Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Menguntungkan brian


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Kehamilan arumi sudah memasuki umur 3 bulan, malam ini dia sangat menginginkan sesuatu yang membuat nya malu dan tidak mungkin untuk dia katakan kepada brian. Namun semakin kesini keinginan itu semakin menjadi bahkan membuat arumi menangis.


Brian yang melihat arumi menangis pun langsung menghampiri nya dengan penuh keheranan. Karena memang tidak ada sesuatu yang terjadi. Menonton TV pun acara nya komedi, jadi apa yang di tangisi oleuh sang istri, brian di buat bingung oleh arumi.


" Kamu kenapa menangis ?" Tanya brian menghampiri arumi yang duduk di sofa menonton Tv sambil menangis .


Arumi hanya menggelengkan kepala nya saja sambil memasang wajah cemberut.


" Kamu lapar, kamu haus, mau makan buah atau mau apa ngomong saja. Jangan menangis seperti ini " Seru brian lagi.


" Tidak semua " Jawab arumi.


Brian menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia bingung apa yang di inginkan istri nya. Semua nya tidak mau.


" Bicara saja arumi kamu mau apa, jangan tebak - tebakan begini aku kan tidak tahu. " Seru brian tetap berusaha sabar dan bicara dengan lembut.


Sebisa mungkin brian akan memperlakukan arumi dengan baik dan lembut. Karena brian memang sudah benar - benar jatuh cinta dengan arumi. Bahkan dia sudah menyiapkan kejutan untuk arumi, dia akan mengungkapkan isi hati nya kembali dengan cara yang romantis. Dulu saat di kampung dia memang sudah mengungkapkan nya namun tidak ada jawaban dari arumi.


" Aku mau itu... " Seru arumi tidak meneruskan ucapan nya, karena dia malu meminta nya lebih dulu.


" Itu.. apa arumi ?" Tanya brian yang juga penasaran.


" Itu.. pokok nya itu. Aku sedang menginginkan itu eh bukan aku tapi anak yang di sini yang menginginkan nya. " Seru arumi sambil menunjuk perut nya yang sudah sedikit menonjol.


Brian langsung tahu maksud arumi, pasti arumi sedang ngidam masakan nya namun arumi takut dan malu untuk mengatakan kepada nya.


" Kamu ngidam masakan ku lagi ? Minta di masakin ? Ya sudah ngomong saja mau di masakin apa ?" Ucap brian mulai paham arah pembicaraan arumi.


Bukan nya menjawab arumi justru bangkit dari sofa dan langsung meninggalkan brian. Arumi berjalan menuju kamar dengan kaki dia hentak - hentakan di lantai. Melihat sikap arumi justru membuat brian semakin heran.


* Dia itu sebenar nya mau apa sih, tinggal ngomong saja apa susah nya. Memang nya aku ini bisa tahu apa yang di inginkan nya kalau dia tidak bicara. Huhh... wanita hamil memang menyebalkan * Gumam brian dalam hati nya.


Brian mematikan Tv dan langsung menyusul arumi ke kamar. Dia ingin menanyakan kembali apa yang di inginkan arumi.

__ADS_1


" Kamu mau apa sayang, kasih tahu dong biar aku tahu. " Jawab brian.


Tidak ada pilihan lain lagi selain untuk berkata jujur, dari tadi brian sama sekali tidak paham dan tidak peka dengan apa yang di inginkan oleh istri nya.


" Aku mau itu..." Seru arumi sambil menunjuk ke arah bawah.


Brian mengikuti arah tangan arumi dan berhenti di benda pusaka brian. Benda pusaka yang sudah hampir dua minggu tidak di asah, entah sudah karatan atau belum.


" Maksud kamu ini ?" Tanya brian dengan memegang milik nya.


Arumi mengangguk dengan malu - malu. Dia benar - benar malu karena dia harus meminta nya duluan. Apalagi makin kesini keinginan itu tidak bisa di cegah lagi.


Brian tersenyum penuh kemenangan, akhir nya sang istri meminta nya terlebih dulu tanpa harus dia yang memaksa nya. Dengan senang hati brian akan memenuhi ngidam sang istri yang sangat menguntung kan diri nya itu. Brian pun langsung menyetujui nya dan langsung melepaskan semua pakaian nya, begitupun dengan arumi kini mereka sudah sama - sama polos.


" Dengan senang hati aku akan melakukan nya " Seru brian lalu merebahkan tubuh arumi di kasur.


Namun tiba - tiba arumi menggeleng dan menghentikan brian yang hendak mencium bibir nya.


" Kenapa ? tidak jadi ?" Tanya brian frustasi. Padahal pusaka nya sudah on dengan full.


" Aku mau yang di atas " Jawab arumi malu - malu sambil mengigit bibir bawah nya.


* Ini benar - benar ngidam yang menguntungkan ku, sering - sering saja seperti ini. Tanpa menunggu lama aku akan menuruti nya * Gumam brian dalam hati.


" Ok, kalau begitu aku yang di bawah dan kamu yang di atas. Aku juga ingin merasakan sensasi di di atas mu, selama ini kan aku yang selalu di atas. Ayokk sekarang aku juga sudah tidak tahan sayang " Ucap brian yang kini sudah terbaring di kasur.


