Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Menjalankan rencana


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Anton mulai menyusun rencana untuk bisa mendapatkan arumi. Dia sudah meminta laura untuk mengajak arumi bertemu dan anton akan memulai aksi nya. Sepertinya anton belum tahu jika arumi adalah istri brian, kalau dia tahu sudah pasti dia tidak akan merencanakan hal buruk lagi.


[ Arumi temui aku di cafe XX ada yang ingin aku bicarakan dengan mu ]


Tulis pesan singkat yang laura kirimkan kepada arumi.


Arumi tidak langsung membalas nya, karena arumi masih ada dalam kelas dan dosen masih memberikan pelajaran.


Cukup lama laura menunggu balasan dari arumi, akhirnya setelah satu jam arumi membalas pesan dari laura.


[ Apa lagi yang ingin kak laura sampaikan ? Kita bicara lewat panggilan telepon saja ] Balas arumi.


[ Tidak bisa. Ini masalah bapak dan ibu, serius ]


[ Kenapa dengan bapak ibu kak ? Mereka baik - baik saja kan ]


Itu lah arumi jika membicarakan kedua orang tua nya dia akan terlihat khawatir. Takut kedua orang tua nya kenapa - kenapa, padahal itu hanya akal - akalan laura saja untuk melancarkan aksi nya yang sudah di rencanakan dengan anton.


[ Temua aku di cafe XX sekarang ]


[ Iya kak aku segera kesana ]


Arumi langsung bersiap - siap menemui laura di salah satu cafe yang sudah di janjikan. Dia masuk ke dalam toilet kampus untuk menyamarkan penampilan nya agar para bodyguard nya tidak mengeninya.


" Sudah begini saja, seperti nya kak alina dan kak sheila tidak akan mengenaliku. Aku sengaja tidak mengajak mereka karena aku tidak mau mereka melapor kepada brian jika aku bertemu kak laura " Ucap arumi.


Arumi melupakan siapa suami nya, tanpa dua pengawal nya melaporkan pun dia sudah tahu jika arumi bertemu dengan laura.


Di tempat lain brian masih sibuk dengan pekerjaan kantor nya yang menumpuk, bahkan saat ini dia sedang meeting di kantor nya. Meeting yang sudah tertunda, seharus nya kemarin lusa di adakan meeting. Brian sama sekali belum melihat ponsel nya, ponsel nya sengaja dia silent agar dia bisa konsentrasi saat meeting.


" Terimakasih tuan brian, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar " Ucap klien menjabat tangan brian.

__ADS_1


" Itu harapan saya, semoga perusahaan anda tidak melakukan kesalahan " Jawab brian tegas.


Senyum di bibir klient brian tiba - tiba langsung menghilang sesaat mendengar ucapan brian. Siapa pun yang bekerja sama dengan perusahaan brian pasti akan selalu melakukan yang terbaik agar tidak melakukan kesalahan. Jika melakukan kesalahan sudah bisa di pastikan perusahaan itu akan di blacklist oleh brian.


" Iya Tuan. Saya permisi " Ucap klient lebih memilih langsung pergi.


Brian hanya mengangguk kan kepala nya sekilas tanpa menjawab sapaan dari klient nya.


" Senyum kenapa bri. Sama klient jangan pasang wajah tegang begitu, bisa - bisa klient kamu jantungan " Ucap tomi yang memang ikut meeting bersama brian.


" Brisik ! Setelah ini apa ada jadwal meeting lagi ?" Tanya brian.


" Ada satu jam lagi di restoran bintang dengan perusahaan XX " Ucap tomi sambil membuka catatan jadwal brian.


" Ok.. kita langsung ke tempat yang sudah di janjikan " Ucap brian.


" Hahh... aku ini sebenar nya wakil Ceo atau sekretaris mu atau assistent mu sih bri. Kemana pun kamu meeting masak aku harus ikut, aku juga ada pekerjaan lain. " Gerutu tomi yang mulai lelah.


Brian tidak perduli dia langsung ke luar dari ruangan nya menuju parkiran khusus petinggi perusahaan.


* Dasar boss tidak berperasaan * Seru tomi mengumpat dalam hati.


" Tidak usah menggerutu. Kalau tidak mau bekerja di perusahaan ini lagi langsung buat surat pengunduran diri saja " Seru brian sambil terus berjalan.


*******


Di Cafe XX tempat laura dan arumi bertemu.


" Ibu dan bapak kenapa kak ?" Tanya arumi langsung menanyakan soal orang tua nya.


