Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Akhirnya di pecat


__ADS_3

.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Andra mengamuk di ruang kerja nya, bahkan barang - barang yang ada di ruang kerjanya menjadi sasaran empuk nya. Semua barang dia buang dan dia banting beberapa pajangan yang ada di ruangan nya. Dia tidak terima karena proyek pembangunan apartemen itu resmi menjadi milik brian.


" Ternyata brian itu sangat licik, kalau begini aku yang rugi besar. " Seru andra sambil mengepalkan ke dua tangan nya.


" Niko !! Aku mau kamu urus semua nya, dan aku minta secepat nya lahan pembangunan apartemen itu kembali kepada ku. Masalah apartemen yang sedang di bangun aku sudah tidak perduli, kamu hancurkan saja. Lagi pula aku tidak akan rugi !!" Seru andra geram.


" Maaf Tuan .Tidak semudah itu kita mengambil alih lahan itu. Disini sudah jelas tertulis jika anda menyetujui pengalihan lahan atas nama Tuan brian alexander. Bukti - bukti kejelasan sudah ada disini semua jadi kita tidak bisa apa - apa lagi. Bahkan notaris pun sudah mengesahkan, nama di sertifikat juga sudah atas nama Tuan Brian Alexander " Ucap niko menjelaskan kepada tuan nya yang sangat bodoh itu.


Seorang pembisnis seperti andra ternyata sangat bodoh, dan begitu mudah nya brian mengambil alih lahan pembangunan apartemen. Sebenarnya dari awal niko sudah curiga, karena brian setuju - setuju saja saat di minta untuk menyediakan semua bahan tanpa ada uang bayaran terlebih dahulu. Benar saja bahan dan property yang brian siapkan memang tidak tanggung - tanggung.


* Ternyata permainan Tuan brian cerdik juga,tuan andra saja yang bodoh. Pemarah, tapi bodoh * Gumam niko dalam hati nya.


Brakkkk....


Andra menggebrak meja kerja nya dengan keras, dia tidak terima dengan apa yang sudah brian lakukan. Bagi andra ini semua sebuah penghinaan untuk nya.


" Apa Tuan saat tanda tangan kontrak kemarin tidak membaca semua point dan isi surat kontrak nya. Saya yakin, mereka sengaja menyelipkan surat pengalihan lahan itu di berkas surat kontrak yang tuan tanda tangani. " Ucap niko berasumsi.


" Brengsek !! Brian memang licik, lihat saja aku akan membalas semua ini. Tunggu saja pembalasan ku Brian Alexander " Seru andra geram.


" Satu lagi tuan, dan masalah ini yang akan jadi boomerang untuk perusahaan kita. Kita menuntut ganti rugi lahan itu , atau kita di tuntut balik oleh perusahaan mereka ?" Ucap niko serius.


" Maksud kamu apa ?" Tanya andra serius.


Andra tidak tahu arah pembicaraan sang asisten nya. Dia meminta niko untuk menjelaskan semua nya agar dia maksud apa yang sedang di bicarakan niko.


" Tuan brian tahu jika kita melakukan kecurangan dengan mencuri bahan - bahan pembangunan yang ada di proyek. Seperti yang kita ketahui jika semua bahan itu masih memakai dana dari perusahan BA group. " Ucap niko membuat andra terkejut.

__ADS_1


Padahal anak buah andra sudah melakukan semua nya secara bersih, dan tidak ada satu pun orang proyek yang tahu soal pencurian ini. Dan CCTV pun sudah di sabotase nya, andra pun mencurigai jika orang nya sendiri yang membocorkan semua nya.


" Pasti ada salah satu di antara mereka yang berkhianat dan membocorkan semua ini kepada brian !! Kamu cari orang itu dan segera bawa dia di hadapan ku secepat nya" Perintah andra.


