Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Ikut pulang kampung


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Arumi kembali duduk di kursi nya dan melanjutkan makan siang nya. Saat ini pikiran nya sedang tidak tenang karena sang kakak sudah menghina dan menganggap nya wanita murahan.


" Kok lama ?" Tanya brian.


" Toilet nya ramai " Jawab arumi singkat.


Sebenarnya ada hal yang ingin brian sampaikan kepada arumi , tapi melihat wajah arumi yang sepertinya tidak mood brian pun mengurungkan niat nya. Brian langsung mengambil ponsel nya mengirim pesan kepada seseorang.


[ Apa yang terjadi di toilet ?] Tulis brian.


[ Nona muda di toilet bertemu dengan seorang wanita bernama laura, sepertinya mereka ada hubungan saudara Tuan. ] Tulis pengawal bayangan arumi.


[ Apa orang ini ?] Brian mengirimkan foto kepada pengawal nya.


[ Iya tuan, perempuan itu yang tadi menemui nona muda. Dia ada di cafe ini juga, duduk tidak jauh dari meja tuan ]


Brian pun mengedarkan pandangan nya mencari sosok laura. Mata brian pun menemukan dimana laura duduk dengan seorang pria yang sangat brian kenali.


* Ziko * Gumam brian tersenyum tipis.


[ Awasi wanita yang bernama laura ]


[ Siap tuan ]


" Aku sudah selesai, ayo kita pulang " Ucap arumi.


" Iya " Jawab singkat brian


Brian meletak kan sejumlah uang di meja untuk membayar tagihan makanan nya. Sekilas brian melirik ke arah laura dan ziko.


" Mau ikut ke perusahaan ?" Tanya brian singkat.


" Aku pulang saja " Jawab arumi.


Brian mengangguk dan langsung melajukan mobil nya ke arah jalan rumah nya. Sepanjang perjalanan arumi dan brian saling diam sampai mobil brian sampai di halaman apartemen.


" Kata nya Tuan mau ke kantor lagi ? " Seru arumi heran karena brian ikut turun dari mobil.

__ADS_1


" Tidak jadi " Jawab brian singkat.


Arumi tak mau banyak tanya lagi , dia pun masuk ke dalam gedung apartemen dan menaiki lift untuk menuju lantai dimana apartement brian berada.


" Apa kamu tidak ingin pulang ke kampung halaman mu ?" Tanya brian saat di dalam lift.


" Memang Tuan mengizinkan ?" Arumi balik tanya.


Siapa juga yang tidak ingin pulang ke kampung halaman nya apalagi arumi sudah hampir 6 bulan dia tidak pulang ke kampung nya. Terakhir pulang sebelum kejadian malam tragis dimana brian merengut keperawanan arumi.


" Boleh asal aku ikut " Jawab brian.


Hahhh ?


Dia mau ikut ke kampung ?


Mulut arumi menganga lebar saat brian mengatakan akan ikut pulang ke kampung nya. Tidak semudah itu brian, hidup di kampung mana kamu bisa. Mana lagi rumah arumi sempit dan dinding sebagian masih papan tidur dengan kasur yang keras.


Akhirnya lift berhenti di lantai yang mereka tuju dan mereka langsung menuju apartemen milik brian.


" Tuan serius mau ikut ke kampung ?" Tanya arumi saat sudah berada di dalam apartemen


" Kalau kamu mau di izinkan pulang ke kampung mu, syarat nya aku harus ikut dengan mu. Jika tidak kamu perbolehkan, jangan harap kamu bisa pulang kampung " Ancam brian seperti anak kecil.


' Baiklah anda saya izinkan ikut, tapi jangan banyak protes. Disana rumah orang tua ku sempit dan tidur di kasur yang keras tanpa ada nya AC dan banyak nyamuk " Ucap arumi akhirnya memperbolehkan brian ikut.


Dia belum tahu bagaimana kondisi rumah arumi dengan pasti. Dia main asal setuju saja, brian - brian kamu pasti tidak betah tinggal di kampung arumi.


" Besok kita berangkat siapkan barang - barang yang mau di bawa" Perintah brian.


Brian langsung masuk ke ruang kerja nya, dia menyelesaikan pekerjaan nya di apartement. Dia meminta tomi untuk mengirim laporan - laporan lewat email saja.


*******


Pagi hari pun tiba, arumi dan brian sudah bersiap untuk berangkat ke kampung halaman. Semua barang - barang sudah siap, arumi hanya membawa barang 1 koper saja. Yang isi nya banyak milik brian, arumi sendiri tidak membawa banyak pakaian karena di kampung pakaian dia juga ada.