Arumi mengangguk dan langsung mengambil posisi nya dengan benar. Beberapa hari ini arumi sudah mencari di internet bagaimana posisi yang benar dengan tidak membahayakan kandungan nya. Arumi mulai memasukan sesuatu dengan pelan - pelan.


Aaaahhhhhhh..


Seru mereka berdua saat sesuatu sudah tertancap dengan benar. Arumi mulai menggerak kan badan nya dengan pelan dan lembut, agar tidak membahayakan kandungan nya. Brian menikmati semua yang di berikan oleh arumi. Walaupun pelan dan lembut namun sangat nikmat dan membuat brian menikmati nya. Brian tau arumi melakukan nya dengan pelan pasti karena tidak mau membahayakan kandungan nya.


" Sayang.. ternyata kamu pandai juga di atas " Ucap brian dengan mata terpejam nya.


Arumi sendiri hanya terus melakukan aktifitas nya tanpa menjawab ucapan brian. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa melakukan nya dengan sesempurna ini padaha dia hanya membaca ny dan belum sekali pun melakukan nya.


" Ahhh....eemhhh " Suara arumi terengah - engah. Seperti nya dia memang sudah hampir sampai pada puncak kejayaan nya.


Benar saja , tubuh arumi langsung bergetar dengan hebat dan dia meng3r@ng cukup panjang dengan suara yang benar - benar membuat brian hanya bisa tersenyum bahagia.


" Arrggh... Ahhhh... Eemhhh " L3n9uh@n panjang keluar dari mulut arumi di sertai dengan keluar nya sesuatu yang memang sudah biasa keluar jika perempuan dan laki - laki melakukan nya.

__ADS_1


Arumi ambruk di atas tubuh brian, keringat membasahi tubuh arumi. Setengah jam bekerja di atas membuat arumi benar - benar kelelahan dan kehilangan tenaga nya. Brian mengusap kepala arumi dengan lembut, dia kasihan melihat arumi kelelahan padahal dia sendiri belum selesai. Masa iya harus bermain solo di kamar mandi.


" Apa kamu sudah lelah ?" Tanya brian.


" Iya, tapi aku masih mau lagi. Anak ini belum kenyang " Jawab arumi.


" Ya sudah sekarang kamu yang di bawah saja, biar aku yang bekerja di atas. Kasihan anak kita kalau tidak di turuti, nanti dia bisa ileran loh. Kan kita yang malu kalau anak kita ileran " Ucap brian sambil menahan tawa nya.


Mendengar perkataan brian membuat arumi langsung bangkit dari tubuh brian dan langsung berbaring di samping brian. Melihat sikap gesit arumi membuat brian benar - benar siang.


" Ayo sekarang" Seru arumi yang sepertinya sudah tidak sabar lagi.


" Ok " Jawab brian singkat.


Brian langsung melakukan kegiatan yang sudah semestinya dia lakukan. Kini dia yang di atas dan harus pegang kendali. Sesuatu itu sudah masuk dengan benar bahkan sampai full. Dengan gerakan pelan brian mulai menggerakkan pinggul nya.


" Aahh... aahh " Suara arumi mendominasi.


" Aaahh... emmmhhh.... aahhhh... " Suara keramat yang keluar dari mulut mereka berdua kini menggema di ruangan kamar mereka.


D3s@h@n arumi semakin membuat brian semangat, dia terus menggempur arumi. Setelah tiga puluh menit bermain akhirnya mereka berdua pun sampai puncak sama - sama. Tubuh kedua nya menegang dengan hebat, brian semakin membenamkan nya dalam - dalam.


" Aahhh... Arrgggghhh " l3n9uh@n panjang keluar dari mulut mereka berdua.


Setelah beristirahat sebentar arumi kembali meminta nga lagi. Dengan senang hati brian memberikan nya, karena memang itu yang brian inginkan. Sebagai mantai pemain ranjang, bermain satu jam itu sudah jelas tidak ada apa - apa nya bagi brian. Akhirnya mereka pun bermain lagi dengan durasi yang semakin panjang. Bahkan kini berbagai macam gaya sudah mereka lakukan.


Setelah menambah selama 2 jam permainan , brian dan arumi sama - sama kelelahan. Tubuh mereka sudah di banjiri oleh peluh, bahkan seprei pun basah terkena peluh dan lahar yang mereka keluarkan. Mereka berdua berbaring bersebelahan, dengan mata arumi yang terpejam.


Brian menyelimuti tubuh polos istri nya dengsn selimut tebal.


" Terimskasih sayang. Besok lagi ngidam yang seperti ini ya " Seru brian mencium kening arumi dan perut arumi.


Brian pun turun dari kasur dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkn tubuh nya. Suara gemercik air terdengar dari luar, setelah selesai mandi brian langsung berganti pakaian dan tidur disamping arumi sambil memeluk arumi yang sudah terlelap.


********


NAH KALAU NGIDAM NYA BEGINI BRIAN YANG UNTUNG 🤭🤭❤❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 🙏🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2