
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Diam - diam laura menyelinap ke dalam pesawat , sepertinya nasib baik masih berpihak kepada laura. Hari ini tidak seperti biasa nya orang yang mengantar stok bahan makanan hanya seorang diri, jadi dia hanya fokus mengemudikan helly saja. Laura menyelinap di antara tumpukan - tumpukan barang yang ada di dalam helly. Helly yang di bawa bukan sembarang helly.
Helly ini di disain khusus untuk pengangkutan barang - barang jadi ukuran nya pun lebih besar dan memiliki ruang di dalam yang cukup luas.
" Semoga tidak ketahuan " Seru laura yang sudah bersembunyi di dalam helly.
Tidak ada yang tahu jika laura menyelinap kedalam helly pengangkut barang. Para wanita yang lain tahu nya laura sedang ada di kamar. Tanpa mereka sadari saat ini laura sudah mengudara secara sembunyi - sembunyi.
Helly kali ini berhenti tepat di atas gedung hotel BA Group, hotel milik keluarga alexander. Ada barang yang memang harus di di turunkan . Setelah di rasa aman laura langsung turun dan dia pun terkejut saat mendapati dirinya ada di atas gedung bertingkat.
" Dimana ini ? " Gumam laura dalam kebingungan nya.
Laura berjalan seperti orang berjinjit, dia mengendap - endap agar tidak ada orang atau anak buah brian yang mengetahui keberadaan nya. Namun siapa sangka saat dia menuruni tangga ada OB yang datang menghampiri nya.
" Mbak, ngapain ada di sana ?" Tanya OB menaruh curiga kepada laura.
" Maaf mas tadi aku hanya ingin jalan - jalan saja, tidak tahu nya di atas panas sekali jadi aku balik lagi. " Jawab laura beralasan.
" Jelas panas lah, lagian kamu di atas gedung cari apa mbak ? Kalau mau lihat pemandangan saat pagi hari tadu atau nanti malam sambil melihat bintang - bintang di langit. Oh iya kenapa lewat tangga darurat, bukan nya ada lift. Dan ini kenapa mbak berpakaian seperti ini ?" Tanya OB itu menelisik penampilan laura dari atas sampai bawah.
Saat ini laura hanya mengenakan celana pendek selutut dan kaos oblong dengan rambut di ikat ke atas.
" Oh ini tadi saya itu habis olah raga mas. Tapi sampai siang, dan karena aku berkeringat jadi aku naik tangga saja kalau naik lift takut yang lain mencium bau keringat ku. " Ucap laura beralasan.
Padahal laura memang tidak menemukan keberadaan lift jadi dia memilih menuruni pakai tangga darurat. Baru juga dapat 3 lantai kaki laura sudah terasa pegal - pegal.
" Mbak pakai lift yang di ujung sana saja, itu lift khusus OB dan pelayan . Lift itu hanya di pakai saat kami memerlukan saja ,kebetulan tadi saya mau ke atas mengambil sesuatu. " Ucap OB masih ramah.
" Iya mas terimakasih " Jawab laura dengan senang.
" Mas maaf, apa saya boleh pinjam ponsel untuk menghubungi teman saya. Ponsel saya tadi ketinggalan , pasti teman saya lagi nyariin saya. Soal nya tadi saya olah raga bareng teman - teman saya " Ucap laura berbohong.
" Oh ini mbak silahkan " Ucap OB dengan ramah.
Laura langsung mengambil ponsel itu dan menghubungi seseorang.
[ Hallo ] Suara orang dari seberang sana.
[ Hallo ziko ini aku laura ] Seru laura seperti terburu - buru.
[ Laura... benarkah ini kamu ? Kamu kemana saja ? Aku mencari mu terus menerus ]
__ADS_1
[ Cerita nya panjang, nanti aku ceritakan. Sekarang jemput aku di.... ]
Laura bingung karena dia juga tidak tahu saat ini ada dimana. Sang OB yang paham pun akhirnya memberitahu laura jika saat ini dia ada di BA Hotel .
[ Aku ada di BA hotel ]
[ Baik kamu tunggu aku di sana ]
Setelah sambungan telepon terputus laura langsung mengembalikan ponsel kepada OB tidak lupa dia mengucapkan terimskasih.
