Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Senjata makan tuan


__ADS_3

.


.


.


Suara bariton dan terasa dingin di pendengaran itu berasal dari pintu masuk gedung. Di depan pintu sudah berdiri seseorang yang menatap tajam ke arah ke empat pria yang sudah memaksa arumi.


" Brian " Gumam bella pelan.


Dia tidak percaya brian bisa tahu jika arumi dia bawa, dan dia juga bingung bagaimana brian menemukan tempat ini padahal sebelum nya brian tidak ada disini.


" Om tolong aku " Seru arumi sambil memandang ke arah brian walaupun terhalang oleh pria yang berdiri di hadapan nya.


Posisi arumi saat ini sedang berbaring di lantai dan hampir saja arumi di lecehkan olehe ke empat pria suruhan bella .


" Siapa kamu ? berani sekali kamu mengganggu kesenangan ku " Seru pria A dengan lantang.


" Kita hajar saja dia " Ucap pria B dengan bersemangat.


Tatapan brian semakin seperti elang yang siap menerkam mangsa nya. Sebelum ke empat pria itu menghajar nya, lebih dulu brian maju dan mulai menghajar mereka.


Bugh


Bugh


Kedua pria itu sudah terkena tendengan brian tepat di perut nya. Melihat ke dua teman nya sudah menjadi sasaran empuk brian, dua pria yang lain nya pun ikut membantu menghajar brian.


Bugh


Bugh.


Brian langsung menghantam ke dua pria itu dengan menggunakan kaki nya. Tendengan brian tepat mengebai wajah mereka. Hidung mereka ber dua sampai mengeluarkan darah.


" Ini baru permulaan. Kalau kalian masih saja ingin melawan ku aku pastikan kalian akan menyesal telah mengganggu keluarga Alexander. " Seru brian penuh penekanan.


Jddeerrr....


Ke empat pria itu pun kaget dan bagaikan di sambar petir. Ucapan brian tadi seakan menjadi belati yang menghunus jantung mereka. Mereka baru tahu jika lelaki yang ada di hadapan nya adalah keluarga alexander, si pengusaha muda kaya raya dan seorang pemegang dunia bawah yang terkenal dan banyak di takuti oleh para gangster.


" Ampun.. Ampun..maaf kan kamu Tuan. Kami tidak tahu jika Nona ini wanita anda. Maaf kan kami tuan, tolong jangan bunuh kami" Ucap ke empat pria itu berlutut di kaki Brian.

__ADS_1


Melihat ke empat preman suruhan nya tunduk dan takut kepada brian, membuat bella juga ikut ketakutan. Selama menjalin hubungan dengan brian, bella memang tidak tahu betul kegiatan dan seluk beluk brian. Bagi nya itu tidak penting, dia hanya tau brian dari kekuarga kaya dan pengusaha. Karena uang bagi bella itu lebih penting dan segala nya.


Arumi menatap heran, karena ke empat pria yang tadi sangat berani kini melempem saat brian mengatakan dua kalimat Keluarga Akexander. Arumi tidak tahu arti di balik kalimat Keluarga Alexander.


" Aku bukan tipe orang yang mudah memaafkan orang yang sudah membuat ku marah dan mengganggu keluarga ku. Hari ini nasib baik untuk kalian karena aku tidak akan membunuh kalian, tapi aku mau kamu melakukan sesuatu untuk ku " Seru brian serius.


" Terimakasih banyak Tuan. Apa yang harus kami lakukan ? kami siap melakukan nya " Jawab ke empat pria itu serempak bagaikan paduan suara yang sudah di arah kan.


" Kamu ingin meniduri wanita itu kan ?" Tunjuk nya ke arah arumi yang sudah berdiri menjauh di sudut bangunan.


Ke empat pria itu pun mengangguk serentak.


" Aku mau kamu meneruskan nya " Seru brian.


Deg.


Hati arumi langsung terasa sakit karena brian tega dan menyuruh ke empat pria itu menlecehkan nya. Mata arumi langsung meneteskan air mata begitu deras nya, betapa malang hidup nya. Suami nya sendiri tega melakukan hal keji.


