Teman Ranjang Om Brian

Teman Ranjang Om Brian
Mencari tahu


__ADS_3

.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Anak buah anton langsung melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh anton. Mereka melancarkan aksi nya saat tengah malam, disaat semua warga kampung tertidur dan para anak buah brian sedang lengah. Tanpa ada yang tahu saat ini kedua orang tua arumi sudah berada di dalam mobil menuju ke suatu tempat yang mereka tidak tahu.


" Apa tempat nya masih jauh nak ?" Tanya ibu wati dengan khawatir.


Para anak buah anton tadi beralasan jika salah satu anak perempuan nya sedang sakit dan saat ini di rawat di salah satu rumah sakit dan membutuhkan kehadiran orang tua nya. Kedua orang arumi percaya begitu saja tanpa menanyakan kebenaran nya kepada laura ataupun arumi.


" Ibu diam saja,nanti kalau sudah sampai pasti akan kami beritahu. Sekarang mending kalian tidur saja " Ucap anal buah anton.


" Drun kamu beri mereka minum itu " Ucap salah satu anak buah anton kepada teman nya.


Dengan sigap dia pun langsung mengambil dua botol air mineral yang sudah mereka campur dengan obat tidur dan memberikan nya kepada ibu wati dan pak suryo.


" Kalian pasti haus, minum ini." Ucap anak buah anton menyerahkan dua botol air mineral.


Ibu wati dan pak suryo yang memang sedang haus langsung menerima botol air mineral itu dan langsung meminum nya. Para anak buah anton hanya tersenyum dan saling pandang.


Setelah lima menit meminum air mineral itu, pak suryo dan ibu siti tiba - tibs mengantuk. Mereka berdua pun tertidur dan tidak tahu lagi mereka sudah sampai di mana.


Tiga jam perjalanan mereka pun sudah sampai di tempat yang sudah mereka siapkan. Sebuah gedung yang dari luar nampak terbengkalai namun di dalam nya masih cukup rapi dan bersih dengan sekeliling nya pohon - pohon menjulang tinggi.


Ibu wati dan pak suryo masih saja belum bangun sehingga mereka tepaksa di gendong dan di bawa masuk ke dalam kamar yang sudah mereka siapkan. Para anak buah anton meletakkan pak suryo dan ibu wati di atas kasur dan mereka pun keluar dengan menutup pintu dan mengunci nya dari luar.


[ Ke dua orang tua itu sudah kita amankan boss] Ucap anak buah anton memberi laporan kepada anton.


[ Bagus , ingat kamu hanya boleh menyekap nya saja tanpa harus menyakutinya. Awas saja kalau sampai mereka terluka ].


[ Siap boss ].


" Bagaimana ?" Tany salah satu anak buah anton kepada rekan nya.

__ADS_1


" Kita biarkan saja dua tua bangka itu tertidur. Sekarang lebih baik kita tidur , badan ku pegal - pegal drun, badrun. "


" Kamu betul Nyong " Ucap badrun.


Mereka pun ikut mengistirahatkan tubuh nya, perjalanan malam yang cukup melelahkan membuat tubuh mereka perlu untuk istirahat untuk menghadapi masalah yang akan datang esok hari.


*******


" Dasar bodoh !! apa saja kerjaan kalian !!" Bentak brian kepada para anak buah nya.


Bugh.


Bugh.


Tanpa ampun brian menghajar anak buah nya. Tengah malam tadi brian mendapat kabar jika ke dua mertua nya tidak ada di dalam rumah. Brian langsung bertolak menuju ke kampung halaman sang istri dengan menaiki Helly pribadi nya. Dalam waktu kurang lebih empat puluh menit brian sudah sampai di kampung arumi.


" Maaf tuan " Ucap para anak buah brian yang berjumlah sekitar 8 orang. Delapan anak buah nya itu brian tugaskan untuk menjaga mertua nya.


" Dasar bodoh !! Akan aku bunuh kalian " Seru brian sambil menodongkan pistol ke arah anak buah nya.