* Aneh.. olah raga tapi tidak pakai sepatu? Terus dia tidak tahu nama hotel tempat nya saat ini berada. Mungkin dia orang yang strees* Gumam OB dalam hati nya.
Laura langsung masuk ke dalam lift dan langsung menuju ke lantai paling bawah. Laura sengaja langsung ke bawah agar dia bisa segera keluar dari gedung hotel.
*******
" Sayang kamu kemana saja ? Sebulan ini aku mencari mu ?" Ucap ziko saat mereka sudah dalam perjalanan pulang ke rumah laura.
Saat ini laura hanya ingin segera sampai rumah untuk segera membersihkan diri nya dan mengistirahatkan tubuh nya. Dia sudah tidak betah dengan pakaian yang dia pakai, karena selama di tempat pengasingan laura jarang sekali berganti baju.
" Nanti kalau sudah di rumah aku ceritakan " Jawab laura masih saja belum mau bercerita.
" Baiklah. " Seru ziko singkat.
Mobil ziko melaju dengan cepat, dia sengaja melajukan mobil nya dengan cepat agar bisa segera sampai rumah dan mendengar cerita dari laura.
" Kita sudah sampai sayang " Seru ziko.
Laura dan ziko langsung turun dari mobil,ziko membuka kan pintu dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa. Rumah terlihat kotor karena sudah satu bulan tidak berpenghuni dan tidak pernah di bersihkan, hanya sesekali ziko menginap saat lelah mencari keberadaan laura.
Ziko sepertinya sangat mencintai laura, sampai dia rela meluangkan waktu nya untuk mencari keberadaan laura. Namun sepertinya cinta ziko hanya di anggap laura sebagai perasaan saling membutuhkan. Laura butuh uang dan ziko butuh kehangatan.
" Sayang sekarang kamu mandi saja, aku akan pesan kan makan siang untuk mu. Pasti kamu lapar kan ?" Seru ziko.
" Iya, kamu pesan kan makanan kesukaan ku. " Jawab laura.
Ziko mengangguk dia pun memilih menungunggu laura di ruang TV sambil memainkan ponsel nya untuk memesan makanan secara online. Banyak sekali pertanyaan dalam kepala ziko yang ingin ziko tanyakan kepada laura.
Makanan yang ziko pesan sudah sampai dan bertepatan dengan laura yang baru saja keluar dari kamar nya. Saar ini laura terlihat lebih segar dan lebih cantik, tidak seperti tadi wajah nya kusam dan badan nya pun sedikit bau.
" Makanlah " Seru ziko menyodorkan makanan kepada laura.
" Kamu tidak makan ?" Tanya laura.
" Aku tadi sudah makan bareng klien" Jawab ziko singkat.
Laura pun langsung membuka makanan nya dan melahap nya sampai habis tak tersisa. Ziko heran melihat laura yang sepertinya makan dengan sangat rakus, sampai menghabiskan dua porsi makanan yang ziko pesan. Dari kemarin laura memang tidak di izinkan makan oleh teman - teman nya, itu sebagai hukuman karena dia tidak mau membantu menyiapkan makanan. Laura tahu nya hanya makan sedang kan membantu malas - malasan.
" Sekarang ceritakan sebulan ini kamu kemana ?" Tanya ziko.
__ADS_1
" Aku di buang di daerah yang aku saja tidak tahu itu ada dimana " Jawab laura jujur sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran sofa.
Hah ?
Di buang ?
Ziko semakin tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh laura. Di buang ? di buang bagaimana ? Ziko pun antusius dengan apa yang di ceritakan oleh laura.
" Apa kamu kenal dengan Brian Alexander ?" Tanya laura.
" Kamu ada urusan apa dengan pengusaha kaya raya itu. Brian itu bukan orang sembarangan, apa yang sudah kamu perbuat ?" Seru ziko semakin penasaran.
Tidak ada gunanya juga menutupi semua nya dari ziko karena saat ini hanya ziko lah yang bisa menolong laura dan menopang hidup laura, sedangkan anton laura tidak tahu bagaimana kabar pria itu. Laura saja tidak tahu jika anton sudah meninggal.
