Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Meminta pekerjaan


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Makan malam pun selesai dan kedua orang tua brian sudah pulang. Kini tinggal arumi, brian, laura dan kedua orang tua nya. Laura memberanikan diri untuk meminta maaf secara langsung kepada brian. Masalah dimaafkan atau tidak laura tidak perduli yang penting dia sudah meminta maaf dan membersihkan nama nya di depan orang tua nya.


Yang orang tuanya tahu sekarang laura sudah berubah dan juga sudah menyesali semua perbuatan nya. Tanpa mereka sadari sebenarnya semua itu hanya kebohongan yang di ciptakan oleh laura.


" Brian, tolong maafkan kakak ya " Seru laura dengan menyebut dirinya kakak.


Brian sendiri merasa ingin muntah saat laura menyebut diri nya kakak di hadapan brian. Demi menghormati dan menghargai ke dua mertua nya brian terlihat biasa saja dengan bahasa laura.


" Aku benar - benar menyesal dan tidak akan mengulangi nya lagi. Aku janji akan menjadi kakak yang lebih baik untuk kalian " Seru laura lagi.


" Iya nak brian, laura sekarang sudah berubah jadi tolong maafkan dia. Jika dia mengulangi kesalahan nya lagi kamu bisa menghukum nya lebih berat dari yang kemarin " Ucap pak suryo sambil melirik laura yang terlihat menundukkan kepala nya.


* Sial !! Kenapa bapak bicara seperti itu, seakan dia tahu jika aku ini hanya pura - pura * Gumam laura dari dalam hati nya.


" Iya hubby kita beri satu kali kesempatan untuk kak laura. Benar apa yang di katakan bapak tadi jika kak laura mengulangi kesalahan nya lagi , hubby bisa menghukum nya kembali. Mungkin hukuman yang kemarin belum membuat kak laura jera jadi dia ingin mengulangi nya lagi, tapi semoga saja semua itu tidak terulang ya kak. " Ucap arumi melirik laura.


* Ini kenapa arumi juga ikut - ikutan seperti bapak sih , menyebalkan sekali. * Gumam laura.


Ibu wati hanya diam menyimak sambil mengusap punggung laura dengan lembut. Dalam hati nya dia sangat berharap brian maafkan laura sehingga hubungan keluarga menjadi lebih baik dan harmonis.


" Baiklah, aku memberi laura satu kesempatan lagi tapi jika dia mengulanginya lagi aku tidak segan - segan menghukum nya lebih dari yang kemarin. Apa kamu yakin tidak akan mengulanginya lagi ?" Tanya brian menatap tajam laura.


" Iya brian aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, terimakasih " Jawab laura dengan senang sambil memeluk ibu nya.


" Hemmmm.... bapak, ibu sepertinya sudah malam brian sama arumi izin ke kamar duluan. Bapak dan ibu jangan lupa istirahat. " Seru brian.


" Iya nak " Jawab kedua mertua brian.


Brian mengajak arumi masuk ke kamar nya yang ada di lantai dua, begitupun dengan pak suryo dan ibu wati juga masuk ke dalam kamar nya namun kamar mereka ada di lantai bawah bersebelahan dengan kamar yang di tempati laura .


" Sepertinya aku harus lebih hati - hati lagi bersikap agar brian tidak curiga. Hemm... besok pagi saat sarapan aku akan meminta pekerjaan kepada brian, langsung di hadapan bapak dan ibu. Dengan begitu brian pasti akan mengabulkan permintaan ku karena tidak enak dengan bapak ibu. Hemmm.... laura kamu memang pandai " Seru laura pelan.


Drett... drettt... dreett..


Ponsel laura bergetar tanda panggilan masuk, laura langsung mengambil ponsel di kantong celana nya. Dia pun langsung menuju kamar dan memilih mengangkat telepon di kamar.


[ Hallo sayang ] Seru laura.


[ Hallo juga sayang, kamu kapan balik ke rumah mu. ? aku kesepian sayang ] Seru ziko dari seberang sana.


