Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Buket mawar putih


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Laura pulang dengan wajah kesal, sedih , dan amarah yang meluap - luap. Dia benar - benar tidak terima atas penghinaan dan penolakan dari keluarga ziko. Dan bisa - bisa nya ziko juga memilih membatalkan rencana pernikahan mereka yang sudah di gadang - gadang akan menjadi pesta termewah.


Ibu wati melihat laura pulang dengan muka kesal pun heran dan penuh tanda tanya di kepala nya. Belum sempat ibu wati menanyakan langsung kepada laura, laura sudah lebih dulu masuk kamar nya dan membanting pintu dengan kuat.


Braaakkk...


" Astaghfirullah laura " Seru ibu wati sambil mengusap dada nya.


" Ada apa sih buk kok seperti ada yang di banting ?" Tanya pak suryo yang baru saja masuk dari pintu belakang.


" Ibu tidak tahu pak, laura pulang dengan wajah kesal dan masuk kamar dengan membanting pintu. Apa keluarga ziko tidak menyetujui ziko menikahi laura ya pak ?" Ucap ibu wati.


" Mungkin bu " Jawab pak suryo singkat.


Hal ini lah yang sangat di khawatirkan oleh pak suryo dan istri nya, bagaimana pun yang nama nya bangkai jika di tutupi lama- lama akan tercium juga bau busuknya. Pak suryo tidak menyalahkan ziko dan keluarga nya, pasti keluarga ziko juga menginginkan anak nya memiliki pasangan wanita baik - baik.


" Nanti kita tanyakan sama laura bu " Seru pak suryo lalu kembali menuju kebun yang ada di belakang rumah.


Selama tinggal di kota pak suryo memang senang berkebun di halaman belakang rumah yang dia tempati. Berbagai macam sayuran dia tanam, dan sudah mulai tumbuh dengan subur.


* Kenapa lagi kamu laura, ibu sedih jika kamu tidak jadi menikah. Dulu kesalahan apa yang pernah aku perbuat sehingga anak ku memiliki kelakuan yang tidak baik, semoga laura benar - benar sudah berubah * Gumam ibu wati dalam batin nya.


Sementara itu arumi ada di kantin kampus sedang makan siang dengan ke dua teman nya, Mita dan Dina tidak lupa ada dua pengawal cantik nya yang setia menenani arumi kemana saja. Perut arumi semakin membesar, sudah masuk 7 bulan usia kandungan nya. Dan baru bulan depan arumi akan mengajukan cuti kuliah.


" Arumi ,hamil seperti itu berat apa tidak sih ?" Tanya mita ingin tahu, bahkan dia bertanya dengan antusius sekali.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu ? Kamu mau hamil juga Mit ? Nikah dulu baru hamil, jangan hamil dulu baru nikah ya." Ucap dina yang mendapat tonyoran kecil dari mita.


Begitulah mereka jika berkumpul ada saja hal yang di ribut kan. Sekarang masalah kehamilan yang jadi bahan perdebatan mereka.


" Kamu itu aneh banget sih din, ya sudah pasti itu nikah dulu baru hamil. " Ucap mita agak kesal.


" Idihhh marah.... awas kalau marah - marah tomi tidak mau loh sama kamu. " Goda dina membuat mita tersedak minuman.


Uhukk... uhukk..


Dengan sigap alina langsung membantu menepuk punggung mita pelan. Mita terkejut saat dina mengatakan soal tomi, padahal tidak ada yang tahu jika dia dekat dengan tomi. Mereka memang tidak pacaran tapi mereka pernah beberapa kali jalan dan makan bareng.

__ADS_1


" Wahh... kamu pacaran sama kak tomi Mit ?" Tanya arumi antusius.


" Emm... terimakasih kak alina " Ucap mita mengucapkan terimakasih kepada alina.


Alina tersenyum dan mengangguk pelan.


" Mita jawab dong ?" Seru arumi lagi.


" Apa yang mau di jawab rum, aku dan kak tomi itu tidak pacaran. Ucapan dina saja di percaya, dia itu pasti berbohong " Jawab mita sedikit gugup.


" Sudah mengaku saja, memang sih belum pacaran tapi kan sudah beberapa kali jalan bareng kan. Bahkan kemarin lusa aku lihat kok kamu nonton sama kak tomi. Ngaku saja jangan banyak mengelak, kalau terus mengelak jodoh mu jauh loh " Ucap dina lagi.


Apa ?


Dina tahu aku nonton sama kak tomi ?


Mita semakin tidak berkutik karena dina sudah tahu jika dirinya pernah jalan dengan tomi.


" Aku memang pernah jalan nonton sama kak tomi tapi aku tidak pacaran " Jawab mita akhirnya berkata jujur.


" Nah kan ngaku, padahal aku tadi hanya mengarang loh. Aku tidak pernah melihat kamu jalan nonton sama kak tomi. Wah benar - benar jebakan batman kan pertanyaan ku tadi " Ucap dina dengan tawa renyah nya dan di ikuti oleh arumi.


Mereka tidak perduli jika saat ini pandangan para mahasiswa mengarah kepada mereka. Lagi pula di kantin jadi tidak masalah jika cuma tertawa dan masih batas wajar juga, asal tidak membuat keributan yang merugikan orang lain.


