
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Satu bulan kemudian
Sudah satu bulan arumi menjalani kegiatan magang nya di rumah sakit, selama satu bulan ini arumi mendapat pelajaran dari dokter yudi. Bahkan dokter yudi sudah percaya dan yakin jika suatu hari arumi akan menjadi dokter yang hebat. Bahkan dokter yudi sudah pernah meminta arumi untuk memeriksa pasien secara langsung.
" Arum setelah selesai magang kamu mau kerja dimana ?" Tanya dokter yudi.
" Belum bisa langsung kerja dok, saya kan masih harus menyelesaikan kuliah dan gelar sarjana ke dokteran juga belum aku sandang. Dokter ini ada - ada saja heheee " Ucap arumi sambil membereskan alat - alat kerja nya.
" Ohh.. iya juga ya. Hehee kenapa aku bisa lupa " Seru dokter yudi sambil menggaruk kepela nya yang tidak gatal.
Di kalangan reken sejawad nya dokter yudi terkenal cuek dan jarang mau bicara jika tidak penting. Jangan kan untuk bercanda terkadang saat di sapa pun hanya mengangguk dan tersenyum. Banyak para wanita yang menyukai nya tapi hanya di cuekinya saja. Tapi saat bersama arumi pasien dokter yudi memang ramah dan humbel. Begitupun saat bersama arumi dia terlihat biasa saja, saling bertegur sapa dan sesekali bercanda.
" Rum kamu tinggal dimana ? dan apa kegiatan mu selain magang ?" Tanya dokter yudi.
" Saya tinggal di daerah XX dok, seperti wanita pada umum nya. Mengurus rumah, anak dan suami " Ucap arumi tanpa memberitahu alamat jelas nya tapi dia justru memberitahu soal dia yang sudah berkeluarga.
Hah ?
Anak dan suami ?
Dokter yudi kaget saat arumi bilang jika dia sudah mempunyai anak dan suami. Padahal arumi tidak pernah bilang kalau dia sudah menikah.
" Kamu sudah menikah ?" Tanya dokter yudi dengan rasa penasaran penuh.
" Hemm... sudah dok dan saat ini anak saya baru 3 bulan " Ucap arumi lagi.
" Tapi bukan nya waktu itu kamu bilang tidak punya pacar ? Tapi ini kenapa sudah punya suami dan anak ? Kamu tidak bohong kan rum ?" Seru dokter yudi serius.
" Saya serius dokter yudi " Jawab arumi dengan senyum mengembang.
Dokter yudi pun akhirnya percaya jika arumi sudah berkeluarga. Dia justru senang melihat semangat arumi , di saat dia sudah berkeluarga dan mempunyai bayi arumi masih semangat untuk mengejar cita - cita nya.
" Kamu hebat, aku salut sama anak muda yang semangat seperti mu. Ya sudah sekarang kan sudah habis jam praktek, kamu langsung pulang saja kasihan anak mu pasti sudah kangen ibu nya. " Seru dokter yudi.
" Tidak apa - apa dok, saat di rumah nanti waktu ku full untuk anak dan suami saya. Kalau saat nya kerja ya kerja, karena ini sudah menjadi kewajiban. Menjadi seorang dokter adalah cita - cita saya dari dulu dok.Dan alhamdulillah suami saya mendukung saya " Ucap arumi yang sudah siap untuk pulang.
" Iya bersyukur sekali aku bisa mengenal wanita tangguh seperti mu. Salam untuk keluarga kamu ya rum, ayo kita keluar waktu nya untuk pulang " Seru dokter yudi ramah dan berjalan lebih dulu dan di ikuti arumi dari belakang.
__ADS_1
Sudah tidak heran lagi melihat arumi dan dokter yudi berjalan bersama,bahkan sesekali mereka tertawa dengan riang. Semua itu tidak luput perhatian dari para dokter atau suster rumah sakit.
