
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Dokter berlian menemui pimpinan rumah sakit untuk melaporkan tentang tingkah arumi. Dokter berlian beralasan jika kelakuan arumi akan membuat nama baik rumah sakit menjadi jelek. Sebisa mungkin dokter berlian membujuk pimpinan rumah sakit untuk mencabut izin magang arumi.
" Tapi saya tidak bisa ikut campur dokter berlian, itu urusan pribadi arum dan tuan brian. Kalau mereka punya hubungan bukan urusan saya, lagi pula itu juga di luar rumah sakit. " Ucap pak angga pimpinan rumah sakit.
" Pak agung ini bagaimana sih ? Tuan brian kan sudah beristri , arum itu pelakor pak. Kalau sampai nama baik rumah sakit ini jelek kan anda juga yang malu. Apalagi Tuan brian itu pemilik saham tertinggi di rumah sakit ini " Seru dokter berlian tetap bersikukuh agar izin magang arumi di cabut.
" Itu semua urusan pribadi tuan brian dan arum dokter, saya tidak mau ikut campur. Aku yakin mereka tahu mana yang baik dan buruk nya. Sudah, dokter berlian tidak perlu mempermasalahkan hal seperti ini. Aku tidak mau jika masalah ini di dengar oleh Tuan Brian dan dia akan marah lalu mencabut saham nya di rumah sakit ini. " Ucap pak angga serius.
" Tapi kalau sampai hubungan mereka tercium media sudah pasti nama baik rumah sakit yang jadi taruhan nya pak. Apalagi arum hanya pegawai magang saja , bahkan dia juga sudah berani melawan saya dan menampar saya pak. Dimana letak sopan santun nya kepada dokter senior di rumah sakit ini." Seru dokter berlian tetap menyakinkan.
Pak angga terdiam, sebenar nya apa yang di katakan dokter berlian ada benar nya juga. Kelakuan arumi bisa merusak nama baik rumah sakit. Tapi yang jadi masalah nya adalah tuan brian, tidak mungkin pak angga mau ikut campur urusan brian.
" Dokter berlian bisa keluar dari ruangan saya, biar nanti saya yanv bicara dengan anak magang itu " Ucap pak angga.
" Baik saya tunggu kabar baik nya pak. " Ucap dokter berlian lalu keluar dari ruangan pak angga.
Setelah dokter berlian pergi pak angga langsung menghubungi seseorang untuk memanggil arumi menghadap keruangan nya. Jam praktek dokter yudi memang sudah habis dan arumi sementara hanya membantu suster mirna.
Tok Tok Tok
" Masuk " Seru pak angga.
Arumi masuk dengan wajah yang sulit untuk di tebak, dia tahu pasti dia di panggil karena laporan dari dokter berlian.
" Bapak memanggil saya?" Tanya arumi .
" Iya silahkan duduk " Seru pak angga sembari melepas kaca mata nya.
Arumi pun duduk di kursi seberang meja kerja pak angga. Arumi tidak banyak bertanya, dia diam dan menunggu pak angga memulai pembicaraan.
" Begini rum... sebelum nya maaf saya mau tanya sesuatu yang bersifat pribadi. Saya harap kamu jangan marah ya " Ucap pak angga mulai berbicara.
" Iya pak, memang nya bapak mau bicara apa ?" Tanya arumi masih pura - pura tidak tahu.
__ADS_1
Hufffftttt
Pak angga terlihat menghela nafas dengan berat, lalu dia pun mulai menananyakan sesuatu kepada arumi dan apa yang arumi fikirkan benar adanya , tentang foto nya dengan brian tempo hari.
" Apa kamu ada hubungan khusus dengan tuan brian ?" Tanya pak angga.
" Tidak ada " Jawab arumi singkat.
" Tapi foto - foto itu menunjukan jika kamu dekat dengan tuan brian. Bisa kamu jelaskan kejadian yang sebenar nya agar saya tidak salah paham." Ucap pak angga dengan bijak.
Akhirnya arumi pun menjelaskan seperti apa yang sudah dia jelaskan kepada dokter berlian. Arumi masih tetap menyembunyikan siapa dirinya yang sebenar nya, dia tidak mau jika sekarang di buka banyak penjilat yang akan mendekati nya.
" Oh... jadi hanya menawari tumpangan dan kamu numpang mobil tuan brian saja " Ucap pak angga yang mulai paham.
" Iya pak , saya pun sudah tahu jika tuan brian itu sudah punya anak dan istri. Saya tidak mungkin menghancurkan rumah tangga orang pak, salah besar kalau saya di bilang pelakor. Kalau bapak masih tidak percaya bapak bisa tanyakan langsung kepada tuan brian. Pasti jawaban beliau pun akan sama, atau malah beliau akan tersinggung dan marah karena ada orang yang dengan sengaja mengganggu privasi nya. Apalagi saat itu Tuan brian berbuat baik kepada saya tapi ada orang yang menganggap itu hal negatif " Seru arumi pelan tapi menakutkan.
" Oh.. jangan. !! Jangan sampai tuan brian tahu masalah ini. Cukup sampai disini saja , dan tidak akan di perpanjang lagi. Kalau tuan brian tahu masalah ini gawat rum, kamu tahu kan 55 % saham rumah sakit ini milik nya. Kalau sampai dia menarik saham nya bisa anjlok rumah sakit ini " Ucap pak angga terdengar sangat ketakutan.
