Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Pesta pernikahan


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Satu bulan kemudian


Karin dan Andra sudah sah menjadi sepasang suami istri, Andra mengadakan pesta yang cukup meriah dengan melibatkan beberapa anak buah brian untuk melakukan pengawalan ketat. Mengantisipasi agar musuh tidak ada yang menyelinap terutama sabrina, sampai sekarang mereka masih yakin jika sabrina diam - diam merencanakan sesuatu.


" Kenapa pesta nya semeriah ini Ndra ? Padahal aku kan sudah bilang tidak perlu semeriah ini, cukup kumpulkan teman dan keluarga saja " Ucap karin kaget karena ternyata pesta yang di siapkan andra sangat meriah.


" Maaf sayang. Ini sebagai bukti jika aku sangat mencintai mu dan aku ingin orang - orang di luaran sana tahu jika kamu adalah istri ku, milik Andra horizon. " Seru Andra memeluk pinggang karin dari samping.


" Tapi kita sudah punya anak Ndra, aku tidak mau mereka mencaci anak kita. Pasti mereka berfikir kita saja baru menikah masak iya anak sudah 3 bulan. Aku tidak mau anak ku akan menerima hinaan dan bullyan dari teman - temannya. ' Ucap karin yang benar - benar khawatir.


" Kamu tenang saja sayang, mereka tidak akan membuli anak kita. Mereka tidak ada yang tahu kan kapan kita menikahnya, malam ini kan cuma resepsi atau pesta pernikahan kita. Kamu ingat kan siapa tadi pagi yang menyaksikan acara akad kita ? Hanya orang - orang yang benar - benar aku percaya ada brian, bagas, tomi, arumi dan wakil dari keluarga karena kita sama - sama sudah tidak punya orang tua. " Ucap andra .


Karin mengingat siapa saja yang datang di acara akad nya tadi pagu, memang benar hanya orang - orang terpercaya saja yanv menyaksikannya. Dan malam inipun hanya pesta resepsi pernikahan mereka.


" Malam ini juga akan aku kenalkan Tristan kepada mereka semua, biar mereka tahu jika kita sudah punya anak. " Seru Andra.


" Tapi .... " Ucapan karin terhenti karena andra menempelkan telunjuknya di bibir karin.


" Sssttt... Tidak ada tapi - tapian sayang. Aku ingin tristan juga bahagia dan semua yang ada disini tahu jika kita sudah punya tristan. Kamu jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan Tristan mendapatkan bullyan. Semua sudah aku rencanakan matang - matang, kamu cukup nikmati saja pesta kita malam ini. " Seru Andra tiba - tiba mencium pipi Karin.


Karin tersipu malu - malu saat andra menciumnya apalagi di tengah - tengah pesta begini. Andra sangat senang melihat karin yang tersipu malu - malu seperti itu.


Acara perkenalan Tristan ke publik pun sudah di mulai, karin menggendong tristan dan berdiri tepat di samping andra yang sedang mengumumkan kepada semuanya siapa Tristan yang sebenarnya. Mereka semua yang hadir ikut senang mendengar kabar jika tristan adalah anak kandung dari Andra dan karin.


" Sayang Tristan biar dibawa mbak nya istirahat saja ya, dia juga sudah tertidur. Kasihan kalau tidak di tidurin " Seru andra.


" Iya Ndra, mbak bawa tristan ke kamar ya. Satu jam lagi aku menyusul " Ucap karin menyerahkan tristan kepada pengasuh nya.

__ADS_1


" Baik Nona " Jawab pengasuh tristan patuh.


Setelah tristan dibawa masuk oleh pengasuhnya, andra mengajak karin untuk menyapa para sahabat dan kolega bisnisnya.


Cukup lelah bagi karin harus menemani andra menyapa teman dan para kolega bisnisnya.


" Ndra, aku lelah. Aku duduk sama arumi disana saja ya. Aku juga belum menyapa arumi sama teman - temannya. " Seru Karin menunjuk ke arah meja arumi.


" Baiklah sayang. " Jawab andra sambil mihat kearah meja arumi.


Karin berjalan menuju meja arumi , disana ada arumi dan dua teman arumi yang sudah karin kenal.


" Hai pengantin baru" Seru mita saat melihat karin sudah ada di hadapannya.


" Jangan menggodanya mit , pengantin barunya malu tuh " Seru arumi sambil melirik karin.


" Kalian ini apaan sih, aku jadi malu nih. " Ucap karin berterus terang.


