
.
.
.
.
💞💞💞💞💞
" Aku tidak mau di adakan pesta pernikahan, karena aku tidak mau orang - orang mengetahui status pernikahan ku dengan Tuan brian. " Ucap arumi menolak pesta pernikahan yang akan di buat oleh mertua nya.
Arumi hanya tahu jika pernikahan nya dengan brian hanya pernikahan siri dan hanya status nya saja yang menikah tetapi yang sebenarnya mereka tidak layak nya suami istri yang saling mencintai. Arumi beranggapan jika diri nya hanya teman ranjang untuk suami nya.
" Kenapa kamu menolak nya ?" Tanya mama asti.
" Tidak apa - apa, alasan ku ya itu tadi aku tidak mau orang - orang tahu jika aku istri brian " Jawab arumi.
* Bagaimana mau di adakan pesta yang meriah jika kami saja tidak saling mencintai * Gumam delia.
Brian diam saja tidak mau ikut berkomentar apa - apa. Orang tua arumi menatap brian yang terlihat santai dan seperti tidak perduli dengan pembahasan mereka. Ayah arumi curiga dengan brian, dia curiga jika brian hanya memanfaatkan arumi saja.
" Brian kenapa kamu diam ?" Tanya mama asti tidak suka.
" Lalu brian harus bicara apa ?. Kalau dia tidak mau ya sudah tidak perlu di paksa. " Jawab brian terlihat tidak perduli.
Saat ini brian sedang bingung dengan perasaan nya, apa benar yang di rasakan nya sebuah cinta atau hanya karena kasihan. Semenjak arumi hamil perasaan itu semakit melekat, tapi dia masih ragu dan gengsi untuk mengakui nya.
" Yang sopan brian, disini ada mertua mu " Seru tuan alexander.
" Maaf " Ucap brian sambil mengangguk ke arah mertua nya.
" Iya tidak apa - apa nak " Jawab ibu wati.
Mereka makan malam bersama dengan penuh kehangatan, terlihat sekali kedekatan yang alami antara orang tua brian dan orang tua arumi. Berbeda dengan brian dan arumi yang sedari tadi hanya diam saja, bahkan brian menatap sinis ke arah arumi.
Di dalam kamar brian.
" Kamu senang ya orang tua mu akhir nya bisa mengetahui pernikahan kita " Tanya brian sinis.
" Tidak " Jawab singkat arumi.
" Jangan bohong !!" Bentak brian dengan geram karena arumi bicara dengan ketus
Arumi menatap sinis ke arah brian, selama ini arumi sudah cukup sabar menghadapi sikap dan sifat brian yang arogant dan selalu merendah kan nya. Arumi ingin segera mengakhiri pernikahan yang menyiksa nya ini.
__ADS_1
" Aku minta kita cerai !! Cepat ceraikan aku dan biarkan aku pergi dari sini. !!" Bentak arumi berani.
" Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan mu. Kamu itu budak ranjang ku, selama nya akan menjadi wanita pemuas ranjang ! Haha haha " Seru brian tegas dan tetawa lebar.
" Dasar pengecut !!" Seru arumi.
Wajah brian langsung memerah dan rahang nya mengeras dengan tangan nya mengepal. Brian langsung menarik arumi dan mencekik leher nya sampai arumi susah untuk bernafas.
" Lep...lee.. lepaskaan " Ucap arumi terbata - bata.
" Aku tidak akan melepaskan mu, kamu akan kubunuh " Seru brian semakin mempererat cekikan di leher arumi.
" To.. tolong lepaskan om " Seru arumi dengan mata berkaca - kaca.
Brian pun melepaskan arumi dan menghempaskan arumi di atas kasur.
" Kamu dengar wanita murahan, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu. " Seru brian.
" Aku benci kamu brian.. aku benci kamu !! Lihat saja suatu saat kamu pasti akan menyesal sudah menyiksaku seperti ini. Camkan itu brian. " Seru arumi
Deg.
Brian langsung merasakan seperti ada batu besar yang menghantam dada nya, rasa nya begitu sesak dan sakit seakan nafas nya pun berhenti.
Saat ini orang tua arumi dan orang tua brian sudah tidak di apartemen lagi, mereka pulang ke rumah nya dan orang tua arumi sementara tinggal di rumah yang dulu pernah di tempati nya.