" Ehhh lihat itu si arum anak magang itu ! Kok bisa ya dia sedekat itu sama dokter yudi. Kita yang sudah kenal lams saja di cuekin terus, lah anak magang itu baru juga sebulan tapi sudah bisa sedekat itu. Di kasih pelet apa sih dokter yudi sama tu cewek udik. Lihat saja dandanan nya udik, sudah pakai kaca mata besar." Ucap salah sati suster kepada teman nya.
" Iya aku juga heran, padahal kita yang sudah lama saja masih di cuekin terus tuh sama pak dokter. Bahkan dokter berlian yang cantik bahenol pun masih juga di cuekin. " Seru suster satu nya lagi.
" Haii... jangan bergosip. Ini waktu nya kerja. Lagi puls kalau dokter yudi dekat sama arum juga tidak ada yang salah kan ? mereka kan satu profesi , dokter yudi dokter umum dan arum pun calon dokter umum. Nah mereka juga saat ini jadi dokter dan asisten nya. Jadi kalau mereka dekat salah nya dimana ? Lagi pula si arum itu baik, dia tidak suka tebar pesona seperti kalian jadi wajar kalau dokter yudi dekat dengan arum " Ucap suster mirna panjang lebar.
Suster mirna memang sudah mengenal arumi dan sudah beberapa kali makan siang di kantin bersama arumi. Menurut suster mirna, arumi itu sosok wanita yang baik dan tidak banyak tingkah.
" Kamu ini apaan sih mir . Jangan bilang kamu membela anak magang itu ya ?" Seru suster yang lain.
" Terserah kalian saja " Jawab suster mirna lalu pergi meninggalkan ke dua teman nya itu.
*********
Sedangkan ke dua teman arumi, mita dan dina juga sedang magang di rumah sakit yang sama. Mereka berdua juga sedang perjalanan pulang, arumi meminta ke dua teman nya untuk datang ke rumah nya karena semenjak sibuk magang mereka jarang sekali bertemu.
" Aku heran deh sama arumi, suami sudah kaya dan punya rumah sakit sendiri ehh malah magang di rumah sakit lain. " Seru mita saat mereka dalam perjalanan menuju rumah arumi.
" Arumi mau mandiri mit, dia tidak mau mengandalkan kekuasaan suami nya. Justru aku salut sama dia, walaupun kaya dia tetap sederhana " Seru dina tetap fokus dengan setir mobil nya.
" Hemmm... iya juga sih. Ehh... ngomong - ngomong kamu sama dokter bagas bagaimana ? Kapan kalian menikah?" Tanya mita yang sudah ganti topik pembicaraan.
" Hehh... menikah? Aku belum kefikiran untuk menikah mit, masih mau kejar karier dulu. Kalau kak bagas sih siap - siap saja. Tapi aku mau membahagiaakan kedua orang tua ku dulu mit, setidak nya aku bisa membuat mereka bangga karena biaya kuliah itu tidak lah murah mit , mereka kerja siang malam demi kuliah ku " Ucap dina lagi.
" Iya sih tapi perusahaan papa kecil, tetap saja aku ingin membuat mereka bangga dulu. Hemm... sebenar nya kak bagas juga sudah menemui orang tua ku langsung, dan mereka menyerahkan semua keputusan kepada ku. " Seru dina mulai terbuka.
Tanpa terasa mobil dina sudah sampai di depan gerbang tinggi rumah arumi. Penjaga yang sudah hafal dengan dina dan mita pun langsung membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan masuk.
" Nanti kita terusin obrolan yang tadi di dalam saja sekalian ngegosip sama arumi " Ucap mita lalu turun dari mobil.
* Hadech... kenapa juga tadi aku bicara soal kak bagas, jadi kepo juga kan si kepo itu* Gumam dina sambil menepuk kening nya sendiri.
Mereka pun masuk ke rumah arumi dan di sambut oleh arumi, arumi memang sudah sampai rumah sejam yang lalu.