Laura sebenar nya datang tidak sendirian, dia datang dengan anak buah anton. Laura sudah punya rencana untuk arumi, Laura tersenyum sinis ke arah arumi tapi arumi tidak menyadari nya.


" Bapak dan ibu baik - baik saja, hanya saja mereka itu sudah tua rum. Apa tidak sebaik nya mereka itu ikut tinggal dengan mu di kota. Kalau mereka tinggal dengan mu, sudah pasti kehidupan mereka terjamin dan hari tua nya juga terjamin. Kalau tinggal sama aku mana bisa hidup enak, hidup ku saja pas - pasan " Ucap laura pura - pura perduli dengan orang tua nya.


* Aneh kenapa kak laura tiba - tiba perduli dengan bapak dan ibu. Padahal baru beberapa hari yang lalu dia mengancam ku akan melukai bapak ibu. Apa mungkin dia belum tahu jika aku mengetahui niat nya saat mau melenyapkan calon bayi ku.* Gumam arumi dalam hati nya.


" Apa aku tidak salah dengar ? kak laura perduli dengan bapak dan ibu ? bukan ny kak laura sendiri yang bilang kan menyakiti bapak dan ibu jika aku tidak meninggalkan brian " Ucap arumi penuh rasa heran.


" Aku ..akk.. aku minta maaf soal itu rum. Bagaimana pu mereka orang tua ku juga, jadi aku tidak mungkin untuk menyakitinya. Bukan nya saat kita terakhir ketemu aku sudah bilang jika aku sudah ikhlas kamu bersama brian, aku tidak akan menganggu rumah tangga mu dengan brian " Ucap laura dengan memasang wajah penuh penyesalan.

__ADS_1


Arumi mencoba mencari kebohongan di mata laura, namun seperti nya arumi percaya dengan apa yang di katakan laura. Laura memang pintar sekali berakting, tapi arumi masih saja berhati - hati siapa tahu laura akan menyakiti calon bayi nya lagi.


* Apa kak laura benar sudah berubah * Gumam arumi.


" Emmhh...bagaimana keadaan kandungan mu Rum, apakah baik - baik saja ?" Tanya laura.


" Alhamdulillah baik - baik saja kak. Memang nya kak laura berfikir kandungan ku bermasalah ?" Seru arumi menelisik.


" Oh tidak.. Bagaimana yang aku bicarakan tadi soal bapak ibu" Tanya laura dengan menghilangkan kegugupan nya.


" Brian sudah pernah mengajak bapak dan ibu untuk tinggal di kota, tapi dia tidak mau. Dia lebih nyaman tinggal di desa " Ucap arumi .


" Oh begitu. " Ucap laura sambil tangan nya pura - pura mengambil minuman dan menumpahkan nya ke baju arumi.


" Aduh maaf rum, kakak tidak sengaja" Ucap laura pura - pura menyesal.


Arumi langsung mengambil tissu yang ada di meja dan membersihkan baju nya yang terkena minuman.


" Aku ke toilet dulu ya kak " Ucap arumi sambil beranjak dari duduk nya tidak lupa ponsel tetap dia bawa dan dia masukkan ke kantong celana nya.


" Iya kakak tunggu di sini ya " Ucap laura.


Laura tersenyum sinis menatap punggung arumi yang semakin menjauh menuju toilet. Dia langsung menghubungi anak buah anton.


[ Mangsa sudah menuju toilet, kalian kerjakan tugas kalian dengan baik. Jangan sampai terlihat oleh orang dan pastikan CCTV sudah mati ]


[ Siap semua sudah beres]


[ Ok kerjakan dengan baik ]


Laura langsung mengambil tas milik arumi yang berisi buku - buku kuliah nya dan laptop milik arumi. Laura akan menyerahkan barang - barang arumi kepada anak buah anton. Laura keluar dari cafe dengan senyum penuh kemenangan, akhirnya rencana nya berjalan dengan lancar.


Dia sudah berkhayal cukup tinggi, brian ada di genggaman tangan nya dan akan menikahi nya sesuai dengan yang di janjikan oleh brian waktu itu. Tentu nya si brian palsu alias anak buah brian.


* Sekarang aku harus mencari tahu dimana bapak dan ibu. Karena brian akan melamar ku sudah pasti aku memerlukan bapak dan ibu * Gumam laura penuh percaya diri.


*******


Siap - siap hancur kamu laura !!!

__ADS_1


LIKE,KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2