Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Upaya penyelamatan


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Kepala laura mulai pusing dan pandangan nya pun mulai kabur. Tapi dia tetap mencoba menahan rasa pusing nya karena ada brian di hadapan nya. Dia tidak mau menyia - nyiakan kesempatan langka bisa berdua - duaan dengan brian.


" Sepertinya dia sudah mulai hilang kesadaran, sebentar lagi dia akan tertidur " Ucap brian pada diri nya sendiri.


Benar saja tidak lama dari itu laura langsung tertidur. Brian sudah merencanakan sesuatu, untuk mencari informasi dari laura.


" Kalian masuk " Seru brian.


Masuk dua anak buah brian dan langsung membawa laura keluar dari ruangan itu menuju mobil laura. Mereka membawa laura menaiki mobil milik laura, sedangkan brian menaiki mobil nya seorang diri.


Mobil mereka menuju salah satu hotel milik brian, dua anak buah brian membawa laura ke dalam kamar dan di ikuti oleh brian.


" Biarkan dia disini, sepuluh menit lagi dia pasti akan bangun dan kalian langsung masuk. Terserah apa saja yang ingin kalian lakukan kepada perempuan itu, jangan lupa rekam semua pembicaraan kalian. " Brian memberi perintah kedua anak buah nya.


" Siap Tuan" Ucap dua anak buah itu bersamaan.


Mereka pun meletakkan rekaman di samping nakas, laura tidak akan tahu jika semua aktifitas nya di rekam. Semua itu brian lakukan demi kedua mertua nya. Brian dan dua anak buah nya keluar dari kamar. Selang beberapa menit laura terbangun.


" Uhh kepala ku sakit sekali. Tapi ini aku ada dimana ?" Seru laura sambil melihat sekeliling nya.


" Ini pasti kamar hotel, brian pasti yang membawa ku ke hotel ini. Aku harus bergerak cepat " Seru laura lalu mencari tas nya.


Laura menemukan tas nya lalu mencari sesuatu dari dalam tas, setelah menemukan nya laura meletakkan benda kecil itu di atas bunga hias yang ada di dalam kamar.


" Nah kalau begini semua nya akan berjalan lancar" Ucap laura.


Pintu ruangan terbuka dan muncullah seseorang dari balik pintu. Pandangan laura langsung tertuju kepada pria yang baru datang, laura tersenyum dan menyambut kedatangan pria itu dengan pelukan dan kecupan mesra di bibir.


" Tuan darimana, aku mencari mu ?" Tanya laura manja.


" Aku dari luar sebentar " Jawab nya singkat.


Laura langsung mengajak pria itu menuju ranjang dan langsung mendorong nya, kini laura ada di atas tubuh pria kekar itu yang menurut pandangan laura itu adalah brian. Padahal itu bukanlah brian tetapi anak buah brian.


" Sayang apa kah kita mau memulai nya sekarang ?" Tanya laura manja.


" Lakukanlah sayang, aku pun sudah sangat merindukan permainan dan tubuh mu. Tapi aku mau tanya sesuatu pada mu, apakah kamu tahu keberadaan orang tua mu. ?" Tanya brian palsu sambil meremas dua buah kembar laura.


Laura memejamkan mata nya sambil menikmati sentuhan pria yang dia anggap brian.

__ADS_1


" Mereka ada di tempat yang aman. " Ucap laura tanpa sadar sudah mulai terpancing rencana brian.


" Sayang aku sudah tidak tahan " Ucap laura mulai melepaskan pakaian yang melekat di tubuh nya.


" Dimana mereka sayang, aku hanya ingin tahu orang tua mu ada dimana. Karena setelah ini aku akan menemui orang tua mu untuk melamar mu menjadi istri ku " Ucap brian palsu sambil mengecup buah kembar.


" Ahh... emmhh... benarkah sayang ? Mereka ada di daerah selatan di dekat hutan , disana ada rumah yang cukup besar " Ucap laura.


Akhirnya apa yang di inginkan brian sudah di dapatkan. Rekaman di kamar itu lamgsung tersambung dengan labtop brian. Brian pun langsung memgintruksikan anak buah nya untuk meluncur ke tempat yang sudah di katakan laura tadi.


" Sekarang kamu juga masuk dan layani wanita itu hingga puas, setelah itu biarkan dia disini" Seru brian kepada anak buah yang masih di luar bersama nya.


Anak buah brian pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar. Di dalam sana sudah ada laura yang bergumul dengan teman nya.


" Shiitt... kenapa wanita itu terlihat sangat menggoda sampai ini juga terbangun. Sabar kamu nunggu giliran. " Ucap anak buah brian yanh baru masuk.


" Sayang.. emmhh... aku sudah tidak tahan." Seru laura dengan tubuh yang menegang.


Akhirnya laura sampai puncak pertama nya, pria yang ada di atas tubuh laura pun turun dan di gantikan pria yang satu nya lagi.


" Cepat sekarang giliran mu, setelah ini aku lagi. Obat itu hanya bertahan dua jam, kita harus menyelesaikan ini sebelum kesadaran wanita itu kembali " Ucap pria yang lebih dulu bermain.


" Sayang ...aku mau lagi. " Ucap laura sambil menggelepar di atas kasur.


Pria yang baru masuk itu pun langsung melepaskan semua pakaian yang dia kenakan dan langsung naik ke atas ranjang. Laura benar - benar senang karena permainan kali ini brian sendiri yang mengambil kendali, biasa nya setiap bermain selalu dia yang pegang kendali.