" Haiii semua nya... aku kangen !!" Seru arumi memeluk ke dua teman baik nya itu.
" Huuh... aku juga kangen tahu, karena magang kita jarang bertemu kan ?" Seru mita semakin mempererat pelukan nya.
" Sama kita semua juga kangen " Ucap dina.
Mereka bertiga melepaskan pelukan nya lalu duduk di sofa ruang keluarga. Disana ada babby marvel yang tiduran di kasur dengan memegang mainan nya.
" Wah cowok tampan sudah mandi ya, aunty cium dulu ya " Seru mita hendak mencium marvel namun di hentikan oleh dina.
__ADS_1
" Cuci tangan dulu mit, ingat kita dari luar loh apalagi baru pulang dari rumah sakit. Tangan kita pasti banyak bakteri nya " Seru dina mengingat kan.
" Oh iya aku lupa. Rum numpang cuci tangan ya " Seru mita.
" Iya sana bersih - bersih dulu " Seru arumi.
Mita dan dina pun kebelakang untuk mencuci tangan mereka. Setelah selesai mereka kembali lagi ke ruang keluarga dan bermain dengan babby marvel, puas bermain dengan marvel mereka bertiga pun mengobrol dan marvel sudah di bawa pengasuh nya.
" Bagaimana magang kalian berdua ?" Tanya arumi memulai pembicaraan.
" Biasa aja rum, tidak ada yang spesial " Jawab mita.
" Oh... begitu. Oh iya hubungan kalian dengan para pacar bagaimana ?" Tanya arumi lagi.
" Idih... pacar? Aku tidak punya pacar deh. Itu loh si dina sama dokter bagas yang semakin serius." Ucap mita langsung menyela.
Arumi dan dina hanya menggeleng kan kepala nya dan saling pandang melihat kelakuan mita.
" Memang nya kamu sama kak tomi belum pacaran ?" Tanya dina ingin tahu.
" Belum.. aku kesal tahu sama kak tomi. Padahal aku sudah memberikan sinyal - sinyal cinta untuk nya tapi tetap saja dia tidak peka. Masak iya aku yang harus nembak duluan, kan malu !! Nanti dikira nya aku yang ngebet sama dia, padahal aku kan memang butuh kepastian." Seru mita tanpa sengaja mengutarakan isi hati nya.
Hahaaa... haaahaa
Arumi dan dina yang sedarin tadi menahan untuk tertawa akhirnya tawa mereka lepas juga. Padahal dulu mita sangat membenci tomi bahkan tiap ketemu selalu saja ribut dan adu mulut.
" Dulu saja benci dan suka adu mulut, ehh sekarang malah ingin minta kepastian " Ledek dina.
" Nama nya hati mana yang bisa tahu Din " Jawab mita sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Nanti biar aku yang bicara sama kak tomi. " Seru arumi.
" Ehhh jangan... !! Aku malu " Seru mita lagi.
" Oh... ya sudah. Kamu tunggu saja sampai kak tomi peka " Seru dina ikut menambahi.
Topik obrolan mereka pun berganti sudah tidak membicarakan lagi tentang pasangan mereka masing- masing. Dan berhubung sudah semakin sore dina dan mita pun harus pulang , mita saat malam masih harus bekerja part time di cafe. Karena memang mita juga datang dari kampung dan di kota hanya mengontrak , urusan kuliah masih bisa di urus orang tua nya tapi untuk keperluan kontrakan dan keperluan sehari- hari dia bisa bekerja secara part time.
" Hati - hati ya, nanti kalau libur kita kumpul lagi " Seru arumi mengantarkan ke dua sahabat nya sampai depan rumah.
" Oke..." Seru dina dan mita bersamaan.
Mobil yang di kendarai dina sudah meninggalkan kediaman arumi. Arumi kembali masuk ke rumah untuk bersiap - siap menyambut sang suami yang akan pulang sebentar lagi.
*******
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