Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Andra dan Yudi


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Andra datang ke rumah karin untuk bertemu dengan anak nya, Tristan. Karin memang tidak melarang andra menemui tristan tapi karin sendiri masih cuek dengan andra. Sementara dokter yudi masih sering menghubungi karin, namun tidak pernah karin balas pesan nya dan tidak karin angkat telepon nya .


" Karin aku ingin bicara dengan mu " Ucap andra terdengar nada keseriusan nya.


" Mau bicara apa Ndra ?" Tanya karin sambil meletakkan tristan dalam bok bayi nya.


" Aku ingin menikahi mu. " Seru Andra serius


Deg...


Jantung karin seakan berhenti berdetak saat mendengar andra bicara ingin menikahinya. Padahal dulu saat masih hamil berapa kali saja karin mengajak menikah dia tidak mau . Tapi sekarang saat karin menjauh justru andra mendekat dan mengajak nya untuk menikah.


* Aku harus jawab apa ? Sementara mas yudi juga ingin menikahi ku, tapi orang tua mas yudi sampai kapan pun tidak akan menyetujui hubungan ku sama mas yudi. Rasa cinta ku untuk nya juga sudah pupus * Gumam karin dalam hatinya.


" Aku ingin melindungi kalian berdua dari para musuh - musuh ku terutama dari wanita yang bernama sabrina. Aku takut dia akan datang untuk mencelakai kalian " Ucap andra lagi.


" Jadi kamu menikahi ku hanya untuk itu ?" Tanya karin tidak suka.


" Bukan hanya itu, aku ingin tristan memiliki orang tua yang utuh dan kasih yang utuh untuk tristan." Jawab andra ingin menyakinkan karin.


" Dan satu lagi, karena aku ingin selalu bersama mu. Aku bukan pria yang romantis karin.. Aku tidak tahu perasaan apa ini. " Seru andra lagi.


Karin terdiam, dia terharu dengan kejujuran Andra. Jujur karin sendiri memang merasa nyaman saat ada di dekat andra, namun dia masih ragu untuk melangkah kejenjang pernikahan.


* Apa aku terima saja ajakan andra menikah, lagi pula andra inikan ayah dari anak ku. Agar mas yudi berhenti mendekati dan mengganggu ku terus menerus karena aku dan dia pun tidak mungkin bersatu. Lebih baik aku menikah dengan Andra * Gumam karin.


Setelah pertimbangan yang cukup lama akhirnya karin memutuskan menerima ajakan andra untuk menikah. Tapi dia tidak mau di adakan pesta yang mewah dan meriah, cukup sah saja lagi pula mereka juga sudah punya anak.


" Baik aku terima ajakan mu untuk menikah. Tapi aku tidak mau ada pesta " Ucap karin.


" Baik karin. Terimakasih kamu mau menjadi istri ku dan ibu dari anak - anak ku. " Seru Andra langsung memeluk karin dengan erat.


Karin mencoba melepas pelukan andra, karena menurut nya tidak pantas berlama - lama berpelukan. Apalagi mereka belum menikah, meskipun bukan wanita baik - baik tapi karin ingin berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi.


" Maaf aku terlalu bahagia " Seru Andra sambil melepaskan pelukan nya.


" Iya tidak apa - apa " Jawab karin .


Oeekk... Oeeekk... Oeeekk

__ADS_1


Tiba - tiba tristan terbangun dan menangis, andra langsung berlari menghampiri tristan yang tidur di bok bayi nya. Dengan pelan andra menggendong bayi yang belum genap dua bulan itu dengan penuh kehati - hatian.


" Mungkin dia haus. Sini biar dia minum asi dulu " Ucap karin sambil mengambil tristan dalam gendongan andra.


" Iya. Dia pasti haus " Jawab andra.


Karin pun meminta andra untuk keluar dari kamar karena dia akan memberi tristan asi terlebih dahulu. Dulu karin memang memgumbar tubuh nya di depan andra, tapi tidak dengan sekarang. Sekarang dia sudah berpakaian lebih sopan, tidak memakai pakaian yang terbuka dan ketat.


Saat karin sedang memberi asi tristan tiba - tiba ponsel karin bergetar. Ada panggilan masuk dari dokter yudi. Namun karin mengabaikan nya, dia tidak mau lagi berurusan dengan dokter yudi. Dulu dia hampir mati karena ulah orang tua dokter yudi, semenjak itu karin tidak mau lagi berurusan dengan dokter yudi. Namun pertemuan nya di rumah sakit saat karin melahirkan justru membuka luka lama karin yang sudah lama karin kubur.


" Maaf mas ,lebih baik kamu lupakanlah aku dan menikahlah dengan wanita pilihan orang tua mu. Aku akan bahagia dengan kehidupan ku sendiri " Ucap karin pelan.


Namun ponsel karin terus berdering, padahal karin sudah memblokir nomor ponsel dokter yudi . Tapi dia tidak patah semangat, dia menggunakan nomor lain untuk terus menghubungi karin. Beruntung dokter yudi tidak tahu tempat tinggal karin. Jika dokter yudi tahu pasti dia akan terus menerus datang ke rumah karin.


