
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Arumi sudah pulang dari rumah sakit dan saat ini sudah kembali di apartemen lagi. padahal mama brian sudah meminta nya untuk tinggal di rumah utama, tapi arumi menolak nya. Dia berdalih ingin hidup secara mandiri, lagi pula juga ada dua pengawal yang selalu menjaga nya.
Mama brian tidak bisa memaksakan kehendak nya, namun dia tetap mengutus 1 pelayan di rumah nya untuk mengerjakan tugas rumah dan memasak di apartemen brian. Jadi arumi tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan rumah.
" Rum, ibu sama bapak pamit dulu ya. Nanti bapak sama ibu pasti akan sering nengokin kamu. Bila perlu dua minggu sekali kami akan kesini " Ucap ibu wati berpamitan.
" Bukannya arumi tidak suka bapak sama ibuk kesini, tapi kalau dua minggu sekali apa bapak dan ibu tidak capek. Perjlanan dari desa ke kota memakan waktu 4 sampi 5 jam perjalanan, nanti bapak ibu malah kecapekan loh " Ucap arumi menghawatirkan kedua orang tua nya jika harus sering - sering ke kota.
" Apa tidak lebih baik bapak dan ibu tinggal di kota saja, kalau tidak mau di sini dan di rumah utama kan bisa di rumah yang biasa bapak ibu tempati itu. Arumi masih takut dan menghawatirkan kalian, arumi takut kak laura datang dan menyakiti kalian " Ucap arumi sambil menggenggam tangan ibu nya.
Brian mendekat dan bicara dengan arumi soal laura yang tidak akan mungkin bisa kabur dari tempat pengasingan nya.
" Kamu jangan khawatir, kakak mu tidak akan bisa menyakiti bapak dan ibu. Di sana aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengawasi dan mengikuti kemana pun bapak dan ibu pergi, mereka akan stay 24 jam menjaga bapak dan ibu. " Ucap brian sambil memeluk punggung arumi.
Arumi melirik ke arah brian, sebegitu perhatian dan perduli nya brian dengan orang tua nya. Padahal brian terkenal dengan sifat sombong dan arogant nya. Tapi terbukti dengan mertua nya dia sangat hormat, perduli bahkan tidak pernah bicara dengan kasar.
* Apa dia akan menjamin keselamatan bapak dan ibu. Tapi anak buah dia memang banyak. Aku akan mencoba mempercayai nya* Gumam arumi dalam hati nya.
" Baiklah arumi mengizinkan bapak dan ibu pulang. Tapi kalau ada apa - apa langsung hubungi arumi. Pokok nya bapak dan ibu kemana pun pergi harus bawa ponsel, sekarang bapak ibu kan sudah ada ponsel masing - masing " Ucap arumi.
" Iya nak. Kalau begitu bapak dan ibu langsung berangkat saja ya. Kamu tidak perlu takut kami kecapekan, karena suami mu itu sudah mengutus anak buah nya untuk mengantarkan bapak dan ibu pakai pesawat. " Ucap pak suryo dan tersenyum ke arah brian.
Brian sendiri hanya mengangguk kan kepala nya. Dia tetap memasang wajah serius nya, memang dasar beruang kutub. Baik, perduli dan menghormati mertua nya tapi tetap wajah beruang kutubnya tidak berubah menjadi kelinci imut.
Setelah acara pamitan selesai kedua orang tua arumi langsung di antar ke bandara untuk menuju pesawat jeet pribadi keluarga alexander. Pesawat jeet itu tidak bisa seperti helly yang dimana pun tempat nya bisa mendarat begitu saja. Tetap melalui bandara namun isi penumpang nya hanya keluarga pemilik jett nya saja.
__ADS_1
Orang tua arumi sangat senang saat sudah sampai di bandara. Mereka bisa melihat pesawat secara langsung, ada yang baru saja landing dan ada juga yang memang hanya diam atau belum saat nya beroperasi.
" Wah pak tetnyata di bandara itu tempat berkumpul nya pesawat ya pak. Banyak macam pesawat ada disini, seandainya rumah kita dekat bandara pak. Pasti ibu setiap hari bisa melihat banyak pesawat seperti ini " Gumam ibu wati dengan heran.
" Rumah dekat bandara malah tidak enak bu, setia jam ada saja pesawat uang mau terbang, yang mau mendarat. Suara nya itu loh bu sangat mengganggu, terkecuali kalau memang sudah kebal dan terbiasa " Ucap pak suryo tetap mengulas senyum nya untuk sang istri.
Kini mereka benar - benar sudah naik pesawat, kedua orang tua arumi sudah berada di dalam jett pribadi keluarga akexander. Hanya ada pilot 1 dan 1 teman nya, dua pengawal, 1 pramugari dan ke dua orang tua arumi di dalam nya.
