
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Haaaa.... Haaaaa... Haaaa
" Akhirnya aku bisa menculik anak Brian dan Arumi. Hemmm..... Anak ini akan aku jadikan alat untuk memperkaya diri ku. Dengan anak ini ada di tangan ku pasti brian akan rela menyerahkan sebagian harta dan saham nya untuk ku. Kalau tidak mau aku akan menyakiti anak ini dan akan aku buang ke jurang. Haaa haaaa " Seru Sabrina dengan tawa nya yang keras.
Sabrina sudah membawa marvel ke tempat persembunyian nya. Dia tidak akan membiarkan brian dan arumi mengambil marvel secara cuma - cuma. Tentu nya dengan tebusan yang sangat fantastis.
" Dengan begini Aku akan semakin kaya raya " Seru sabrina lagi.
" Cepat kamu cari susu untuk anak ini " Ucap sabrina memerintah anak buah nya membeli susu formula untuk marvel.
" Susu apa Boss ? " Tanya anak buak nya bingung.
" Terserah apa saja yang penting susu untuk anak - anak dan di bawah satu tahun " Jawab sabrina.
" Baik Boss " Ucap anak buah sabrina.
Tiba - tiba marvel bangun dari tidur nya dan menangis dengan kencang. Suara tangisan marvel membuat Sabrina kesal dan hampir saja marvel di tutup pakai bantal namun tiba - tiba bayangan arumi terlintas di fikiran nya.
" Sial kenapa bayangan arumi tiba - tiba datang, atau jangan - jangan dia sedang menangisi anak nya. " Ucap sabrina lalu membuang bantal ke sembarang arah.
" Kamu diam... !! Kalau tidak bisa diam aku akan mencubit mu. Sebentar lagi susu mu datang, sabar !!" Seru Sabrina membentak marvel.
Bukan nya diam, marvel justru menangis ketakutan melihat sabrina. Suara sabrina sangat lantang sehingga anak sekecil marvel pasti akan ketakutan.
******
" Maafkan saya Tuan. Karena menyelamatkan anak saya terlebih dahulu, Non arumi jadi terlambat menyelamatkan Tuan muda Marvel " Ucap karin dengan rasa bersalah nya.
Saat ini Brian dan Arumi masih ada di rumah karin, Brian sudah menghubungi Andra untuk datang ke rumah karin. Brian sudah menceritakan soal penculikan kepada Andra lewat sambungan telepon.
" Sudahlah kamu tidak perlu menyalahkan dirimu terus menerus " Seru brian sambil memeluk arumi yang masih menangisi marvel.
" Hubby...kapan marvel akan di temukan ? Kasihan marvel Hubby. Dia pasti kehausan,ketakutan dan pasti dia menangis. " Ucap Arumi sambil terisak.
" Iya sayang semua anak buah kita sedang melacak keberadaan keberadaan Marvel " Jawab Brian.
Tiba-tiba Andra datang dan langsung masuk dan ikut bergabung dengan yang lain nya.
__ADS_1
" Maaf saya terlambat " Seru Andra langsung duduk di samping karin.
" Kemana saja kamu ? Kamu tahukan anak ku saat ini ada dalam bahaya! Seharusnya kamu bisa datang lebih cepat !!" Ucap Brian dengan lantang.
" Maaf " Seru Andra singkat.
Brian langsung mengajak andra bicara di ruangan yang lain. Di ruangan itu hanya ada Brian, Tomi dan Andra. Mereka bertiga sedang mengatur siasat untuk menangkap tanpa menyakiti marvel. Brian khawatir jika mereka gegabah sabrina akan menyakiti Marvel.
" Baiklah aku akan datang ke perusahaan dan pura - pura baru pulang dari luar negeri. Dengan begitu Sabrina pasti akan keluar dan langsung mencari keberadaan ku. Dengan begitu aku bisa mencari tahu keberadaan Marvel. Aku akan berpura - pura ada di pihak wanita itu.." Ucap Andra memperjelas rencana nya.
" Tangan ingat !! Jangan sampai cara ini gagal dan sabrina melukai anak ku. Dan jangan coba-coba kamu berkhianat karena aku juga akan menyakiti orang - orang terkasih mu " Seru brian lantang.
Andra mengangguk paham , dia pun langsung keluar dari ruangan itu dan menui karin dan tristan yang sudah masuk kedalam kamar nya.
" Karin ! Bagaimana keadaan Tristan ? Apa dia tidak ada yang luka ?" Tanya Andr dengan khawatir .
" Andra. Hikss... Hikss... Tolong selamatkan Tuan Muda Marvel. Kalau tuan muda marvel tidak di temukan juga aku merasa sangat bersalah. Karena menyelamatkan Tristan terlebih dulu jadi Tuan muda sudah di bawa kabur naik mobil " Ucap karin menangis sambil memeluk Andra.
" Maksud kamu apa ?' Tanya andra yang memang belum tahu.
Karin pun menyeritakan awal mula kejadian penculikan itu terjadi. Andra sangat geram saat mendengar anak nya terjatuh dan beruntung di atas tubuh para penculik itu. Dia juga berterimakasih karena Arumi sudah menyelamatkan anak nya.