Sedangkan bella nampak tersenyum bahagia, karena brian masih memilih nya. Berarti brian memang masih mencintai nya dan membiarkan wanita yang kata nya istri nya di tiduri ke empat preman.


" Tapi kamu lanjutkan dengan dia " Tunjuk nya ke arah bella .


Senyum di bibir bella langsung pudar dan berganti wajah raut kecemasan.


" Cepat lakukan !!!" Teriak brian lantang sampai suara nya menggema di ruangan itu.


Ke empat pria itu pun langsung menarik bella dan menidurkan nya di lantai. Pakaian bella sudah sobek sana - sina akibat ulah brutal ke empat preman itu. Dengan bergiliran mereka mulai melancarkan aksi nya, tidak perduli dengan penolakan dan jeritan bella. Walaupun sudah sering kali bella melakukan dengan pria tapi bukan berarti harus di gilir begini.


Arumi yang melihat nya pun kasihan, tapi dia bisa apa. Semua itu balasan untuk bella.


" Kamu mau di situ jadi penonton atau ikut aku pergi dari sini " Seru brian di tujukan kepada arumi.


Arumi menggeleng dan berjalan mendekati brian.


" Aku mau pulang om, perut ku sakit " Jawab arumi jujur dan takut - takut.


Brian dengan sigap langsung menggendong arumi, dia juga mencemaskan keadaan bayi arumi. Arumi kaget dengan tindakan brian, dia meminta turun tetapi brian hanya diam saja


" Abadikan moment itu sampai selesai" Perintah brian kepada dua pengawal bayangan delia.


" Baik tuan " Seru mereka berdua.

__ADS_1


Brian memerintahkan pengawal nya untuk mengabadikan foto dan video bella yang di gilir oleh para ke empat preman bayaran nya sendiri.


" Ini nama nya senjata makan tuan Bro " Seru salah satu pengawal .


*****


Arumi sudah berada di rumah sakit dan sudah di periksa oleh dokter kandungan secara langsung.


" Kandungan Nona arumi baik - baik saja Tuan. Mungkin tadi nona arumi hanya syok atau kecapean saja sehingga perut nya terasa nyeri. Saya saran kan untuk tidak berakrifitas secara berlebihan " Ucap dokter dengan hati - hati agar brian tidak tersinggung.


" Sudah kamu tenang saja, anak mu itu kuat seperti mu. Asal nanti jangan menuruni sifat jelek mu " Seru bagas sambil terkekeh.


" Sudah bosan jadi dokter di rumah sakit ini ?" Tanya brian dingin.


Bagas langsung diam tidak berani menggoda brian kembali.


" Apa harus di rawat?" Tanya brian singkat.


" Tidak perlu tuan, yang penting non arumi harus banyak - banyak istirahat " Ucap dokter kandungan.


" Jangan olah raga dulu biar arumi tidak capek " Seru bagas dan langsung menutup mulut nya.


Brian dan arumi langsung menatap bagas secara bersamaan.


" Tidak apa - apa olah raga tapi jangan sering - sering dan lakukan dengan pelan. Jangan menyakiti calon bayi nya " Ucap dokter menyelamatkan dokter bagas.


Arumi malu sendiri mendengar penjelasan dari dokter kandungan nya. Walaupun dia kuliah di ke dokteran hal seperti ini sudah biasa dan bahkan ada di pembahasan, ternyata saat mengalami nya langsung bisa merasakan malu juga.


" Ambilkan kursi roda " Perintah brian kepada bagas.


Bagas mendengus kesal tapi tetap melaksanakan perintah dari brian, ya walaupun itu dengan sangat terpaksa.


" Kita pulang " Ucap brian singkat.


Arumi mengangguk dan langsung duduk di kursi roda yang dibawakan oleh bagas tadi bahkan yang membantu mendorong pun masih saja bagas , sedangkan brian berjalan lebih dulu.


*******


MAMPUS DECH SI BELLA DI GILIR EMPAT PREMAN


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏🥰❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🥰❤


__ADS_2