
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
Arumi sengaja menunggu brian pulang dari kantor, karena ada sesuatu yang ingin arumi bicarakan dengan brian. Tepat jam 8 malam brian sudah sampai di apartemen nya. Arumi menghampiri brian dan mengambil tas serta melepaskan jas dan sepatu brian, lalu menyiapkan air untuk brian mandi.
" Air nya sudah siap " Ucap arumi keluar dari kamar mandi.
" Aku ingin kamu memandikan ku " Ucap brian sambil berjalan masuk ke kamar mandi.
Arumi masih terdiam di tempat nya, dia ingin menolak tapi takut jika brian marah. Tanpa arumi sadari brian menatap nya dengan tajam, brian sudah menunggu arumi tapi tak kunjung masuk juga.
" Kamu mau membantah perintah ku ?" Tanya brian dengan tatapan tajam.
" Eh.. tidak om. Baiklah aku akan memandikan mu " Jawab arumi .
Arumi masuk ke kamar mandi, brian sudah masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat bercampur aroma therapy membuat fikiran menjadi rilexs tapi tidak untuk arumi. Arumi justru fikiran nya tidak tenang, dia takut jika brian akan melakukan nya di bathup lagi.
" Cepat lepas baju mu, dan mandi lah bersama ku " Ucap brian.
" Tapi aku sudah mandi om " Jawab arumi gugup.
" Tidak ada bantahan !!" Bentak brian.
Dengan ragu - ragu arumi melepaskan pakaian nya, hanya tertinggal pakaian dalam nya saja. Mata brian melotot melihat buah yang semakin padat. Brian menelan saliva nya sendiri, tanpa di sadari sesuatu yang terendah sudah bangun.
" Lepaskan semua nya " Seru brian dengan suara serak karena menahan sesuatu yang sudah berontak.
Arumi mengikuti semua perintah brian, dalam hati nya dia menangis. Dia sudah seperti wanita murahan yang merelakan tubuh nya di jamah pria hidung belang.
__ADS_1
* Maafkan rumi pak, buk * Gumam rumi sebelum masuk ke dalam bathup
Brian langsung menyambut tubuh arumi, benar saja apa yang di takutkan arumi terjadi juga. Arumi sudah mulai menyukai permaiban brian, bahkan arumi pun menikmati apa yang di lakukan brian. Fikiran menolak tetapi tubuh nya tidak bisa menolak.
Cukup lama brian melakukan nya di bathup setelah puas brian meminta arumi memandikan nya. Selesai mandi brian dan arumi keluar dari kamar mandi bersama.
" Apa ada yang ingin kamu bicarakan ?" Tanya brian saat arumi sudah berbaring di samping nya.
Arumi terlihat gelisah dan tidur pun hanya miring sana sini membuat brian tidak bisa tidur dengan nyenyak.
" Om bolehkah aku bekerja lagi ?" Tanya arumi pelan.
" Bukan nya keperluan mu disini sudah aku penuhi ? Jadi kamu bekerja untuk apa lagi ?" Tanya brian serius.
" Aku butuh uang untuk kuliah om " Jawab jujur arumi.
Brian tahu jika arumi adalah mahasiswi berprestasi dan dia kuliah dengan menggunakan beasiswa 100 %. Brian tahu itu semua karena brian lah pemilik kampus tempat arumi kuliah.
" Bukan nya kamu dapat beasiswa ?" Tanya brian.
" Siapa yang mencabut beasiswa mu dan kenapa bisa di cabut ?" Tanya brian ingin tahu.
" Pak Indra, aku tidak tahu masalah nya yang pasti kenapa beasiswa ku di cabut. Cuman sebelum nya aku ribut dengan anak nya, Sisil. Dan besok aku harus melunasi semua biaya di semester ini. " Ucap arumi berkata dengan jujur.
Arumi pun menceritakan keributan nya dengan sisil pagi tadi saat di kampus. Brian geram karena sisil sama saja sudah menghina nya.
" Kamu tidak perlu membayar uang kuliah mu, kamu tidak perlu memikirkan uang untuk kuliah. Besok kamu kuliah seperti biasa. Dan tidak perlu untuk bekerja, semua kebutuhan mu sudah aku tanggung " Ucap brian.