[ Em.. iya sayang aku juga kangen. Tapi aku sedang menginap bersama ke dua orang tua ku. Bagaimana kalau besok kita bertemu, besok aku akan ke rumah kamu tunggu saja di rumah ya. Bukan nya tadi siang kamu baru menghubungi ku dan aku pun sudah bilang kalau aku masih di rumah arumi.]


[ Iya sayang. Baiklah kalau begitu malam ini kamu segera tidur. Aku besok menunggu mu ]


[ Ok sayang , besok aku ada kejutan untuk mu. ]


[ Kejutan apa ? ] Tanya ziko penasaran.


[ Rahasia donk. ]


Tut.. tut.. tut...


Laura langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak. Laura sudah memutus kan jika besok dia akan menerima lamaran ziko, semua itu dia lakukan untuk memperlancar semua rencana nya.


" Hemm.. kalau aku menerima lamaran ziko pasti mereka semua percaya jika aku sudah berubah dan ingin hidup lebih baik lagi. Mereka tidak akan tahu jika aku masih mengharapkan brian bersanding dengan ku. Kamu memang pintar laura " Ucap laura .


Laura tidak bisa tidur dia hanya berguling - guling di kasur, jam dinding di kamar sudah menunjukan jam satu malam. Laura merasa haus dan dia lupa mengisi gelas nya, dia keluar kamar dan menuju dapur. Keadaan rumah sangat sepi karena penghuni rumah dan para pelayan sudah beristirahat.

__ADS_1


" Brian " Seru laura saat melihat brian ada di dapur. Seperti dia brian juga mengambil air minum.


Brian hanya mengenakan celana pendek tanpa memakai baju, membuat laura menelan saliva nya sendiri. Laura panas dingin di buat nya, pemandangan tubuh brian sangat indah dan membuat laura ingin memeluk brian dengan hangat.


" Kamu ngapain disini bri?" Tanya laura basa - basi padahal dia sudah tahu jika brian mengambil minum.


Brian tidak menjawab, dia berlalu pergi meninggalkan laura. Tapi saat melewati laura tiba - tiba laura menahan tangan brian.


" Tunggu bri " Seru laura.


" Lepaskan tangan mu !!" Seru brian .


Laura langsung melepaskan tangan brian begitu saja tanpa membantah.


" Bri aku ingin bicara sebentar. " Ucap laura.


" Mau bicara apa ? ini bukan waktu yang tepat, besok saja jika kamu ingin bicara. Aku lelah dan aku juga sudah di tunggu istri ku di kamar. " Jawab brian mencoba menghindari laura.


" Sebentar saja bri , 5 menit saja " Ucap laura sambil memohon.


" Katakan !" Ucap brian.


Laura mengulas senyum akhir nya brian mau juga berbicara dengan nya, padahal ini hanya tak tik nya saja untuk mendekati brian dan ingin berduaan dengan brian.


" Apa di kantor mu ada lowongan pekerjaan ? Aku ingin bekerja bri ?" Tanya laura.


" Tidak ada . " Jawab brian singkat


" Hemm... jika kamu ingin menginap dirumah ini lagi pakailah baju yang layak " Seru brian.


Laura saat ini hanya mengenakan lingeri warns merah yang di belikan oleh ziko. Sebenarnya laura sendiri lupa jika saat ini dia memakai pakain yang sangat tidak sopan. Namun laura tetaplah laura, bukan nya malu tapi dia semakin menantang.


" Oh ... maaf tadi aku buru - buru karena haus jadi lupa menutup dengan piyama tidur. Tapi bukan nya tubuh ini dulu sudah pernah kamu cicipi juga,apa kamu tidak ingat saat bermain dengan ku ? Aku ingat loh kalau kamu sangat menikmati dan puas dengan permainan ku. Hemm .. tapi sekarang tinggal kenangan saja karena kamu sudah menjadi suami adik ku dan aku sudah berubah menjadi wanita yang lebih baik " Ucap laura sengaja membicarakan soal percintaan ranjang yang pernah mereka lakukan.


