
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Laura sudah berada di rumah sakit , laura tidak di izinkan masuk ke ruangan arumi. Ruangan arumi adalah ruangan khusus keluarga Alexander jadi tidak sembarang orang bisa masuk ke ruangan itu. Laura tidak kehilangan akal,dia mencoba menghubungi arumi.
[ Hallo kak ] Sapa arumi.
[ Arumi, ini kakak ada di rumah sakit tepat nya masih ada di tempat informasi. Tapi kakak tidak di izinkan untuk masuk ke ruangan mu ]
[ Loh kenapa tidak bisa, coba kak ponsel kakak berikan kepada petugas nya. ]
Laura langsung memberikan ponsel ke petugas, petugas itu terlihat mengangguk. Laura tidak tahu apa yang di bicarakan arumi kepada petugas itu.
[ Sudah kak, kakak sudah boleh masuk kok. Nanti kakak akan di antar sama petugas ]
[ Ya sudah ]
" Bagaimana ? Boleh kan ? Sudah ku bilang kalau aku ini kakak kandung nya arumi. Masak mau jenguk adik sendiri tidak di perbolehkan, aturan darimana tuh. " Seru laura kesal.
" Maaf Nona. Mari saya antar ke ruangan Non arumi " Ucap petugas rumah sakit dengan ramah dan sopan.
Laura mengikuti langkah petugas dari belakang, laura ikut masul ke dalam lift khusus yang akan membawa nya ke ruangan paling atas yaitu ruanv khusus keluarga alexander yang luas kamar nya sudah seperti lapangan sepak bola.
" Ini kakak nya Non arumi, tadi non arumi sudah mengizinkan nya untuk masuk " Ucap petugas kepada dua pengawal yang berjaga di depan pintu arumi.
Kedua pengawal hanya mengangguk, kali ini pengawal yang berjaga adalah pengawal laki - laki. Untuk alina masih ada tugas lain dari brian, sedangkan sheila ada di dalam bersama arumi. Setelah mendapat izin dari pengawal, laura pun langsung masuk ke dalam kamar rawat arumi.
Saat membuka pintu laura kaget dengan ruangan yang luas, nyaman dan tentunya ruangan nya sejuk. Laura langsung berjalan mendekati arumi.
" Selamat ya adek ku yang cantik akhir nya lahir juga sang junior nya " Ucap laura dengan senyum di buat semanis mungkin.
" Terimakasih kak. " Jawab arumi yang ada di atas kasur sambil memangku anak nya.
" Kakak tidak tahu mau memberi hadiah apa untuk sang babby, karena babby ini kan anak nya sultan. Apa saja sudah punya, kakak cuma bisa ngasih ini buat keponakan aunty " Seru laura sambil meletak kan paperbag di atas nakas.
" Apa pun pemberian dari kakak pasti arumi terima. Kakak tidak mau menggendong keponakan kakak ?" Seru arumi.
" Memang boleh ?" Tanya laura ragu.
" Boleh dong " Seru arumi.
Arumi hendak memberikan bayi nya kepada laura namun tiba-tiba saja sheila menghentikan nya dengan alasan tangan laura kotor karena baru saja dari luar.
__ADS_1
" Pakai ini dulu non " Seru sheila memberikan antiseptik kepada laura.
Laura mendengus kesal melihat tingkah dari pengawal arumi, namun laura tidak bisa menolak nya. Dia meminta sheila menyemprotkan antiseptik itu ke telapak tangan nya.
" Sudah boleh kan?" Tanya laura kepada sheila.
Seheila hanya mengangguk pelan, sheila tetap waspada kepada laura. Brian sudah memperingatkan jika laura datang harus di awasi dengan benar, karena laura sekarang sudah kembali bergabung dengan tengkorak merah.
" Wah ganteng banget keponakan Aunty laura. Nama nya siapa sih ?" Seru laura sambil menciumi pipi bayi yang baru berusia dua hari itu.
" Nama nya marvel alexander aunty " Jawab arumi menirukan suara anak kecil.
" Namanya bagus rum, pasti brian yang kasih nama ?" Tanya laura lagi.
" Iya kak " Jawab arumi singkat.
Laura meletak kan bayi itu di dalam bok nya setelah itu laura duduk di dekat arumi. Laura harus menjaga sikap agar arumi tidak curiga.
" Hemmm... bapak sama ibuk tidak kesini rum ?" Tanya laura mulai membuka pembicaraan.
" Baru satu jam yang lalu mereka pulang kak. Tadi pulang bareng sama mama mertua, kalau brian lagi ada meeting yang tidak bisa di tinggalkan. " Seru arumi menjelaskan.
* Penjagaan arumi di sini sangat ketat, bagaimana aku bisa membawa arumi keluar dari tempat ini. Bisa - bisa aku yang mati kalau sampai ketahuan membawa arumi keluar * Batin laura.
" Kapan kamu boleh pulang ?" Tanya laura mencari informasi.
" Kalau kamu pulang ke rumah kakak masih bisa kan menemui mu. ? Soal nya pasti akan seperti tadi, banyak peraturan dan banyak pengawal. " Seru laura pura - pura kesal.
" Boleh dong kak. Kakak kan Aunty nya marvel jadi kapan pun kakak bisa datang ke rumah, aku justru senang kakak mau main ke rumah. Jadi selain kak sheila dan kak alina aku punya teman ngobrol lain, yaitu kakak ku yang cantik ini " Seru arumi sambil mencubit pipi laura dengan gemas.
