
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Laura benar - benar kesakitan dan dia pun keluar keringat dingin, badan nya sampai lemas. Dia menangis karena kesakitan, bahkan dia tidak mempeedulikan darah yang keluar dari sela - sela paha nya.
Dia hanya mengira jika dirinya sedang haid. Karena memang sudah sebulan laura tidak haid. Dia mengira mungkin sakit nya juga karena terlambat haid jadi menimbulkan sakit yang luar biasa.
" Ya Allah...mbak kenapa ? dan ini darah ? " Seru pelayan yang tidak sengaja hendak membereskan meja melihat laura yang kesakitan.
Tidak ada jawaban dari laura, pandangan laura tiba - tiba menjadi gelap dan akhirnya laura tidak sadarkan diri. Beruntung pelayan itu sigap memegang tubuh laura, kalau tidak tubuh laura sudah tersungkur di lantai.
Pihak cafe akhir nya menolong laura dan membawa nya ke klinik yang tidak jauh dari cafe. Salah satu pelayan sudah di perintahkan oleh menejer untuk menemani laura sampai laura siuman.
" Aku dimana ?" Tanya laura saat terbangun dari pingsan nya sambil melirik ke sekeliling nya yang terlihat asing di mata nya.
" Mbak sudah siuman. Sekarang mbak nya ada di klinik Melati. Mbak tadi pendarahan dan pingsan jadi kami dari pihak cafe membawa mbak ke klinik. " Ucap Ani si pelayan yang di minta untuk menemani laura, kebetulan Ani juga lah yang melayani laura dan arumi saat di cafe tadi.
" Terimakasih ." Jawab laura singkat.
" Untuk sementara mbak nya harus di rawat di klinik ini, tapi kalau mbak mau pindah ke rumah sakit yang lain juga tidak apa - apa. Tapi klinik ini juga lengkap dan buka 24 jam. Kalau begitu saya permisi ya mbak, mbak bisa hubungi keluarga mbak untuk menemani mbak disini " Ucap ani bicara dengan sopan.
Dirawat ?
Laura bingung dengan perkataan ani, kenapa dirinya harus di rawat ? memang nya dirinya sakit apa ?
" Kenapa aku harus di rawat mbak. Dan ini kenapa aku juga di pasang infus. ? Memang nya aku sakit apa mbak, mungkin juga aku hanya kecapean saja kan ?" Tanya laura beruntun.
Sebelum ani menjawab , pintu ruangan laura terbuka dan masuklah dokter wanita yang kira - kira sudah berumur 40 tahunan dan akhirnya dokter lah yan menjelaskan langsung kepada laura tentang keadaan laura.
" Mbak tidak sakit. Mbak tadi habis keguguran, maaf kami tidak bisa menyelamatkan kandungan mbak. Pendarahan mbak yang cukup hebat sehingga janin tidak bisa di selamatkan. " Ucap dokter mencelaskan.
Keguguran ?
__ADS_1
Hamil ?
Laura langsung bengong, dia mencerna semua perkataan sang dokter. Dia benar - benar tidak percaya jika diri nya hamil, padahal selama ini dia sudah memakai kontrasepsi agar tidak bisa hamil. Tapi kenapa bisa hamil juga.
" Aku tidak mungkin hamil dok ? Selama ini aku memakai kontrasepsi pencegah kehamilan. " Seru laura jujur.
" Jadi mbak tidak tahu kalau mbak hamil ? Tapi memang tidak ada yang tidak mungkin jika sang pencipta sudah berkehendak mbak. " Ucap dokter lagi.
Laura menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia bingung dan frustasi . Kenapa sampai dia bisa hamil dan keguguran. Bukan nya dia sendiri yang merencanakan keguguran untuk arumi tapi justru dirinyalah yang keguguran. Dia pun tidak tahu janin yang baru saja keguguran itu anak dari pria yang mana .
* Aku harus sedih atau bahagia. Bahagia karena aku keguguran, kalau aku hamil pasti akan repot . Aku tidak lagi bisa bermain sesuka ku. Sedih nya karena aku harus di rawat di klinik seorang diri seperti ini. Tidak mungkin aku mengabari arumi atau ibu. * Gumam laura dari dalam hati nya.
" Mbak untuk malam ini lebih baik menginap dulu disini, agar kami bisa memantau perkembangan mbak. Soal nya pendarahan tadi cukup hebat dan mengakibatkan mbak kekurangan darah, jadi mbak harus banyak - bamyak istirahat." Ucap dokter.