Kini pria itu bukan lagi bergantian, tetapi mereka langsung berdua menikmati tubuh laura. Laura sendiri tidak menyadari jika saat ini dia dinikmati oleh dua pria. Yang dia tahu pria itu adalah brian dan sedang menikmati tubuh nya.


******


" Sepertinya tempat ini tidak di jaga dengan ketat tuan. Karena tidak terlihat pergerakan mereka di luar gedung tua itu" Ucap salah satu anak buah brian.


Brian mengamati suasana gedung tua yang tidak jauh dari tempat nya. Memang terlihat sepi, tapi tetap harus hati - hati.


" Kamu benar. Mereka pasti belum tahu jika tempat ini sudah kita kepung. Bahkan mereka pun pasti tidak tahu saat ini sedang berurusan dengan siapa " Ucap brian yakin.


" Benar Tuan. Untuk ketua mereka sendiri memang saat ini tidak ada di tempat, mereka sedang di luar kota. Sebagian anak buah ikut dengan nya. " Ucap anal buah brian.


" Kita harus tetap hati - hati siapa tahu tempat ini banyak ranjau. Aku menunggu kalian disini, bawa mertua ku keluar dengan selamat tanpa lecet sedikit pun." Seru brian.


" Baik tuan " Jawab anak buah dengan yakin.


Anak buah brian yang dipimpin oleh orang kepercayaan nya mulai masuk ke dalam gedung tua itu. Biar pun terlihat seperti gedung terbengkalai di dalam nya masih cukup rapi , bersih dan bagus.


" Siapa kalian ?" Seru penculik A.


" Haii.. kalian siapa?" Tanya penculik B.

__ADS_1


Saat ini di dalam gedung itu kurang lebih hanya ada 25 orang. Sedangkan anak buah brian yang masuk ke dalam gedung hanya 15 orang. Di luar sana masih banyak yang berjaga - jaga. Mereka mengira jika anton mengerahkan banyak anak buah nya.


" Cihh ternyata cuma para keroco - keroco yang ingin bermain - main. Aku kira bos mu menyiapkan ratusan anak buah nya. " Seru orang kepercayaan brian.


" Kalian siapa dan kenapa bisa masuk kesini ?" Tanya Penculik A lagi.


" Kalian semua tidak perlu tahu siapa kami. Sekarang cepat lepaskan dua orang tua yang semalam kalian culik. Kalau kalian tidak mau melepaskan orang tua itu terpaksa kami akan mengambil nya dengan cara kekerasan.!!" Seru orang kepercayaan brian dengan lantang.


" Jangan mimpi !!" Bentak penculil C


Pertarungan sengit tidak bisa di hindari lagi, suara pukulan dan teriakan terdengar sampai dalam kamar ibu wati dan pak suryo. Mereka benar - benar ketakutan, dalam hidup nya baru kali ini mereka berada dalam situasi mencekam.


" Pak sebenar nya mereka itu siapa ya ? Kenapa mereka menculik kita? Apa kita punya salah ?" Tanya ibu wati penuh heran.


" Bapak juga tidak tahu bu, mereka juga tidak mengatakan alasan nya mengapa kita di culik. Bapak semalam mengira jika salah satu anak kita yang sakit, ternyata mereka membohongi kita. Apa mereka iri dengan kita ya bu, karen sekarang rumah kita sudah bagus dan arumi hidup enak " Ucap pak suryo.


" Semoga saja tidak pak. Sekarang kita doa kan saja semoga kita bisa secepat nya keluar dari tempat ini " Ucap ibu wati.


Brakkk...


Tiba - tiba pintu di tendang dari luar dan terbuka dan masuklah orang kepercayaan brian tadi dan mendekati mereka berdua.


" Bapak dan ibu tidak perlu takut saya akan membawa bapak dan ibu keluar dari sini. Mari secepat nya kita keluar dan tinggalkan tempat ini sebelum boss mafia itu datang dan menangkap kalian lagi. " Ucap anak buah brian.


Ibu wati dan pak suryo percaya begitu saja, mereka pun mengikuti orang yang menolong nya. Saat keluar dari kamar mereka terkejut mendapati para penculik terkapar di lantai dan banyak yang bersimbah darah.


" Cepat kita tinggalkan tempat ini " Titah orang kepercayaan brian yang bernama seto.


Mereka semua langsung keluar dan tidak lupa mereka meletakkan boom rakitan yang akan meledak dalam 15 menit.


" Nak brian" Seru pak suryo.


" Bapak dan ibu tidak apa - apa ?" Seru brian menyambut mertua nya.


" Tidak nak,kami tidak apa - apa " Ibu wati yang menjawab.


" Sekarang kita tinggalkan tempat ini pak buk,nanti brian ceritakan semua nya. " Ucap brian yang tahu sorot mata penuh kebingungan dari kedua mertua nya.


* Bapak dan ibu harus segera pergi dari sini, mereka tidak boleh tahu jika tempat ini akan meledak. * Gumam brian.


Mereka semua langsung meninggalkan tempat itu, ada sekitar 10 mobil yang mereka bawa untuk mereka kendarai. Setelah mereka cukup jauh dari tempat itu, gedung itu pun akhir nya meledak tak tersisa sedikit pun. Beruntung mereka sudah menjauh jadi bapak dan ibu mertua brian tidak tahu jika tempat itu sudah meledak.


******


MENANTU HEBAT KAU BRIAN 🙏❤❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2