
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Laura sangat kesal saat mengetahui ziko datang menemui orang tua nya dan mengatakan yang sebenar nya tentang penolakan ke dua orang tua ziko. Bahkan saat ini laura sedang berdebat dengan ke dua orang tua nya. Sebenarnya ibu wati tadi hanya menasehati laura untuk bersikap lebih baik dan sopan kepada mereka, tapi justru laura marah dan membentak ibu nya.
Pak suryo tidak suka dan tidak terima laura membentak ibu nya seperti itu. Sebagai seorang ayah tentu nya pak suryo juga ingin laura lebih menghargai ke dua orang tua nya.
Plakkk
Plakkk
Dua tamparan mendarat di pipi laura, tamparan itu berasal dari ibu wati. Sebagai seorang ibu dia sudah tidak bisa lagi mengendalikan emosi dan amarah nya sampain dia menampar laura.
" Ibu menampar ku ?" Seru laura menatap ibu wati tajam.
" Tamparan itu pantas kamu dapatkan ! Bapak dan ibu tidak pernah mengajarkan kamu jadi anak yang kurangajar laura, terlebih kami ini orang tua kandung mu ? Kami bicara baik - baik justru kamu membentak kami " Seru ibu wati dengan penuh amarah.
" Aku paling tidak suka ada orang lain yang ikut campur dengan urusan ku !!" Bentak laura sambil membanting vas bunga di lantai.
" Kami ini orang tua mu laura, bukan orang lain " Seru pak suryo dengan lantang.
" Orang tua macam apa yang tega menampar anak nya ? Orang tua pun ada yang durhaka kepada anak nya , yaitu kalian berdua !" Seru rosa sambil menunjuk ke arah orang tua nya.
Pak suryo dan ibu wati terperanjat melihat sikap kurangajar laura. Anak yang dulu mereka didik dengan penuh kasih sayang, sekarang dengan teganya dia mengatakan jika orang tua nya durhaka.
" Kami hanya meminta mu minta maaf kepada tante nya ziko, apa itu salah ? Lagi pula perbuatan kamu itu dosa laura ! Ibu tidak menyangka ternyata sepak terjang mu itu sangat menjijikan. " Seru ibu wati lagi.
" Salah besar karena kalian tidak berhak ikut campur dengan urusan ku. Aku sudah dewasa jadi aku tahu mana yang terbaik untuk diri ku sendiri. Urusi saja urusan kalian, jangan pernah kalian ikut campur urusan ku. " Ucap laura dengan berteriak.
Pak suryo sudah mengangkat tangan nya untuk menampar laura namun dia urungkan. Dia tidak mau menyakiti laura, percuma memukul laura yang ada dia akan semakin berontak. Ibu wati menangis terisak melihat laura yang sudah jauh kehilangan arah dalam kehidupan nya.
" Kenapa berhenti pak ? ayo tampar saja... aku tidak takut dengan tamparan kalian. Aku sebenar nya muak dengan aturan yang kalian buat, lebih baik aku tidak berurusan lagi dengan kalian. Kalian hanya membuat ku susah. " Seru laura dengan sinis.
Plakk
Ibu wati kembali mendaratkan tamparan nya di pipi laura, dia benar - benar sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya lagi.
" Pergi kamu dari sini anak durhaka !!" Bentak ibu wati lantang.
" Bu... " Seru pak suryo sambil mengusap punggung istri nya dengan lembut.
" Biarkan dia pergi pak, ibu tidak sudi punya anak durhaka seperti dia. Anak yang dulu kita besar kan dengan penuh kasih sayang, anak yang dulu kita didik dengan ilmu agama, sekarang dengan mudah dia menghina kita pak." Seru ibu wati dengan air mata yang terus membanjiri pipi nya.
" Baik... aku akan pergi dari sini, aku juga tidak sudi lagi tinggal dengan kalian. Ingat jangan pernah kalian mencari ku . Mulai detik ini kalian bukan lagi orang tua ku, bagi ku orang tua ku sudah mati !" Ucap laura dengan lantang.
Jddeerrr...
Bagaikan di sambar petir di siang bolong. Hati pak suryo dan ibu wati sangat sakit dan pilu saat mendengar perkataan laura yang sudah menganggap nya mati.
" Pak kita ini salah apa pak ? sampai kita punya anak durhaka seperti ini ?" Seru ibu wati dalam tangis nya.
__ADS_1
" Sudah buk jangan di tangisi, biarkan dia pergi itu sudah jadi pilihan nya " Ucap pak suryo.