" Kamu tenang saja, aku akan berusaha dan membantu menyelamatkan Tuan muda marvel. Kamu jangan menangis seperti ini, sekarang kamu jaga tristan aku dan tuan brian dan yang lain nya akan menyelamatkan Tuan muda marvel.." Ucap andra sambil mengusap air mata karin.
Karin tersentuh dengan kelembutan yang di berikan oleh Andra. Sampai dia lupa jika saat ini dia sedang marah dan tidak mau bertemu dengan Andra.
" Tuan Andra ?" Seru niko dengan kaget.
Sudah berbulan - bulan niko mencari tahu keberadaan Andra namun sampai sekarang tidak menemukan nya. Justru dia terkejut saat ini Andra ada di hadapan nya.
" Niko.. apa kabar kamu ? kenapa ruangan ku bisa berubah begini cat dan penataan nya ? Dan ini siapa?," Tanya andra sambil menunjuk ke arah foto yang ada di atas meja kerja nya.
" Itu nona sabrina pemimpin perusahaan yang sekarang Tuan " Ucap Niko gugup dan takut.
" Kamu tidak perlu takut begitu karena aku bukan setan yang akan memakan mu. Hubungi wanita ini untuk menemuiku sekarang juga!!" Seru andra dengan tegas.
Dengan cepat niko keluar dari ruangan Andra dan mengghubungi Sabrina dengn ponsel nya.
[ Hallo Non. Gawat... gawat boss ]Seru Niko pura - pura khawatir agar sabrina mau datang ke kantor.
[ Gawat kenapa ?] Tanya Sabrina tak kalah khawatir.
[ Non sekarang lebih baik segera datang ke kantor ada yang harus Nona sabrina selesaikan. ]
[ Iya ada apa dulu, jangan membuat ku marah ]
__ADS_1
[ Tuan Andra ! Tuan andra datang ke kantor bu dam saat ini sedang berada di ruangan anda].
[ Baik aku akan datang sekarang juga]
Setelah 40 menit mobil yang di kendarai Sabrina sudah bethenti tepat di depan lobby hotel.
Ceklekk ....
Pintu ruangan yang di dalam nya ada Andra pun terbuka dan masuklah Sabrina dengan langkah nya yang anggun. Sabrina berjalan mendekati Andra yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
" Kenapa nama perusahaan bisa kamu ganti dengan nama palsumu itu?" Tanya Andra membuat Sabrina terlonjak kaget karena Andra sudah mengetahui semua nya.
" Jadi kamu tahu kalau aku ini.... " Sabrina menjeda ucapannya.
" Iya aku tahu.. kamu itu laura. Mana aku bisa melupakan tatapan mata indah mu itu. Hemmm...apa alasan mu sampai kamu merubah wajah dan penampilan mu ini ?" Tanya Andra sambil memeluk sabrina dari belakang.
" Emmm...Anu..Anu sayang. Aku hanya menyelamatkan perusahaan ini agar tidak jatuh ketangan orang yang salah. Karena aku tidak mengetahui keberadaan mu" Jawab sabrina beralasan.
" Heemmm... ternyata wanita ku pintar juga..Aku jadi semakin menyayangi mu. Dan semua kejadian yang sudah menimpa ku ini semua ulah dari Brian. Aku akan memberi pelajaran dan aku akan membunuh nya." Ucap andra dengan kesal.
Ekspresi kekesalan Andra sangat terlihat, nampak luar nya saja yang sangar tapi sekarang Andra yang sekarang bukanlah Andra yang dulu lagi. Andra sangat berharap secepat nya dia mengetahui tempat marvel di sembunyikan oleh sabrina.
" Jadi kamu masih dendam dengan brian ?" Tanya sabrina.
"Sampai kapan pun dendam ini harus terbalaskan !!" Seru Andra pura - pura geram.
* Menarik dan sangat menguntungkan ku. Ternyata Andra masih dendam dengan Brian. Aku dan Andra akan bersatu untuk menghancurkan Brian dan Arumi * Gumam Sabrina .
" Apa rencana mu selanjut nya sayang ?" Tanya Sabrina dengan suara di buat semanja mungkin.
" Aku akan menghancurkan brian lewat anak nya, akan akan menculik anak nya " Seru Andra dengan senyum sinis nya.
" Kalau soal itu sangat mudah dan gampang. Karena anak itu saat ini sudah ada dalam genggaman ku dan ada di tempat yang aman. " Seru sabrina dengan serius.
* Bagus... dengan begini aku akan segera mengetahui dimana anak Brian berada. Aku akan mengambil nya tanpa meninggalkan luka sedikit pun di tubuh nya * Gumam andra .
Andra dan Sabrina mengendarai mobil yang berbeda untuk menuju rumah tempat sabrina menyekap bayi 5 bulan yang tidak berdosa itu. Setelah sampai di tempat yang di tuju andra dan sabrina langsung masuk ke dalam rumah.
" Dimana anak itu ?" Tanya andra langsung.
" Adadi kamar itu " Ucap sabrina sambil menunjuk ke arah kamar.
Andra langsung berjalan menuju ruangan yang di tunjukan oleh Sabrina alias Laura tadi. Begitu pintu terbuka terlihat dengan jelas Marvel yang masih tertidur di atas kasur dengan botol susu yang ada di samping nya.
*********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️