Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Dua pengawal


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞


Ting.


Bunyi notifikasi dari ponsel arumi, ada pesan masuk di ponsel arumi. Sampai sekarang arumi belum tahu jika ponsel nya sudah di sadap oleh brian.


Arumi yang ada di kantin langsung membuka pesan yang masuk ke dalam ponsel nya. Mata arumi langsung terbelalak saat membaca pesan yang dikirim oleh laura. Laura masih saja terus mengancam arumi dengan menggunakan orang tua nya sebagai alat nya.


[ Adik ku yang manis apa kamu benar - benar mau jika bapak dan ibu kesayangan mu itu aku sakiti ] Tulis laura.


[ Sudah aku bilang jauhi brian dan segera minta cerai dari brian. Kalau kamu masih ingin hidup nyaman jangan coba - coba mengabaikan ku dan melawan ku .] Dua pesan beruntun laura kirimkan ke ponsel arumi.


" Kamu kenapa rum ?" Tanya mita yang sudah datang dengan membawa makanan yang mereka pesan tidak lupa dia juga membawakan pesanan arumi.


" Iya kenapa rum ? Kok wajah mu tegang begitu ?" Tanya dina juga melihat raut wajah arumi yang berubah.


Tiba - tiba dua pengawal yang duduk di kursi belakang datang menghampiri arumi dan ke dua teman nya. Mita dan dina yang memang belum tahu tentang pengawal arumi pun heran dengan dua wanita itu yang langsung menghampiri arumi tanpa permisi.


" Nona arumi kenapa ? apa ada masalah ? Katakan kepada kami, biar kami yang mengatasi nya. " Tanya salah satu pengawal arumi yang bernama Alina.


" Tidak ada apa - apa kak alin , sudah kalian berdua kembali duduk saja di tempat kalian. " Jawab arumi merasa tidak nyaman dengan kehadiran dua pengawal nya itu.


Alina dan teman nya pun mengangguk dan langsung duduk di kursi tepat di belakang arumi. Namun pandangan nya dan telinga nya tidak jauh - jauh dari arumi. Mereka memasang telinga nya tajam - tajam agar mengetahui hal apa yang sedang terjadi dengan sang Nona. Bukan bermaksud untuk menguping pembicaraan, karena apa pun yang terjadi dengan arumi adalah tanggung jawab nya jadi mereka juga ingin tahu apa yang terjadi barusan dengan sang Nona apalagi saat ini arumi sedang ada di luar apartemen.


" Siapa sih rum, dari tadi dua wanita itu merhatiin ke arah sini terus?" Tanya dina penasaran.

__ADS_1


" Iya siapa sih penasaran aku " Ucap mita ikut kepo.


Hufttt


Arumi menghela nafas dia tahu benar bagaimana ke dua teman nya ini. Mereka akan terus bertanya kalau tidak cepat di jawab. Akhirnya arumi pun mengatakan yang sejujur nya tentang dua wanita tadi.


" Mereka itu kak Alina dan kak Seila, pengawal yang di siapkan brian untuk mengawal ku. Sebenar nya aku tidak mau di kawal segala tapi brian nya memaksa, mungkin dia takut aku kabur kali ya ?" Ucap arumi dengan nada bicara yang sangat terlihat tidak suka dengan apa yang di lakukan brian.


" Oh... so sweet banget sih tuan brian. Mau dong sisain satu saja lelaki seperti tuan brian itu. " Ucap mita sambil menghayal.


" Mulai deh menghayal nya. Eh rum, tapi ada benar nya juga sih suami kamu menyiapkan pengawal untuk mu. Dia bukan takut kamu kabur lebih tepat nya dia menghawatirkan mu dan bayi dalam kandungan kamu. Ingat dulu kamu dua kali di culik sama bella, suami kamu itu orang yang berpengaruh di negeri ini makanya banyak orang yang berusaha menjatuhkan nya dan banyak juga wanita yang mengharapkan nya. Makanya kamu harus bersyukur karena brian sudah menyediakan pengawal untuk mu , berarti dia itu peduli dengan keselamatan mu dan anak dalam kandungan mu itu. Jadi jangan mikir yang tidak - tidak dong rum." Ucap dina bicara cukup panjang dan mudah di mengerti oleh arumi.


" Kalau begitu kita ajak kak alina dan kak sheila gabung sama kita saja rum. Biar kamu terbiasa dengan mereka " Seru mita memberi usul.


Arumi mengangguk dan setuju dengan usul yang di berikan oleh mita. Dia pun langsung memanggil dua pengawal nya dan meminta nya untuk bergabung. Berkat teman - teman nya arumi melupakan pesan ancaman dari laura, bahkan arumi juga tidak membalas nya.