Laura menatap sinis ke dusla orang tua nya lalu masuk kedalam kamar nya. Setelah sepuluh menit dia keluar dengan menyeret koper yang berisi barang - barang nya. Tanpa berpamitan laura pergi begitu saja,bahkan saat melewati kedua orang tua nya dia menoleh pun tidak.
" Sakit pak.. sakit sekali hati ibu pak. Ibu tidak menyangka laura menjadi salah arah begitu pak. Ibu sedih saat tahu laura bekerja menjadi wanita panggilan tapi sedih itu sedikit hilang saat laura berubah menjadi anak yang baik dan penurut. Tapi saat tahu laura pernah menjadi wanita simpanan pria beristri hati ibu makin sakit dan pedih pak. " Ucap ibu wati .
" Bapak juga tidak menyangka laura akan menjadi seperti itu buk. Bapak sebagai orang tua gagal mendidik laura bu,bapak gagal " Seru pak suryo penuh penyesalan.
Keributan tadi juga di saksikan oleh anak buah brian yang brian tugas kan menjaga keamanan rumah. Namun anak buah brian tidak masuk ke dalam rumah, dia hanya menyaksikan dari teras dan memvideo kan semua keributan yang terjadi.
Anak buah brian sudah memberitahu brian jika laura sudah pergi dari rumah. Video tadi juga sudah di kirim ke ponsel brian.
***************
Sementara itu di kantor nya, brian sudah menerima laporan dari anak buah nya. Dan video keributan itu pun sudah dia lihat. Brian sangat geram saat laura menghina ke dua orang tua istri nya itu.
[ Salah satu dari kalian ikuti kemana pun laura pergi, jangan sampai laura tahu. Dan kalian bantu mertua ku membereskan kekacauan yang di sebabkan oleh laura] Perintah brian dalam tepon.
[ Baik tuan ] Jawab mereka singkat.
Saat perdebatan tadi laura memang mengacak - acak.isi rumah sampai vas bunga pun dia hancurkan. Barang - barang yang ada di dekat nya dia buang kesembarang arah.
" Wanita itu memang kurangajar, arumi tidak boleh tahu masalah ini. Kalau dia tahu pasti dia akan kefikiran terus menerus, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan arumi dan bayi dalam kandungan nya " Seru brian .
Ting...
[ Tuan, wanita itu saat ini tinggal di salah satu apartement, dan wanita itu bersama Andra ] tulis anak buah brian yang di tugas kan mengikuti laura.
Ting..
" Ternyata wanita itu ada dukungan dari andra ? Hemmm... andra memanfaatkan laura untuk menghancurkan ku, dia fikir karena laura saudara istri ku dia akan mudah menghancukn ku . Dasar andra bodoh !!. Sebelum kamu menghancurkan ku , aku lebih dulu yang akan menghancurkan mu. " Gumam brian .
[ Terus pantau wanitw itu dan laporkan apa saja yang dia lakukan. ] balas brian.
[ Baik tuan ]
Tok Tok Tok
" Masuk " Seru brian dengan suara bariton nya.
Tomi dan bagas masuk secara bersamaan, brian memang sengaja memanggil bagas datang ke kantor nya karena ada yang ingin brian sampaikan.
" Kenapa kamu memanggil ku kemari ? Tugas ku di rumah sakit itu masih banyak " Seru bagas sambil menjatuhkan bobot tubuh nya pada sofa yang ada di ruang kerja brian.
" Aku mau kamu memeriksa ke dua mertua ku ? Aku takut mereka kenapa - kenapa " Seru brian dengan tenang.
" Memang nya apa yang terjadi ?" Bukan bagas yang bertanya melainkan tomi.
Brian tidak mau menjelaskan, cukup dengan menunjukan video yang tadi di kirimkan anak buah nya. Tomi dan bagas tidak menyangka ada anak yang kurangajar seperti itu kepada orang tua nya.
" Aku khawatir mereka kena serangan jantung, kamu lihat sendirikan bagaimana wanita itu membentak dengan suara lantang. " Ucap brian.
" Ya sudah sebaik nya sekarang aku langsung kesana, apa kalian tidak mau ikut ?" Seru bagas.
" Aku ikut, aku juga mau bicara dengan mertua ku. Aku tidak mau mertua ku cerita masalah ini dengan arumi, kalian tahu sendiri arumi sensitif sekali jika menyangkut orang tua nya . Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan arumi dan bayi nya. Aku yakin jika arumi tahu, dia pasti akan langsung mencari laura dan menghajar nya " Seru brian dengan yakin.