" Dia marah Din " Goda arumi.


" Jangan marah dong, aku tadi kan cuma bercanda loh. Lagi pula aku tahu itu semua dari kak bagas. Kak bagas bilang kalau kak tomi mau mengajak kamu nonton, kata nya kak tomi bosan dan jenuh sama urusan kantor jadi dia ingin sedikit menghilangkan penat nya. " Ucap dina menjelaskan.


" Tapi aku itu tidak pacaran " Seru mita lagi.


" Tapi sebentar lagi pasti pacaran,kalau kak tomi mengutarakan isi hati nya kamu terima saja mit. Kak tomi itu lelaki yang baik dan pekerja keras, memang nya kadang sikap songong nya itu nyebelin juga" Ucap arumi .


Mita diam saja mendengar penjelasan arumi, dulu dia memang sangat membenci tomi. Bahkan jika bertemu sudah seperti kucing dan anjing saja. Berantem dan saling mengejek.


" Baik apaan ? dia kalau ketemu suka nyebelin dan suka cari masalah. Cuma saat itu saja dia memang pernah baik ngajak aku nonton sama jalan di taman hiburan. Ehh...tunggu!! Kamu tadi bilang kalau kamu tahu dari kak bagas kan din ? Hemmm....aku curiga jangan - jangan pacar mu itu kak bagas? Benar kan ? jangan bohong lagi, kali ini kamu tidak bisa berbohong. " Ucap mita menebak.


Sampai sekarang dina memang belum memberitahu jika pacar nya itu adalah bagas, sang dokter tampan pujaan hati nya. Tidak perlu di tutupi lagi, mita bukan orang asing bagi dina jadi dina pun mengakui nya.


" Hemmm.... iya " Jawab dina sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


" Dasar...kurangajar kamu ya. Jadi tebakan ku selama ini benar ? " Seru mita denga mata melotot.


Arumi tidak ikut campur biar itu jadi urusan dina dan mita, biarpun dia sudah tahu dari awal tapi dia tidak mau memberitahu mita. Biar dina langsung yang memberitahu mita tentang hubungan nya dengan bagas.


" Sorry... aku tidak bermaksud menyembunyikan nya tapi ini memang permintaan kak bagas " Ucap dina membawa nama bagas agar mita tidak marah.

__ADS_1


" Arumi kamu juga sudah tahu kamu diam saja?" Tanya mita beralih menatap arumi.


" Aku memang tahu tapi aku bisa apa sedangkan yang punya hubungan juga diam - diam saja. " Jawab arumi terlihat santai.


" Maaf ya mit... sekarang kamu kan sudah tahu jadi jangan marah ya. Kalau marah jelek loh nanti kak tomi tidak mau sama kamu " Ucap dina terus menggoda mita.


Mita kembali menonyor pelan kepala dina, namun dia juga langsung memeluk dina.


Di saat mereka sedang asik mengobrol tiba - tiba ada salah satu mahasiswi menghampiri meja mereka dan menyerahkab satu buket bunga mawar kepada arumi.


" Darimana ini Sus ?" Tanya arumi kepada susi mahasiswi yang menyerahkan buket bunga mawar putih kepada arumi.


" Maaf rum, aku tidak tahu. Tadi saat di gerbang kampus aku sudah menolak saat orang itu meminta tolong kepada ku. Tapi orang itu tiba - tiba mengambil kaca mata ku dan akan mematahkan nya. Kamu tahu sendiri kan kalau aku susah melihat tanpa kaca mata, jadi maaf ya rum. Aku benar - benar minta maaf . " Ucap susi menjelaskan agar tidak salah paham.


Bagaimana pun semua mahasiswa dan mahasiswi sudah tahu jika arumi sudah menikah bahkan suami nya adalah pemilik kampus tempat mereka berkuliah. Jadi mereka tidak mau sedikit pun menyinggung arumi, karena urusan nya bakalan panjang.


" Iya tidak apa - apa sus, terimakasih ya " Seru arumi.


Susi mengangguk lalu pergi menjauh dari arumi dan teman - temannya.


" Non,boleh saya lihat buket nya ?" Tanya sheila.


Pengawalnya itu hanya ingin memastikan jika buket bunga itu tidak berbahaya.


" Ini kak " Seru arumi sambil menyerahkan buket bunga nya.


Alina dan sheila pun langsung memeriksa buket bunga mawar itu, bunga mawar itu sama sekali tidak berbahaya. Itu hanya bunga mawar seperti pada umum nya.


" Ada nama pengirim nya tidak kak ?" Tanya arumi.


" Tidak ada Non " Jawab sheila.


" Buang saja kak, aku tidak mau brian marah dan beranggapan yang tidak - tidak " Ucap arumi.


" Baik Non " Ucap sheila mengangguk patuh.


Sheila pun langsung berjalan menuju tong sampah yang ada di sekitar kantin lalu membuang buket bunga mawar putih itu begitu saja.


**********


Kira - kira siapa ya yang mengirimi arumi buket bunga ?


JANGAN LUPA TETAP BERIKAN DUKUNGAN UNTUK AUTHOR YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2