Tidak ada pilihan lain selain mengangguk dan menuruti saran dari dokter. Laura pun ingin memulihkan tubuh nya terlebih dahulu. Akhirnya laura mengurus semua administrasi di bantu oleh perawat. Sedangkan ani sudah kembali lagi ke cafe untuk bekerja.
*******
" Non ada kabar yang harus kami sampaikan " Ucap sheila pengawal arumi.
" Kabar apa kak alin ?" Tanya arumi penasaran.
" Kakak non arumi yang bernama laura itu saat ini sedang di rawat di klinik , dia keguguran setelah meminum jus yang di tukar tadi." Ucap sheila.
Deg.
Keguguran ?
Kak laura keguguran ?
Arumi merasa bersalah sudah menukar minuman nya dengan laura. Tetapi jika dia tidak menukar nya pasti saat ini dia yang mengalami keguguran itu. Dan akan dua kali dia mengalami keguguran.
" Aku yang menyebabkan kak laura keguguran. Aku jahat, aku yang sudah menukar minuman itu. Aku sudah menyebabkan kak laura keguguran. " Ucap arumi dengan mata berkaca - kaca.
" Non arumi tidak salah, kita semua juga tidak tahu jika dia saat itu sedang hamil. Bahkan kakak non arumi sendiri tidak tahu jika dia hamil,dan nona arumi jangan bersedih. Wanita itu justru senang karena dia keguguran. Ingat kalau tadi non tidak menukar minuman itu sudah bisa di pastikan saat ini nona yang terbaring di rumah sakit dan mengalami apa yang di alami wanita itu." Ucap sheila bicara menyakinkan arumi agar tidak merasa bersalah.
" Dan nyawa kami berdua yang akan menjadi taruhan nya " Ucap alina menambahi .
__ADS_1
Memang benar jika sampai hal itu terjadi dengan arumi sudah pasti brian akan menghukum dua pengawal nya, bukan hanya menghukum nya saja, bisa jadi mereka berdua akan di bunuh oleh brian.
" Kamu tahu darimana kabar ini ?" Tanya arumi. Dia lupa suami nya itu siapa dan wanita yang ada di hadapan nya itu siapa.
" Nona sudah tahu jawaban nya " Jawab sheila.
Arumi bisa menebak pasti ini semua dari brian dan anak buah brian. Dia baru ingat jika brian pernah bikang jika ada anak buah brian yang diminta untuk memata - matai laura.
" Minum jus nya Non. Maaf kalau tidak enak " Ucap alina takut - takut.
Arumi mengangguk pelan, fikiran nya saat ini masih belum tenang. Dia masih kefikiran dengan laura, sejahat apa pun laura kepada nya, arumi masih saja menyayangi dan perduli dengan nya.
" Kita ke klinik sekarang kak " Ajak arumi.
" Tidak Non. Kita tidak akan kemana - mana tanpa seizin tuan brian. Lagi pula kalau kita mau kesana kita mau beralasan apa ? Jangan sampai wanita itu tahu kalau nona sudah menukar minuman kalian, lebih baik nona diam saja di apartemen. Apa pun kabar dari kakak non pasti akan saya sampaikan kepada nona " Ucap seheila menjelaskan.
" Baiklah." Ucap arumi.
Arumi mengambil jus mangga buatan alina dan meminum nya sampai tandas.
" Kalian apa tidak capek berdiri seperti itu terus. Sini duduk kita nonton Tv sama - sama kak. " Ucap arumi.
" Tidak nona, kami sudah terbiasa berdiri seperti ini." Jawab sheila dan alina bersamaan.
" Kompak juga kalian " Gumam arumi pelan tapi masih bisadi dengar oleh alina dan sheila.
* Kenapa hubungan ku dan kak laura semakin kacau begini. Padahal kami ini sedarah dan sekandung, tapi kenapa kak laura selalu berbuat curang dan bahkan berusaha menyingkirkan calon anak ku. * Gumam arumi dalam hatinya.
Tatapan mata arumi memang mengarah ke televisi, tetapi fikiran nya sedang menerawang tentang masalah nya dengan laura. Dari dulu laura memang tidak pernah baik kepada arumi, bahkan selalu berusaha menjatuhkan arumi.
******
MAAF YA KAK BARU BISA UP, HARI INI ACARA REAL LIFE AUTHOR BENAR - BENAR PADAT 🙏🙏❤
JANGAN LUPA KLIK LIKE,KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1