Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Ancaman laura


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Laura menunggu arumi di depan kampus arumi, dia sengaja menemui laura di kampus. Dia berfikir jika menemui arumi di kampus brian tidak akan tahu dan laura tidak akan mendapat amarah brian. Sebenar nya laura pun belum tahu jika brian adalah seorang mafia.


Tanpa laura ketahui gerak - gerik nya sudah di intai oleh anak buah brian.


" Kak laura ngapain disini ?" Tanya arumi saat keluar dari gedung kampus mendapati ada sang kakak di depan kampus.


" Aku sengaja datang kesini untuk menemui mu. Sekarang ayo ikut aku, ada yang ingin aku bicarakan dengab mu. Kita bicara si cafe itu saja " Tunjuk laura ke arah cafe yang tidak jauh dari kampus arumi.


" Kakak mau bicara soal apa ? Bicara saja disini, itu sopir sudah menjemputku " Seru arumi menolak ikut ke cafe.


" Jangan belagu kamu Arumi. Sombong sekali mentang - mentang sudah menjadi istrinya brian. Kamu itu cuma di jadikan pelampiasan saja " Ucap laura memandang sinis ke arah arumi.


Arumi tidak mau ribut di area kampus, akhir nya arumi pun menyetujui bicara dengan laura di cafe. Cafe yang tidak jauh dari kampus, tepat nya cafe tempat nya bekerja dulu.


" Baiklah kita bicara di cafe itu saja. " Ucap arumi.


Arumi memberitahu sopir yang sudah menjemputnya, dia meminta sang sopir untuk menunggu nya di parkiran cafe saja.


" Apa yang ingin kakak bicarakan ?" Tanya arumi langsung pada intinya.


" Aku minta kamu tinggalkan brian. ! Kamu tidak pantas mendampingi brian, karena aku yang lebih pantas" Seru laura penuh percaya diri.


" Kenapa kakak menyuruh ku untuk menghindari suami ku ? Apa kakak tidak malu bicara seperti itu kepada istri sah brian.? Apa kakak tidak puas tidur dengan banyak pria, kenapa harus suami ku yang kakak minta " Ucap arumi.


Brakkk


Laura langsung menggebrak meja cukup keras, sehingga banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka.


" Jangan senang dulu kamu rum. Kamu tidak tahu kan jika aku dan brian pernah tidur bersama dan memadu kasih di kasur yang sama. Kamu pasti kaget kan dengan apa yang barusan aku katakan. " Ucap laura dengan memandang penuh kebencian kepada arumi.

__ADS_1


Bukan nya marah ataupun terkejut, justru arumi hanya menanggapi nya dengan tawa yang seperti mengejek sang kakak.


" Cuma begitu saja kakak bangga ?. Aku tahu apa saja yang pernah terjadi antara kakak dan suami ku. Kamu hanya di jadikan wanita ranjang nya saja, itu pun kamu sendiri yang bermain, suami ku hanya menikmati nya saja. Jangan bangga dengan status murahan kak " Seru arumi membuat laura geram.


Laura mengepalkan tangan nya dan hampir saja dia menampar pipi arumi. Beruntung arumi langsung menangkap tangan laura dan mencengkram nya dengan kuat samai laura kesakitan.


" Aouuwww.... sakit.. lepaskan tangan ku arumi !!" Seru laura meringis kesakitan.


" Mungkin dulu aku akan selalu mengalah saat kakak memperlakukan ku dengan kasar. Bahkan saat kakak memfitnah ku di depan teman - teman ku pun aku masih diam. Semut jika terus - terusan di injak dia pasti akan menggigit juga kak. Sekarang aku bukanlah arumi yang lemah yang mudah kakak tindas seperti dulu " Seru arumi sambil menghempaskan tangan laura.


Laura mengusap tangan nya yang sakit akibat cengkraman dari tangan arumi. Dengan tatapan nyalang laura langsung mendorong arumi, nasib baik masih menghampiri arumi. Ada salah satu pelanggan cafe yang sigap dan langsung menangkap tubuh arumi.


