online" Jawab arumi santai.
Sisil tidak percaya dengan ucapan arumi karena mobil yang mengantar arumi adalah mobil mewah dan hanya orang - orang tertentu saja yang memiliki mobil seperti itu. Sisil menatap sinis arumi, tuduhan sisil semakin mengarah jika arumi sudah menjadi wanita simpanan pria kaya.
" Aku bisa membedakan mana taksi online mana yang bukan. Mobil yang barusan mengantar mu itu mobil lemited edition, mobil yang hanya di milik oleh kalangan atas saja. Jangan pura - pura lagi rum, bilang saja jika kamu itu jadi wanita simpanan. Bagaimana ya kalau pihak kampus tahu salah satu mahasiswa penerima beasiswa menjadi wanita simpanan" Ucap sisil dengan senyum sinis .
Arumi sebenarnya takut jika beasiswa nya di cabut hanya gara - gara ucapan sisil. Apa yang di katakan sisil memang tidak semua nya salah, dia menjadi istri brian secara sembunyi - sembunyi tak ubah nya seperti istri simpanan.
" Terserah kamu sil, yang pasti tuduhan kamu itu tidak benar " ucap arumi dengan berani menyangkal tuduhan sisil.
" Lihat saja !! aku akan buat kamu menyesal kuliah disini . Kenapa wanita seperti mu bisa kuliah di kampus bergengsi seperti ini ? Jangan sampai nama kampus ini tercoreng karena kelakuan mu " Ucap sisil.
" Aku tidak melakukan apa - apa sil, jadi kenapa aku membuat malu kampus ?" Tanya arumi tidak mengerti.
Sisil tidak menjawab pertanyaan arumi, dia meninggalkan arumi yang masih terlihat bingung. Dengan senyum sinis nya sisil berjalan menuju ruangan petinggi kampus dan menemui ayah nya.
*****
Arumi, mita dan dina saling pandang. Mereka tidak tahu ada masalah apa sehingga arumi di panggil pal Indra. Jika masalah nilai biasa nya dosen atau kajur yang memanggil nya, tetapi ini pak Indra. Pak Indra adalah Dekan di kampus tempat arumi menuntut ilmu, dia juga ayah dari sisil.
" Ada apa rum ? Apa kamu melakukan kesalahan ?" Tanya mita terlihat bingung.
" Iya rum, ada apa ?" Tanya dina ikut bertanya.
Arumi menggeleng karena dia memang tidak tahu ada masalah apa.
" Aku ke ruangan pak Indra dulu ?" Ucap arumi meninggalkan teman nya.
Dengan hati dan perasaan was - was arumi mendatangi ruangan pak Indra. Arumi bertanya - tanya ada apa sampai pak indra memanggil nya.
Tok Tok Tok
Arumi mengetuk pintu ruangan pak indra dengan sangat sopan.
" Masuk " Suara pak indra terdengar menyuruh arumi masuk.
" Permisi pak " Seru arumi.
__ADS_1
" Duduk " Ucap pak indra mempersilahkan arumi duduk.
Arumi pun langsung duduk di kursi seberang meja kerja pak indra. Dia menunduk takut, takut jika apa yang di khawatirkan akan terjadi. Saat menuju ruangan pak Indra, arumi ingat jika tadi pagi dia bersitegang dengan sisil. Pasti kali ini ada hubungan nya dengan sisil.
" Arumi Jovanka, mahasiswi fakultas kedokteran. Kuliah dengan beasiswa 100 % . Apa kamu tahu kesalahan kamu sampai kamu di panggil kesini ?" Tanya pak indra menatap arumi serius.
" Maaf pak, saya tidak tahu kesalahan saya apa ?" Jawab arumi.
" Aku mendapat laporan jika kamu sering di antar oleh mobil mewah ? Berarti kamu orang kaya ? Apa beasiswa kamu tidak salah ?" Tanya pak Indra.
" Beasiswa ? Beasiswa bukan nya tidak ada hubungan nya dengan kaya atau miskin pak ? Saya mendapat beasiswa karena jalur prestasi saya, bukan dari antara mampu dan tidak mampu nya pak. Dan banyak mahasiswa yang mampu dan mereka mendapat beasiswa, beasiswa dari jalur prestasi. " Jawab arumi dengan berani.
Pak Indra tersenyum mendengar jawaban arumi, ternyata benar arumi adalah mahasiswi yang cerdas.
" Beasiswa kamu terpaksa akan kami cabut. Sekarang kamu kuliah dengan biaya mandiri, atau kamu keluar dari kampus ini. Pilih salah satu yang menurut mu baik untuk dirimu " Ucap pak Indra memberi pilihan yang sulit.
Arumi terkejut saat pak indra mengatakan beasiswa nya akan di cabut. Karena beasiswa itu sangat penting untuk nya,dia tidak ada biaya jika harus kuliah biaya secara mandiri.
" Kenapa beasiswa saya di cabut pak ?" Tanya arumi ingin tahu alasan nya.
" Aku masih berbaik hati mengizinkan mu kuliah disini dengan biaya sendiri, atau kamu mau aku DO dari kampus ini ? Wanita sepolos kamu ternyata bisa menjadi simpanan pria hidung belang. Kalau kamu mau beasiswa mu tidak di lepas, kamu bisa menjadi wanita ku semalam saja. Sebagai imbalan nya beasiswa mu aku kembalikan lagi " Ucap pak indra dengan tatapan aneh ke arah arumi.
" Maaf pak aku bukan wanita murahan seperti yang anda fikirkan. Saya lebih memilih beasiswa saya di cabut daripada saya harus tidur dengan anda. Ternyata anda orang yg pijik dan licik, sama seperti anak anda. Pasti anak anda yang sudah mengadu kepada anda. " Ucap arumi berani.
Pak Indra terlihat mengepalkan ke dua tangan nya dia merasa terhina karena arumi sudah menolak nya.
" Oh baik kamu lebih memilih kuliah dengan biaya sendiri, aku beri kamu waktu 1 hari untuk mengurus administrasi semester baru mu ini. Kalau sampai besok kamu tidak melunasi nya kamu angkat kaki dari kampus ini. Dan satu lagi, jangan berani mengganggu anak ku , Sisil. " Ucap pak indra.
" Permisi " Seru arumi meninggalkan ruangan pak Indra.
Dia lebih memilih segera keluar dari ruangan itu sebelum emosi nya benar - benar memuncak. Dia tidak mengerti kenapa kampus elite dan bergengsi memiliki dekan seperti pak Indra. Dengan nafas memburu arumi berjalan meninggalkan ruangan pak indra.
* Darimana aku mendapatkan uang untuk membayar uang semester ini. Sedangkan aku tidak bekerja lagi, atau aku minta kepada brian. Tidak, aku tidak boleh minta tapi aku akan berhutang saja kepada nya dan aku akan membayar dengan cara mencicil. " Gumam arumi dalam hati nya .
*******
Makin seru kan ? Apakah brian akan memberi arumi pinjaman atau bahkan brian akan marah karena beasiswa arumi di cabut ?
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1