*******
Brakkk... brakkkk
" Siaalaann !! Bangsat !! Aku akan habisi keluarga alexander terutama brian dan keturunan nya " Teriak Andra kakak dari anton sambil membuang semua barang yang ada di dekat nya.
Selama ini Andra memang ada di luar negeri, mengurus bisnis nya di luar negeri. Sudah 10 tahun dia tidak pulang ke tanah kelahiran nya, dia lebih tenang dan suka tinggal di luar negeri. Bahkan dia sama sekali tidak tertarik dengan dunia mafia, dia lebih menyukai dengan dunia bisnis.
Hari ini dia baru saja mendapat kabar jika sang adik, Anton sudah meninggal di tangan brian. Andra tidak terima adik satu - satu nya dan adik kesayangan nya di bunuh oleh brian. Andra, bertekat akan menghancurkan keluarga brian sampai ke akar - akar nya.
Haaaa Haaa Haaaa
Tawa andra menggema di dalam rumah ruang pribadi nya. Andra akan membalaskan dendam sang adik kepada brian.
" Aku harus menyelesaikan semua pekerjaan di sini dengan cepat agar aku bisa dengan cepat juga sampai di negeri tanah kelahiran ku " Ucap andra lagi.
Andra lalu menghubungi asisten nya dan meminta nya untuk datang ke ruangan nya.
" Cepat selesaikan semua urusan yang berhubungan dengan ku di perusahaan ini. Dalam 3 hari harus sudah beres, setelah itu kita akan pindah ke negara kita. Kita ambil alih perusahaan yang ada di sana, karena perusahaan itu sekarang sudah tidak ada pimpinan nya lagi." Ucap andra dengan tegas.
" Memang nya Tuan Anton ada dimana ? apa beliau tidak mau mengurus perusahaan itu lagi. ?" Tanya assisten Andra.
Niko adalah nama asisten andra, walaupun terkadang sedikit lemot namun hasil pekerjaan nya tidak pernah ada yang salah. Bahkan sudah banyak tander yang berhasil di tangani nya. Berkat Niko juga perusahaan Andra semakin berkembang, sehingga bisa membangun perusahaan cabang yang ada di negara XX yang di pimpin oleh Anton.
Brakkk...
__ADS_1
Andra marah dengan melempar semua dokumen yang seharus nya dia periksa dan di tangani nya ke lantai, semua dokumen itu pun berantakan dan keluar dari map nya masing - masing.
" Kamu bodoh ! Lemot kamu itu di kurangi dulu Niko. Apa perlu aku congkel kepala mu baru kamu tidak lemot lagi. Bukan nya kamu sendiri yang mendapat kabar dari anak buah anton, jika anton meninggal terbunuh oleh brian alexander " Seru Andra dengan marah.
" Aahh..mmaaa.. maaf tuan maaf saya benar - benar lupa. " Ucap niko lalu jongkok dan membereskan semua dokumen yang sudah tidak beraturan lagi.
" Pokok nya dalam 3 hari semua urusan perusahaan harus selesai. Perusahaan ini aku percayakan dengan salah satu orang kepercayaan ku. Lihat saja kalau mereka berani macam - macam atau bermain curang dengan ku , aku pastikan mereka akan aky bunuh " Seru andra serius.
Kini jiwa mafia andra sudah kembali lagi, padahal dulu memang dia seorang mafia. Bahkan dia di dapuk sebagai pengganti ayah nya di dunia mafia dan memimpin tengkorak merah, namun dia menolak dan menjadikan anton sebagai pengganti nya.
Andra menghubungi salah satu anak buah anton yang memang masih selamat dengan melarikan diri.
[ Ada berapa anak buah yang tersisa ?]
[ Ada sekitar 70 orang Tuan, sebagian ada yang tertangkap dan masuk penjara di markas brian. Bahkan ada sekitar 25 orang meninggal ]
[ Kumpulkan yang masih ada dan tetap sembunyi jangan keluar dari persbunyian kalian. Aku yakin brian masih tetap waspada dan mengerahkan anak buah nya untuk mencari kalian. ]
[ Baik tuan ]
Andra mematikan sambungan telepon nya dan kembali fokus melihat ke arah lantai. Dilihat nya niko sudah tidak ada dan semua dokumen sudah rapi kembali di atas meja.
" Kamu tenang saja adik ku sayang, aku akan membalas kan kematiaan mu. !!" Seru Andra menyeringai licik sambil memandang foto anton yang ada di ponsel nya.
Andra kembali fokus dengan setumpuk dokumen yang ada di meja nya. Dia berharap dokumen itu akan cepat selesai dan dia dengan segera bisa kembali ke negara XX.
******
Maaf ya kak Author baru bisa update bab terbaru 🙏🙏❤❤
Tetap jangan lupa untuk meninggalkan like , komen, vote favorite serta berikan hadiah nya dan rate bintang 5 nya 🙏🙏❤❤
TERIMAKASIH. 🙏🙏❤❤
__ADS_1