Keakraban ke dua nya membuat sheila heran, karena yang sheila tahu hubungan arumi dan laura tidak baik. Laura lah yang membuat nya tidak baik, kalau arumi ya memang tidak ada masalah. Walaupun terlihat akrab namun sheila bisa melihat ke pura - puraan dalam sikap yang di tunjukan laura.
* Bagus !Heemmm arumi sepertinya memang sudah menganggap ku berubah. Dengan begini aku akan mudah untuk menjalankan rencana ku, tapi tidak sekarang. Butuh waktu yang benar - benar pas untuk beraksi. * Gumam laura dalam batin nya.
" Oh iya rum kakak pulang dulu ya , nanti kalau kamu sudah pulang ke rumah kakak pasti main. Sekarang kakak mau menemui bapak dan ibuk dulu, kakak kangen sudah dua minggu tidak bertemu dengan mereka. " Ucap laura berbohong.
Hubungan laura dengan kedua orang tua nya sampai sekarang ini masih tetap tidak baik. Semenjak laura keluar dari rumah, belum sekalipun laura kembali menemui orang tua nya. Hanya ibu wati saja yang masih sering mengirim pesan singkat namun satu pun tidak ada yang laura balas.
" Ya sudah, benar ya bakal sering - sering main ke rumah ku " Ucap arumi merengek seperti anak kecil.
" Iya kakak pasti main ke rumah mu " Ucap laura.
* Cihh... kalau bukan karena misi ku aku ogah baik - baik sama kamu rum apalagi harus main ke rumah mu dan melihat kemesraan mu dan suami mu. * Gumam laura lagi.
*********
" Apa yang di lakukan wanita tadi ?" Tanya brian saat sudah datang ke rumah sakit.
__ADS_1
Saat ini arumi sedang tertidur begitupun dengan babby marvel mereka berdua tertidur sama- sama pulas. Bahkan brian datang pun arumi tidak bangun, mungkin arumi kelelahan dan brian pun tidak mau membangunksn nya. Brian lebih memilih mengintrogasi sheila.
" Wanita itu tidak melakukan apa - apa tuan dan juga tidak ada yang mencurigakan. Sepertinya wanita itu memang pandai bersandiwara,seperti kata tuan kita harus hati - hati. " Ucap sheila menjelaskan.
" Hemmm.... sekarang kamu istirahatlah di salah satu kamar yang ada. Di lantai ini ada beberapa kamar kosong, yang memang di gunakan untuk istirahat. Jika aku memerlukan mu aku akan menghubungi mu. " Ucap brian.
" Baik tuan. Terimakasih. " Jawab sheila sungkan.
Sheila keluar dari kamar arumi, tinggal lah brian , arumi dan anak nya yang masih tertidur dengan pulas.
" Anak papa pules banget sih tidur nya " Ucap brian sambil mengusap pipi marvel.
Mendapat sentuhan dari brian membuat babby marvel kaget, dia pun terbangun dan menangis dengan kuat. Brian kebingungan harus bagaimana menenangkan nya, untuk menggrndong nya pun dia masih takut. Karena saat ini babby marvel ada di bok bayi, brian tidak berani mengambil nya.
Ooeeekk... ooeeekkk
Babby marvel terus menangis tanpa henti, bahkan tangisan nya tambah nyaring. Mendengar tangisan marvel membuat arumi terbangun.
" Hubby apa yang kamu lakukan ? Kenapa marvel bisa menangis, pasti kamu cubit ya ?" Tanya arumi dengan mata melotot.
" Tidak sayang, aku tadi hanya menyentuh pipi nya lalu dia terbangun dan menangis " Jawab brian membela diri.
" Terus kenapa tidak di gendong ?" Tanya arumi.
" Aku takut mengangkat nya " Jawab brian jujur.
" Sudah cepat angkat bawa sini, dia pasti haus. Menangis nya tambah kuat tuh " Seru arumi lagi.
Brian masih saja takut untuk mengangkat marvel, tapi semakin di biarkan tangis nya makin kencang. Dengan hati - hati akhir nya brian berhasil mengangkat dan menggendong marvel. Babby marvel langsung terdiam dalam gendongan brian.
" Dia diam sayang " Seru brian senang.
" Betarti dia memang mau di gendong sama papa nya. Ya sudah kamu gendong dia sampai tertidur lagi ya hubby, aku mau tidur lagi. Kalau dia menangis nanti bangunkan aku " Seru arumi kembali berbaring.
" Iya sayang kamu istirahatlah biar malam ini aku yang jagain marvel. Hemmm.... anak papa sudah pintar ya. Nangis minta di gendong papa ya. " Seru brian mengajak marvel bicara.
" Besok marvel sudah boleh pulang ke rumah, papa sudah menyiapkan kamar yang bagus untuk marvel. Papa juga sudah membi mobil sport keluaran terbaru untuk hadiah kelahiran mu. " Seru brian makin aneh saja.
* Bayi baru berumur dua hari sudah di hadiahi mobil sport keluarab terbaru ? Apa dia tidak salah beli mobil? Terserah dia sajalah, aku pusing mikirin dia yang sudah beli ini itu untuk marvel.Marvel nya saja belum tahu apa - apa. * Gumam arumi sambil mengulas senyum .
Setelah tiga puluh menit dalam gendongan brian ,babby marvel akhirnya tertidur lagi. Dengan pelan dan hati - hati brian meletakkan kembali babby marvel di dalam bok nya.
" Ahhh....Akhirnya dia sudah tidur nyenyak. Selamat tidur anak papa " Seru brian lalu mencium pipi marvel dengan lembut.
***********
LIKE,KOMEN,VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. 🙏🙏
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