******


Sedangkan di kantor brian sangat emosi saat membaca pesan yang dikirim laura ke ponsel arumi. Karena ponsel arumi sudah brian sadap pesan keluar masuk dari ponsel arumi dia pasti tahu.


" Sabar dulu bri, jangan langsung bertindak. Ini baru ancaman lewat pesan singkat saja. Wanita itu masih belum bertindak untuk mencoba mencelakai arumi mu, lagi pula kita sudah menyiapkan pengawal khusus untuk arumi. Bahkan ada pengawalan yang arumi tidak tahu, aku yakin mereka tidak akan menyakiti arumi " Ucap tomi mencobamenenangkan brian yang sedang emosi.


" Apa kita bergerak menunggu arumi celaka dulu ?" Tanya brian dengan sinis.


" Tidak begitu juga bri, kita belum tahu seberapa berani wanita gila itu. Ini baru cecoro - cecoro nya saja yang bergerak. Tengkorak merah akan menyesal jika dia tahu arumi itu keluarga alexander, bukan nya kalian berdua sama - sama tidak mau mencari masalah kan ? Tapi sekarang mereka sendiri yang memulai mencari masalah dengan kita akibat wanita sialan itu. Kali ini kita bisa menghancurkan mereka sampai ke akar - akarnya. Kita tunggu pergerakan mereka, mereka bergerak kita juga bergerak yang penting kita sudah siapkan semua nya " Ucap tomi dengan ide luar biasa nya.


Kalau brian bergerak sekarang pasti percuma, hanya para cecoro - cecoro nya saja yang akan di hancurkan. Lagi pula sang musuh belum melakukan apa - apa, hanya pengancaman lewat pesan singkat oleh wanita gila bernama laura.


" Aku setuju dengan ucapan mu, tapi kamu harus pastikan keselsmatan arumi dan ke dua orang tua nya " Ucap brian.


" Kamu tidak usah khawatir, mereka pasti aman. Oh iya untuk rumah mertua mu sudah 80 % , sekitar seminggu lagi pasti akan selesai dan bisa di tinggali lagi. " Ucap tomi memberitahu kabar renovasi rumah orang tua arumi.

__ADS_1


" Pasti mereka sangat senang dengan rumah baru nya. Aku jadi tidak sabar untuk memberitahu arumi. " Seru brian tersenyum.


" Kalau begitu aku balik ke ruangan ku dulu. Oh iya jangan lupa, jam 3 nanti ada jadwal dengan dokter kandungan nya arumi. Yang hamil istri kamu tapi aku yang ribet buat jadwal ngatur jadwal dengan dokter kandungan nya " Gerutu tomi sambil pergi dari ruangan brian.


" Tunggu !!" Suara baeiton brian menghentikan pergerakan tomi.


Belum juga membuka pintu untuk keluar ruangan, suara bariton brian kembali mengagetkan tomi. Tomi membalikkan badan nya lagi dan menghadap ke arah brian.


" Kalau tidak mau bekerja lagi dengan ku lebih baik segera buat surat pengunduran dirimu " Ucap brian tegas.


" Hahhh.... iya - iya Tuan Brian alexander aku tidak akan menggerutu. Puas.. puas kan " Seru tomi kesal.


Brian langsung menghubungi arumi untuk mengingatkan nya jika jam 3 nanti ada jadwal cek kandungan dengan dokter Farah. Dokter spesialis kandungan yang di tugaskan bagas untuk menangani kehamilan arumi, sebenar nya dokter farah menolak karena dia takut dengan brian, takut jika salah dan akan mendapat amukan dari brian. Bagaimana pun semua dokter di rumah sakit sudah tahu karakter brian yang arogant. Tapi dokter bagas menjamin jika brian tidak akan memarahi dokter farah selagi dokter farah menjalankan tugas nya dengan baik.


[ Hallo ada apa ?] Tanya arumi.


[ Jam dua nanti aku jemput, kita ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan mu dengan dokter farah. ] Ucap brian.


[ Iya, jam dua aku sudah selesai kuliah nya. Tapi kan sudah ada pak sopir dan dua pengawal ? ] .


[ Ya sudah , tunggu aku jemput saja. Nanti sopir dan dua pengawal itu biar mengikuti mobil ku saja. ]


[ Baik, sudah ya. Aku sudah mau masuk kelas lagi. ]


Tut Tut Tut.


Arumi langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa persetujuan brian.


" Sudah berani dia mematikan telepon dari ku. Lihat saja akan aku beri hukuman kamu arumi si gadis kecil ku " Seru brian sambil senyum - senyum sendiri.


******

__ADS_1


LIKE, KOMEN,VOTE,FAVORITE DAN SERTA KAN HADIAH YANG BANYAK DAN JANGAN LUPA RATE 5 BINTANG NYA KAK 🙏❤❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2