" Jangan bahas masalah itu lagi !" Bentak brian geram.


Arumi terpaksa turun ke lantai bawah karena suami nya lama sekali mengambilkan minum. Arumi kaget saat mendapati suami nya dan laura ada di dapur berdua dengan pencahayaan yang redup karena lampu - lampu sebagian sudah di matikan.


" Kak laura kenapa ada disini ?" Tanya arumi sambil menghidupkan lampu biar pencahayaaan terang.


Arumi semakin kaget saat mendapati tubuh laura yang hanya di bungkus dengan lingeri yang sangat tipis dan transparan sehingga dua aset yang ada di tubuh nya terlihat begitu saja.


" Sayang,, ini tidak seperti yang kau fikirkan. Tadi saat aku mengambil minum laura juga ingin mengbil minum. Aku tidak mungkin menghianati mu, ayuk kita ke kamar lagi. Kita lanjutkan permainan kita, aku masih menginginkan nya sayang " Ucap brian sambil memeluk pinggang arumi.


" Iya rum, tadi kami hanya bicara soal pekerjaan. Kakak minta pekerjaan sama brian tapi brian bilang di bicarakan besok pagi saja " Ucap laura menjelaskan.


" Aku tidak masalah kakak bicara dengan suami ku, tapi tolong kak pakailah pakaian yang sopan..Lihat tubuh kakak terlihat begini, ini yang dapat mengundang setan. Kalau kakak ada di dalam kamar sih tidak masalah, tapi ini kakak sedang berbicara dengan suami ku di dapur dan siapa saja bisa masuk ke dapur. Apa kak laura tidak malu !" Ucap arumi dengan tegas.


Tanpa menunggu jawaban laura, arumi langsung mengajak brian kembali ke kamar. Dia malu berlama - lama memandang arumi. Pakai baju tapi seperti tidak memakai baju.


* Huhhh.... kenapa aku bisa lupa jika aku memakai pakaian seperti ini. Semoga arumi tetap percaya dan tidak mengusir ku dari rumah ini * Gumam laura.


********


Saat sarapan laura nampak biasa saja seperti tidak ada kejadian apa - apa. Begitupun dengan arumi, dia terlihat biasa bahkan wajah nya terlihat ceria dan bahagia.


" Hubby kata nya kak laura mau minta pekerjaan ? Apa di kantor ada pekerjaan untuk kak laura ?" Tanya arumi di sela - sela sarapan nya.


* Yess... akhirnya arumi yang berbicara * Gumam laura dalam hati.


" Belum ada sayang, nanti aku tanyakan ke tomi apa masih membutuhkan karyawan baru. Emm..kalau sekarang ada nya cuma OB, kemarin lusa buka lowongan OB sudah dapat apa belum aku juga tidak tahu karena semua itu urusan HRD sama tomi " Ucap brian sengaja mengatakan lowongan OB.


Wajah laura langsung berubah masam, dia tidak mau jika hanya di jadikan OB. Dia mau minimal jadi sekretaris atay menejer.


" OB juga tidak apa - apa lagi pula laura kan hanya tamatan SMA , bagaimana lauara apa kamu mau ? " Seru pak suryo.

__ADS_1


" Apa tidak ada yang lain bri ?" Tanya laura.


" Tolong carikan pekerjaan untuk kakak ipar mu ini nak brian. Biar laura punya kesibukan jadi tidak akan tersesat ke pergaulan bebas nya lagi " Seru ibu wati.


" Iya bu kalau ada secepat nya brian kabari. Tapi brian tidak bisa janji. OB juga belum tahu sudah dapat apa belum. Nanti aku tanyakan kepada Tomi. Ya sudah kalau begitu aku berangkat ke kantor dulu pak buk. Sayang ayok antarkan suami mu sampai depan " Seru brian.


" Iya hubby" Jawab arumi.


