
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
.
Pagi - pagi sekitar jam 5 pagi arumi bangun dan mendapati samping nya kosong, tidak ada brian. Arumi mengira brian sudah bangun dan sedang berolah raga di ruangan fitnes nya. Arumi turun dari ranjang lalu ke kamar mandi dan mencuci muka dan mengambil air wudhu, selesai sholat subuh arumi langsung keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat sarapan.
Saat berada di dapur arumi terkejut karena alina dan sheila sudah ada di dapur dan sedang memasak sarapan. Semakin bingung lagi karena ini masih terlalu pagi , kenapa alina dan sheila sudah berada di apartemen nya.
" Kak alin, kak sheila kok tumben pagi - pagi sudah ada di apartemen? Kalian datang jam berapa ?" Tanya arumi bingung.
" Non arumi sudah bangun ? Emhh.. kami dari tadi malam ada disini Non. Tuan brian menghubungi kami untuk menemani Nona, Sedangkan tuan ada kepentingan yang benar - benar mendesak, jadi tadi malam langsung berangkat tanpa membangunkan Nona " Ucap alina menjelaskan sesuai yang di intruksikan brian.
" Oh.. " Jawab arumi hanya ber oh ria saja tanpa menanyakan kepentingan atau pekerjaan apa yang membuat brian harus pergi malam - malam.
Alina dan sheila hanya saling pandang, mereka bingung dengan reaksi nona nya yang hanya menjawab dengab kata OH saja.
" Non arumi baik - baik saja kan ?" Tanya alina memastikan takut jika nona nya sedang sakit.
" Saya baik - baik saja kak. Oh iya kak kira - kira brian pergi berapa hari ya ?" Tanya arumi ingin tahu.
Arumi sangat senang saat brian tidak ada di apartemen, pertama dia tidak perlu melayani brian di ranjang dan yang ke dua arumi tidak harus bersikap manis dan penurut di depan brian. Jadi dengan brian tidak ada inilah yang membuat nya serasa merdeka.
Drett... drettt... drettt
Ponsel alina bergetar tanda ada panggilan telepon yang masuk. Setelah melihat siapa yang menelepon nya alina langsung mengangkat nya.
[ Hallo tuan brian ] Sapa alina dengan bicara tegas
[ Apa istri ku sudah bangun ? ] Tanya brian.
[ Nona arumi sudah bangun tuan, apa anda ingin berbicara dengan nona ]
[ Berikan telepon nya kepada istri ku ]
Alina langsung menyerahkan ponsel nya kepada arumi. Dengan malas arumi menerima ponsel dari alina dan dengan malas-malasan bicara dengan brian.
__ADS_1
[ Hallo ] Sapa arumi dengan malas.
[ Kamu sudah sarapan ?] tanya brian sok perhatian. Padahal memang brian sekarang benar - benar perhatian dan menyayangi arumi
[ Ini lagi mau sarapan ]
[ Oh ya sudah, selamat sarapan. Oh iya maaf.. ponsel mu terbawa oleh ku. Semalam karena buru - buru aku langsung menyambar ponsel di atas nakas, karena ponsel kita kan sama. Tidak tahu nya ponsel ku ada di kantong celana ]
[ Iya tidak apa - apa. Sudah ya aku sarapan dulu. Bye.. ]
Arumi langsung mematikan sambungan telepon dan menyerahkan kembali ponsel kepada alina sang pemilik ponsel.
" Kita sarapan sama - sama ya kak, tenang saja tidak ada tuan arogant itu. Jadi kalian bisa makan di sini bareng aku, kalau kalian tidak mau aku pasti akan marah atau bisa saja aku adukan kepada Brian kalau kalian tidak mau mengikuti omongan ku " Ucap arumi mengancam.
Dia tahu dua pengawal cantik nya pasti akan menolak untuk sarapan bersama. Sebelum mendapat penolakan arumi pun mencari cara dengan mencoba mengancam nya.
" Tapi Non " Seru sheila sambil menatap alina.
Alina memberi kode dengan mengangguk , mereka bertiga pun akhir nya sarapan di meja yang sama dan dengan menu yang sama.Tidak lupa teh manis juga terhidang di atas meja makan. Arumi pagi ini sangat senang karena bisa sarapan dengan santai bareng dua pengawal cantiknya tanpa ada nya sorot mata tajam dari brian.
*******
" Sial kenapa arumi mengabaikan telepon ku ! Apa dia memang sudah tidak perduli dengan bapak ibu lagi. Dasar kurangajar " Ucap laura menghempaskan tubuh nya di sofa empuk yang ada di dalam kamar nya.
" Aku harus mencari nya di kampus. Iya aku harus ke kampusnya " Gumam laura tersenyum sinis.
