
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Dokter berlian kembali menemui dokter yudi , ada undangan makan malam dari keluarga berlian. Berlian harus menyampaikan nya secara langsung kepada dokter yudi.
" Dokter yudi ada ?" Tanya dokter berlian ketus saat arumi baru saja keluar dari ruangan praktek.
" Ada " Jawab arumi singkat.
Arumi langsung meninggalkan ruangan dokter yudi karena memang jam praktek nya sudah habis. Dia pun langsung pulang, demi keamanan dan kenyamanan arumi tidak menemui karin di rumah sakit. Jika arumi menemui karin banyak orang yang curiga dengan nya apalagi kamar karin di jaga oleh dua orang pengawal, rencana nya besok karin dan bayi nya sudah bisa di bawa pulang.
" Sombong " Seru dokter berlian masih terdengar oleh arumi.
Ceklek...
Dokter berlian membuka ruang praktek dokter yudi, dokter yudi yang masih fokus dengan catatan beberapa pasien nya tidak menyadari jika yang masuk adalah dokter berlian, dia mengira arumi lah yang kembali masuk.
" Kok balik lagi rum ? ada yang tertinggal ?" Tany dokter yudi fokus dengan catatan yang ada di tangan nya.
Ehheemm... eheemmm
Dokter berlian sengaja berdehem untuk menyadarkan dokter yudi dari kesalahan nya. Dokter berlian tidak suka jika kedatangan nya di abaikan bahkan menganggap dia adalah arumi.
" Lian.. !!" Seru dokter yudi baru menyadari jika yang baru datang adalah dokter berlian.
" Iya ini aku.. kamu mengira aku si anak magang yang keganjenan itu " Ucap nya dengan ketus.
" Arum.. nama nya arum " Seru dokter yudi sambil meletakan catatan pasien di atas meja nya.
Hhuuuffffttt...
Berlian mendengus dengan kesal, tanpa di kasih tahu dia juga sudah tahu nama anak magang itu. Karena memang sudah berkenalan, dia sengaja tidak mau menyebut nama arumi.
" Ada apa kamu datang kesini ?" Tanya dokter yudi.
" Mas, nanti malam papa mengundang mu untuk makan malam di rumah. Tidak hanya kamu tapi mama dan papa mu juga, orang tua ku sudah menghubungi mereka. " Ucap dokter berlian.
" Hemmm.... aku sibuk " Jawab dokter yudi singkat.
Dia tidak lah sibuk tetapi hanya malas saja makan malam bersama dua keluarga itu. Pasti yang akan mereka bahas soal perjodohan dan pernikahan. Selama ini dokter yudi sudah mencoba menghindar dari ke dua orang tua nya dengan tinggal di apartemen.
" Mas kamu tidak bisa menolak karena ini kemauan dari orang tua kita" Seru berlian kesal.
" Berlian sudah berapa kali aku tegaskan jika aku tidak mau menikah dengan mu ! Aku secara terang - terangan sudah menolak perjodohan ini !! Tolong kamu hargai keputusan ku, aku ini hanya menganggap mu adik tidak lebih!! Jangan merendahkan diri mu seperti ini, kamu itu pintar, kamu cantik dan kamu juga bisa mendapatakan pria yang lebih baik dari saya. " Ucap dokter yudi dengan tegas.
__ADS_1
" Tega kamu mas " Seru dokter berlian dengan mata yang sudah berkaca - kaca.
" Maaf aku harus tegas dan tega karena aku memang tidak mencintaimu, aku sudah mencintai wanita lain." Jawab dokter yudi.
Brakk...
Dokter berlian keluar dan membanting pintu dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Beruntung jam praktek sudah habis sehingga tidak mengganggu pasien yang lain.
" Maaf kan aku berlian sedikit pun aku tidak punya perasaan cinta untuk mu. Cintaku sampai saat ini hanya untuk karin, dan aku akan mengejar cinta ku itu " Ucap dokter yudi.
* Karin * Gumam dokter yudi dalam hati nya.
********
Di kediaman arumi dan brian saat ini mereka sedang makan malam bersama - sama. Bagas, tomi , dina dan mita juga ikut makan malam. Arumi sengaja mengumpulkan sahabat nya karena memang sudah lama tidak kumpul bersama, di tambah bagas dan tomi suasana jadi semakin ramai.
" Makan yang banyak tom, jangan malu - malu " ucap bagas sambil melirik tomi yang memang makan dengan sangat lahab.
" Aku lapar tadi siang makan cuma dikit " Jawab nya santai.
" Pelan - pelan kak tomi " Seru mita dengan lembut.