__ADS_1
" Istri mu itu memang diam, tapi kalau marah sudah seperti singa kelaparan. Pantas saja tante asti meminta dia yang mengganti kan nya " Ucap bagas keceplosan mengatakan arumi singa kelaparan.
Mendengar istri nya di sebut singa kelaparan oleh bagas, brian tidak terima. Brian pun langsung punggung bagas dengan kuat, bagas meringis kesakitan akibat pukulan brian. Sedangkan tomi hanya terkekeh, melihar bagas kesakitan.
" Kamu mengatai istri ku singa kelaparan ? kamu kira istri ku itu singa ? Terus kelaparan darimana? aku ini brian alexander kekayaan ku tidak akan habis - habis, jangan seenak nya bilang istri ku kelaparan " Gerutu brian tidak suka dengan ungkapan yang di lontarkan bagas.
" Iya ,, iya aku percaya kamu orang terkaya dan harta mu tidak akan habis tujuh turunan. Tapi jangan bodoh kenapa sih bri ? Maksud singa kelaparan tadi itu hanya sebuah istilah atau perumpamaan saja. Kamu tahu kan kalau singa sedang lapar, pasti dia akan mengamuk dan mengerikan. Nah begitu juga istri mu, begitu saja kok tidak paham " Seru bagas kesal.
" Oh..begitu. Tapi aku tetap tidak suka kamu menyebut istri ku singa kelaparan. " Seru brian lagi.
" Ini mau berdebat atau mau ke rumah mertua bri ? " Tanya tomi menengahi perdebatan antara bagas dan brian.
" Kerumah mertua ku !" Jawab brian singkat. Dan perdebatan bagas brian pun selesai.
Mereka bertiga pun bergegas meninggal kan gedung perusahaan dan menuju rumah yang selama ini di tempati oleh mertua brian.
" Pak, buk..kalian tidak apa - apa ?" Tanya brian saat sudah sampai di rumah mertuanya.
Pak suryo dan ibu wati sedari laura pergi tadi masih saja duduk di sofa ruang keluarga. Mereka masih terus mengingat - ingat kejadian yang baru saja terjadi
" Nak brian !! " Seru ibu wati dan pak suryo kaget mihat kedatangan brian yang tiba - tiba.
" Apa laura menyakiti bapak dan ibuk ?" Tanya brian dengan wajah khawatir.
Pak suryo dan ibu wati saling pandang, mereka berdua heran kenapa brian bisa tahu soal laura. Mereka pun baru ingat jika di rumah ini juga di jaga ketat oleh anak buah brian dan pasti anak buah brian yang sudah memberitahu brian.
" Tidak nak, kami hanya syok saja dengan apa yang baru saja terjadi " Jawab pak suryo.
Brian menatap bagas dan memberikan isyarat, bagas tahu apa yang di maksud brian. Bagas pun mulai memainkan peran nya.
" Pak, buk.. kebetulan saya kan dokter bagaimana kalau saya periksa kondisi bapak dan ibuk." Seru bagas dengan lembut.
" Iya pak,buk... lebih baik biar bagas memeriksa bapak dan ibu " Seru brian.
" Baiklah.. dada bapak tadi memang agak sesak saat berdebat dengan laura" Jujur pak suryo .
Bagas pun langsung mengeluarkan alat - alat yang dia perlukan dalam tas hitam nya. Kemanapun bagas pergi tas itu pasti akan selalu dia bawa, untuk berjaga - jaga jika ada orang yang memerlukan bantuan nya.
Setelah pak suryo berbaring bagas langsung memeriksa kondisi pak suryo.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan, cuma detak jantung bapak memang tidak beraturan. Ini mungkin karena bapak tadi syok dan terbawa emosional yang tidak terkontrol jadi detak jantung berdegup tidak beraturan. Banyak istirahat ya pak jangan banyak fikiran biar tidak stress " Seru bagas menjelaskan denga pelan agar mudah di mengerti.
" Terimakasih nak bagas " Seru pak suryo.
Pemeriksaan ibu wati pun sama saja tidak ada yang perlu di khawatirkan.
" Pak , buk, tolong kejadian tadi jangan sampai arumi tahu. " Ucap brian sopan.
" Bapak dan ibuk tidak akan memberitahu arumi nak. Ibu tidak mau arumi jadi stress memikirkan masalah ini " Ucap ibu wati.
" Terimakasih pak,buk " Seru brian lagi.
*********
LIKE,KOMEN, VOTE,FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