
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Andra dan brian saat ini sudah ada di tempat yang sudah di janjikan. Mereka ada di salah satu restoran dan berada di ruangan VIP yang biasa di pakai oleh kalangan pengusaha melakukan meeting atau pertemuan bisnis. Brian datang bersama tomi, sedang kan andra datang dengan Assisten nya , Niko.
Andra tidak jadi membawa karin ikut meeting , dia sengaja menyembunyikan karin terlebih dahulu. Agar brian tidak curiga, karena karin bisa bekerja di perusahaan nya padahal karin sudah masuk daftar hitam dan tidak bisa bekerja di perusahaan mana pun.
* Pintar juga dia tidak membawa karin , pasti dia mengira jika aku belum tahu soal karin yang bekerja di perusahaan nya. Hemm.. baiklah kita mulai saja main - main nya Andra Horizon * Gumam brian dalam hati nya.
" Bagaimana Tuan apa anda tertarik dengan kerjasama yang kita tawarkan ?" Tanya andra bicara dengan mengulas senyum.
" Sepertinya saya tertarik dengan kerja sama ini. Baiklah lusa anda datang ke perusahaan saya untuk penanda tanganan kontrak kerja sama kita" Ucap brian.
* Masuk perangkap !! Aku sudah selangkah lebih maju, lihat saja sebentar lagi kamu akan hancur Brian Akexander * Ucap andra dalam hati nya.
" Baik Tuan Brian lusa saya akan datang ke perusahaan anda. Semoga kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. " Ucap Andra bicara dengan ramah.
Brian dan tomi mengangguk dan saling melempar senyum tipis. Mereka terlibat obrolan tentang bisnis, biasa pembisnis jika saling bertemu pasti soal bisnis yang di bicarakan.
" Jadi tuan andra sudah resmi pindah disini? lantas perusahaan yang di luar negeri bagaimana ?" Tanya tomi menyelidik.
" Perusahaan yang disana tetap berjalan dan saya percayakan kepada orang kepercayaan ku. Saya mau fokus di perusahaan cabang ini saja dulu, karena suatu saat nanti saya akan memindahkan perusahaan pusat di kantor yang di sini. " Seru andra.
" Lantas kemana pimpinan perusahaan cabang yang dulu ?" Tanya brian pura - pura tidak tahu.
* Apa dia tidak tahu kalau anton lah yang selama ini memimpin perusahaan cabang? Mungkin mereka tahu nya sang menejer yang memimpin, karena memang anton jarang sekali ke perusahaan bahkan kerja sama penting pun di tangani menejer* Gumam andra dalam hati.
__ADS_1
" Adik saya meninggal sekitar 2 bulan yang lalu " Seru andra tersenyum kecut.
" Maaf tuan saya tidak tahu" Ucap brian berpura - pura.
" Iya Tuan tidak apa - apa. Mungkin memang sudah garis hidup adik saya. " Serua andra.
Setelah berbincang cukup lama , brian dan tomi berpamitan terlebih dahulu. Mereka kembali ke perusahaan untuk mempersiapkan semua nya. Andra menatap kepergian brian dengan senyum sinis, terlihat sekali kebencian dalam senyuman nya.
*******
Di apartemen brian dan arumi saat ini sedang bersantai
" Hubby " Panggil arumi saat brian tidur di pangkuan nya.
" Heemmm apa sayang?" Tanya brian sambil menciumi perut arumi yang sudah membuncit.
Brian memang senang menciumi perut arumi, apalagi saat ini perut arumi sudah membuncit. Bahkan brian sering merasakan ada pergerakan dari dalam perut arumi.
" Kak laura kemarin menghubungi ku?" Ucap arumi berkata jujur.
" Terus " Jawab brian singkat.
" Kak laura meminta ku untuk bicara pada mu, agar kamu mau memaafkan nya dan menghentikan pencarian nya. " Ucap arumi pelan - pelan agar suami nya tidak tersinggung.