Uhuukk... uhuukk
Tomi terbatuk - batuk dan tersedak, dengan cepat mita mengambilkan segelas air yang ada di hadapan nya dan langsung memberikan kepada tomi.
" Heemm... terimakasih mita " Seru tomi pelan.
Semua pasang mata yang ada di meja makan itu menatap ke arah tomi dan mita. Mereka berdua tidak sadar jika mereka sudah menjadi fokus pandangan penghuni meja makan.
" Cieeee.... cieee romantis loh " Seru arumi mengagetkan mita dan tomi .
" Ehh... apaan sih Rum " Ucap mita malu - malu.
Brian kembali menyantap makan malam nya, dia tidak ambil pusing dengan pemandangan yang ada di hadapan nya. Menurut nya itu tidak penting, saat ini yang penting cepat menyelesaikan makan malam nya dan betistirahat di kamar dengan istri nya. Malam ini dia akan membuat arumi tidak tidur semalaman.
" Sudah makan dulu " Seru tomi melanjutkan makan malam nya.
Mereka pun melanjutkan makan malam nya, setelah makan malam mereka bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi. Padahal brian sangat berharap kedua teman nya itu segera pulang bersama pasangan nya masing - masing , tapi apa boleh buat permintaan sang ratu nya tidak bisa di tolak. Akhirnya mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
" Kenapa kalian tidak pulang saja sih " Bisik brian di telinga bagas.
" Kamu kenapa tidak protes sama istri mu" Seru bagas .
" Kalian kenapa sih bisik - bisik ?" Tanya arumi heran.
" Ini suami kamu nyuruh kami cepat pulang agar dia bisa segera membawa mu ke kamar " Jawab bagas dengan senyum jahil sambil melirik ke arah brian yang memandang nya dengan geram.
Arumi pun langsung memamdang suami nya, namun brian langsung mengubah mimik wajah nya dengan cepat. Brian tersenyum manis ke arah istri nya.
__ADS_1
" Jangan percaya sayang , bagas mulut nya memang suka asal kalau bicara " Seru brian .
" Awas kalau kamu mengusir tamu - tamu ku ini hubby. Aku akan meliburkan mu selama satu bulan, dan selama sebulan itu juga kamu tidur di kamar lain" Ucap arumi mengancam.
" Iya sayang... " Jawab brian patuh.
Haaahhaaa.... Haaaaa haaaa
Bagas dan tomi langsung tertawa dengan lebar, baru kali ini mereka melihat wajah patuh brian. Seorang harimau ternyata bisa tunduk juga dengan kelinci kecil, tapi sang kelinci kecil pun bisa berubah menjadi singa yang ganas.
" Huuuhhh... parah sang mafia nya mlempem " Seru bagas dengan tawa pecah nya.
" Betul kamu gas, lihat itu muka nya. Kasihan banget dia ketakutan loh di suruh tidur di luar " Ucap tomi ikut tertawa.
Eheemm... eheeemmm
Dina menatap ke arah bagas , bagas pun langsung diam tidak berkutik.
" Kak bagas pun besok - besok kalau kita sudah menikah mau mencoba tidur di luar selama seminggu saja " Seru dina sambil memainkan alis nya.
" Ehh... ehhh... tidak begitu dina sayang " Ucap bagas tergagap.
" Makanya diem jangan membully Tuan brian" Seru dina tegas.
" Iya dina sayang " Jawab bagas patuh.
Tomi dan mita hanya saling pandang, mereka justru yang merasa malu. Kedua pasangan di hadapan nya itu secara tidak langsung saling menunjukan perhatian nya.
" Sepertinya ini bukan ranah kita mit " Seru tomi.
" Benar kak " Jawab mita.
" Makanya cepat jadian ,keburu di ambil orang " Ucap arumi.
Jadian ?
Benar juga mita dan tomi sampai saat ini belum jadian juga. Padahal mereka pasangan yang cocok, kocak dan serasi.
Cukup lama mereka mengobrol akhirnya bagas , tomi dan ke dua teman arumi pulang juga. Baru juga mobil mereka keluar dari pintu gerbang, brian sudah menggendong arumi ala bridal style menuju kamar.
" Hubby ..." Teriak arumi kaget.
" Aku sudah menunggu ini dari tadi sayang, saat kita berolah raga. Lets go.... !!" Seru brian merebahkan arumi di atas kasur.
Akhirnya apa yang di inginkan brian terlaksana juga, mereka melakukan nya berulang - ulang kali sampai arumi kelelahan dan hanya bisa diam sambil memejamkan mata nya, membiarkan brian yang bekerja di atas sana. Saat sudah lelah pun brian akan turun dan berhenti sendiri.
*******
Like,komentar, vote, favorite serta berikan hadiah nya dan rate bintang 5 nya ya kak 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️