" Tidak bisa tuan. Orang itu adalah orang nya Tuan Brian, mereka sengaja masuk dan menyelinap dan berpura - pura menjadi anak buah kita. Ternyata mereka lebih cerdas dan licik dari kita " Ucap niko tersenyum kecut sambil melirik andra.


Nafas andra semakin memburu, ingin sekali dia bertemu dan beradu kekuatan fisik secara langsung dengan brian . Bagi brian , andra bukanlah lawan yang seimbang .Andra seorang pengusaha sukses tapi bodoh dan bodoh, sama sekali tidak teliti. Saat penandatanganan kontrak saat itu memang brian mengajak andra mengobrol dan mengobrol sehingga saat menandatangini surat kontrak kerjasama pun sambil mengorol sehingga fokus andra terbagi dua.


*******


" Laura kalau sama tamu itu senyum yang ramah dan bertutur lah dengan halus dan sopan. Jangan ketus seperti itu. Kita ini resepsipnis Laura bukan menejer ataupun direktur. Jadi sopanlah saat ada tamu atau klien yang ingin bertemu dengan petinggi perusahaan " Ucap dini resepsionis yang lebih senior.


Laura baru saja membuat masalah karena dia ketus saat melayani tamu yang datang mencari menejer pemasaran. Bahkan laura tidak segan menyebut dirinya kakak ipar dari sang pemilik perusahaan.


" Terserah aku dong, lagi pula ini juga perusahaan milik adik ipar ku. Aku tidak suka saja sama perempuan tadi, dia itu songong. Masak seenak nya nyuruh aku untuk menghubungi menejer pemasaran ." Ucap laura sambil memainkan kuku - kuki nya yang panjang dan mengkilat karena laura rajin merawat kuku nya.


" Itu memang tugas kita,kita harus menanyakan terlibih dahulu kepada yang bersangkutan apa dia mau menemui tamu nya atau tidak. Kalaupun perusahaa ini milik keluarga mu sekali pun kamu tidak pantas bicara seperti tadi, memalukan !!" Ucap dini kesal.


" Kalau ini perusahaan keluarga ku , aku tidak mungkin menjadi resepsionis seperti ini. Pekerjaan seperti ini memang cocok nya untuk orang seperti kamu. Pekerjaan rendahan, lihat saja sebentar lagi aku juga akan menikah dengan pengusaha kaya san punya banyak uang, awas kalau kamu iri " Seru laura menghayal nya terlalu tinggi.


Dini hanya menggelengkan kepala nya, dia benar - benar heran dengan laura. Bagaimana lagi menasehati manusia batu seperti laura.Semua perkataan dini selalu di jawab nya dengan ketus.


" Mau apalagi sih bu, malas ke ruangan ibu. Jika ada perlu bicara saja disini, ingat bu jangan menyuruh - nyuruh ku dong. Aku ini kakak ipar pemilik perusahaan ini,jadi kalian juga harus baik dan sopan kepadaku " Ucap laura penuh percaya diri .


" Laura sudah sana cepetan kesana. Jangan membuat menejer HRD marah, bisa - bisa kamu di pecat secara tidak hormat. Hemmm... tapi sebenar nya aku justru senang jika kamu di pecat " Ucap sini sambil terkekeh.


" Bicara sama orang tidak selevel itu memang susah " Seru laura lalu bangkit dan berjalan menuju ruangan menejer HRD.


Ceklekkk...


Suara pintu terbuka dan laura langsung masuk dan duduk tanpa di suruh terlebih dahulu. Laura duduk dengan sombong nya bahkan dia menyilangkan kaki nya, benar - benar tidak sopan.


" Apa kamu tidak punya sopan santun ?" Tanya menejer HRD geram melihat tingkah laura yang songong dan seenak nya.


" Apaan sih buk. Kalau mau bicara ya bicara saja jangan seperti ini. Tadi ibu meminta saya untuk datang ke ruangan ibu, ini saya sudah ada disini. Jadi cepatlah ibu bicara, sebentar lagi jam makan siang ini bu " Seru laura.