Laura bersiap - siap untuk menemui arumi di kampus, laura fikir gampang dan mudah menemui arumi. Apalagi sekarang brian benar - benar menjaga arumi dari laura, tidak seujung kuku pun laura bisa menyakiti atau pun bisa menemui arumi. Mulai tadi malam semua akses laura untuk menghubungi arumi sudah di tutup habis oleh brian.
Mobil laura sudah sampai di gerbang kampus, tidak seperti biasa nya kali ini mobil arumi di berhentikan oleh penjaga di depan gerbang, bahkan gerbang dalam keadaan tertutup. Padahal aktifitas kampus terlihat sangat ramai.
" Maaf nona apa anda mau masuk ke dalam gedung kampus ?" Tanya satpam dengan ramah.
" Iya pak, cepat buka pintu nya. Saya mau ketemu adik saya " Seru laura dengan sombong nya.
" Maaf Non, mulai hari ini yang keluar masuk kampus harus menunjukan identitas dan kartu akses dari kampus. Apakah anda bisa menunjukan yang saya sebutkan tadi" Tanya satpam lagi.
Laura mengepal kan tangan nya, karena dia kesal kenapa bisa sulit sekali menemui arumi. Dia hanya punya kartu identitas diri saja, tapi kartu akses kampus dia tidak punya.
" Saya ingin menemui adik saya pak, tolong sekali ini saja ada hal yang ingin aku sampaikan kepada adik ku. Kalau bapak tidak di perbolehkan masuk tolong bapak panggil kan saja dia kesini " Ucap laura penuh harap.
" Maaf Non, tetap tidak bisa " Ucap satpam dengan tegas.
__ADS_1
Laura memukul kemudi mobil nya cukup keras, benar - benar di buat emosi karena susah sekali menemui arumi. Laura tidak putus asa, dia menunggu arumi sampai dia keluar dari kampus. Saat sedang menunggu arumi di pinggir jalan tiba - tiba ponsel nya bergetar.
Drett...Drettt..Drett
Telepon masuk ke ponsel laura, dengan malas laura menganggkat telepon nya.
[ Hallo siapa ini ?] Tanya laura ketus.
[ Temui aku di Cafe XX kakak ipar ku yang cantik ] Seru seseorang dari seberang sana.
Laura mengenali sang pemilik suara, ya suara itu adalah milik brian sang tuan tampan yang sangat di kagumi nya. Dengan senyum merekah dan penuh semangat laura pun langsung menjawab dengan suara yang merdu.
[ Iya Tuan tampan ku , ada apa anda menghubungi ku ]
[ Aku ingin bertemu sekarang juga, cepat aku tunggu tiga puluh menit. Tidak datang kamu pasti akan menyesal ]
[ Baik aku langsung kesana sekarang, bye sampai ketemu di sana tuan tampan ]
Laura tersenyum bahagi karena brian mengajak nya bertemu, brian pasti merindukan permainan nya. Sudah cukup lama laura menanti kan saat seperti ini, siapa sangka sang Tuan tampan menghubungi nya dan meminta nya bertemu.
" Hemm... aku akan memuaskan mu Tuan tampan. Tunggu aku sayang " Ucap laura dengan bangga nya.
Laura langsung menghidup kan mesin mobil nya dan melaju ke tempat yang sudah di janjikan nya dengan brian. Senyum nya terus terukir di bibir nya yang merah, senyum penuh kemenangan dan rasa bangga akhirnya bisa bertemu dengan brian.
* Bagaimana ya reaksi arumi kalau tahu suami nya bertemu dan seranjang dengan ku lagi. Lihat saja kamu arumi, suami mu akan aku ambil. Aku yang lebih pantas mendampingi brian, aku lebih cantik aku lebih seksi dan aku lebih bisa memuaskan brian* Gumam laura dalam hati nya.
Mobil yang di kendarai laura sudah sampai di cafe yang brian janjikan. Laura langsung menuju private room yamg sudah di pesan oleh brian, sebelum nya brian sudah mengirim pesan kepada laura memberitahu ruangan yang sudah dia pesan.
" Hai tuan tampan " Seru laura dengan senyum merekah berjalan menghampiri brian dan hendak memeluk brian.
Brian langsung mengangkat tangan nya dan meminta laura untuk langsung duduk di kursi seberang brian.
Tadi nya brian akan menjebak laura di kamar hotel tapi semua nya berubah, tomi takut brian tergoda dengan laura sehingga dia meminta brian menemui laura di cafe.
" Minum lah aku sudah memesankan minuman untuk mu, jika kurang kamu bisa memesan nya lagi" Ucap brian dengan mengulas senyum licik dan laura tidak menyadari nya.
Tidak menunggu lama laura langsung meminum minuman yang sudah di pesankan oleh brian.
Kita lihat apa yang akan terjadi ?
*******
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