Arumi mengantarkan brian sampai depan, setelah brian berangkat arumi kembali masuk ke dalam dan bergabung kembali dengan kuarga nya.


" Kamu tidak kuliah rum ?" Tanya ibu wati.


" Kuliah bu, nanti jam 10. Nanti berangkat sama kak alina dan kak sheila, sebentar lagi mereka datang. " Jawab arumi.


" Rum, bilang dulu sama suami mu berikan mbak pekerjaan yang layak, jangan sebagai OB. Masak kakak ipar nya di jadikan OB, apa tidak malu " Ucap laura.


" Kalau masalah itu aku tidak bisa bantu mbak, semua dah wewenang suami ku. " Ucap arumi.


Fyuhh...


Laura mendengus kesal karena arumi menolak permintaan nya.


" Hemmm... buk, pak. Laura mau menikah " Ucap laura tiba - tiba.


Hah... ?


Menikah ?


Arumi dan kedua orang tua nya saling beradu pandang. Mereka bertiga terkejut saat laura mengatakan jika dia ingin menikah. Namun di balik keterkejutan nya itu mereka merasa senang jika laura punya keinginan untuk menikah. Berarti laura memang benar - benar berubah dan ingin memulai kehidupan baru dengan pasangan nya.


" Menikah ? Kamu serius lauara ?" Tanya ibu wati.


" Laura serius Bu, calon suami laura bernama Ziko sebenarnya dia sudah melamar laura tapi laura belum memberikan jawaban nya. Hari ini laura ingin menemui nya dan membicarakan soal hubungan kita. Setelah itu baru ziko akan menemui bapak dan ibu." Ucap laura sangat lancar agar kedua orang tuanya yakin.


" Kak laura yakin mau menikah dengan ziko ? Kak laura sudah tahu bagaimana ziko?" Seru arumi yang menghawatirkan laura.


" Aku yakin rum, semoga saja hubungan ku dan ziko bisa membawa aku ke jalan yang lebih baik. Aku tidak mau terus-terusan melakukan dosa rum, jadi aku putuskan untuk menikah " Jawab laura lebih menyakinkan.


* Semoga pilihan kak laura tepat dan ini benar - benar dari hati kak laura. Bukan karena ada sesuatu hal * Gumam arumi.


" Bapak ingin bertemu ziko, mumpung bapak dan ibu belum pulang ke kampung" Ucap pak suryo.


Laura mengangguk dan mengiyakan permintaan orang tua nya. Secepat nya dia akan mempertemukan ziko dengan kedua orang tuanya.


" Bu, pak arumi berangkat kuliah dulu ya. Kak alina dan kak sheila sudah menunggu di dalam. " Ucap arumi berpamitan kepada kedua orang tua nya.


" Iya rum, hati-hati ya. " Jawab ibu wati.


Arumi menyalami ke dua orang tua nya, sedangkan laura masih sibuk berdandan di kamar nya. Selesai berpamitan arumi pun berangkat ke kampus bersama dua pengawal cantik.


" Pak, buk , laura pergi dulu ya. Ada janji sama ziko." Seru laura juga ingin pergi.


" Secepatnya bawa ziko untuk menemui bapak " Pesan pak suryo.


" Iya pak " Jawab laura.


Laura juga berpamitan tidak lupa dia berpura - pura baik dan sopan kepada ke dua orang tua nya. Agar orang tua nya semakin percaya jika dia bukanlah laura yang dulu.


" Semoga laura benar - benar sudah berubah ya pak. Semoga dengan dia menikah, dia akan semakin dewasa menyikapi masalah. " Ucap ibu wati penuh harap.


" Aamiin... kita doa kan yang terbaik untuk anak - anak kita bu. Sebagai orang tua kita hanya bisa mendoakan, bapak hanya ingin anak - anak kita hidup rukun bu. " Seru pak suryo.


********


BAB INI PANJANG YA KAK, SEHARUS NYA DUA BAB AUTHOR JADIKAN SATU BAB 😘😘😘

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2