Jika saja sampai arumi terjatuh, entah apa yang akan terjadi dengan arumi. Apalagi saat ini dia sedang hamil muda.


" Terimakasih mas " Jawab arumi berterimakasih.


" Iya mbak. Ehhh mbak.. jangan main asal dorong begitu dong. Itu bahaya banget, bisa bikin orang celaka. " Ucap orang yang menolong arumi.


" Kamu tidak perlu ikut campur " Seru laura sambil menunjuk wajah orang yang menegur nya.


" Sudah mas saya tidak apa - apa kok. Terimakasih atas pertolongan nya. Ini kakak saya, tadi kami hanya berselisih paham saja " Ucap arumi agar tidak ada perdebatan antara laura dengan orang yang sudah menolong nya.


" Sekali lagi aku katakan jauhi brian !! Kalau sampai kamu tidak menjauhi brian lihat saja bapak dan ibuk akan hidup menderita. Ingat itu !!" Seru laura lalu pergi keluar dari cafe.


Arumi hanya memandang kepergian laura dengan tatapan yang sulit di artikan. Bisa - bisa nya laura mengancam arumi dengan menggunakan orang tua kandung nya sendiri.


" Hai arumi... kamu kenapa ribut sama wanita tadi ? Cari masalah mulu sih lo " Seru citra menghampiri arumi.


Citra adalah teman kerja arumi saat di cafe dulu. Ada di part awal sudah pernah Author up soal citra.


" Eh.. cit, itu kakak ku. Biasalah berselisih paham. Kamu apa kabar cit ?" Tanya arumi ramah.


" Aku baik. Yakin wanita cantik dan seksi itu kakak kamu ?" Seru citra .


" Iya dia kakak ku nama nya Laura. Maaf cit, aku permisi ya itu sopir sudah lama menunggu ku. Salam buat teman - teman yang lain ya. Kapan - kapan aku main kesini " Ucap arumi langsung berjalan meninggalkan citra yang masih belum paham dengan perkataan arumi.


Citra bingung dengan apa yang di katakan oleh arumi.

__ADS_1


Sopir ?


Citra memang belum tahu jika arumi sudah menikah dengan sang konglomerat Brian Alexander.


******


[ Apa yang di lakukan laura kepada istri ku ?] Tanya brian pada sambungan telepon kepada salah satu pengawal yang di tugaskan mengikuti laura.


Pengawal itu memberitahukan semua nya yang di lakukan laura kepada arumi tanpa ada satu kata tertinggal.


[ Kamu terus awasi wanita yang bernama laura itu. Jangan biarkan dia menyakiti istri ku, kalau sampai istri ku kenapa - kenapa nyawa kalian yang akan menjadi ganti nya ]


[ Siap Tuan ]


" Wanita itu memang harus di beri pelajaran. Dia bisa membahayakan keselamatan arumi dan bayi dalam kandungan nya. Lihat saja akun akan membuat nya menyesal sudah mencari masalah dengan keluarga Brian Alexander. " Seru brian sambil mengepalkan kedua tangan nya.


Brian kembali mengerjakan pekerjaan kantor nya yang sudah menumpuk. Banyak berkas - berkas yang harus dia periksa dan dia tanda tangani. Tomi pun sedang si sibukkan dengan pekerjaan nya tidak mungkin brian mau meminta tolong tomi.


Tok Tok Tok


Pintu ruangan brian di ketuk oleh seseorang dari luar.


" Masuk " Suara brian terdengar dingin.


Ceklekk...


Pintu ruangan brian terbuka dan masuklah seorang menejer keuangan yang sudah 10 tahun bekerja di perusahaan brian untuk melaporkan keuangan perusahaan.


" Maaf tuan ini laporan keuangan bulan ini silahkan Tuan periksa terlebih dahulu." Ucap pak Samsul sambil menyerahkan map laporan keuangan.


" Hemmm... " Brian hanya berdehem.


Lalu brian menerima laporan keuangan yang di berikan oleh pak samsul dan memeriksa nya dengan teliti dan setelah laporan itu selesai di periksa, brian meminta pak samsul untuk keluar dari ruangan nya.


********


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE , DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2