Kedua tangan brian mengepal, dia sebenar nya sudah tahu jika ini semua ulah anak buah anton. Dan laura lah yang memegang kendali nya. Betarti brian harus mencari tahu lewat laura.


" Kalian segera cari keberadaan mertua ku sampai ketemu, kalian sisir daerah - daerah yang mencurigakan dan jika kalian menemukan seseuatu segera kabari aku !! " Seru brian lantang.


" Baik Tuan " Ucap delapan anak buah itu secara serempak.


" Kita kembali ke kota. Dan perintah kan mereka yang di markas untuk mencari keberadaan mertua ku. " Perintah brian tak bisa di bantah.


Tomi mengangguk dan langsung menghubungi anak buah nya untuk mencari mertua brian.


Brian dan tomi kembali ke kota dengan menaiki Helly pribadi nya kembali. Tidak memakan waktu lama brian pun sudah sampai di atap gedung apartemen nya. Brian langsung menuju unit apartemen yang dia tinggali, dia melihat jam tangan mahal yang melingkar di tangan kiri nya. Jam menunjukan pukul 3 dini hari, saat brian samai di apartemen nya dua pengawal arumi masih terjaga di tempat nya.


" Malam ini kalian jaga Istri ku, dan jika dia terbangun jangan bilang apa yang sudah terjadi. Aku akan ke markas. Satu lagi jika Istri ku menanyakan ponsel nya bilang saja kalian tidak tahu " Ucap brian bicara dengan serius.


" Siap Tuan " Jawab alina dan sheila bersamaan.


Brian masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil ponsel arumi. Dia tidak mau arumi terganggu konsentrasu kuliah nya, dan tidak mau kefikiran orang tua nya. Jadi brian mengambil ponsel arumi, karena dia tahu pasti laura akan menghubungi arumi memberitahu soal orang tua nya.

__ADS_1


" Sayang tidur yang nyenyak, aku akan pastikan kedua orang tua mu akan baik - baik saja. Maaf malam ini aku tinggal, aku harus mencari keberadaan mereka " Ucap brian dan mencium kening arumi dengan lembut.


Setelah semua nya siap, brian keluar dari kamar dan langsung menemui dua pengawal arumi.


" Jaga Nona dengan baik " Ucap brian.


" Baik tuan " Jawab ke dua nya bersamaan.


Brian kembali keluar dari apartemen nya dan langsung menemui tomi yang sudah menunggu di parkiran. Dengan langkah yang tegap, brian berjalan dengan cukup cepat.


" Langsung ke markas " Seru brian dan langsung masuk ke dalam mobi.


Tanpa menjawab tomi langsung melajukan mobil menuju markas beruang hitam. Setelah sampai markas tomi dan brian langsung masuk ke dalam markas.


" Bagaimana ? Apa sudah ada kabar ?" Tanya brian.


" Belum Tuan, kami masih menyisir tempat - tempat yang biasa mereka pakai untuk menyekap para korban yang mereka culik " Jawab Seto orang yang brian percaya di markas nya.


" Tom, kita bicara di dalam ruangan ku " Seru brian lalu masuk ke dalam ruangan pribadi nya.


Saat sudah ada di dalam ruangan brian membicarakan rencananya.


" Apa kamu yakin dengan rencana mu itu. " Seru tomi ingin lebih yakin


" Aku yakin dengan begitu laura akan memberitahu dimana tempat dia menyekap orang tua nya " Seru brian.


" Tapi bagaimana kalau ini jadi boomerang buat hubungan mu dengan arumi. Jangan sampai arumi tahu kamu mendekati laura, mulut laura itu berbisa Bri " Ucap tomi mengingatkan.


" Hanya dengan mendekati laura secara pelan - pelan kita bisa tahu dimana mereka menyekap mertua ku. " Ucap brian.


Tomi mengangguk paham dengan rencana brian. Bagaimana pun pasti brian sudah memikirkan semua nya matang - matang.


********


LIKE , KOMEN , VOTE , FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2