" Tidak ada mobil lain Tuan?" Tanya arumi.


Brian mengernyitkan kening nya, dia heran dengan pertanyaan arumi. Kenapa harus menanyakan soal mobil ? Brian mengira jika arumi menginginkan mobil yang lebih bagus lagi.


" Memang nya mobil ini kurang bagus ?" Tanya brian balik.


" Bukan kurang bagus, tapi mobil ini tidak akan bisa masuk ke perkampungan tempat tinggalku. Karena disana jalanan kampung masih sangat jelek tuan. Kecuali kalau tuan mau menitipkan mobil di jalan besar dan masuk ke kampung dengan menaiki ojek tidak masalah " Ucap arumi menjelaskan.


" Kita naik jet pribadi ku saja" Ucap brian menawarkan.

__ADS_1


" Tidak, aku tidak mau orang kampung heboh karena jet yang tuan miliki. Lebih baik ganti saja mobil yang lebih tinggi. " Ucap arumi menolak naik jet.


Brian langsung menghubungi sopir rumah nya dan meminta nya untuk mengantarkan mobil sekarang juga, dan tidak pakek lama.


Benar saja setelah dua ouluh menit mobil sudah sampai di parkiran apartemen. Brian langsung meminta sang sopir untuk memasukan barang bawaan nya kedalam mobil yang baru saja datang.


" Tuan kuat menyopir sendiri selama 4 sampai 5 jam ?" Tanya arumi.


" Itu soal kecil " Jawab brian sombong.


" Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang agar tidak terjebak macet" Ucap arumi.


Brian dan arumi pun berangkat menuju kampung halaman arumi, arumi terus mengukir senyum indah di bibir nya. Senyum yang belum pernah brian lihat di bibir arumi.


* Ternyata dia mempunyai senyum yang sangat indah dan mampu menggetarkan hati ku. Selama ini mungkin aku terlalu kasar dan arogant menghadapi nya, sampai aku tak pernah tahu jika dia mempunyai senyum seindah itu. Hanya pulang kampung saja dia sangat bahagia, ternyata membuat dia bahagia tidak perlu dengan barang - barang yang mewah. * Gumam brian dalam hati nya.


Baru separuh perjalan tetapi arumi sudah tertidur, brian hanya bisa menyopir mobil nya sambil sesekali melirik ke arah arumi yang tertidur dengan nyenyak nya.


" Manis dan cantik " Seru brian mengakui jika arumi cantik.


Mobil brian sudah memasuki daerah XX tetapi dia bingung ke arah mana dia harus berbelok. Karena arumi tidur dan dia memang tidak tahu pasti alamat rumah orang tua arumi.


" Apa kita sudah sampai ?" Tanya arumi terbangun.


" Belum " Jawab brian.


" Kenapa tuan berhenti ? Apa tuan capek ? Maaf tuan saya tidak bisa mengendarai mobil, kalau saya bisa sudah pasti anda saya gantikan. Maaf " Seru arumi tidak enak, pasti brian capek karena cukup lama mengendarai mobil.Sedangkan dirinya hanya enak - enakan duduk dan tidur.


Brian menggeleng, dia gemas melihat wajah bersalah arumi. Ingin rasa nya dia mencibit pipi arumi.


" Aku tidak tahu kita harus belok ke arah mana " Seru brian jujur.


Hah ?


Jadi bukan karena capek ?


" Tuan kenapa tidak membangunkan aku. Emhh .. kita belok ke kanan Tuan. Sekitar 15 menit lagi kita sampai kok tuan " Ucap arumi hati - hati.


Brian kembali menjalankan mobil nya sesuai dengan arahan arumi. Suasana pedesaan sudah terasa, udara yang sejuk dan hamparan padi menyambut kedatangan arumi dan brian. Arumi tak henti - henti nya tersenyum sambil melihat ke arah luar jendela.


* Disini terasa nyaman sekali, aku merindukan suasana di kampung ini, di kampung inilah aku di lahirkan dan di besarkan. Semoga cita - cita ku sebagai dokter bisa segera terwujud. Ingin rasa nya membantu para warga yang tidak mampu berobat ke kota karena terbatas nya biaya. Suatu saat aku akan membangun klinik di kampung ini * Gumam arumi dengan senyum terus mengembang di bibir nya.


********


Pasti cita - cita mu terwujud rum, bukan hanya klinik suami mu pasti akan membangunkan rumah sakit untuk mu. ❤❤❤❤

__ADS_1


LIKE,KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤❤


TERIMAKASIH.🙏🙏❤❤


__ADS_2