Tok .. Tok.. Tok..


" Karin apa sudah selesai ?" Tanya andra dari luar.


" Sudah, masuk saja " Jawab karin.


Ceklekkk..


Pintu terbuka dan masuklah andra kedalam kamar karin.


" Apa tristan tidur lagi ?" Tanya andra.


" Aku mau mengajak nya ke taman belakang sambil mihat kolam ikan hias. Tapi belum bisa di ajak bermain dia masih terlalu kecil. " Ucap andra terkekeh.


Drett... Drett.. Drett


Ponsel karin kembali bergetar dan berdering dan masih nomor yang sama. Karin memandang ke arah andra, dia punya ide. Karin meminta andra saja yang mengangkat telepon itu.


" Emm... Bisa kamu tolong aku untuk angkat telepon ini. Bilang saja kamu itu suami ku dan ayah dari anak ku . " Ucap karin agak malu - malu.


" Nyatanya aku memang ayah nya tristan, apa kamu melupakan itu ? Memang nya dia siapa ? Lelaki ya ?" Tanya andra beruntun.


" Iya dia pria, ya sudah kamu angkat saja. " Seru karin.


[ Hallo.. ] Seru Andra menjawab telepon dari dokter yudi.


[ Hallo karin... Eh kok laki - laki ? Kamu siapa ? Kenapa ponsel karin sama kamu, karin nya mana ,?] Tanya dokter yudi.


[ Loh... Kamu yang telpon kok malah balik tanya ? Aku suaminya karin]


[ Bohong !! Karin itu tidak punya suami ]


[ Kamu itu bodoh apa bagaimana sih, wanita yang sudah punya anak itu sudah pasti sudah bersusmi. Tidak malu kamu menganggu istri orang. ]

__ADS_1


Namun tiba - tiba sambungan telepon berganti ke sambungan video call. Tanpa menunggu lama andra memencet ok dan tersambunglah sambungan video call.


[ Mana karin ?] Tanya dokter yudi tidak percaya.


[ Apa urusan mu menanyakan karin. Tidak sopan menanyakan istri orang, kalau kamu tahu etika kamu tidak akan menghubungi istri orang terus menerus. Mengganggu ketenangan istri dan anak ku saja.]


[ Aku hanya percaya jika karin yang menjelaskan semua nya kepadaku.]


Tiba-tiba karin yang sedang menggendong tristan duduk di samping andra dan terlihat dalam layar ponsel.


[ Ada apa mas ?] Tanya karin.


[ Apa benar pria itu suami mu ?]


[ Benar dia ayah dari anak ku, memangnya kenapa? Kamu tidak percaya jika dia suami ku ]


Tiba-tiba andra merangkul pinggang karin dan mencium pipi karin. Andra mengambil kesempatan dalam kesempitan. Karin kaget dengan tindakan tiba - tiba andra,namun dengan cepat dia menetralkan dirinya agar tidak kelihatan jika dia kaget dan gugup.


[ Jadi benar dia suami mu ]


[ Iya dia suami ku. Tolong ya mas berhenti menghubungi ku karena kita tidak mungkin untuk bersatu. Bahagialah dengan wanita pilihan orang tua mu mas, jangan menganggu ku lagi. Karena aku takut suami ku marah. Jika untuk berteman oke aku tidak masalah tapi jika kamu mengunginkan hal lain maaf aku tidak bisa ]


[ Iya karin. Maaf kan aku , aku janji setelah ini aku tidak akan menganggumu lagi. Berbahagialah kamu dengan suami dan anak ku. Tapi asal kamu tahu , aku tidak akan menikah dengan wanita pilihan orang tua ku. ]


[ Itu urusan mu ]


Tut... Tut...


Andra langsung mematikan sambungan video call itu. Dia malas dan cemburu melihat yudi terus menerus memandangi karin dengan mata penuh cinta.


" Kok dimatiin?" Tanya karin.


" Sudah cukup, kalau dia telepon lagi jangan di angkat. " Ucap andra mulai menunjukan kecemburuan nya.


" Iya aku juga tidak pernah mengangkat telepon nya, baru kali ini saja dan itupun kamu yang mengangkat nya ." Ucap karin jujur.


" Ya sudah. Sini tristan biar aku gendong." Ucap andra mengambil tristan dalam gendongan karin.


Andra membawa tristan ke taman belakang melihat kolam ikan. Walaupun bayi seusia tristan belum paham apa itu kolam ikan, tapi andra tetap mengajak tristan berbicara sambil menunjuk ikan satu persatu.


**********


BAB INI KHUSUS ANDRA DAN KARIN YA, YANG ROMANTIS - ROMANTIS DULU. KONFLIK NYA NANTI LAGI. ❤️❤️


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.🙏🙏


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK AGAR AUTHOR SEMANGAT UP NYA 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2