" Kenapa juga malu, jangan malu begitu dong Rin. Ini kan pesta kalian jadi harus happy. " Seru dina .


* Kenapa dia ada disini ? Bagainana jika andra melihatnya * Gumam karin dalam hatinya.


" Karin " Panggil orang itu dengan tegas.


Tubuh karin sudah menegang, dia takut jika andra tahu soal pria yang saat ini ada di dekatnya. Karin tahu bagaimana watak Andra.


" Mas yudi " Seru karin pelan.


" Dokter yudi " Seru arumi tak kalah terkejut juga.


" Hai arum. Kamu ada disini juga ? Wajar juga sih kamu ada disini, Tuan brian pasti kolega bisnis suami karin. Oh iya karin, maaf ya kalau selama ini punya salah dan sudah mengusik kebahagiaan mu. Kamu benar kita memang tidak berjodoh, dan sekarang aku sudah menemukan jodoh ku. Sebulan lagi aku akan menikah. " Ucap dokter yudi.


" Mas yudi menikah dengan wanita pilihan orang tua mas ?" Tanya karin ingin tahu.


Dokter yudi menggelengkan kepalanya dengan cepat, membuat karin dan arumi semakin penasaran. Pasalnya yang mereka tahu dokter yudi sudah di jodohkan dengan dokter berlian.

__ADS_1


" Kalau bukan dokter berlian terus siapa dong ?" Tanya arumi.


" Kamu tahu orangnya, saat kamu magang dia dekat dengan kamu. " Jawab dokter yudi.


" Suster mirna ?" Seru arumi langsung menyebut nama suster mirna karena saat magang hanya suster mirna yang dekat dengan nya.


" Kamu betul. " Jawab singkat dokter yudi.


Ehheeemm... Ehheeemmm


Tiba - tiba mereka di kagetkan dengan deheman seseorang siapa lagi kalau bukan brian dan andra. Mereka tidak suka melihat dokter yudi yang sangat akrab dengan arumi dan karin. Sebenarnya andra sendiri yang mengundang dokter yudi, agar dokter yudi tahu jika karin adalah miliknya.


" Tuan brian, Tuan andra maaf saya hanya menyapa mereka saja. Karena dulu arum pernah menjadi assisten saya saat magang di rumah sakit. " Ucap dokter yudi.


" Oh tidak masalah jika ingin menyapa, tapi bukan berarti anda bisa duduk bersama seperti ini. Jika urusan anda sudah selesai lebih baik anda menjauh. " Ucap brian penuh nada pengusiran.


" Hubby... Jangan seperti itu. Dokter yudi hanya menyapa kami, lagi pula kita memang kenal. Mbak karinpun kenal dengan dokter yudi. " Ucap arumi tidak suka dengan ucapan brian.


" Kalau begitu saya permisi Tuan , Non arum, karin saya dulu ya. Selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian selalu bahagia. " Ucap dokter yudi.


" Karin sudah pasti bahagia karena dia menikah dengan pria yang tepat. Kamu jangan mengganggu karin lagi !!" Seru Andra penuh penekanan.


Dokter yudi mengangguk dengan menyunggingkan senyum. Dia yakin andra benar- benar mencintai karin dan bisa menjaga karin dengan baik. Dengan Andra pasti karin bahagia. Dokter yudi sudah tahu apa yang terjadi antara karin dan andra sampai karin melahirkan tanpa andra. Namun dokter yudi sekarang sudah lega melihat karin hidup bahagia dengan pria yang tepat.


* Selamat berbahagia karin, doa ku selalu yang terbaik untuk mu. Sekarang aku akan memperjuangkan hubungan ku dengan mirna agar tidak kandas seperti saat bersama mu dulu. Aku juga patut untuk bahagia* Gumam dokter yudi.


Dokter yudi akhirnya meninggalkan pesta itu , dalam hatinya masih ada rasa untuk karin. Namun dia sadar jika karin sudah tidak bisa lagi dia miliki. Kebahagiaan karin sudah ada pada andra. Dulu dokter yudi sempat menaruh hati kepada arumi, namun saat tahu arumi sudah menikah dokter yudi membuang perasaan itu. Namun lama - lama dokter yudi menyadari jika perasaan nya kepada arumi hanya sebagai partner kerja saja, dia menganggap arumi seperti adik nya.


********


MAAF YA KAK BARU BISA UP 🙏🙏


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAHNYA 🙏🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2