Arumi mengulas senyum tipis di sudut bibir nya, dia senang akhirnya pak angga tidak mau membahas masalah nya dengan brian. Setidak nya arumi bisa sedikit bernafas lega.
* Dokter berlian ternyata tidak main - main, setelah ini aku yakin pasti dia akan melaporkan ku ke pihak kampus. Laporkanlah saja dokter, aku tidak akan takut * Ucap arumi dalam hati nya.
Setelah urusan nya dengan pak angga selesai, arumi langsung keluar dan menuju tempat dimana barang - barang nya tersimpan. Lebih baik dia pulang saja karena memang tugas nya sudah selesai, daripada di rumah sakit justru emosi jika bertemu dengan dokter berlian yang sok berkuasa itu.
" Tidak ada apa - apa kak, cuma ada urusan sedikit soal magang arum. Emm... kak, arum pulang duluan ya. " Seru arumi berpamitan.
" Oh syukurlah, aku kira ada masalah serius. Ya sudah kalau mau pulang, aku masih lama pulang nya. Hati-hati ya rum." Ucap suster mirna.
" Iya kak " Jawab arum singkat.
Karena membawa mobil sendiri arumi langsung menuju parkiran. Dia tidak menghiraukan tatapan sinis dokter berlian saat berpapasan di depan ruangan nya. Arumi memilih segera pulang dan bermain dengan anak nya daripada meladeni dokter berlian.
*******
Di tempat lain, tepat nya di perusahaan andra.
" Sekarang urusan perusahaan semua harus atas persetujuan ku. Tuan Andra sudah menyerahkan tanggung jawab perusahaan ini kepada saya , beliau ingin istirahat dari dunia bisnis " Ucap laura saat memimpin rapat di perusahaan.
Sebagian ada yang sudah tahu dan ada yang terkejut dengan keputusan laura. Mereka mencoba menanyakan keberadaan andra kepada laura yang mereka tahu sebagai sabrina.
" Non Sabrina, kalau boleh tahu tuan andra sekarang ada dimana ?" Tanya salah satu menejer.
__ADS_1
" Dia ada di luar negeri, dia sedang tidak ingin di ganggu dan semua urusan perusahaan ini sudah di serahkan nya kepada ku " Jawab sabrina.
* Sevenar nya siapa wanita ini ? Sepertinya suara nya aku pernah mendengar nya. Dan apa benar Tuan andra sudah menyerahkan tanggung jawan perusahaan kepada nya? Hemm... dari berkas dan surat - surat nya sih memang benar tapi aku tetap harus waspada * Gumam niko assisten andra.
Niko memang masih setia berada di perusahaan milik andra, dia yakin jika wanita yang sedang memipin rapat ini sudah berbuat curang. Sehingga dengan mudah nya andra memberikan perusahaan nya.
" Apa ada lagi yang ingin kalian tanyakan ?" Tanya sabrina.
" Tidak ada buk " Jawab semua nya serempak.
" Baiklah rapat aku tutup kalian boleh keluar dari sini kecuali Niko " Ucap sabrina menatap tajam ke arah niko.
Semua karyawan keluar dari ruangan rapat kecuali niko. Niko masih setia duduk di tempat nya dengan pandangan penuh menelisik ke arah perempuan yang bernama sabrina.
" Siapa kamu ? Kenapa tuan andra bisa menyerahkan perusahan ini kepada mu ?" Tanya niko ketus.
" Aku maria sabrina , memang nya tadi kamu tidak dengar saat aku menyebutkan nama ku ? " Seru sabrina sinis.
" Sebelum nya aku tidak pernah melihat mu dan tidak pernah tahu siapa kamu dan kenapa kamu datang di saat tuan andra tidak di ketahui keberadaan nya. " Ucap niko lagi.
" Aku keluarga dari Ayah nya andra. Tidak perlu banyak tanya lagi, sekarang kamu cepat kumpulkan laporan keuangan perusahaan selama tiga bulan ini, aku tunggu di ruangan ku siang ini " Ucap sabrina lalu pergi meninggalkan ruang rapat.
Niko masih menatap tajam ke arah sabrina dia tidak percaya jika sabrina adalah keluarga dari ayah nya andra. Niko akan mencari tahu siapa sabrina yang sebenar nya. Dia pun bergegas ke luar dari ruang rapat dan menyiapkan laporan yang di minta oleh sabrina.
Niko mendatangi bagian keuangan untuk meminta laporan keuangan yang di minta sabrina lagi. Pihak keuangan kaget karena sabrina tiba - tiba meminta laporan selama 3 bulan terakhir. Padahal saat rapat tadi tidak ada perintah apa pun.
" Kenapa dadakan begini sih pak Niko ?" Tanya menejer keuangan.
" Saya juga tidak tahu, cepat selesaikan karena Non sabrina meminta siang ini laporan itu harus sudah ada di ruangan nya " Ucap niko.
" Baik pak , satu jam lagi mungkin sudah selesai " Jawab sang menejer.
" Kalau sudah selesai serahkan kepada saya, saya mau ke ruangan saya dulu" Ucap niko.
" Baik pak " Jawab menejer tetap fokus pada layar komputer nya.
Niko sendiri lebih memilih kembali ke ruangan nya , dan ingin mencari tahu siapa maria sabrina yang sebenar nya . Karena dia merasa tidak asing dengan suara maria sabrina , seperti pernah mendengar nya.
********
SUDAH UP 2 BAB YA KAK.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️