Brian meninggalkan arumi sendirian di apertemen nya, kini dia sudah ada di club malam tempat biasa dia datangi.
" Tuan tampan " Seru laura yang menghampiri brian.
" Kita ketemu lagi tuan, apa malam ini tuan mau aku temani " Ucap laura sambil berbisik.
Brian hanya mengangguk sambil menikmati minuman di tangan nya.
* Kenapa wanita ini makin mirip dengan arumi * Gumam brian.
" Tuan apa mau aku tuang kan minuman nya kembali ?" Tanya laura.
" Iya " Jawab brian.
Laura dengan lembut menuangkan minuman untuk brian, dengan senyum yang merekah dia melayani brian.
" Apa kita mau pindah tempat ?" Tanya laura berbisik di telinga brian dengan di buat semerdu mungkin.
Tanpa menjawab brian langsung pergi dan di ikuti laura di belakang nya. Brian menuju parkiran dan membawa arumi masuk ke dalam mobil nya. Brian mengendarai mobil nya menuju apartement nya, dia membawa laura ke apartemen nya.
__ADS_1
" Wahh ini apartement milik mu om" Seru laura kagum dengan apartemen mewah milik brian.
" Masuk ke dalam kamar sana " Seru brian menunjuk salah satu kamar, tentu nya bukan kamar yang di tempati arumi.
Laura mengangguk dan langsung masuk ke kamar bersama brian. Sampai nya di kamar brian langsung meminta laura untuk melakukan pekerjaan nya. Tanpa menunggu lama laura langsung menanggalkan semua pakaian nya dan menarik semua pakaian brian,kini mereka sama - sama tidak memakai baju.
Laura mulai mencium dan memakan daging tanpa tulang tapi sudah mengeras dan siap untuk bertempur.
" Lakukan sampai aku menyuruh mu berhenti " Ucap brian sambil memegang kepala laura yang sedang bekerja di bawah.
Laura hanya menganggukkan kepala nya.
* Arumi apa kamu akan cemburu melihat ku seranjang dengan wanita lain ? * Gumam brian sambil memejam kan mata nya menikmati apa yang di kerjakan laura.
Setelah lima belas menit brian meminta laura untuk langsung naik, dengan senang hati laura melaksanakan nya karena memang ini yang dia inginkan.
" Ah.. Ah.. hemmm emmhhh " Seru laura dengan nada tersengal - sengal.
D3s@h@n demi d3s@h@n menggema di dalam kamar, suara laura mendominasi.
Arumi ingin ke dapur untuk membuat susu hamil, dia tidak tahu jika brian sudah pulang dan kini sedang bermain di kamar lain. Tentunya suara permainan nya terdengar sampai luar kamar karena kamar tanpa kedap suara.
" Suara apa itu ?" Tanya arumi pada diri nya sendiri.
Arumi mencoba mendekati sumber suara dan melihat ke dalam kamar yang pintu nya sedikit terbuka, karena brian memang sengaja membuka nya. Betapa terkejut nya dia mendapati seorang wanita sedang bekerja di atas brian. Arumi tidak dapat mengenali wanita itu karena wanita itu membelakangi nya. Suara - suara permainan semakin liar, membuat arumi meneteskan air mata.
Bagaimana pun brian suami nya dan tidak pantas untuk melakukan nya dengan wanita lain apalgi di dalamp apartemen nya dengan arumi ada di dalam apartemen yang sama.
* Kenapa dengan hati ku ? Kenapa rasa nya sakit begini ? Aku tidak mau jatuh cinta dengan pria bejat seperti dia * Gumam arumi lalu meninggalkan kamar penuh maksiat itu dan kembali lagi ke kamar.
Dia mengurungkan niat nya untuk membuat susu.
* Kamu melihat nya tapi kamu pergi ? Apa kamu memang tidak perduli dengan ku, apa aku saja yang terlalu berharap dengan perasaan ini * Gumam brian.
Ada penyesalan yang hingga di hati brian, dia pun langsung meminta laura untuk turun .
" Turun " Seru brian dengan suara dingin nya.
Hah ? Turun ?
* Sial kenapa begini lagi sih * Gumam laura kesal.
*******
MAAF YA KAK BARU BISA UP.🙏🙏
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE , BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