" Kamu itu bener - bener tidak punya sopan santun laura !! " Bentak ibu Ira sudah hilang kesabaran menghadapi laura yang semakin ngelunjak dan seenaknya.

__ADS_1


Laura terlihat santai dan tersenyum sinis ke arah ibu ira. Sedikit pun dia tidak punya rasa takut sama sekali. Dia berfikir perusahaan milik brian dan brian adalah adik ipar nya.Jadi laura merasa ikut berkuasa di perusahaan ini.


" Ini surat pemecatan mu. !!" Ucap ibu ira dengan kesal.


Apa ? Di pecat ?


Siapa yang berani memecat ku ?


Laura terkejut saat ibu ira memberikan surat pemecatan kepada laura. Padahal laura bekerja juga belum ada sebulan dan sekarang dia sudah di pecat.


" Haaa... hahaaa ..jangan bercanda kamu buk ? Aku ini kakak ipar nya Brirn jadi tidak semudah itu kamu memecat ku !! " Teriak laura lantang sambil tertawa.


" Kamu baca saja surat pemrcatan mu " Ucap ibu ira tersenyum sinis.


Laura terpaksa mengambil dan membaca surat pemecatan nya. Dan di sana tertera tanda tangan brian juga, berarti pemecatan nya atas persetujuan brian.


" Bagaimana ? Masih mau menolak pemrcatan itu ? bisa dilihat kan jika Tuan brian sendiri sudah menyetujui pemecatan mu. Belum juga satu bulan bekerja tapi sudah seringkali berulah,baru tahu rasa kan di pecat " Seru ibu ira terlihat senang bisa memukul telak laura.


* Jadi brian sendiri yang sudah memecat ku ? Brian ini benar -benar kurangajar. Aku ini kakak ipar nya tapi di perlakukan tidak adil begini.* Gumam laura dalam batinnya.


" Tidak masalah aku di pecat. Karena aku bekerja juga hanya untuk mencari kesibukan. Maklum aku kan sudah kaya jadi bosan kalau di rumah terus. Mau liburan dan shopping juga sudah biasa. Apalagi sebentar lagi aku juga mau menikah dengan pengusaha kaya raya " Ucap laura berbohong demi menutupi rasa malunya.


" Brian pasti sengaja memecat ku, karena dia ingin aku beristirahat di rumah sambil mempersiapkan pernikahan ku." Tambah laura lagi dan lagi terus berbohong.


" Terserah kamu mau apa, sekarang segera tinggalkan perusahaan ini. Dan ini gaji mu,walaupun belum satu bulan kamu tetap di gaji full satu bulan. Cukup itu buat beli pasta gigi satu truk dan kamu habiskan untuk menyikat gigi mu agar mulut mu tidak bau busuk. " Ucap ibu ira yang sebenar nya juga menyindir laura.


Yang di maksud mulut bau busuk itu bukan berarti mulut laura atau nafas laura bau. Tapi hanya sebagai kiasan saja, busuk yang du maksud adalah agar laura tidak mudah menghina dan berbohong kepada orang.


" Sialan kamu ira !!" Seru laura ketus.


Laura langsung mengambil amplop gaji yang ada di atas meja berikut surat pemecatan nya juga dia bawa. Laura keluar ruangan menejer dengan wajah kesal, namun saat menyadari ada beberapa karyawan yang memansang nya dia langsung mengubah mimik wajah nya dengan senyum bahagia. Dia tidak mau para karyawan tahu jika dirinya baru saja di pecat, apalagi di pecat secara tidak hormat oleh adik ipar nya sendiri.


*******


Maaf ya kak baru bisa Upluod 🙏❤


Jangan lupa like, komentar, vote, favorite dan berikan hadiah nya dan rate bintang 5 nya kak 🙏❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤


__ADS_2