" Aku sudah memgusik brian, aku awal nya memang terobsesi dengan brian. Tapi setelah aku tahu brian menyukai adik ku aku semakin ingin mendapatkan brian dan tidak akan membiarkan adik ku itu hidup bahagia dengan brian. Aku berusaha menghancurkan kebahagiaan adik ku." Ucap laura mulai menceritakan apa yang sudah terjadi.
" Terus kamu kenapa kamu bisa di buang ?" Tanya ziko.
" Aku menyuruh orang menculik adik ku. Dan semua itu membuat brian murka, aku tidak tahu jika brian juga seorang mafia berdarah dingin. Aku mengira dia hanya seorang pengusaha saja,ternyata aku salah. Dan karena itulah aku di buang di daerah terpencil bahkan disana tidak ada alat komunikasi, hanya orang - orang brian saja yang mempunyai alat khusus untuk komunikasi." Ucap laura semakin membuat ziko heran dengan sikap laura.
Ziko mengenal brian sebagai pesaing nya dalam dunia bisnis, ziko juga tahu jika brian seorang mafia berdarah dingin. Tapi yang membuat ziko salut dan kagum dengan brian adalah dia tidak pernah bermain curang dalam dunia bisnis, tidak pernah menekan saingan bisnis nya dengan kekuatan yang dia punya. Tidak semua orang tahu siapa brian yang sesungguh nya.
" Kamu kalau mau apa - apa itu di fikirkan dulu jangan asal bertindak. Beruntung brian cuma mengirim mu ke daerah terpencil. Bagaimana kalau kamu di bunuh atau di jadikan santapan hewan peliharaan nya. Terus kenapa sekarang kamu ada di sini? Apa brian sudah membebaskan mu ?" Tanya ziko.
" Aku kabur " Jawab arumi singkat.
" Apa ? Kabur ? Kamu tambah cari masalah laura.. Kamu kan tahu bagaimana brian kalau sudah marah. Bisa - bisa jika dia menemukan mu ,dia akan membunuh mu. " Ucap ziko sambil menggengkan kepalanya.
" Aku akan meminta bantuan adik ku untuk bicara kepada brian agar brian melepaskan ku, dan menghentikan hukuman ku. Sepertinya brian sangat mencintai adik ku, pasi brian akan memgikuti keinginan adik ku. Mulai sekarang aku harus pura - pura baik dan menyesal agar adik ku percaya dengan perubahan ku. " Seru laura sambil tersenyum sinis.
" Kamu jangan nekat lagi laura. Lebih baik sudahi saja semua nya, aku memang orang bejat tapi aku ingin kamu berubah jangan sepeeti ini terus. " Seru ziko mencoba menasehati laura.
Ziko ingin laura berubah lebih baik dan tidak akan terjerumus kedalam hal - hal yang bisa membuat hidup nya hancur.
" Aku ingin menghancurkan kebahagiaan adik ku. Bukan karena brian, tapi karena aku memang tidak menyukai adik ku itu. Dari dulu dia selalu lebih unggul dari ku, bahkan kedua orang tua ku pun sangat menyayangi nya seperti nya kasih sayang nya kepada ku tidak sebesar kepada adik ku itu. Berapa kali saja aku mencoba menghancurkan nya dan mencelakai nya tapi selalu gagal " Ucap laura sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Ziko baru tahu sifat asli laura, laura orang nya pendendam dan terlalu berambisi. Bahkan di balik wajah cantik laura tersimpan hati yang jelek dan busuk.
" Apa kamu tidak merasa jera dengan apa yang sudah kamu dapatkan selama sebulan ini ?" Tanya brian ingin tahu jawaban laura.
" Semua itu tidak membuat ku jera, justru membuat ku semakin membenci adik ku itu. " Seru laura lagi.
" Terserah kamu laura, aku sudah mencoba bicara baik - baik dengan mu. Semoga saja kamu tidak mati sia - sia di tangan brian. " Seru ziko dengan penuh kepasrahan.
Ziko pun meninggalkan laura di rumah sewa nya, dan dia memilih kembali ke perusahaan. Banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
********
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA. 🙏❤❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