" Tapi biaya kuliah ku itu tidak sedikit, nanti kamu rugi sudah membiayai kuliah ku. " Ucap arumi begitu polos nya. Dia tidak tahu apa ya kalau uang suami nya tidak akan habis sampai tujuh turunan, uang brian tidak berseri lagi.
" Membiayai kuliah mu tidak akan membuat ku jatuh miskin. Lagi pula kampus itu adalah milik ku, jadi bebas aku mau melakukan apa pun. Bila perlu aku beri pelajaran si Indra dan anak nya itu " Seru brian kesal.
" Jangan om " Ucap arumi sambil menggelengkan kepala nya.
Dia tidak mau brian bertindak semau nya , orang - orang di kampus pasti akan semakin membicarakan nya. Desas desus dirinya yang menjadi wanita simpanan pasti akan semakin ramai.
__ADS_1
* Kenapa mata itu begitu indah, dan bubir itu juga semakin membuat ku tergoda * Gumam brian.
Saat ini arumi dan brian saling tatap, brian mulai mendekatkan tangan nya di bibir arumi dan mengusap nya dengan lembut. Arumi terdiam dan membisu, jantung arumi berdetak semakin cepat.
Tidak tahu siapa yang memulai kini mereka sudah saling menautkan bibir nya, saling bertukar saliva. Lidah brian mengeskplor di dalam mulut arumi. Arumi membalas ciuman brian dan mulai mengimbangi brian.
Mereka berciuman cukup lama, hingga arumi kehabisan nafas. Brian mengulangi nya lagi dan arumi pun tidak menolak nya. Dan akhirnya ciuman itu sudah berubah dan berganti ke permainan panas. Baju sudah terhempas dan berantakan tidak karuan, dan baru kali ini brian melakukan nya dengan sangat hati- hati dan sangat lembut.
Arumi sangat menikmati permainan dan sentuhan yang di berikan oleh brian. Sehingga dia melupakan rasa benci nya kepada brian.
" Terimakasih untuk malam ini " Seru brian sambil nencium kening arumi lembut.
Arumi hanya bengong saat brian memperlakukan nya dengan lembut. Ada kebahagiaan tersendiri saat brian mencium kening nya dengan lembut, bahkan brian mengucapkan kata terimakasih.
" Iya om " Jawab arumi ragu - ragu.
" Sekarang tidurlah kamu harus istirahat. Malam ini sudah cukup" Ucap brian lalu turun dari ranjang dan mengambil celana dan koas nya lalu memakai nya kembali.
Brian berjalan ke arah balkon, dia menghidupkan rokok dan menghabiskan nya di balkon. Fikiran nya sedang tidak baik, dia juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan arumi. Dia mulai merasa nyaman saat ada di dekat arumi, dan selalu ingin cepat pulang jika jauh dari arumi. Dan dada nya juga sering berdebar dan berdetak lebih kencang.
* Apa aku jatuh cinta dengan wanita pemuas ranjang ku ?* Tanya brian pada diri nya sendiri.
" Aku tidak boleh jatuh cinta dengan nya. Wanita itu sama saja, dia pasti hanya mengharapkan uang ku. Dan akan meninggalkan ku saat sudah mendapatkan apa yang dia mau. " Seru brian.
" Ahhh .. brengsek !!! Kenapa aku harus jatuh cinta dengan wanita itu. Dia itu hany wanita yang aku jadikan pemuas ranjang ku saja. Aku tidak boleh jatuh cint dngn nya" Ucap brian frustasi.
Sedangkan di dalam kamar arumi juga sedang memikirkan yang baru saja terjadi. Malam ini brian sangat berbeda, dia memperlakukan arumi dengan baik. Bahkan saat berhubungan pun dia melakukan nya dengan lembut dan hati - hati.
* Kenapa dengan diri ku ?* Gumam arumi pelan.
******
LUKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATEBINTANG 5 NYA KAK ❤❤
BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT MENULIS NYA, APAKAH NOVEL AUTHOR TERLALU VULGAR ? TULIS PENDAPAT NYA DI KOMENTAR 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