
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Siang ini brian sengaja datang ke rumah sakit tempat arumi magang tanpa sepengetahuan arumi. Brian ingin melihat istri nya magang secara langsung. Bahkan pihak rumah sakit pun tidak ada yang tahu jika brian akan berkunjung ke rumah sakit. Sebagai pemegang saham 55 % rumah sakit brian punya hak untuk datang kapan pun dia mau.
" Apa kamu yakin mau berkunjung ke rumah sakit tempat arumi magang ?" Tanya tomi saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
" Memang nya ada yang salah ? Lagi pula walaupun aku bukan pemilik rumah sakit itu tapi saham ku di sana 55 % jadi kapan pun aku bisa datang kesana untul sidak. " Seru brian duduk dengan tenang di samping tomi yang sedang mengemudikan setir mobil.
" Kenapa arumi magang di rumah sakit lain ? Padahal rumah sakit keluarga pun ada ? Justru di sana dis bisa lebih mudah, karena para dokter dan yang lain nya sudah tahu siapa arumi yang sebenar nya dan di sana juga ada bagas yang kapan pun bisa membantu nya " Ucap tomi terdengar sangat serius.
" Hemmm.... Arumi tidak mau magang di rumah sakit keluarga karena disana semua nya sudah tahu siapa arumi. Dia tidak nyaman ada di lingkungan seperti itu, dia tidak mau orang baik den menghormatinya hanya karena dia istri ku. Dan arumi ingin bekerja sesuai dengan kemampuan nya sendiri " Jawab brian dan di angguki oleh tomi.
Setelah satu jam perjalanan akhir nya mobil brian sudah sampai di depan gedung rumah sakit Husada. Tomi memarkirkan mobil nya tepat di samping mobil arumi. Brian turun dari mobil dan tersenyum setelah melihat mobil yang ada di samping nya.
" Kenapa kamu senyum - senyum bri?" Tanya tomi heran.
" Tidak apa - apa. Aku hanya senyum karena mobil ini ? Bagaimana mobil seperti ini masih ada di garasi rumah ku ? Aku kira sudah ku buang" Ucap brian sambil mengusap body mobil.
" Loh ini kan mobil yang ada di rumah mu ? Apa arumi yang bawa? Kamu jangan mentang - mentang kaya mau main buang mobil sembarangan, harga mobil ini kalau di jual masih laku sekitar 500 juta. Kalau kamu tidak mau biar untuk aku saja, lumayan buat ke kantor jadi bisa gonta - ganti mobil. " Ucap tomi .
" Memang gaji dan bonus bulanan kamu masih kurang ?" Tanya brian sinis.
" Oh kalau soal itu cukup kakak ku , ya siapa tahu saja kamu mau ngasih mobil ini untuk ku. Kan tadi aku hanya usaha " Seru tomi sambil nyengir kuda.
Brian dan tomi langsung masuk ke dalam gedung rumah sakit. Mereka berdua berjalan dengan tenang dan tidak menghiraukan pandangan orang - orang di sekeliling nya
" Apa Tuan Brian datang ?" Seru direktur rumah sakit setelah mendapat telepon dari bagian informasi.
__ADS_1
Direktur rumah sakit itu pun langsung keluar dari ruangan nya dan berjalan cepat menuju pintu utama rumah sakit.
" Tuan brian , kenapa datang tidak memberitahu terlebih dahulu. Maaf karena ketidak tahuan kami jadi kami tidak melakukan penyambutan khusus " Ucap direktur rumah sakit sambil membungkukkan badan nys.
" Hemmm... tidak masalah. Tadi aku hanya lewat saja dan aku putuskan untuk mampir. " Jawab brian dengan santai nya.
* Cihhh... padahal dia memang sengaja datang kesini karena ingin melihat istri nya. Pakai alasan mampir segala, kalau bucin mah memang aneh. Beruntung aku tidak bucin, tapi bucin juga sama siapa. Sampai sekarang aku sama mita juga belum ada kejelasan * Gumam tomi dalam batin nya.
" Oh iya tuan mari istirahat di ruangan saya " Ucap direktur rumah sakit dengan ramah.
" Tidak perlu ! Aku ingin melihat sistem kerja para dokter dan perawat di rumah sakit ini. Jarang - jarang kan aku melihat nya langsung. Apa anda bisa membawa ku ke setiap ruangan dokter yang sedang praktek ?" Seru brian menatap pak angga selaku direktur rumah sakit.