Brian langsung duduk dan memegang kedua pundak istru nya. Dia menatap mata arumi dengan serius.
" Sayang... dengarkan aku ! Untuk sekarang aku membiarkan laura, tapi aku tetap mengawasi nya. Laura itu wanita yang licik, apa pun yang di ucapkan nya kamu jangan percaya. Kamu pasti lebih tahu siapa kakak mu " Ucap brian dengan lembut.
" Iya hubby . Aku tahu " Jawab arumi sambil mengangguk kan kepala nya.
Brian memeluk arumi dengan erat dan mencium bibir arumi. Ciuman mereka semakin panas dan menuntut lebih. Brian pun merebahkan arumi di kasur dan dia mulai membuka pakaian nya.
__ADS_1
" Pelan - pelan ya hubby " Seru arumi masih saja terlihat malu- malu.
" Iya sayang " Jawab brian.
Akhirnya terjadilah hal yang sudah seharus nya terjadi antara suami istri. Kedua nya memadu kasih cukup lama sampai mereka berdus kelelahan .
Sementara itu di tempat lain, laura tidak berani keluar dari rumah. Semua keperluan nya sudah seminggu ini ziko yang menyediakan nya. Laura sendiri tidak berani keluar rumah takut di tangkap oleh anak buah brian, padahal brian sendiri sudah tahu keberadaan laura. Kapan saja dia bisa menjemput paksa laura, tapi kali ini brian membiarkan laura.
" Sayang kenapa kamu tidak mau keluar rumah ? Kamu masih takut dengan brian ?" Tanya ziko saat sedang makan malam.
" Aku mengjindari kejaran anak buah brian sialan itu, mereka pasti akan menangkap ku lagi dan kembali membuang ku ketempat itu " Ucap laura dengan kesal.
" Kamu kenapa tidak menyudahi dendam mu itu sayang, aku dulu juga benci dengan brian dan bahkan kami pernah bermusuhan. Aku juga pernah menggunakan cara licik untuk menghadapi brian. Tapi makin kesini aku makin tidak tenang, bahkan perusahaan ku hampir saja bangkrut. Setelah aku merenung ternyata aku yang salah dan curang , aku mencoba memperbaiki semua nya dan kamu bisa lihat aku baik - baik saja sampai sekarang. Aku dan brian tidak pernah bermasalah lagi " Ucap ziko bicara dengan serius.
" Sudah jangan banyak bicara, segera habiskan makanan mu setelah ini aku capek mau istirahat. " Seru laura bicara ketus.
Ziko hanya menggeleng mendengar penuturan laura, dia sebenarnya ingin sekali merubah laura untuk lebih baik lagi. Ziko ingin menjadikan laura pendamping hidup nya, namun laura sama sekali tidak mempunyai perasaan kepada ziko. Laura hanya menganggap ziko teman tapi mesra dan partner duet nya di ranjang, yang sama - sama menguntungkan.
" Sayang apa kamu tidak mau pulang menemui orang tua mu ?" Tanya ziko.
" Tidak !!" Jawab laura tegas.
" Aku tidak mau ketemu dengan orang tua ku, mereka sudah melupakan ku. Mereka tidak menyayangi ku, kalau mereka menyayangi ku tidak mungkin mereka membiarkan ku di hukum oleh brian. Sebagai orang tua seharus nya dia bisa meminta brian untuk melepaskan ku tapi nyata mereka membiarkan ku begitu saja " Seru laura lagi.
" Sebenci itukah kamu dengan orang tua mu ?" Tanya ziko serius.
" Iya aku benci orang tua ku." Jawab laura pasti.
Ziko menyudahi makan nya dan langsung meninggalkan laura. Ziko keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil nya, dia pergi dari rumah tanpa berpamitan kepada laura. Sementara waktu ini ziko tidak ingin menemui laura, membiarkan laura berlarut dalam rasa dendam nya. Seburuk apa pun ziko dan sebejat - bejat nya ziko dia sangat menghargai yang nama nya orang tua.
********
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