" Iya pak bisa - bisa mari saya antar " Jawab pak angga.
Brian dan pak angga berjalan beriringan sedangkan tomi berjalan tepat di belakang nya. Suasana rumah sakit jadi heboh mendengar berita kedatangan Tuan brian,meskipun dia bukan pemilik rumah sakit tapi mereka semua tahu siapa brian yang sesungguh nya.
" Hahhh... tuan brian ada di rumah sakit ini ?" Seru dokter yudi saat membaca pesan lewat group rumah sakit.
" Apa dokter ?" Tanya arumi tidak paham.
* Mau apa hubby datang kesini ?. Lihat saja kalau sampai dia berulah dan membocorkan kepada orang - orang kalau aku ini istri nya akan aku liburkan selama sebulan * Gumam arumi.
" Rum.. Rum.. kok diam ? Kamu kenapa ?" Tanya dokter yudi.
" Ehh... iya dok maaf. Tidak apa - apa dok hanya kaget saja ternyata ada tuan brian yang kaya rays itu disini " Jawab arumi gugup.
" Oh.. ya sudah kamu panggil pasien selanjut nya " Ucap dokter yudi.
Arumi mengangguk lalu memanggil pasien selanjut nya. Setelah lima belas menit akhirnya brian sampai juga di ruang praktek dokter yudi, di dalam ruangan ada dokter yudi, arumi dan satu pasien yang masih di periksa oleh dokter yudi.
" Maaf dokter yudi kami mengganggu, Tuan Brian ingin melihat sistem kerja para dokter disini " Ucap pak angga.
" Iya pak angga.. Selamat datang tuan brian. Perkenalkan saya yudi salah satu dokter umum di rumah sakit ini. Dan ini arum mahasiswi kedokteran yang sedang magang di rumah sakit ini " Ucap dokter yudi ramah.
__ADS_1
" Selamat siang Tuan brian " Sapa arumi.
" Hemm.... kamu anak magang harus bekerja dengan baik dan benar. " Seru brian menatap arumi secara intens.
* Hah...ini arumi kan ?kenapa dia berpenampilan seperti ini ? Mana pakai kaca mata besar pula* Gumam tomi dalam hati nya.
Dokter yudi berbincang sebentar dengan brian menjelaskan tentang pasien - pasien yang selama ini dia tangani. Dan setelah puas berbincang brian pun memulih meninggalkan ruangan dokter yudi.
" Uhh... selamat - selamat beruntung dia tidak bikin ulah " Seru arumi pelan .
" Selamat kenapa rum ?" Tanya dokter yudi .
" Oh tidak dok.. selamat karena tuan brian sudah keluar jadi sudah tidak gugup lagi dan jantung pun aman. Tadi aku takut banget saat beliau ada di ruangan ini" Ucap arumi beralasan.
" Tuan brian itu baik kok rum, cuma dia itu orang nya memang tegas dan sedikit arogant. Dia paling tidak suka dengan orang yang bekerja tidak sungguh - sunguh. " Seru dokter yudi membicarakan soal brian.
Arumi hanya menanggapi nya dengan anggukan kepala dan senyum ramah. Tentu nya dia sangat senang karena dokter yudi membicarakan sisi baik brian, bagaimana pun brian adalah suami nya sudah tentu arumi akan berbangga hati jika ada yang memuji kebaikan suami nya.
Setelah urusan brian selesai brian pun langsung pamit dari rumah sakit. Pak angga mengantarkan brian sampai ke parkiran mobil.
" Bri, itu tadi kenapa arumi berpenampilan seperti itu ?" Tanya tomi heran.
" Dia tidak mau ada orang yang menenali nya. Lagi pula aku juga tidak masalah dengan penampilan nya , dengan dia berpenampilan seperti itu berarti tidak ada yang mrlihat wajah cantik istri ku. Wajah cantik istri ku hanya untuk ku seorang " Ucap brian.
" Dasar bucin " Seru tomi.
Brian hanya mendengus dan melirik tomi yang sedang mengendarai mobil.
* Lihat saja suatu hari nanti kamu juga akan merasakan yang nama nya bucin * Gumam brian dalam hati nya.
*******
HARI INI CUKUP 3 BAB DULU YA KAK 🙏❤❤
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR , AGAR AUTHOR SEMANGAT UP NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